
Pagi hari ketika adzan subuh,,,,
Elyavira hendak melaksanakan sholat subuh,setelah tadi tahajud dia tertidur kembali sebentar. Devano belum pulang seperti biasanya ia pergi ke Masjid dari sejak waktu tahajud.
"Astagfirullah, koq rasanya tidak nyaman begini ya ulu hatiku?" gumam Elyavira.
Lalu ia bergegas ke kamar mandi, dan saat ia mencium wangi sabun yang biasa Devano pakai maka tiba tiba saja mual yang amat sangat menghinggapinya. "Uwheek,, Uwheek,, Astagfirullah huuuufff" Elyavira mengeluarkan isi perutnya yang hanya air karena ia belum pun makan sesuatu. Peluh membasahi dahi serta wajah nya dan tubuh nya. Kemudian Elyavira memaksakan mengambil air Wudhu dan setelah selesai ia kembali ke kamarnya untuk sholat Subuh dan setelah terdengar I'qomah, Elyavira segera melaksanakan sholat Subuh namun kepala nya terasa berputar maka ia melaksanakan sholat dengan cara duduk karena takut terjatuh.
Sudah hampir pukul setengah enam Devano pun kembali dari Masjid. "Assalamu'alaikum! Amih sayang!" ucap Devano, Ia ingin segera bertemu Elyavira karena ingin bercerita kalau ia tidak bertemu Afnan dan Ubaydillah sejak semalam hingga pagi ini, dan menurut pak satpam ponpes yang kebetulan sholat berjamaah bersamanya, dia melihat Afnan bersama Ubaydillah dan Umi serta Lintang pergi tergesa! Apa mungkin Lintang akan melahirkan. Setelah beberapa kali memanggil Elyavira namun tidak ada sahutan dari dalam. Devano kembali berucap salam.
"Assalamu'alaikum Mooi," Devano mengerutkan dahi, "kamu ke mana Mooi? biasa nya kamu sudah di dapur," batin Devano.
Biasanya ba'da Subuh Elyavira sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan, namun kali ini tidak ada pergerakan apapun dari dapur. Devano bergegas ke arah kamar.
"Mih, sayang kamu kenapa?" ia lihat Elyavira setengah sadar kan diri di atas sajadah, tergeletak miring.
"Pih tolong!" hanya itu yang Elyavira katakan. Matanya terlihat sayu sepertinya tubuhnya lemas sekali.
"Astaghfirullah Al-adzim Kamu kenapa Mooi?" Devano mengangkat Elyavira ke atas tempat tidur. Ia buka mukena Elyavira dan melipatnya.
Terlihat peluh membasahi dahi dan leher Elyavira. Devano menyeka peluh Elyavira dengan penuh kelembutan "Sayang apa yang terjadi? sepertinya Mooi kurang sehat."
"Tiba-tiba Elya pusing Sayang, terasa berputar! tadi Elya mual ketika ke kamar mandi dan mencium wangi sabun nya Apih. Elya tidak tahan Pih sampai m*nt*ah, dan setelah itu kepala Elya terasa berputar. tadi hampir saja Elya terjatuh di kamar mandi dan saat berjalan ke kamar. Elya pun sholat dengan cara duduk Pih."
"Astagfirullah, ke dokter yuk Sayang," ajak Devano,ia merasa khawatir.
"Tak perlu Sayang mungkin asam lambung Elya naik," tolak Elyavira.
"Ya mungkin akibat Mooi semalam makan rujak kebanyak tuh dengan santriwati, kan mooi punya penyakit maag! Apih sudah katakan, tidak boleh makan asam dan pedas. Amih nakal sih, malah dengan sengaja makan pedas dengan asam semalam," protes lembut Devano sembari mengusapkan minyak angin roll ke tubuh Elyavira, ke bagian dahi, punggung dan leher serta dada Elyavira.
"Hikss,,hiks,, Apih koq marah-marahi Amih," Elyavira malah menangis, dan itu membuat Devano bingung. Tidak pernah Elyavira menangis hanya dengan kata-kata, apalagi Devano berkata dengan sangat sangat lembut sekali hanya bernada protes sedikit saja.
Semalam Devano pulang malam dari kampus karena ada tugas yang harus diselesaikan bersama Adrian. bahkan Adrian ikut ke ponpes dan ia menginap di Asrama santri Putra. sembari menunggu Devano pulang, Elyavira membuat rujakan mangga dan jambu air yang mereka dapat dari depan kampus ponpes tersebut yang memang bebas di ambil santri atau guru pembimbing yang menginginkan nya. Entahlah Elyavira tertarik sekali ingin membuat rujakan dari dua hari yang lalu. Namun Devano selalu melarang nya dengan alasan sakit maag yang ia derita. Maka tanpa seizin Devano, semalam Elyavira nekad membuat rujakan bersama santriwati lain nya.
"Maafkan Apih sayang! koq malah menangis. Maaf ya Mooi, Apih tidak lah marah. Serius tidak marah Mih! hanya berkata, ya sudah,, sudah tidak apa-apa lain kali jangan diulangi, makan pedas dan asam itu dikurangi ya Sayang," bujuk Devano dengan lembut sekali. Matanya menatap teduh pada wajah Elyavira.
"Betul pih tidak marah?" tatap polos Elyavira.
"Tidak Mooi sayang!"Devano tersenyum manis, lalu ia menarik lembut Elyavira dan membawa ke dalam dekapan nya, ia memeluknya erat dengan penuh kehangatan dan kasih sayang dengan mengecupi dahi Elyavira lembut
"Ya sudah! Apih buatkan minuman hangat sebentar ya Sayang," ucap Devano. lalu dia merebahkan kembalian Elyavira, setelah berganti pakaian dengan t-shirt tanpa lengan dan celana pendek sport, Devano pun menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat untuk Elyavira.
--------
Di rumah kayu,,,
kini sudah lewat dari pukul 7. Hasna di sibukkan dengan Twins. Hasna sedang menyusui anak-anaknya secara bergantian di kamar bermain Twins A, ketika Afnan pulang.
"Assalamualaikum Mimma, Afkha, Afsha. Biyya pulang nih!" seru Afnan, ia langsung masuk pintu, karena pintu tak di kunci.
"Wa'alaikum salam Biyya, kami di kamar bermain," ucap Hasna mengeraskan suaranya.
Lalau Afnan menghampiri mereka. Terlihat Afsha sedang menyusu pada Hasna dan Afkha sedang tengkurap dengan meraih senang bola-bola dan mobil-mobilan di hadapannya. "Assalamu'alaikum sayang, eh Dedek Afkha sedang main apa itu sayang?"
Afkha yang mendengar suara Biyya nya di ambang pintu ia menoleh dan membawa tubuhnya berputar hingga menghadap ke arah Biyya nya, lalu Ia menyeringai dengan lucunya memperlihatkan gusinya yang sudah tumbuh gigi dua buah di bagian depan bawah, di usia 40 hari gigi Afkha mulai tumbuh dan saat ini Usianya sudah hampir lima bulan,ia sudah pandai tengkurap, berguling,dan bergumam seperti memanggil Afnan dengan bbb,, atau huuu,cja,cja.
"Hai sayaaang," ucap Afnan begitu lembutnya. ia menghampiri Afkha lalu menggendongnya.
"Byby sudah pulang. lalu proses kelahirannya Lintang Bagaimana by?" tanya Hasna begitu penasaran.
"Alhamdulillah sayang Neng Lilin sudah melahirkan dengan selamat dan proses melahirkan nya dengan sangat mudah sekali. dan putra Mereka Laki-laki sayang," jawab Afnan
"Masya Allah By,,Alhamdulillah! lalu saat ini ada di rumah sakit mana? dan koq Byby sudah pulang, bukan kah menemani kak Ubay yah di rumah sakit?" tanya Hasna.
"Byby tidak membawanya ke rumah sakit sayang! tapi ke klinik bersalin dan yang menangani Ibu Bidan beserta Asisten nya.Dan Byby pulang bersama utun berjenggot untuk menanam saudara dari si Dedek bayi,sayang,"Afnan menjelaskan kepulangan nya.
"Oohh, loh koq bisa di bawa ke klinik bukan ke rumah sakit?" Hasna semakin penasaran saja lalu bertanya kembali. sembari bermain bersama Afkha dan Afsha yang Ya sudah selesai Mimi. Afnan pun menceritakan kejadian apa yang terjadi dan dialami saat tadi Lintang hendak melahirkan.
"MasyaAllah begitu mudah Lintang melahirkan," ucap Hasna.
"Iya sayang Alhamdulillah. Hei A'a Afkha dan Dedek Afsha,,Kalian memiliki teman baru sayang," ucap Afnan lalu ia mengangkat Afkha dan me nengkurap kan di atas dada nya yang kini merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan karakter boneka besar, seraya menyenandungkan sholawat Nariyah( sudah pernah di bahas ya) Afkha begitu nyaman berada di dada Afnan dan Afsha yang melihat kakak nya di sayang dengan cara itu, ia terlihat cemburu dengan mengapai lengan Afnan dan menarik narik nya.
"Eehh,Dedek Afsha ingin juga tengkurap di atas dada Biyya ya. Mari bergantian dengan A'a. Mimma sayang tolong Angkat A'a nya dan taruh Dedek di sini," pinta Afnan.
"Iya Biyya sayang! Ayo A'a gantian dengan Dedek ya tengkurap di dada beton hihi," ucap Hasna meledek Afnan. lalu ia angkat Afkha dan gantian Afsha yang tengkurap di atas dada Afnan. Afsha begitu kegirangan dengan menjetik jentikan tubuh nya.
"Hehe dada beton, Astagfirullah," ucap Afna menyeringai. begitu dengan Hasna ia mengekeh sembari mengelus lembut pipi Afnan.
"A'a dengan Dedek belum mandi ya Mimma?"
"Belum By, mereka baru bangun. Mimma juga belum nih! habis dingin sekali By. Hehehe," Hasna menyeringai malu. Memang biasanya Hasna sudah mandi saat subuh.
"Hihi,,lengkap sudah berarti kita keluarga jorok ya A'a Kha dan Dedek Sha. Lihat Mimma belum mandi A'a Kha dan Dedek Sha juga belum mandi, Biyya juga. Hihi," gurauan Afnan.
"Ya sudah Mimma ayo kita mandikan dahulu A'a Kha dan Dedek Sha, nanti gantian kita yang mandi bersama," bisik Afnan nakal.
"Uuuumm dasar Biyya genit, mau nya deh!" ucap Hasna, lalu ia mengecup bibir Afnan.
"Ya memang mau sekali," balas Afnan. ia pun tak mau kalah dengan mengecup kembali bibir Hasna dari kilas berubah jadi agak ganas dengan menutup mata kedua Anak-anak nya menggunakan telapak tangan nya.
"Astaghfirullah,,hemmm ya Allah merasa habis berbuat dosa! bercumbu dengan istri di hadapan anak Astagfirullah ampuni Hamba tak dapat menahan diri," ucap Afnan yang membuat Hasna tersipu. Lalau Afnan mengecupi pipi kedua anak nya bergantian.
"Maafkan Biyya dan Mimma ya sayang!" ucap Afnan pada kedua anak nya.
"Ya sudah ayok mandi," ajak Afnan pada Afkha dengan menggendong dan membawa nya ke arah buthtub mandi bayi. Afnan dan Hasna memandikan Afkha dan Afsha di tangan nya masing-masing.
"Byby, sudah makan belum?" tanya Hasna di sela sela memandikan Twins A.
"Sudah sayang, tadi Byby beli bubur yang mangkal di gerbang jalan utama ponpes," jawab Afnan.
"Oohh kalau belum, kan akan Nana siapkan. Tadi pagi-pagi sekali Ambu sudah memasak," ucap Hasna.
"Nanti saja Sayang agak siangan, sekarang biar Byby menikmati waktu bersama Twins. karena siang nanti Byby akan sibuk kembali.
"O ya, lalu Lintang siapa yang menemani jika kalian di sini?"
"Ada Umi sayang dan Abi sudah menyusul ke sana, Ubay juga akan segera kembali ke sana. Lalu orang tua Neng Lilin sedang dalam perjalanan. InshaAllah Dzuhur sudah sampai Sayang!" jawab Afnan.
"Aamiin," ucap Hasna.
Kini Hasna dan Afnan tengah memakaikan pakaian kepada anak-anak nya, dengan sesekali kejahilan Afnan yaitu Saat ia memakai bedak pada Afkha dengan diam-diam dia akan memalingkan tangan ke arah wajah Hasna yang tengah serius memakaikan pakaian pada Afsha. Afnan mengusapkan bedak pada wajah Hasna.
"Bybyyy,, awas ya!" dengan ter tawa
Hasna pun membalasnya karena sebelah wajahnya sudah penuh dengan bedak tabur khusus bayi.
setelah saling balas Akhirnya mereka saling berpelukan dan tertawa lucu.
"Maafkan Byby sayang," ucap Afnan berbisik ke telinga Hasna.
"Tidak mengapa sayang, tapi tubuh kita putih semua. Itu lihat rambut Byby beruban," tawa renyah Hasna, Afnan ikut mengekeh.
"Kamu pun sama sayang rambut nya putih-putuh itu," ucap Afnan sembari mengecup kening Hasna begitu dalam.
"Sudah By! ayo kita selesaikan Merapi kan Twins A, Nana ingin segera mandi karena sudah sudah tak nyaman nih."
"Iya ayo sayang, kamu mandi saja terlebih dulu, biar nanti Byby yang menina bobokan mereka. mau di ajak keliling ponpes Byby nya sedang malas,hehe," ucap Afnan kembali dengan seringainya.
"Iya Nana faham koq, Byby kan dari semalam antar kak Ubay dan menemani nya. Pasti Byby lelah. Ya sudah boboan di kamar saja dengan Twins."
Afkha
__ADS_1
Afsha
Hasna memberikan pakaian ganti pada Afnan "By, ganti baju dulu nih, t-shirt yang itu putih-putih dan basah tuh terkena air."
"Iya Mimma. Terimakasih!" Afnan menuruti permintaan Hasna.
Akhirnya Twins A pun selesai, sudah rapi, sudah wangi. Sementara Hasna mandi.
Afnan menemani mereka bermain di atas tempat tidur dengan menyenandungkan Sifat wajib Allah yang berjumlah 20 : wujud, qidam, baqa’, mukhalafatul lilhawaditsi, qiyamuhu binafsihi, wahdaniyah, qudrat, iradat, ilmun, hayat, sama’, basar, qalam, qadiran, muridan, aliman, hayyan, sami’an, bashiran dan mutakalliman.
Twins A begitu antusias mendengarkan senandung merdu Biyya nya.
Sebagai seorang muslim, kita perlu mempelajari ilmu ketauhidan, salah satunya yaitu mengenal sifat-sifat Allah baik itu Sifat Wajib maupun Sifat Mustahil Allah.
Sifat Wajib adalah sifat yang dimiliki Allah Azza wa jalla yang maha sempurna, sedangkan sifat mustahil adalah kebalikan dari sifat wajib.
Sifat-sifat itu dikelompokkan menjadi 4 yakni: Sifat Nafsiyah, Sifat Salbiyah, Sifat Ma'ani dan sifat Sifat Ma'nawiyah.
*Sifat Nafsiyah, yaitu sifat yang berhubungan dengan Dzat Allah. Sifat nafsiyah ini ada satu, yaitu:
1.wujud artinya, "ada".Bukti Allah ada itu adalah menciptakan Alam semesta dan Isinya. Ia berdiri sendiri, tidak diciptakan kan oleh siapa pun dan tidak ada Tuhan selain Allah ta'ala. "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku." (QS. Thaha : 14)
*Sementara sifat Salbiyah adalah sifat yang meniadakan adanya sifat sebaliknya, yakni sifat-sifat yang tidak sesuai, atau sifat yang tidak layak dengan kesempurnaan Dzat-Nya. Sifat Salbiyah ini ada lima, yaitu:
2. Qidam artinya, "Terdahulu/Awal." Allah ada terlebih dahulu dari segala sesuatu apapun yang diciptakannya. " Dialah yang awal dan yang akhir, yang Zhahir dan yang Bathin. Dan Dia maha mengetahui segala sesuatu." (Q.s Al-Hadid : 3)
3 . Baqa Artinya, "Kekal" yaitu, Allah itu Maha kekal, tidak akan punah dan Binasa ataupun Mati. Tidak ada akhir bagi Allah subhanahu Wa ta'ala. "Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. bagi-NYA lah segala penentuan, dan hanya kepa-NYA lah kamu dikembalikan." ( Q.S Al-qasas : 88)
4.Mukholafatu lil hawaditsi, artinya "berbeda dengan makhluk ciptaanNya" tidak ada satupun yang mampu sebanding dengannya dan mampu menyerupai keagungannya. "Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (QS. Al-ikhlas : 4). Dan "Tidak ada satupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang maha Mendengar dan Melihat." (QS. Asy-syura:11)
5.Qiyamuhu binafsihi. Artinya "Berdiri sendiri" Allah ta'ala berdiri sendiri, tidak tergantung kepada siapapun dan tidak membutuhkan bantuan siapapun. "sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya ( tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta." ( QS. Al-Ankabut :6).
6.Wahdaniyah. Artinya "Tnggal/Esa" Allah adalah satu-satunya Tuhan pencipta alam semesta. "Seandainya dilangit dan dibumi ada Tuhan-Tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu akan binasa." ( QS. Al- Anbiya: 22)
* Ada pun sifat Ma'ani, yaitu sifat- sifat abstrak yang wajib ada pada Allah. Yang termasuk sifat ma'ani ada tujuh yaitu: Qudrat, Iradat, 'Ilmu, Hayat, Sama', Bashar, Qalam.
7.Qudrat. Artinya "Berkuasa" Allah maha kuasa atas segala sesuatu dan tidak ada yang dapat menandingi kekuasaan Allah SWT. "sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah : 20).
8.Iradat. artinya "Berkehendak" Allah berkehendak atas segala sesuatu kejadian apapun itu terjadi atas kehendak Allah SWT. dan jika Allah sudah berkehendak, maka jadilah dan tidak ada seorangpun yang bisa mencegahnya. "sesungguhnya keadaan-NYA apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya "jadilah" maka terjadilah ia.' (QS. Yaasin : 82)
9.Ilmu, Artinya "Mengetahui" Allah subhanahu Wa ta'ala mengetahui atas segala sesuatu baik yang nampak maupun yang tidak tampak. "Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." ( QS. Qaf :16)
Hayat, Artinya "Hidup" Yaitu Allah Ta'ala maha Hidup, tidak akan pernah mati,binasa, atau pun musnah, dia kekal selamanya. "Dan bertakwalah kepada Allah yang maha hidup, kekal, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji NYA." ( QS. Al-furqon: 58)
11.Sama, Artinya "Mendengar" Yaitu Allah maha mendengar apa yang diucapkan hambanya,baik yang diucapkan maupun yang disembunyikan. "Dan Allah-lah yang maha mendengar lagi maha mengetahui." ( QS. Al- Ma'idah : 76).
12.;Bashar Artinya "Melihat" yaitu Allah maha melihat segala sesuatu yang ada di dunia.penglihatan Allah tidak ada batasnya bahkan di tempat sekecil apapun. "Dan Allah melihat atas apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Hujurat :18 ). Atau Dan Allah maha melihat Apa yang kamu perbuat ( QS. Al- Baqarah :265).
Qalam Artinya "Berfirman" Allah berfirman melalui Kitab-Kitab yang diturunkan melalui perantara para Nabi. "Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya." (QS. Al- A'raf :143).
* Terakhir yang termasuk ke dalam sifat Ma'nawiyah, adalah kelaziman dari sifat ma'ani. Sifat ma'nawiyah tidak dapat berdiri sendiri, sebab setiap ada sifat ma'ani tentu ada sifat ma'nawiyah. Artinya, sifat ma'nawiyah merupakan kondisi yang selalu menetapi sifat ma'ani. (keberadannya sebagi Dzat yang berilmu). Dengan demikian itu, sifat ma'nawiyyah juga ada tujuh yaitu : Qadiran, Muridan, Aliman, Hayyan, Sami'an, Bashiran, Mutakalliman.
Qadiran (Berkuasa), Dialah Allah maha kuasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta. "Hampir kilat itu menyambar pengelihatan mereka. Setiap kali sinar itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jika Allah menghendaki, niscaya dia melenyapkan pendengaran dan pengelihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (Q.S Al- Baqarah :20)
15.Muridan (Berkehendak), sifat Allah ini bahwasanya semua takdir atas perkara yang sudah ditetapkan Allah, tidak ada satu pun yang bisa menolak. Kehendak Allah bersifat tetap dan tidak dapat diganggu gugat."M Mkal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksanya terhadap apa yang Dia kehendaki." (QS. Hud : 107)
Hayyan (Hidup), Allah adalah satu-satunya Dzat yang hidup dan tidak akan binasa, tidak tidur dan lengah sedikit pun. "Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah dia Maha Mengetahui dosa-dosa hambaNya." (Q.S Al Furqon ayat 58)
Sami'an (Mendengar), Allah adalah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan, serta doa-doa dari setiap hamba-Nya.
Bashiran (Melihat) Berasal dari kata Bashir yang artinya melihat. Maka, sifat wajib Allah yang satu ini menegaskan jika Allah sangatlah jeli. Dia akan melihat tiap-tiap keadaan yang ada di seluruh alam semesta.
Mutakalliman (Berfirman) atau berkata-kata), Allah memiliki sifat wajib 'Mutakalliman' yang berarti berfirman, sebagaimana maknanya serupa dengan sifat Qalam.
Adapun 20 Sifat mustahil Allah atau sifat yang tidak mungkin dimiliki Allah SWT yaitu:
‘Adam \= Tiada (bisa mati)
Huduth \= Baharu (bisa di perbaharui)
Fana’ \= Binasa (tidak kekal/mati)
Mumatsalatu lil hawaditsi \= Menyerupai makhluknya
Qiyamuhu Bighayrihi \= Berdiri dengan yang lain
Ta’addud \= Berbilang – bilang (lebih dari satu)
Ajzun \= Lemah
Karahah \= Terpaksa
Jahlun \= Bodoh
Mautun \= Mati
Shamamun \= Tuli
‘Umyun \= Buta
Bukmun \= Bisu
Kaunuhu ‘Ajizan \= Zat yang lemah
Kaunuhu Karihan \= Zat yang terpaksa
__ADS_1
Kaunuhu Jahilan \= Zat yang bodoh
Kaunuhu Mayyitan \= Zat yang mati
Kaunuhu Asshama \= Zat yang tuli
Kaunuhu ‘Ama \= Zat yang buta
Kaunuhu Abkama \= Zat yang bisu
karena Twins A kelelahan bermain maka mereka pun tertidur. Begitupun dengan Afnan, Karena kelelahan dan merasa nyaman dengan kedua Anak nya yang tertidur di lengan kanan dan kirinya serta menyusup ke dalam arah ketiak nya Afnan pun ikut terlelap.
--------
Di building Elvyaira,,,
Devano masih sibuk dengan Elyavira yang terkadang mual dan pusing namun ia tidak ingin diantar ke dokter. Devano sudah berbagai macam cara membujuknya agar Elyavira mau diajak ke dokter. Namun Elyavira tetap menolaknya dan hanya minta ditemani tidur dan dipeluknya. setelah sebelumnya Elyavira meminum teh hangat rasa kaldu sapi yang dibuat kan Devano.
Devano begitu menyesali perbuatannya, saat ia membuatkan teh manis hangat ternyata ia masukkan Kaldu sapi bubuk yang bungkus nya mirip bungkus gula rendah kalori yaitu berwarna kuning.
"Sayang minum dulu teh nya nih! ini sudah jadi loh, sudah hangat pula tinggal di minum saja," tawar Devano dengan polosnya pada Elyavira.
Saat Elvira meraih gelas itu dan me minumnya, maka hal pertama yang dilakukan nya adalah menyemburkan air dari dalam mulutnya.
"Astagfirullah kenapa Mooi? itu sudah hangat loh! masih panas memang?" tanya Devano dengan khawatir.
"Bukan panas sayang! tapi ini rasa teh nya gurih seperti rasa kaldu bubuk gitu,lebih mirip rasa air soup hanya kurang daun bawang dan seledri saja sayang," protes lembut Elyavira.
"Ya Allah maaf sayang, tapi aku sudah memasukkan gula yang Mooi tunjukkan! warna kuning, gula kemasan sachet rendah kalori," sanggah Devano.
"Kuningnya yang panjang atau yang agak lebar sayang?"
"Mmmmm,,yang agak lebar Mih!"
"Itu kaldu Sayang, kaldu bubuk rasa sapi."
"Astagfirullah Al-Adzim Maafkan Apih sayang, Apih tidak tahu," ucap Devano penuh penyesalan.
"Sudah tidak apa-apa Pih. Memang Amih juga yang salah tidak detail menyebutkannya! hanya menyebutkan warnanya saja kuning."
"Ya sudah dibuatkan yang baru ya!"
"Tidak perlu Pih, ambilkan Amih air hangat dan obat maag saja! dan setelah itu temani Amih bobo ya." pinta Elyavira.
"Baiklah sayang!" Devano pun ke dapur mengambilkan air hangat dan dia ambil obat maag di kotak obat. lalu ia kembali ke kamar memberikan obat maag beserta air hangat itu kepada Elyavira. dan setelah Elyavira meminum obat serta menghabiskan air hangatnya, maka Devano pun beranjak naik ke tempat tidur dan meraih Elyavira ke dalam dekapan nya. Devano menemani Elyavira tertidur kembali, hingga hari ini ia putuskan tidak pergi ke kampus. Dan ia menitip absensi kepada Adrian lewat chat.
-----------
Di klinik bersalin,,,
Ubaydillah baru saja kembali sehabis pulang sebentar bersama Afnan untuk menanam saudara dari si bayi, atau orang lebih kenal dengan kata ari-ari.
"Assalamu'alaikum Dedek, Putra Didad dan Mimom yang paling tampan, MasyaAllah!" Ubaydillah menyapa bayinya dengan mengecupi nya, padahal bayinya baru saja tertidur. Ia begitu gemas melihat putranya.
Dan kini akibat rasa gemas nya. Putranya yang sedang tidur pulas pun membuka mata dan sedang melihat kearah nya.
"Dad sudah jangan di godai terus, Dedek nya habis Mimi itu tadi sudah bobo, tuh terbangun kembali kan di panggil-pangil sih!"protes Lintang.
"Tidak sayang, itu sudah bobo kembali. Kedaan sayang bagaimana? Maaf Didad pergi nya agak lama?" tanya Ubaydillah.
"Alhamdulillah Dad, Lilin baik-baik saja dan seperti nya sore ini sudah boleh pulang Dad!
"Oh, Syukur Alhamdulillah sayang," ucap Ubaydillah. Ia menggenggam tangan Lintang sembari mengecup kening Lintang.
Umi dan Abi menunggu di luar di ruang tunggu. Granny dan Grandad Baru saja sampai di klinik bersalin tersebut. sedangkan orang tua Lintang masih dalam perjalanan sepertinya tidak lama lagi akan sampai.
----------
Di rumah kayu,,,
Afnan baru saja terbangun ia merasakan dirinya sudah lebih segar setelah tertidur sebentar bersama Twins A.
"Astagfirullah,, Alhamdulillah."
Afnan pun bangun dan duduk di sisi tempat tidur setelah membenarkan posisi Twins A. Dan ia melihat Hasna baru saja masuk ke dalam kamar bermain itu dan sedang berjalan menghampiri nya "Mimma sudah cantik sekali."
"Terimakasih By! Maaf By,, Nana pakai baju terbuka. Kan hanya berdua Byby, tidak mengapa kan By?" ucap Hasna, ia terlihat segar sehabis mandi.
"Ya tidak mengapa dong sayang," ucap Afnan, menarik lembut Hasna dan kini Hasna sudah dalam pangkuan nya. Afnan menyesapi pipi hingga leher Hasna dengan gemas nya, terlebih kini rambut Hasna di potong pendek.karena mengalami kerontokan pasca melahirkan dan saat ini dalan perawatan. jadilah leher putih nampak dengan jelas karena tak tertutup rambut seperti biasanya.
Hasna memperhatikan Twins A begitu pulas, lalu ia ajak Afnan untuk makan. "Twins kalau bobo dengan Byby pulas sekali, ya sudah Byby ma'em dulu yuk! mumpung Twins bobo," ajak Hasna.
"Iya sayang, Byby juga ikut pulas jadinya. Mmmm,,boleh yuk! kita ma'em."
Afnan menggendong Hasna seperti biasanya. Saat ada kesempatan dia tidak pernah mengabaikan nya.
"Loh,Byby ini salah jalan! kalau mau ma'em harus nya ke dapur, bukan ke kamar!" pekik Hasna saat ia menyadari bahwa Afnan, bukan membawanya ke dapur akan tetapi malah membawanya ke kamar.
"Iya tahu sayang! kalau di dapur itu untuk ma'em sungguhan, nah kalau buat ma'em kamu ya di kamar dong!" ucap Afnan dengan senyum nya yang menggoda sesekali bibir nya mengecup pipi Hasna.
"Byby,, apa sih Byby ini. Koq malah memakan aku sih! ikhh Byby sudah punya anak dua loh, kurangi genit nya,Nanti kalau Twins bangun bagaimana?"
"Hehe,,maaf sayang! genit nya Byby ke sayang tuh sudah mendarah daging. Apalagi Istri nya sudah sexy, cantik,wangi dan fresh begini.
itu mengundang sesuatu,mubadzir kalau di abaikan dan kita sudah sampai kamar. Maka dari itu Mimma jangan berisik nanti Twins bangun. dan kalau Twins bangun, bisa saja ada yang menggantung, hehe!" ucap Afnan, lalu ia mulai melakukan sesuatu hal pada Hasna dengan Hasna yang menerima secara ikhlas dan senang hati. pagi menjelang siang tersebut adalah kebersamaan Afnan dengan Hasna yang memacu adrenalin mereka lebih karena gejolak asmara mereka bercampur rasa was-was, takut tiba-tiba Twins bangun.
-----------
Di klinik bersalin,,,
Papi dan Mami Lintang pun sudah tiba dari setengah jam yang lalu. Dan saat ini sedang terjadi sebuah perdebatan kecil masalah nama belakang si Bayi.
"Bagi Granny nama Ryker harus ada di belakang namanya," ucap Granny.
"Iya Dav, harus pakai nama Ryker,' Grandad ikut bicara.
"Maaf,, Dav! walaupun papi ini pihak perempuan tapi ini cucu laki-laki papi yang papi damba-dama kan, maka nama Samudera pun harus di sematkan," pinta Papi Lintang. Ia tidak mau kalah.
Sedangkan Abi dan Umi hanya diam saling menatap. Abi dengan santainya menanggapi semua argumen mereka dengan senyuman!
Namun sikap Abi yang bersahaja itu, justru membuat Ubaydillah merasa iba. Tidak mungkin dia meninggalkan nama Al-jaris, lalu hanya menyematkan kedua Nama belakang dari Nenek dan Mertuanya.
Ubaydillah pun berpikir sejenak, lalu akhirnya ia mempunyai cara agar semuanya adil dan damai.
"Granny,,Grandad,,Papi,, (Mami lintang sedang menemani Lintang yang masih di infus dalam ruangan bersalin), Abi,,Umi," saya rempugan terlebih dahulu dengan Lilin," pamit Ubaydillah. Dan setelah semuanya mengiyakan maka ia beranjak ke ruangan Lintang berada. lalu ia merempugkan Nama untuk anak nya bersama Lintang. setelah rempugan kini Ubaydillah dan Lintang sudah mendapatkan nama untuk bayi mereka dan waktu nya Ubaydillah mengumumkan.
"Baiklah BISMILLAH,, Kami telah berempug dan memutuskan Bahwa, Nama dari bayi kami adalah: GAISHAN ARQYAS RYKER AL-JARIS SAMUDERA panggilan BABY-G atau Arsya."
"Alhamdulillah," ucap para orang tua serempak. terlihat kelegaan dari mereka. seperti nya mereka sudah setuju dengan Nama yang disebutkan oleh Ubaydillah.
--------
Sore hari,, Lintang sudah diperbolehkan pulang karena sudah dinyatakan baik-baik dan sehat! kini mereka pulang ke rumah utama dengan membawakan anak mereka.
kehadiran Baby-G disambut bahagia oleh keluarga pesantren. Di sambut gembira, baik dari keluarga Umi ataupun dari para santri dan Guru pembimbing. para santri serta Guru pembimbing dan siapa pun yang tahu Ubaydillah telah memiliki Putra. Maka mereka akan mengunjungi Lintang, untuk mengucapkan selamat! ya tentu saja dengan membawa beberapa hadiah.
*****
__ADS_1
Terimakasih banyak sudah membaca. Maaf sudah membuat menunggu.