Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 183. Macaroni schotel


__ADS_3

Di rumah utama, terlihat Hasna serta Lintang dan Angela duduk santai di bangku ayunan halaman belakang yang menghadap hamparan sawah serta kolam ikan yang berbaris rapi,setelah Hasna dan Lintang puas dengan suami suami mereka kini mereka memilih bersantai, sementara para suami mereka tertidur Karena kelelahan.


“Ange jadi lo kapan balik ke Jakarta?” tanya Lintang.


“Nanti setelah Ryan prom night dan Dev resepsi pernikahan, serta perkuliahan di mulai” jawab Angela.


“Loh memang waktu untuk resepsi pernikahan Dev sudah di tetapkan Ange?”


tanya Hasna.


“Mm.. Waktu tepat nya belum, namun untuk keputusan nya dua pekan yang akan datang, dan Devano pun belum tahu, ini keputusan antara Mommy and Granny” tutur Angela.


“Uumm jadi Devano belum tahu toh” timpal Lintang.


“Yups, Dev sih terlalu cuek dan masa bodoh, hehe, apa mungkin kak Elya akan tahan dengan sikap Dev yang mirip es batu, Ahaha” ucap Angela lalu tertawa.


“Oh iya, ngomong-ngomong Dev dan kak Elya kira-kira mereka sedang apa ya?” tanya Hasna pelan.


“Mungkin sedang saling diam, Dev dengan gaya cool nya bermain Game, dan kak Elya dengan gaya manis nya menonton televisi” terkaan Angela, Karena memang sikap Devano sehari hari seperti itu.


“Ah mungkin sedang.... Hihi ucap Lintang” tak meneruskan.


“Ssttt... hati-hati Lin, ada anak Usia dini yang masih polos nih, ahahaha” ucap Hasna, ia mengerti akan ucapan Lintang yang tiba tiba terhenti,kini ia dan Lintang tertawa.


“Ish apa kalian nih” ucap Angela tak mengerti.


“Sudahlah Ange, tak usah di fikir, nanti kamu akan mengerti saat kamu sudah halal dengan Adrian” Ucap Lintang.


“Hmmm ok!” balas Angela.

__ADS_1


Kini mereka terlibat obrolan lain yang t membuat mereka bertiga tetap heboh.


Di building tempat Elyavira tinggal...


Devano baru saja terbangun saat bau harum yang berasal dari dapur menusuk hidung nya, lalu turun ke perutnya yang tiba-tiba bergaduh meminta di isi.


Ia lihat Elyavira sudah tak berada di sisinya,setelah membaca Doa bangun tidur, lalu ia bangun dan berdiri, berjalan menuju keluar kamar, ia dengar suara piring dari arah dapur.


“Hai pacar.. Pacar halal ku, sedang apa nih?” tanya Devano pada Elyavira, saat ia menghampiri Elyavira di dapur, dan terlihat berdiri menghadapi oven, dan kini ia ikut berdiri mensejajari Elyavira,


“ Eh kekasih halal sudah bangun, Eumm.. masak Macaroni scothel untuk Dev, kemarin Granny memberitahukan Elya, kalau Dev tidak begitu suka makan nasi!, makanya Elya buatkan macaroni schotel ini” ucap Elyavira.


“Dan yang di wajan itu apa?” tanya Devano, saat ia lihat Elyavira juga memasak sesuatu di wajan kecil.


“Oohh itu, semur ayam dari Umi nyai, dan Elya sedang menghangatkan nya” jawab Elyavira.


“Hmmm.. Macaroni schotel nya wangi sekali El, seperti wangi di restaurant - restaurant!” ucap Devano tersenyum menoleh pada Elyavira.


“Yakkin rahasia niih?” tanya Devano lirih setengah berbisik pada telinga Elyavira, dan entah kapan mulanya, kini Devano sudah berada di belakang Elyavira serta memeluk Elyavira lembut dari arah belakang, kata kata yang Devano bisikan malah terdengar menggoda, Deg..dag..dig..dug..dag..dig.. dug.. jantung Elyavira mulia berdetak cepat dalam gugup ia berusaha menguasai nya.


Devano tambah mengeratkan pelukan nya, ia lingkarkan tangan nya saling bertaut di antara perut bawah Elyavira, tangan Devano menyentuh sebagian area sensitive nya, entah itu di sengaja atau tidak dan kini seakan ia mengunci tubuh Elyavira dalam dekapan nya, seerrr hawa panas dan menggelitik mulai menguasai tubuh Elyavira.


Begitupun dengan Devano, hawa panas, glitikan dan getar getar seperti sengatan listrik voltase ringan kini bergetar pasti dalam tubuh nya ada yang bangkit menegangkan diri di area bawah Devano dan itu terasa mengganjal pada tubuh bagian belakang Elyavira, nafas Devano terdengar semakin berat, "Masih lama El, Dev sudah lapar sekali mencium wangi nya?” tanya Devano terdengar pelan di sela sela helaan nafas nya yang mulai naik turun.


“Sebentar lagi koq Dev” ucap Elyavira, dengan suara lirih, sebetul nya ia sedang menahan sesuatu yang mengganjal pada area belakang nya yang menonjol dari bagian tubuh Devano, dan itu membuat nya kurang nyaman, getaran hawa panas dalam tubuh nya serta pacuan jantung nya yang semakin bergemuruh membuat tubuh nya terasa mengambang, suara Elyavira yang mulai berat pun di telinga Devano justru malah terdengar seperti de*ahan.


“Hmmm.. Sebentar nya berapa menit lagi pacar?” tanya Devano kembali, kini wajah nya menempel dengan wajah Elyavira hingga hembusan nafas nya dapat Elyavira rasakan.


“Sabar dong kekasih, lima menit!” ucap Elyavira ,ia tersenyum dan sedikit menarik tubuh nya, wajah nya menoleh pada wajah Devano yang menempel pada wajah samping Elyavira.

__ADS_1


Kini mereka saling menatap, dan tatapan serta senyuman itu bagai magnet yang saling tarik menarik hingga akhir nya kutub U dan kutub S saling menyatu erat, dengan sebuah penelusuran hasil dari bibir Devano, membawa Elyavira ikut terhanyut kedalam nya, kini acara belajar kissing mereka sudah pada tahap kemajuan, mereka sudah mulai saling melengkapi dan mengimbangi, tubuh mereka kini saling berhadapan, tangan Devano mulai berpiknik ria pada tubuh Elyavira, suasana makin panas, saat Devano mulai lupa diri dan Elyavira membiarkan nya karena iapun merasa terhanyut untuk saling belajar memuaskan satu sama lain, dan kini tiga buah kancing piyama yang Elyavira kenakan sudah lolos dari lubang penahan nya, empat buah, lima buah, enam buah, dan kancing itu sudah lolos semua.


“Sayang biarkan aku mulai belajar membuka pakainmu” gumam Devano dengan bibir nya masih Di antara bibir Elyavira.


Elyavira terhenyak, dan tak lama ia merasa bahagia menghinggapi relung hatinya saat Devano mengucap kata sayang


“Ii.. Iya sayang” balas Elyavira.


Penelusuran Devano berhenti sejenak, ia sedang mencerna kata kata sayang, yang juga di ucapkan Elyavira,lalu ia tersenyum penuh kemenangan.


Perpaduan merekapun berlanjut, hingga kini Devano mengalihkan mouth nya pada leher mulus Elyavira, terdengar suara desis tertahan Elyavira yang membuat Devano makin terpikat melebarkan sayap untuk hinggap pada tubuh Elyavira bagian dalam arah depan, yang merupakan awal pintu masuk setiap keresahan yang tercipta dan ingin lagi, Devano bagai kumbang yang sudah hinggap pada ranum nya bunga bunga Elyavira yang terlihat segar menggiurakan untuk segera di hisap putik sarinya.


Namun kesadaran tiba tiba menguasai Elyavira hingga ia terpaksa harus Segera menerbangkan kumbang Devano yang kini asik hinggap di tubuh nya, saat semeriwing keanehan mulai hinggap tertangkap isap hidung Elyavira.


“Dev.. Dev..” Elyavira memanggil manggil Devano.


“Heeuuumm” gumam Devano.


“Dev..Dev sayang tolong hentikan Dev!”


“Mmmhhh.. PLEASE El sayang!” Devano tak menggubris nya.


“Dev sayang, tolong sudah!, ini ada yang bau gosong, bau gosong apa ya” ucap Elyavira.


“Wangi tubuh mu sayang” jawab asal Devano, ia masih betah menyusup pada dada Elyavira yang hampir polos.


“Dev sayang , semur ayam nya GOSONG!”


***********

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca 🙏 😍, vote nya ya, dan like mmm boleh dong mampir di Novel baru Thor : "Cantik, Tapi Tomboy!" 👌😍


__ADS_2