Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 130. ELYAVIRA NAUMA CAHYA


__ADS_3

Siang hari...


Ubaydillah sedang di kantor Afnan, ia berbagi tugas dengan Afnan, Karena sudah hampir dua pekan perusahaan nya tak mereka sambangi, dan Afnan masih ada beberapa urusan di ponpes, dan siang ini Ubaydillah sedang sibuk dengan setumpuk kertas serta laporan lain nya di laptop .


Hingga sebuah pesan masuk di aplikasi WhatsApp membuyarkan konsentrasinya.


Tertera Lilin imut bawell (Lintang)


Lintang : Assalamu' alaikum kak Davian


Ubaydillah : waalaikum Salam dek Lilin


Lintang : kak maaf mengganggu, bisa kita bicara sebentar?


Ubaydillah : oh tidak mengganggu koq dek, bisa!


Ubaydillah pun menelpon Lintang....


"Assalamu'alaikum dek Lilin" suara Ubaydillah menyapa di balik telepon, ketika Lintang telah menerima telepon dari nya.


"Waalaikum Salam kak Dav, Terimakasih telah menelpon Lilin, maaf kak.. Lilin ingin bicara tentang sahabat Lilin, dan ini ada kaitan nya dengan hubungan kita" suara Lintang di ujung telepon sana.


" ya silahkan dek Lilin ingin bicara apa?" suara Ubaydillah bertanya


"Mmmm...janji kak Davi tidak akan marah ya, setelah Lintang bicara?" suara Lintang


" InshaAllah tidak akan marah dek" suara Ubaydillah.


" sahabat aku menyatakan cinta semalam, setelah kak Davi pergi dari rumah Lintang" suara Lintang pelan.


Mengatakan secara langsung atau melalui telepon? " suara Ubaydillah bertanya


" Melalui video call kak " suara Lintang


" oh lalu, dek Lilin bagaimana, dan sudah menjawab apa ?" suara Ubaydillah bertanya


" Lilin tidak tahu dan belum menjawab apapun kak Dav" suara Lintang


"Mengapa belum memberi jawaban?" suara Ubaydillah kembali.


"Maaf kak Davi, Lilin tidak bermaksud mempermainkan perasaan dan ke sungguhan kak Davi yang sudah berencana menikahi Lilin, Lilin rasa memang Lilin harus jujur dan bicara hal ini pada kak Davi agar tidak ada salah faham di kemudian hari, Karena Lilin melihat orang tua Lilin selalu jujur dan terbuka dalam hal apapun walaupun memang mereka jarang berada di rumah " suara Lintang


" Hmm.. Terimakasih untuk kejujuran dek Lilin kak Davi sangat menghargai itu, dan lalu apa yang kak Davi dapat bantu untuk dek Lilin?"suara Ubaydillah


" Ya itu kak, Lilin bingung harus memberikan jawaban seperti apa, di satu sisi Lilin tidak ingin kehilangan dia sebagai sahabat, dan di sisi lain Lilin hanya menganggap nya sahabat dan tidak mempunyai perasaan lebih, dan jika Lilin jujur serta menolak nya, maka Lilin takut dia terluka kak" suara Lintang

__ADS_1


"Dek, walau pun kejujuran itu menyakitkan, maka lebih baik jujur, namun cara bicara saja yang harus di perhatikan, jangan berbicara dengan kata - kata yang sekiranya akan membuat nya tersinggung" suara Ubaydillah


"Iya kak, Lilin akan berusaha jujur terhadap nya, bahwa Lilin sudah mempunyai calon suami " suara Lintang


"untuk saat ini maaf dek kak Davi tidak dapat membantu dek Lilin lebih dari sekedar memberi saran, Karena dek Lilin belum menjadi hak nya ka davi, jujur kalau untuk melepaskan dek Lilin, kak Davi tidak akan pernah melakukan nya, bagaimana pun kak Davi tidak seharusnya melempar tanggung jawab atas diri dek Lilin pada orang lain, sedangkan yang sudah menyentuh dek Lilin itu kak Davi" suara Ubaydillah.


"Terimakasih kak Davi, Lilin juga tidak ingin orang lain yang menjadi suami Lilin, Karena perasaan Lilin sudah nyaman dengan kak Davi" suara Lintang


"Syukurlah kak Davi senang mendengar nya, dan kak Davi tambah semangat nih untuk mempercepat pernikahan kita" suara Ubaydillah


"Hehe.. Lilin juga kak Dav, Ya sudah Lilin tutup dulu telepon nya ya kak Dav, Lilin mau pergi ke sekolahan Lilin, ada beberapa urusan yang belum terselsaikan " suara Lintang


"Oh iya dek Lilin, silahkan, hati-hati ya" suara Ubaydillah


"Tentu kak Dav, Terimakasih untuk tak marah,


Assalamu' alaikum calon Imam" suara


Lintang


" sama - sama, Wa'alaikum salam calon makmum" suara Ubaydillah


Trluut....


Dan sambungan telepon pun ber akhir.


"Pak... Pak Ubaydillah.. Pak.." panggil sebuah suara,memanggil nama Ubaydillah.


"Ah iya, astagfirullah, ada yang bisa saya bantu pak iwan?" tanya Ubaydillah pada salah satu bawahan nya yang bernama pak Iwan.


"Iya pak , maaf di luar ada seorang wanita mencari pak Ubaydillah dan Pak Afnan , katanya sih teman lama pak Ubaydillah dan pak Afnan, dan ia baru saja kembali dari luar Negeri " tutur pak Iwan


"Baiklah, apa dia mengatakan siapa Nama nya pak?" tanya Ubaydillah


"Tidak pak, lalu bagaimana pak, apakah bapak akan menemui nya atau tidak?" tanya pak Iwan


'Ya sudah, saya akan menemui nya pak" jawab Ubaydillah


Lalu mereka pun, keluar ruang untuk melihat si wanita yang mencari Ubaydillah.


Di luar kantor, tepat nya di ruang santap restaurant __


" Assalamu'alaikum Permisi Nona, apakah Anda mencari saya?" Sapa Ubaydillah


pada wanita itu, wanita itu seperti nya terlihat cantik, itu nampak dari riasan mata nya yang terlihat karena area mata yang tak tertutup cadar, ya wanita tersebut mengenakan hijab bercadar.

__ADS_1



"Waalaikum Salam, apa kabar kak Ubaydillah?" tanya wanita itu.


"Alhamdulillah kabar baik, apa kita pernah bertemu sebelum nya? " tanya Ubaydillah kembali.


"Tentu saja pernah" ucap si wanita tersebut.


"Sungguh, dan di.........????"


"Turki, ya kita pernah bertemu sebelum nya di turki" ucap wanita tersebut memotong cepat perkataan Ubaydillah.


Lalu ia mengeluarkan sebuah kain panjang, tepat nya kain sorban putih dan jika di lihat sekilas lebih mirip pashmina


"Masih ingat ini kak Ubaydillah?" tanya si wanita itu, sembari menyodorkan sorban yang ia baru saja keluar kan


Lalu Ubaydillah meraihnya dan ia memeriksa sorban itu dengan seksama.


"Maaf Nona saya betul betul tidak mengingat nya" ucap Ubaydillah


"Wah sayang sekali yah, padahal saya selalu menyimpan sorban ini dan sudah lama saya menantikan hal ini, bertemu dengan super hero saya " tutur wanita itu.


"Super Hero?!!!!"


Tapi maaf Nona, saya tidak pernah merasa telah menjadi superhero.


"Tapi bagi saya Anda dan kakak Anda pernah menjadi superhero , sekitar lima tahun lalu ketika saya hampir saja di lecehkan oleh beberapa pria berandal, Anda dan Kaka Anda lah yang menolong saya, dan sorban inilah saksi bisu untuk menutupi tubuh saya Karena pakaian yang saya kenakan di robek para pria berandalan itu, waktu itu saya belum berhijab apalagi bercadar.


"Mmm..seperti itu toh cerita nya " ucap Ubaydillah


"Iya kak, dan sesekali kita bertemu di perpustakkaan, serta makan bersama waktu itu" Ucap wanita tersebut


" Baiklah, sebutkan saja Nama Nona, mungkin saya akan mengingat Nona " ucap Ubaydillah.


" baiklah kak, Nama saya ELYAVIRA NAUMA CAHYA " ucap nya.


"Oh ya....." Ubaydillah berucap.


************


Siapkan Elyavira Nauma Cahya????


Eeiittss tenaaaang tenaaaannng dia tidak akan menjadi pelakor 👌


Maaf ya baru up Thor ketiduran waktu ngetik hihihi... Sudah lama Nih tak berkata..

__ADS_1


Tetap vote like and komen nya.. Terimakasih 🙏 😍 💐


__ADS_2