
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, kini hari ke 5 ujian akhir kelulusan Hasna, dan masih ada satu hari lagi untuk ujian selsai.
Afnan tidak menunggui Hasna selama Ujian, namun ia hanya mengantar dan menjemput, dan ia lakukan sendiri, karena Ubaydillah sedang melanglang buana dan berkelana ke Jakarta, ia sedang mencari alamat Lintang bermodal kan peta GPS yang ia lacak dari nomor telepon Lintang , ia Tak mau di bantu oleh Hasna, ia ingin berusaha sendiri, katanya agar lebih berkesan saja jika hasil sendiri , ia ingin menjadi orang biasa, Ubaydillah ingin tahu, Lintang akan menerimanya atau tidak, jika ternyata ia hanya seorang sopir pribadi, ia akan meralat Hasna dan Afnan itu kakak nya, ia akan me ngaku waktu Di resort itu ia hanya sopir dan sedang menjemput majikan nya.
Siang hari.....
Mobil Afnan, Sudah terparkir Di area parkir sekolah, ia berdalih akan menjemput keponakan nya, Hasna baru saja keluar kelas dan Di temani Adrian.
"Na, gue numpang dong ikut Mobil lo, kan tadi pagi gue berangkat sama bokap gue " ucap Adrian.
" Ya ayok, sekalian temani gue belajar Di kantor ustadz" ucap Hasna,
"Wokke bu ustadzah" ucap Adrian menyeringai.
"Sstt...please jangan lah panggil ustadzah, belum pantas yan" ucap Hasna.
"Hehe....ya kan lo, istrinya ustadz?" tanya Adrian.
"Hmmm.. Iya sih, tau deh terserah lo,ayo cepet kasian kan ustadz sudah nunggu lama" ucap Hasna.
Setiap pulang sekolah Hasna akan pulang ke kantor Afnan, jika Afnan ada urusan atau meeting Di luar terkadang ia ikut atau menunggu di kantor Afnan, Karena para pekerja juga senang kalau Hasna ada Di kantor Afnan.
Hasna ini ramah dan royal pada para pekerja, ia Tak segan duduk berbaur Dan mengobrol serta makan bersama mereka dan ia yang akan mentraktir, baginya uang Tak ada masalah dan Hasna tidak pernah menggunakan uang dari suami nya untuk kpentingan pribadi, ia memakai uang pribadi nya yang masih mengalir dari saham Di perusahaan ayah nya dan hasil dari cafe yang ia kelola bersama Lintang dan Devano, walaupun mereka tidak saling bertemu dalam bebera bulan ini, namun Laba dari cafe masih masuk ke dalam rekening nya,itu berarti asisten nya mengelola cafe itu dengan baik.
__ADS_1
tak jarang Hasna menjadi teman curhat para pekerja Afnan tentang hal apapun, dan Hasna selalu menemukan solusi atau memberi bantuan selama ia mampu .
Setelah sampai di Mobil, ia mempersilahkan Adrian untuk duduk Di bangku depan di sebelah Afnan yang berada di balik kemudi.
"Assalamu alaikum by" sapa Hasna ketika membuka pintu belakang, dan sebelum masuk kedalam Mobil ia meminta izin untuk Adrian ikut mereka, walaupun ia tahu suaminya akan mengizinkan.
Adrian saat ini sudah seperti Adik bagi Afnan, ia Sudah akrab dengan Afnan, Ubaydillah serta pak Kyai dan Umi, jika ada waktu senggang Adrian akan menghabiskan waktu Di ponpes untuk mendalami ilmu agama, dan tak jarang jika selsai menimba ilmu ia adalah partner main game bersama Ubaydillah dan beberapa santri lain nya.
"Waalaikum Salam" jawab Afnan.
" By, Adrian mau ikut sama Kita, boleh kan?"
Tanya Hasna.
"Yan ayo masuk, lo duduk Di depan" setelah menyuruh Adrian masuk, Hasna pun masuk ke dalam Mobil dan duduk Di bangku belakang.
"Ok" ucap Adrian, lalu masuk ke mobil duduk Di depan, "Assalamu alaikum om ustadz" sapa Adrian pada Afnan ketika ia sudah duduk Di bangku Mobil.
"Waalaikum Salam, drian" ucap Afnan, loh motor mu memang ke mana drian? " tanya Afnan, sembari melajukan Mobil nya.
" Ada Di rumah, tadi pagi Adrian berangkat bareng papih om, maka nya sekarang Adrian nebeng sama om ustadz" ucap Adrian.
"Ooh begitu, pasti papih mu Tak bisa jemput yah?" tanya Afnan .
__ADS_1
"Iya om, katanya ada tugas Di luar kota ya om?" tanya Adrian balik.
"Iya.. Habis om tidak dapat berangkat,Karena harus jaga Nana, apalagi saat ini sedang hamil twins baby, om tidak mau mninggalkan nya terlalu lama, jadi di wakilkan oleh papi mu, Karena saat ini om ubay sedang ke Jakarta , sudah hampir tiga hari" tutur Afnan.
"Oh om ubay ke Jakarta toh, pantas saja om ustadz yang mengemudi, mm.. Bagaimana kalau Adrian saja yang bawa om" Adrian menawarkan diri menggantikan Afnan mengemudi.
"Tak perlu drian, biarlah sekali sekali om menjadi sopir kalian heee" ucap Afnan menyeringai, sesekali Ia melirik Hasna dari kaca spion tengah, saat Tatap mata Hasna bertemu dengan Tatap matanya, deg jantung nya masih saja berdebar, aliran darah nya serasa mendidih , ada kegelain Di dalam tubu nya seperti menggelitik nya, seakan ia dan Hasna masih berpacaran dan jarang bertemu, apalagi Di berangi kejahilan Hasna, dengan mengedipkan mata genit serta Bibir yang Di majukan dan senyum menggoda nya, seakan Hasna sedang mengecup nya.
Afnan berusaha menguasai dirinya, ia mengalih kan pandangan nya, beruntung Adrian mengajak nya mengobrol
"Mm.. Om ubay ke Jakarta dalam rangka apa om?" tanya Adrian.
"Oh itu, dalam rangka mencari cinta Hehe, tepat nya dalam rangka berkelana menemui calon istri hehe " Ucap Afnan mengekeh
"Wah hebat om ubay, sedang kejar calon istri Rupanya hihi" ucap Adrian menyeringai.
Hasna Tak ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka, ternyata ia tertidur, setelah menggoda suaminya dari kaca spion lalu Tak ada respon, maka ia pun merasa bosan lalu tertidur .
********
Terimakasih sudah membaca 🙏 😍
Tetap vote, like, komen..
__ADS_1
Thank you, syukron, Hatur nuhun, matur nuwun, Tarimo kasih, terimo kasih,suksema, Teurimong Gaseh Beh, Mauliate,Sakalangkong, Makaseh, Tarima Kasih, Epanggawang, Tampiaseh, Kurrusumanga, Amanai... Haaaaahhh terusin yang bahasa nya blm ada👌👍😃