
“Astagfirullah Al adziim A'a” ucap
Ubaydillah.
kini Ubaydillah mengikuti langkah dokter yang keluar dari ruangan nya setengah berlari menuju ruangan ICU.
“Maaf,,tolong Saudara tunggu di luar,” pinta dokter.
“Iya dok. Dokter tolong lakukan apapun untuk keselamatan kakak saya!,ada Istri dan calon anak nya yang mengharap kan ia kembali,tolong lah dokter,” ucap Ubaydillah penuh pengharapan.
“InshaAllah, tolong saudara bantu saja dengan Do'a ya,saya akan berusaha di dalam. BISMILLAH.” ucap dokter tersenyum optimis seraya menepuk pelan bahu Ubaydillah. Senyuman itu membuat Ubaydillah sedikit tenang.
Setelah Dokter masuk Ubaydillah menelpon Abi nya, dari tadi belum ada yang ia hubungi.
“Assalamu'alaikum Dek,” sapa Abi saat sudah menerima telepon dari Ubaydillah.
“Wa'alaikum salam Bi,Abi maafkan Dedek tidak dapat menjaga A'a” _ Ubaydillah.
“Dek, jangan bicara seperti itu. Ini musibah, baiklah katakan di mana A'a mu kini, ba'da Maghrib Abi menyusul ke sana,”_pak Kyai.
“Di rumah sakit Islam xxx Bi, lalu bagaimana keadaan Nana Bi?”_Ubaydillah.
“Baiklah nanti ba'da Maghrib Abi ke sana,Keadaan Nana Alhamdulillah cukup tenang dek!”_ pak Kyai.
“Alhamdulillah,iya Bi dedek tunggu.”_ Ubaydillah.
sambungan telepon pun ber akhir.
Abi segera memberitahukan keberadaan Afnan pada Umi serta Hasna.
“Umi,,Alhamdulillah utun sudah mengabari” ucap pak Kyai.
“Di mana mereka Bi?” tanya Umi.
“Di Rumah sakit Islam xxxx Mi,dan A'a sedang di tangani di ICU,” ucap pak kyai.
“Astagfirullah,” -Umi.
“Ya sudah ba'da Maghrib Abi berangkat!” ucap pak kyai.
“Umi ikut Bi,” rengek Umi memohon.
”Hehhmmm baiklah,tapi Nana jangan dulu ikut ya Mi,tolong bujuk Nana ,pasti Nana akan memaksa ikut kalau tahu kita akan ke sana,katakan besok pagi saja ia menyusul.
“Baik Bi,lalu bagaimana keadaan Dedek Bi?” tanya Umi. kekhawatiran dari hati nurani seorang ibu pada anak yang ia besarkan sedari kecil dengan kasih sayang nya.
“Alhamdulillah utun baik baik saja Mi, hanya mungkin sedikit terguncang karena syok,” ucap pak kyai.
“MasyaAllah Dedek,ia sendirian Bi di sana!” terlihat linangan Air mata di pelupuk mata Umi.
“Sudah Mi, inshaAllah utun kuat,dia anak yang hebat!, A'a yang selalu mengajarkan ia kuat ya kan” bujuk pak Kyai memberikan rasa tenang sembari memeluk Umi lalu mengecup dalam kening Umi.
“Ya Habibati tersenyumlah, ingat senyum dalam duka itu ketegaran ya jamilati,Ana UHIBBUKI” bisik Abi di telinga Umi yang membuat Umi tersipu malu.
“Uumm Abi,Umi malu iikhh sudah sepuh masih Uhibbuki saja ,tapi Umi juga Uhibbuka Bi” rona merah pipi Umi lalu membenamkan wajah nya di dada pak kyai. Pak kyai tersenyum lembut mengelus bahu Umi.
“Ya sudah Abi ke masjid ya,Umi tolong beritahu Nana dan neng Lilin.” pinta Abi
“Baik Bi,,” ucap Umi seraya merapihkan pakaian Abi memasangkan kopiah di kepala pak kyai dan mengecup tangan kanan nya ,lalu keluar bersamaan dengan bergandengan tangan. Mereka berpisah saat di ruang keluarga.Umi menuju kamar Hasna dan Abi menuju ke Masjid. Abi bergegas, tujuan nya mengambil wudhu secepatnya nya,karena sudah kehilangan wudhu nya saat bermesraan dengan Umi.
“Assalamu'alaikum sayang,” sapa Umi dan langsung masuk ke kamar Hasna, karena pintu kamar dalam posisi terbuka lebar.
“Wa'alaikum salam Umi,” jawab Hasna dan Lintang.
“Sayang bagaimana keadaan nya?” tanya Umi pada Hasna.
“Nana baik baik saja Umi Alhamdulillah,” Ucap Hasna dengan tatapan yang sendu.Dan Umi faham Hasna tidak baik baik saja.
“Neng Lilin juga baik ya sayang?” tanya Umi.
“Lilin baik Mi,tapi Lilin cemas A'a Dav belum mengabari Lilin,” Ucap Lintang.
“A'a mu tadi menelpon Abi. Mengabarkan di mana keberadaan mereka dan Alhamdulillah A'a Dav mu baik baik saja sayang,namun A'a Ustadz mu yang masih belum siuman.” tutur Umi.
“Alhamdulillah,”ucap Hasna dan Lintang.
“Subhanallah By,” gumam Hasna. “Umi pasti Abi akan ke sana kan?,Nana iku Mi,Nana ingin memeluk kak Afnan Mi,pasti saat ini butuh pelukan Nana Mi” kali ini Hasna tak dapat menahan air matanya di hadapan Umi.Hasna menangis di pelukan Umi,tangisan yang kesekian kali.
“Sayang,tadi Abi berpesan!,Nana besok pagi saja menyusul ya sayang!,jika ikut sekarang itu tidak baik sayang, ini kan sudah sore pasti sampai sana malam, saat ini kondisi Nana kan sedang hamil,pasti A'a juga akan melarang kalau tahu Nana ingin ke sana sekarang, tolong sayang ini demi Twins utun”Ucap Umi lembut.
“Hikss hikss baiklah Umi,Nana menurut bagaimana baik nya saja,” jawab Hasna.
__ADS_1
“Byby..Nana dan Twins rindu akan bybhy Nana menanti Byby. Pulang lah ! ” Hasna bergumam dalam hatinya dan kini ia mengenakan kemeja Afnan yang memang belum di cuci ia padukan dengan celana pyama panjang milik nya. Itu ia lakukan agar sedikit membantu nya menguatkan diri saat mencium aroma tubuh Afnan yang menempel pada kemeja hingga ia merasa sedang berada di dalam pelukan nya Afnan.
-------
Di rumah sakit, tepatnya ruangan ICU. Setelah satu jam dokter berjuang menangani Afnan,kini Afnan kembali normal. “Alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritis nya sus!, tolong di jaga ketat ya suster. Jangan di tinggal begitu saja takut nya kejang seperti tadi akibat aliran darah tidak lancar,tolong sample darah setelah 1 jam nanti saya tunggu di meja, untuk mengecek racun yang berkembang,semoga racun nya sudah clear.” ucap dokter.
Ubaydillah terlihat kusut di luar ruangan ICU,ia tak henti hentinya bersholawat dan berdoa.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم
Allohumma Sholli ‘ala sayyidinaa muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa ‘afiyatil abdaani wa syifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim
Artinya: “Ya Allah limpahkan rahmat kepada junjungan kami nabi Muhammad Saw, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.”
sedikit pengetahuan: Sholawat ini bisa dibaca ketika keadaan hati sedang tidak baik, gelisah maupun was-was.Bisa juga menjadi penyembuh penyakit badan.
Sholawat Tibbil Qulub atau Sholawat Syifa merupakan sholawat Thibbiyah yang terkenal dan memiliki sebagai penawar atau obat, karena dalam bacaan tersebut terdapat kandungan tawasul kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.
Sholawat ini isinya diumpamakan sebagai kesehatan jasmani dan rohani bagi segala tubuh dan segala penawarnya, cahaya bagi segala mata dan sinarnya, makanan dan santapan bagi segala ruh.
Sholawat Tibbil Qulub ini berasal dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa aalihiwasalam yang diambil dari kitab Mafaatihu as-sa’adaah fi Sholawat. Al Habib Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alwi bin Abdulloh bin Tholib Al-Athos.
Bahkan belum lama ini menurut berita, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat edaran berisi instruksi agar pengurus wilayah NU hingga Pondok Pesantren untuk membaca shalawat thibbil qulub. shalawat ini diintruksikan dibaca agar wabah virus corona segera teratasi dan Indonesia dilindungi dari wabah virus tersebut.Aaamiin ya Rabbal A'laamiin.
dan Ubaydillah pun mamanjatkan doa. yaitu doa untuk memenangkan hati nya yang sedang khawatir dan memohon perlindungan:
يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
yamaqlub alqulub tshabat qalbi a'laai dinika
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”(HR.Tirmidzi)
اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِالْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ و شَمَاتَةِ الْاَعْدَاءِ
Allahumma inni a’uuzubika min jahdil bala’. Wa darkish shaqa’. Wa suu il qadhaa’. Wa shamaamatil a’daa’
Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menemui penderitaan, dari takdir yang buruk & dari keberhasilan.
(Sahih Bukhari)
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْث
Yaa hayyu yaa qayyuumm. Bi rahmatika astaghiiths
Di tangan nya pakaian Afnan yang bersimbah darah beserta pistol milik Afnan ia lilitkan di dalam pakaian. jaket yang ia kenakan pun sebetulnya terdapat noda darah,namun karena berwarna gelap jadi tidak terlihat. Ubydillah kini seorang diri berusaha kuat. Tadi setelah Afnan mendapatkan perawatan,Polisi Imron pamit untuk membuat laporan setelah sebelumnya mengantarkan mereka ke rumah sakit.
Ubaydillah menyandarkan tubuhnya pada dinding rumah sakit,ia ingat saat Afnan mendorong tubuh nya untuk menyelamatkan dirinya dari tusukan pisau Rengga. “Syukron A'a,” gumam Ubaydillah.
Ciitt,,greett,,pintu ruangan ICU terbuka dan itu dokter yang menangani Afnan.
“Bagaimana keadaan kakak saya dok?” tanya Ubaydillah,ia menghampiri dokter setengah berlari.
“Alhamdulillah,,Anda boleh lega,kakak Anda sudah stabil,masa kritis nya sudah lewat dan tinggal menunggu siuman,” ucap dokter.
“Alhamdulillah Aamiin Allah humma Aamiin. Syukron dokter syukron laak” ucap Ubaydillah sedikit sumringah karena ia merasa lega.
“Afwan!,kalau begitu saya permisi.Assalamua"laikum,” pamit dokter.
“Wa'alaikum salam, dokter maaf apa saya boleh masuk,untuk menemani kakak saya?” tanya Ubaydillah sebelum dokter itu berlalu.
“Oh tentu, silahkan,” ucap dokter kembali.
“Terimakasih dokter,” ucap Ubaydillah.
dokter hanya mengangguk dan tersenyum seraya berlalu.
“Ubaydillah melirik arloji nya. Sudah hampir masuk waktu Maghrib,masih ada 20 menitan lagi dan ia memutuskan untuk mencari pakaian bersih, setelah menitipkan Afnan pada perawat Anestesi maka ia pun keluar dari rumah sakit tersebut hendak mencari pakaian dan makanan. Ubaydillah berfikir ia harus kuat demi Afnan,ia harus makan walaupun sedikit karena saat ini di wilayah ini ia hanyalah seorang diri.
setelah keluar dari gerbang rumah sakit Ubaydillah melihat ada konter toko di pakaian pinggir jalan, biasanya konter pakaian macam ini lengkap dari pakaian biasa hingga peralatan sholat.
“Alhamdulillah ada konter pakaian,lihat dulu semoga ada pakaian dan peralatan Sholat,” gumam Ubaydillah.
Setelah masuk ke dalam konter pakaian tersebut, bersyukur pakaian yang ia cari dan ia butuhkan ada di tempat itu. Pertama Ubaydillah mengambil tas untuk pakaian kotor dan setelah itu baju koko panjang dan pendek, peralatan Sholat lain nya sajadah ,peci tak lupa Al-Qur'an. Lalu celana, t-shirt dan jaket,serta sandal setelah di rasa cukup ia beralih ke minimarket yang berada percis bersebelahan dengan konter pakaian tersebut,ia beli makanan seperti roti, minuman dan sedikit camilan,saat ini perutnya butuh di isi untuk mengembalikan stamina , serta ia pun membeli peralatan mandi dan setelah selesai lalu ia membeli nasi bungkusan pecel ayam yang mangkal di pinggir jalan.Kini Ubaydillah telah bersih setelah mandi di toilet rumah sakit yang tidak jauh dari masjid rumah sakit.
Saat waktu Maghrib tiba, Ubaydillah sudah bersila di dalam masjid setelah sebelumnya menunaikan sholat tahiat masjid. Dan waktu Maghrib pun tiba, saatnya sholat Maghrib berjamaah. Setelah selesai bertasbih dan ber dzikir Ubaydillah menengadahkan kedua telapak tangan, memanjatkan doa,
keselamatan di dunia dan Akhirat. Doa yang sering di panjatkan Nabi Muhammad SAW.
ِرَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.
__ADS_1
Artinya: wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka).
Ubaydillah telah di dalam kamar ICU, menemani Afnan seraya melantunkan ayat sAl-Qur'an di sisi Afnan.
“A'a sadar A,ya Allah beberapa tahun lalu hamba pernah seperti ini,menemani A'a di ruang ICU juga.A maafkan Dedek, untuk menyelamatkan nyawa Ana malah A'a yang harus terluka,cepat sadar A!,ayo bangun. A'a akan memiliki Twins utun dan A'a belum membawa Nana ke tanah suci, seperti keinginan A'a untuk mewujudkan permintaan Nana yang ingin sholat di Masjidil haram,” gumam Ubaydillah di sela sela bacaan Al-Qur'an nya.
Di rumah utama ponpes,,,
“Abi tolong izinkan Dev ikut Bi,bang Ustadz begini juga kan karena menolong kami Bi,” pinta Devano memelas. saat ia tahu pak kyai akan pergi ke rumah sakit maka ia bergegas ke rumah utama.
“Dev, sebaiknya Dev di rumah saja ya ,jaga Nana,neng Lilin dan Istrimu,” ucap pak kyai sembari menepuk pundak Devano.
“Tapi Bi, izinkan Dev menjaga bang Ustadz” Devano bersimpuh dan menangis.
“Dev, dengan menjaga Nana dan calon cucu Abi itu sama dengan hal nya Dev menjaga A'a” ucap lirih pak Kyai seraya mengajak Devano berdiri.
“Dev Umi minta tolong. Dev di sini saja menjaga Nana ya,kan tidak ada laki laki di rumah ini,jika Dev di sini Abi dan Umi merasa tenang meninggalkan Nana,karena ada Dev di sini!” bujuk Umi.
“Iya Dev,itu kan sama saja,besok pagi Abi share lock dan tolong Dev antarkan Nana beserta Neng Lilin ke sana,” pinta Abi.
“InshaAllah, baiklah Abi jika begitu Dev akan menjaga Nana dan calon cucu cucunya Abi ,” ucap Devano Akhirnya menyerah.
Pak Kyai,Umi dan pak Mahli pun berangkat menuju rumah sakit.
----------
Di rumah sakit Ubaydillah terlelap sejenak hingga ia terbangun karena suara langkah sepatu pantofel suster.
pukul 8 lewat Abi dan Umi sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruangan ICU.
“Assalamu'alaikum” ucap Abi dan Umi
“Wa'alaikum salam” jawab Ubaydillah. sebelum nya Abi telah berkirim pesan agar Ubaydillah menungu di depan pintu ICU.
“Abi,,Umi” Ubaydillah merangkul Abi dan Umi mengelus punggung Ubaydillah.
“Bagaimana Dek?” tanya Abi dan Ubaydillah menceritakan semuanya.
“Astagfirullah,, racun,” ucap Abi dan Umi.
“Iya Bi,,namun Alhamdulillah mulai clear tadi dokter sudah kembali mengambil sample darah dan hanya sekitar 10% yang masih dalam tahap pembersihan menurut dokter zat racun nya sudah memudar,” tutur Ubaydillah.
“Alhamdulillah” ucap Abi. Mereka menjenguk Afnan secara bergantian.
----------
keesokan harinya,,, ba'da Dzuhur Hasna, Lintang, Devno dan Elyavira baru saja sampai di rumah sakit.Mereka langsung menuju ruang ICU.
Lintang dan Ubaydillah berpelukan melepas rindu sedangkan Hasna langsung masuk ke dalam ruang ICU.
“Ayang Dav baik-baik saja kan?” tanya Lintang masih di dalam pelukan Ubaydillah.
“Alhamdulillah A'a Dav baik-baik sayang!” ucap Ubaydillah.
sedangakan di dalam ruangan ICU,suara denyit dari alat alat medis yang terpasang pada tubuh Afnan menambah kepiluan di hati Hasna yang baru saja masuk. Hasna bergegas memeluk Afnan mengecupi setiap inci wajah suaminya lembut dengan getar kesedihan.Air Matanya ia tahan agar tidak ter jatuh.
“Byby sayang bangun!,ini Nana sudah di samping Byby,ayo bangun by. Nana janji jika Byby bangun Nana akan mengenakan hijab untuk setiap harinya seperti yang diam diam Byby inginkan.Lihat By Nana memakai pakaian yang Byby belikan tempo hari lengkap dengan hijab nya by,hehe Nana terlihat cantik nih,, yakin Byby tidak ingin meihatnya?” ucap Hasna lirih.Hasna memang menggunakan hijab dengan pashmina orange tua ia lilit terlihat cantik sekali,dan ia memakai outfit terusan longgar dan mengembang tangan pendek namun ia padukan dengan t-shirt tangan panjang.
“By Twins utun rindu akan Biyya nya lihat nih andai Byby dapat merasakan mereka heboh di dalam perut Mimma nih sampai linu bergetar terus, seperti nya mereka senang sekali bertemu dengan Biyya nya,” ucap Hasna, Lalu ia meraih tangan kanan Afnan dan menempel kan pada perut nya,lalu ia tuntutan agar tangan Afnan mengelus perut nya seolah olah Afnan sedang mengelus perutnya Hasna sesuai keinginan nya seperti biasa.
cukup lama Hasna menggerakkan tangan Afnan pada perut nya ia tak henti berceloteh. “Di sini by mereka bergetar, sebentar Iiikkhh Byby geli,jangan terlalu ke bawah by!,tuh kan Byby suka mesum deh kalau sudah mengelus perut Nana,” Ucap Hasna membayangkan ketika Afnan mengelus perut nya namun selalu berakhir dengan kejahilan Afnan yang terkadang ia sengaja mengelus hingga ke bawah sampai ke area sensitif Hasna dan saat Hasna terkejut ia selalu berkata (“Byby tangan nya nakal! pekik Hasna.” ,,,“Yaa maaf sayang tangan nya tak sengaja tergelincir habis perutnya sayang terlalu mulus bahkan polisi tidurpun tidak ada jadi tangan nya lupa mengerem” Celoteh Afnan). Air mata Hasna mulai berjatuhan mendapati kenyataan suami luar biasanya itu masih terbaring lemah tak berdaya.Air matanya jatuh tepat pada tangan Afnan.
Mmmhhhhh, terdengar lenguhan dari balik masker oksigen yang Afnan kenakan.Tangan nya yang masih berada di atas perut Hasna sedikit bergerak di dalam perut Hasna berdenyut dan bergetar semakin kuat.Anak anak nya seperti kegirangan menyambut Biyya nya yang mulai tersadar.
“Masya Allah Byby, Alhamdulillah Byby siuman” pekik Hasna saat ia melihat Afnan perlahan membuka mata dan terlihat senyuman yang masih lemah dari bibir nya.
“Byby sayang sebentar ya,Nana panggilkan dokter,” seru Hasna,lalu ia keluar.
“Kak Ubay,, Ustadz sudah siuman, tolong panggil kan dokter,” pekik Hasna pada Ubaydillah yang sedang duduk bersama Lintang,Devano dan Elyavira.
“Alhamdulillah” ucap mereka bersamaan.
“Iya dek Nana sebentar Kak Ubay panggilkan,” ucap Ubaydillah.
“Iya kak terimakasih!” ucap Hasna lalu kembali ke dalam untuk menemani Afnan.
“Biar Dev yang panggil bang,” tawar Devano.
“Baiklah Dev,Abang telepon Abi dan Umi” ucap Ubaydillah,lalu ia menelpon Abi dan Umi nya yang menunggu di mobil, sedangkan Devano berlalu dengan cepat ke ruangan dokter.
********
__ADS_1
2700 kata pas!🤭 Guys Readers terimakasih banyak sudah mau membaca 🙏😍.