
What Ustadzah??!!!!
Ucap Devano dan Lintang serempak antar bertanya dan berseru.
“Maaf Akhi kata anta mengenal Hasna, maksud Akhi itu (Lintang faham lah sedikit tentang Akhi, ukhti anta, Ana saja sih) , dia mondok di pesantren ini atau bagaimana?” tanya Lintang pada santriwati yang tadi mengenali Hasna.
“Oh tidak ukhti, mmm.. Ustadzah Hasna bukan santriwati di ponpes HUBBUL WATHAN ini” ucap santri tersebut
“Lalu?” sabung Devano dengan pertanyaan
Jadi ustadzah Hasna itu adalah istri dari salah satu putra pemilik pondok pesantren ini Ukhti.
What????!!!!!
ISTRI???!!!!!
Devano dan Lintang kembali terkejut bersuara serempak Antara bertanya dan berseru.
“ASTAGFIRULLAH AL ADZIM... ya ALLAH mengapa engkau membuat kejutan untuk kami di tengah malam buta begini ya Rabb kuatkan lah jantung kami” ucap Devano
“Nana Nana.. ya Allah, seriusan sudah menikah? Ya ampun menghilang dalam hitungan bulan lalu menikah, o my God what is this??” gumam Lintang namun setiap orang yang berada di dekat nya masih dapat mendengar .
“Dev, aduh.. aduh duh duh pening kepala gue, tuink tuink nih rasanya, gue butuh oksygen, tolong lo urus deh minta di panggilin Nana biar keluar, nanti gue balik kalau Nana sudah di sini, gue ke mobil dulu Dev ” ucap Lintang
“Oke Lin, lo tunggu di mobil dulu saja” titah Devano, dan setelah berucap salam dan pamit , Lintang pun masuk ke dalam Mobil
“Pak maaf, saya masih kurang faham, mengapa sahabat saya bisa tiba - tiba menjadi ustadzah dalam beberapa bulan saja?” tanya Devano pada bapak yang awal menyapa Devano dan Lintang.
“Jadi, Ustadzah Hasna itu menikah dengan Ustadz Afnan, ustadz Afnan itu salah satu putra dari Kyai Qorry Husain Al-Jaris , yaitu pemilik pondok pesantren ini, dan saya salah satu Guru di ponpes ini” tutur salah satu Guru pembimbing.
“Ooohh begitu rupanya, lalu mengapa Hasna di panggil Ustadzah, pak?” tanya Devano, Karena ia masih tak percaya, Hasna sahabat nya ternyata memendam banyak kejutan.
Menghilang dalam beberapa bulan, tiba tiba sudah menikah, bergelar Ustadzah pula.
“Oh memang kalau di pesantren ini, bagi perempuan yang menikahi Ustadz maka otomatis gelar nya pun akan menjadi Ustadzah dek, walaupun awal nya tidak ada embel embel Ustadzah ” tutur salah satu Guru pembimbing.
"Hmmm.. Amazing Hasna, ehee he Naaa, nana.. Hebat juga lo ya, dari berandal jalanan, sama Ratu clubbing, naik pangkat jadi ustadzah!
walaupun gelar itu pantas di sematkan, Karena lo memamg seperti Ustadzah kalau sudah menyangkut hal ibadah, dan lo juga bawel nya minta ampun nyuruh kita supaya rajin ibadah, kalau kita malas maka akan lo ke luarkan jurus jurus arti Al qur'an dan hadist” Gumam dalam hati Devano.
“baiklah terimakasih pak atas penjelasan nya, namun apa saya bisa bertemu dengan sahabat saya itu pak?” tanya Devano pada Guru pembimbing yang tadi biacara.
“Bisa saja Dek, namun maaf, tadi siang ba'da dzuhur, Ustadzah Hasna dan Ustadz Afnan serta pak Kyai dan Umi nyai, telah berangkat ke jakarta, Karena adik dari Ustadz Afnan yaitu Ustadz Ubaydillah akan menikah esok hari” tutur Guru pembimbing tersebut.
“Astagfirullah.. Ke Jakarta pak??? ” tanya Devano tak percaya
“Ia dek, ke Jakarta, Karena calon istrinya ustadz Ubaydillah orang Jakarta” Guru pembimbing itu menjelaskan kembali.
“Huffffff..... Ya sudah, Terimakasih banyak pak sudah menerima dan membantu kami” ucap Devano.
“Sama sama dek, lalu adek ini, tinggal di mana saat ini?” tanya Guru pembimbing itu kembali.
“Belum tau pak, kami langsung ke sini tadi”
Jawab Devano.
“Ooohh begitu rupanya, jikalau adek ini ingin menginap, kami pihak pesantren menyediakan tempat darurat untuk sekedar istirahat, jaga jaga jikalau ada musafir atau tamu jauh macam adek ini, yang kemalaman di jalan, apa adek mau menginap di sini, biar kami siap kan tempat nya” tawar Guru pembimbing itu ramah.
__ADS_1
“Terimakasih pak, coba saya rempugan dahulu bersama sahabat wanita saya yang di mobil” ucap Devano.
“Baik lah dek, jika sudah silahkan panggil kami di dalam masjid dek, cari saja pak qumar, saya masuk dulu ke dalam masjid ya dek” ucap pak qumar.
“Terimakasih pak saya pamit ke mobil sebentar” pamit Devano.
“Silahkan dek” ucap pak qumar.
Devano pun menuju ke dalam mobil, untuk menemui Lintang.
Di dalam Mobil..
“Dev, bagaimana hasil nya? ” tanya Lintang.
“Nana menikah dengan seorang Ustadz Lin” jawab Devano.
“What, suami Nana Ustadz??!!”
lagi-lagi Lintang terkejut setelah Devano memberi tahukan nya bahwa Hasna menikah dengan seorang Ustadz, Lintang bertanya sekaligus berseru.
“Iya Lin Nana menikah sekitar lima bulan yang lalu tepat nya empat bulan setelah dia hilang begitu saja” Devano memberi penjelasan pada Lintang.
“Nana lo tega sekali ya, Nikah tidak mengabari kita, Nana lo jahaaaat, hikz hikz huu uu uuu ” teriak Lintang sembari menangis.
“Ya sudah, gue gak peduli apapun itu, pokok nya kepala gue di buat pening ini sama kejutan dari Nana” ucap Lintang
“Gue juga sama Lin, untung kita gak kena serangan jantung bersama” ucap Devano.
“Ya sudah sekarang Nana nya mana?” tanya Lintang
"Hasna gak ada di sini, dia berangkat ke Jakarta tadi siang” ucap Devano lesu.
“Astagfirullah Al adziiiimmm.. So.. Sia-sia nih Kita datang kesini sekarang?” Tanya Lintang untuk nya dan untuk Devano.
“Ya bisa di katakan begitu Lin, Hasna ke Jakarta Karena mengantar adik dari Ustadz Afnan yaitu ustadz U.. U.. Uba apa Umar, Uya ya, aduh gue lupa, pokoknya Nana antar adik ipar nya yang mau nikahan besok dan calon istri nya orang Jakarta, maka nya mereka ke Jakarta” tutur Devano.
“Oh jadi Nama suami Nana itu Ustadz Afnan Dev?” tanya Lintang lagi.
“Iya kata bapak yang tadi, o ya sekarang kita bagaimana nih, kita di tawari tempat menginap di sini”
Devano meminta masukan dari Lintang.
“Balik ke Jakarta Dev! ” ucap Lintang tegas.
“Yakin Lin ? gue lelah juga bawa mobil” tanya Devano lalu memberi tahu bahwa dirinya Lelah.
“Yakin, kita temui Nana di rumah singgah, feeling gue Nana pulang ke rumah itu” ucap Lintang.
“Oke gantian bawa deh Lin, gue istirahat dulu, nanti kalau tenaga gue sudah pulih, gantian lo yang istirahat” ucap Devano.
“Hmm... Good idea Dev, Ya sudah mari kita pamit pada bapak yang tadi” ajak Lintang
Maka mereka pun pamit kepada pak qumar, bahwa mereka tidak menginap di pesantren dan memilih pulang kembali ke Jakarta.
Kini skitar pukul 12 : 00, Setelah berpamitan, mereka telah berada di jalan arah kembali ke Jakarta, dan Lintang yang mengemudi, Devano tertidur di bangku penumpang bersebelahan dengan lintang, untuk memulihkan tenaga.
Lintang mengemudi mobil secara ugal ugalan Seperti kesetanan, ia merasa kecewa, dan sakit di dalam hatinya, ia merasa di khianati Hasna,kendaraan besar ,maupun kecil sudah ia libas tak peduli suara klarkson dari mobil lain yang ia dahului secara mendadak.
__ADS_1
Pukul 2 dini hari ponsel Lintang berbunyi, ia lirik tertera nama kak Davi sayang.
“Astagfirullah,, kak Davi sayang, aku hampir saja melupakan keberadaan mu, gegara Nana” gumam Lintang.
Lalu ia menepikan Mobil ke arah rest area, setelah terparkir sempurna, Lintang turun menghampiri sebuah warung dan memesan kopi serta camilan, lalu ia menelpon balik Ubaydillah Karena tadi tidak sempat ia terima.
Tuuuttt tuuutt tuuut( nada tunggu)
Assalamu alaikum, suara Ubaydillah.
Waalaikum Salam, suara Lintang
“Maaf terganggu ya” suara Ubaydillah
“Tidak koq kak Dav sayaaaanng, Lilin senang di telepon kak Dav, ada sesutu hal?” suara Lintang
Bukan main senang nya Ubaydillah di panggil kak Dav sayang oleh Lintang.
"Mm.. Tolong beri tahu orang tua dek Lilin sayang, bahwa esok kita akan langsung akad nikah, pagi Khitbah, sore ijab qobul, tenang saja masalah tempat dan jamuan tidak usaha terlalu di fikir kan, orang tua kak Davi, sudah mempersiapkan segala nya” suara Ubaydillah
“Dek Lilin sayang sudah siap kan?” suara Ubaydillah kembali dan bertanya.
“InshaAllah siap kak Davi sayang” suara Lintang
(cieee sayang sayangan😁😍)
“Dek Lilin sayang sedang di mana, koq bising sekali?”, suara Ubaydillah
“Suara televisi kak” suara Lintang berbohong
“Oh ya sudah, dek Lilin sayang bobo, jangan bergadang ya,” suara Ubaydillah.
“Iya kak Davi sayang terimakasih” suara Lintang
“Sama sama sayang” suara Ubaydillah.
Lalu panggilan telepon pun ber akhir, dan Lintang kembali melanjutkan perjalanan nya, Devano masih terlelap, jadi Lintang tetap mengemudi sampai Jakarta, Lintang ini paling kuat begadang anak nya, jadi jalan malam begini tidak masalah untuk nya.
Pukul 4 : 30 shubuh Lintang sampai di depan rumah singgah, Karena Lintang membawa mobil dalam kecepatan tinggi dan jalan lengang, maka ia bisa sampai lebih cepat 1 jam di Jakarta.
Tanpa fikir panjang, Lintang mengetuk pintu, tak lama Mbak Nurin muncul.
“Assalamu alaikum mbak,” ucap Lintang ketika pintu terbuka.
“Waalaikum Salam” , ucap mbak Nurin
Mbak Nana ada di rumah ini kan? Tanya Lintang tegas, ia menatap tajam pada Nurin
“Ii.. Aa.. Ammm ii..” Mbak Nurin bingung, Karena pesan Afdal yaitu ayah Hasna, untuk tidak membiarkan mereka bertemu.
“Aaah mbak lama nih” , lalu Lintang menyeruak tanpa permisi masuk ke dalam rumah.
“Na...Nanaaa.. Keluar lo.. Hasnaaaa keluar, gue mau buat perhitungan sama lo.. Hai Hasna Aulia Zahrani keluaaaaaarrrrr....” Teriak Lintang.
**********
🙉😱😱😬😬😬Attut ach author ada barbar Lilin... Nanti kan kelanjutan nya, Terimakasih sudah membaca 🙏 😍 vote like komen, no lupa👌👍😘
__ADS_1