Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 222. Muscat, Oman.


__ADS_3

"Satu koma tiga T!" pekik Hasna. "Astaghfirullah..itu uang kan By, bukan daun?" tanya Hasna tak percaya sembari menepuk nepuk pipi Afnan dan mencubit lengan Afnan.


"Awwsh..Astagfirullah nikmat sayang!" ringis Afnan ketika menerima cubitan Hasana.


"Tolong pelan-pelan bicaranya, telinga Byby pengang! lagi pula yang harus kamu cubit dan tepuk pipinya itu bukan pipi Byby, tapi lengan serta pipi mu sayang!" protes lembut Afnan.


"Hehe, maaf By! takut nya hanya mimpi, ternyata betulan. Soalnya Byby kesakitan," celoteh Hasna, lalu ia raih lengan Afnan yang telah ia cubit dan Hasna mengecup nya.


"By..itu uang betulan kan?" Hasna menatap Afnan meminta Jawaban.


"Insya Allah jumlah tabungan kita sayang. Dan itu dalam bentuk angka, karena Byby tidak membawa wujud nya ke sana kemari," ucap Afnan menyeringai.


"Tabungan Byby lah, masa tabungan kita! dan itu termasuk aset-aset yang Byby miliki?" tanya Hasna kembali.


"Belum termasuk aset yang kita miliki sayang! itu murni dari jumlah tabungan. Ya, milik kita dong! kan milik Byby saat ini, sudah menjadi milik sayang dan Twins, Byby hanyalah perantara Rezeky kalian,yang Alhamdulillah Allah mudahkan jalan nya," ucap Afnan santai.


"Uang sebanyak itu dari mana By?"


"Dari Allah lah sayang! lewat sedekah yang rutin kami lakukan, dan di ganti oleh Allah berlipat ganda," ucap Afnan.


"Menjadi pengusaha itu, memang nya cita-cita Byby ya?" tanya Hasna.


"Hemm..Byby tidak pernah bermimpi menjadi pengusaha ataupun pebisnis. Ya itu mengalir begitu saja sayang! saat kami kuliah ke Turki pun, tunjuan kami hanya ingin memperdalam ilmu agama."


"Awal mulanya, karena prihatin akan para Mahasiswa yang di biaya Beasiswa. Untuk makan sehari-hari mereka harus melakukan pengiritan sedemikian rupa, nah Byby serta Ubay dan Mahasiswa lain nya mulai buka stand makanan, niat nya ya agar dapat makan dengan mudah uang saku penuh. Di luar dugaan ternyata dalam 2 tahun Stand makanan yang kami dirikan mulai merambah ke dunia restoran."


"Banyak Mahasiswa Asli sana, mengajak kami bekerjasma. Ya tentu saja atas dukungan Abi dan Umi, yang merelakan tabungan mereka untuk modal bekerja sama membuka usaha restoran dan toko pakaian awal nya. Alhamdulillah dengan kerjasama yang baik, akhir nya kami dapat membuka beberapa restoran lain nya, hingga dari hasil di Turki itu, Byby dan si Utun berjenggot membangun kampus yang di ponpes dan saat ini sudah menjadi milik Utun, karena Abi memberikan padanya, sebagai hadiah hafalan Qur'an 30 Juz yang ia sudah kuasai, dan sudah Sah di hadapan notaris," tutur Afnan.


"Masya Allah. Jadi kak Ubay sudah hafal Al-Qur'an hingga 30 Juz By?" tanya Hasna. "Ya Allah Nana terlalu menyepelekan kak Ubay By! kelihatan dari ke lucuan nya. Kak Ubay itu biasa saja selain dari wajah bule nya. Ternyata tersimpan kemampuan yang luar biasa."


"Iya sayang! Alhamdulillah,"


"Byby pun hafal Al-Qur'an hingga 30 Juz, lalu hadiah nya apa By?" tanya Hasna penasaran.


"Hehe, hemmm. Hadiah nya, Abi meng hadiahkan Area pesantren Hubbul Wathan menjadi milik Byby dan sudah atas Nama Byby. Dan Ubaydillah, Kak Adreena serta Kak Afrina sudah menyetujui nya, walaupun awal nya Byby menolak, namun mereka malah memaksa agar Byby menerima nya," ucap Afnan.


"Ya sudah ma'em dulu yuk!" tawar Afnan.


"Satu lagi By! kalau Byby Sudah mempunyai tabungan dan penghasilan berjalan, untuk apa Byby tetap bekerja?" tanya nyeleneh Hasna.


"Masya Allah Sayang! ya Byby harus menyeimbangkan ibadah Byby, selain dari Ibadah Wajib hal nya Sholat, Puas, zakat dan yang lain nya, bekerja juga sebagai bagian dari ibadah."


"Artinya manusia bekerja itu agar memperoleh rezeki. Dengan lantaran memiliki rezeki manusia bisa menyembah (beribadah) kepada Alloh. Mengapa seperti itu, di saat kita lelah bekerja dan mendapatkan hasil yang cukup, maka ibadah yang kita lakukan senantiasa akan lebih khusyuk."


"Bahkan ada dosa yang tidak bisa dihapus dengan sholat, zakat, puasa dan haji sekalipun tetapi hanya bisa dihapus dengan mencari nafkah penghidupan. Salah satu cara mencari nafkah adalah dengan bekerja. Tentu saja bekerja dengan Ikhlas Lillahita'ala dan mendekatkan diri kepada Allah, sayang,"


"Oh begitu ya By!" ucap Hasna.


"Bahkan hal yang kecil, contohnya masuk kamar mandi pun ibadah, membuang sampah pada tempatnya juga ibadah. Semua hal dimana menyertakan Allah dalam aktifitas itu, berpeluang besar bernilai ibadah sayang ku," ucap Afnan gemas sembari menarik hidung Hasna.


"Awwssh Byby, Jangan tarik-tarik dong ini hasil operasianya belum kering tahu!" protes Hasna dengan bercanda, itu membuat kedua nya tertawa.


"Lalu By apa lagi? ya hadits nya gitu deh By," ucap Hasna.


"Muslim mencintai orang yang giat bekerja, mandiri, apalagi rajin memberi(sedekah). Sebaliknya, Islam membenci manusia yang pemalas, suka berpangku tangan dan menjadi beban orang lain. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:


فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ


 “Maka carilah rizki disisi Allah..” (QS.Al ‘Ankabut [29]: 17)


"Bekerja dalam pandangan Islam begitu tinggi derajat-nya. Hingga Allah dalam Al Qur`an menggandengkannya dengan jihad memerangi orang-orang kafir.


وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ


“dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah.” (QS. Al Muzzammil [73] ayat: 20)


"Rossululloh SAW bersabda :Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang-tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan.” (HR Thabrani)


"Manusia paling mulia di muka bumi ini saja yaitu para Nabi, dengan tugas mulia yang mereka emban di dunia, berdakwah dalam agama Allah dan mengajarkan risalahnya kepada manusia yang lain. Bahkan di balik balik dakwah mereka. Mereka pun tetap bekerja sayang, seperti hal nya manusia lain pada umumnya. Allah sering mengisahkan kepada kita perjuangan dakwah mereka dalam Al Qur`an.

__ADS_1


وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ


 “Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelum mu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.” (QS. Al Furqan [25] ayat: 20)


"Nabi Adam bertani, Nabi Ibrahim menjual pakaian, Nabi Nuh dan Nabi Zakaria tukang kayu, Nabi Idris Penjahit dan Nabi Musa penggembala. Allah mengisahkan dalam Al Qur`an bahwa Nabi Dawud membuat baju besi.


وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ


 “Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam pepe–ranganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).” (QS. Al Anbiya [21]: 80)


“Dan Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari kami. (kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba` [34]: 10-11)


"Nabi Muhammad SAW, beliau pernah bekerja sebagai penggembala kambing." ucap Afnan, lalu ia memperjelas nya “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan pernah menjadi penggembala kambing.(Para sahabat berkata, Begitu juga engkau?” beliau bersabda, “Ya, aku pernah menggembala kambing penduduk Makkah dengan upah sejumlah uang.” (HR Bukhari)


"Baginda Rosululloh SAW juga berdagang. Beliau pernah melakukan perjalanan bisnis ke negeri Syam untuk menjual barang-barang dagangan milik Khadijah radhiyallahu ‘anha."


"Oleh karena itu semua, Islam sangat mendorong umatnya untuk bekerja dan berusaha mencari penghidupan. Allah berfirman,


هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ


“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al Mukl [67]: 15)


فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al Jumu’ah [62]: 10)


"Ibnu Katsir menyebutkan dalam tafsirnya, “Diriwayat-kan dari sebagian salaf bahwa ia berkata, “Barangsiapa yang membeli atau menjual sesuatu pada hari jumat setelah shalat, Allah akan memberkahi untuknya 70 kali.”


"Rosululloh SAW bersabda: “Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari makanan yang dihasilkan dari pekerjaan tangannya sendiri.” (HR Bukhari)


Adapun pekerjaan agar menjadi ladang pahala dan di ridhoi Allah, maka bekerja harus di jalan halal, sayang," ucap Afnan kembali. Hasna menyimak dengan seksama dan antusias.


“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah [2]: 172)


"Kedua, bekerja dengan profesional dan penuh tanggungjawab. Islam tidak memerintahkan umatnya untuk sekedar bekerja, Nabi Muhammad SAW bersabada:


“Sesungguhnya Allah mencintai seorang diantara ka-lian yang jika bekerja, maka ia bekerja dengan baik.” (HR Baihaqi)


"Ketiga, ikhlas dalam bekerja, yaitu meniatkan aktifitas bekerjanya tersebut untuk mencari ridho Allah dan beribadah kepada-Nya. Rosululloh SAW bersabda: “Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu tergantung niat. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari Muslim)


"Keempat, tidak melalaikan kewajiban kepada Allah. Bekerja juga akan bernilai ibadah jika pekerjaan apa pun yang kita jalani tidak sampai melalaikan dan melupakan kita dari kewajiban-kewajiban kepada Allah. Sibuk bekerja tidak boleh sampai membuat kita meninggalkan kewajiban. Shalat,puasa dan zakat serta sedekah misal nya. dan ingat ada Hak orang yang membutuhkan di dalam harta kita."


"Masya Allah Byby luar biasa, Nana makin love Byby," ucap kagum Hasna.


"Byby pun Sayang! makin love terhadap mu. Makanya mintalah pada Byby, Ayuk sayang mau apa, ya sayang. Ayuk dong minta sesuatu gitu. Bahkan kartu ATM yang dari Byby berikan jarang kamu pergunakan," bujuk Afnan.


"Byby jangan memaksa dong! orang Nana tidak ingin apapun, Mobil, rumah, perhiasan, pakaian, Nana sudah punya dan itu sudah lebih dari cukup, dan untuk kartu itu, hehe kan sudah Nana gunakan untuk pembiayaan rumah Singgah By, dan jumblah nya masih di atas 500 juta" ucap Hasna.


"Ayo dong sayang, mintalah! please," ucap Afnan penuh harap.


"Ya sudah kalau Byby memaksa. Nana ingin mewujudkan impian Nana, yaitu membangun Yayasan panti asuhan dan sekolah gratis untuk anak anak kurang mampu dari jenjang Paud hingga Sarjana. agar Indonesia memiliki anak-anak berkualitas yang nantinya akan mampu merubah perekonomian keluarga nya yang awal nya sulit menjadi sejahtera," tutur Hasna.


Afnan hanya tersenyum mendengarkan permintaan Istri labil nya itu. "Masya Allah sayang, Niatan yang Mulia sekali, Insya Allah saat ini pun Byby dapat mewujudkan nya!" ucap Afnan, dan terlihat Rona bahagia dari wajah dan senyuman nya.


"Masya Allah Serius By? Alhamdulillah. Nana tidak bermimpi kan? Terimakasih Byby, Nana senang sekali uuunnncchh love love love Byby!" ucap bahagia Hasna. sembari mencubit lengan Afnan, kali ini lebih keras dan juga menarik pipi Afnan dengan gemas nya.


"Astagfirullah sayang! Nikmat sekali cubitan nya hingga menusuk ke jantung!" ringis kesakitan dari Afnan.


"Hihi maaf sayang! Nanti Nana ganti dengan servis memuaskan ya untuk menebus rasa sakit nya." ucapan nakal Hasna sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Serius???" pekik kegirangan Afnan. lalu dengan cepat Afnan memakan hidangan nya karena sudah tidak sabar akan pembuktian dari kata-kata terakhir istrinya.


****


Keesokan harinya mereka sudah berada di Dubai Gold souq untuk membeli emas untuk oleh oleh.



__ADS_1


"Masya Allah By. Besar-besar sekali, kalau di pakai di Indonesia apa tanggapan Masyarakat yang melihat ya By?" mata Hasna tertuju pada emas-emas yang di pajang dengan cantik.


"Mungkin lucu sayang. Ada toko mas plesiran," ucap Afnan mengekeh.


"Ya sudah By, kita pilih yang sederhana saja!" Hasna menarik lembut tangan Afnan, untuk memilih yang lain.



"Pilih lah sayang!"


"Iya, terimakasih By."


Dengan antusias Hasna memilih perhiasan yang ia inginkan dan yang ia cocokan untuk setiap orang yang hendak ia belikan.


Dan tanpa sepengetahuan nya, saat Hasna lengah, Afnan membilkan satu set perhiasan dari mulai, anting-anting, kalung, gelang, cincin hingga gelang kaki.


***


Beberapa hari kemudian, Kini Afnan dan Hasna telah sampai di Muscat, Oman.



Mereka langsung menuju hotel yang berada di dekat laut




"Alhamdulillah sampai juga sayang! Sholat Magrib dulu yuk!" ajak Afnan.


"Iya Alhamdulillah By, Masya Allah cantik sekali. mari sholat dulu By! Byby hendak cari Masjid atau berjamaah bersama Nana?" tanya Hasna.


"Berjamaah bersama sayang saja di kamar. Besok baru Byby cari Masjid terdekat, untuk berjamaah dengan warga sini," ucap Afnan.


"Baiklah By, nanti setelah sholat cari makan ya! Nana lapar," bisik Hasna.


"Iya sayang!"


---


Keesokan harinya, Hasna dan Afnan menikmati waktu mereka, dari mulai bermain asmara di kamar dan berjalan-jalan berdua di luar kamar.



jalan jalan di kota tua Muscat. menikmati serta mensyukuri nikmat Allah yaitu pemandangan yang kini mereka lihat.




Sore hari mereka baru kembali ke kamar hotel.


---


"Sayang, sedang apa? koq lama sekali di kamar mandinya?" tanya Afnan dari luar kamar, ketika Hasna belum juga keluar dari kamar mandi.


"Ini By, sedang memompa!" seru Hasna.


"Memompa apa?" batin Afnan. "Boleh Byby masuk?" Afnan khawatir pada Hasna yang tak kunjung juga keluar dari kamar mandi.


"Tentu By, masuk saja! tidak Nana kunci koq!" jawab Hasna. Afnan pun masuk ke dalam kamar mandi.


Afnan melihat Hasna sungguh terkejut. "Astaghfirullah sayang! jadi setiap hari ini yang kamu lakukan, hingga lama di kamar mandi?" tanya Afnan sedih. Di balik keceriaan istri nya ternyata ia menyimpan beban yang tak dapat ia bantu pikul.


"Maafkan Byby sayang, kamu harus tersiksa tiap pagi dan sore karena hal ini!"


"Tidak mengapa By, Ini sudah komitmen Nana," jawab Hasna.


...

__ADS_1


(kira-kira, apa yang Hasna lakukan?)


Next👉


__ADS_2