Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 234. Shalat Tahajud bersama


__ADS_3

"Astagfirullah, loh Dev! pukul berapa ini?" tanya Afnan yang terbangun saat mendengar langkah Devano.


"Pukul Dua lewat, Bang!" jawab Devano.


"Oh, Alhamdulillah! (membaca doa bangun tidur). "Abang, tahajud dulu ya Dev!" pamit Afnan.


"Silakan Bang!" balas Devano. Lalu Afnan, menelpon Hasna untuk mengajaknya tahajud.


Tak lama, Hasna menerima telepon dari Afnan. "Iya By!" suara Hasna pelan.


"Tahajud, yuk sayang!" suara Afnan juga terdengar berbisik.


"Iya By, di mana?" suara Hasna.


"Kamar atas Sayang, Byby tunggu!" suara Afnan. Lalu mereka mengakhiri teleponnya. Afnan sudah berwudhu dan sudah mulai sholat tahajud, karena Hasna terlalu lama, maka tahajud tanpa berjamaah.


*Sedikit pencerahan: ("Barang siapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam lelaki-lelaki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah."). (HR : Ibnu Majah)


وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا


Waminallaili fatahajjad bihi naafilatan laka 'asa an yab'atsaka rabbuka maqaaman mahmuudan


Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.( QS-al-Isra` [17]: 79).


("Rasulullah menegaskan dalam hHaditsnya, dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.") (HR : Muslim).


("Rasulullah mengajarkan, sebaiknya shalat malam (tahajud) itu dilakukan dengan dua rakaat dua rakaat dan ditutup dengan shalat witir. Diriwayatkan dari Ibnu Umar, seorang laki-laki bertanya kepada Rasul tentang shalat malam, Rasul menjawab, “Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu Subuh, hendaklah dia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.") (HR : Bukhari dan Muslim).


----


Hasna, baru saja tiba di kamar yang di maksud Afnan. Ia melihat sajadah sudah tergelar di sisi belakang kiri Afnan dan mukena berada di atas sajadah, Hasna tahu Afnan yang menyiapkannya. Lalu Hasna mengambil Wudhu dan setelahnya ia Sholat tahajud di belakang Afnan.


Ubaydillah pun telah terbangun. "Dev, tolong temani Adrian, Bang Dav hendak Sholat tahajud," ucap Ubaydillah.

__ADS_1


"Siipp, Bang!" seru pelan Devano yang sudah dalam setengah sadar karena kantuknya.


Ubaydillah pun bergegas ke kamar, karena ia tahu Hasna baru saja keluar dari kamar Lintang. Ubaydillah pun terbangun karena suara pintu dan langkah Hasna yang naik ke tangga kayu.


"Yank! Yank... bangun, tahajud yuk!" ajak Ubaydillah pada Lintang. Lintang pun membuka mata perlahan, Ubaydillah sudah berada di sisinya sedang berbaring miring menghadapnya, dengan satu tangan menyiku sebagai penyangga kepalanya, sedangkan tangan yang lainnya membelai pipi Lintang.


"Uumm... Yank," ucap Lintang dan menyusupkan kepalanya pada dada Ubaydillah.


"Ayok tahajud dulu, jangan begini. Nanti Dad's tak tahan nih, malah lupa tahajud," bisik Ubaydillah.


"Baiklah Dad's, ambil air wudhunya mau di gendong," ucap manja Lintang.


"Tentu, Yank! ayok bangun duduk dulu," ajak Ubaydillah.


Lintang pun duduk dengan masih kantuknya. Ubaydillah berdiri membentangkan tangannya sebagai pertanda hendak menggendong Lintang. Lalu Lintang berdiri dan melingkarkan tangannya pada leher Ubaydillah, lalu tubuhnya ia naikan pada tubuh Ubaydillah bagian depan dan kaki Lintang ia Lingkarkan di pinggang Ubaydillah.


Ubaydillah mengangkatnya dengan menahan pinggul Lintang dan membawanya untuk mengambil Wudhu dengan kepala Lintang ia sandarkan di bahu bahu antara leher Ubaydillah.


Sedangkan di kamar atas, Afnan dan Hasna sudah selesai melaksanakan tahajud, Afnan mengajak Hasna duduk di sisi tempat tidur. Afnan mengecup kening Hasna dalam. "Terima kasih Sayang, kamu sudah jauh lebih baik, dengan niatan hijrah kamu," ucap Afnan lembut.


"Sudahlah, Sayang! kamu yang berhati tulus dan ikhlas. Maka Alhamdulillah, Allah memberikanmu Hikmah dan hidayahnya lebih cepat. Di syukuri saja ya Sayang," ucap Afnan kembali mengecup kening Hasna dan turun ke hidung, kedua pipi. Lalu Hasna dengan cepat dan agresif menuju bibir Afnan, tentu Afnan menerimanya dengan senang hati.


Di malam yang dingin itu, Afnan dan Hasna memanaskan kamar yang di tempatinya dengan kelakuan erotis halal dan bonus pahala, mereka berdua.


Sedangkan di kamar Ubaydillah pun, setelah mereka selesai bertahajud maka Ubaydillah dan Lintang melaksanakan ibadah lain dengan berjamaah, karena ibadah yang satu ini tidak dapat dilakukan tanpa berjamaah berdua.


Di ruang santai, Adrian yang terlihat tertidur padahal sudah bangun dari sejak Afnan bangun, bukannya tidak mempunyai feeling dan tahu kelakuan tiga suami mesum itu. Namun Adrian memilih diam dan mencoba tidur kembali. "Ada saatnya, nanti gue seperti mereka, Ange mengapa kita juga tak menikah saja sih?" batin Adrian.


"I Miss You Ange" Adrian mengirimkan pesan pada Angela.


"Miss you too," jawab pesan Angela yang membuat Adrian senyum sumringah. Tak di sangka Angela merespon pesan Adrian dengan cepat.


Akhirnya Adrian berbalas pesan dengan Angela. Setidaknya ia mendapatkan cintanya di malam dingin itu, walaupun hanya beralas pesan namun hati Adrian merasa berbunga-bunga.

__ADS_1


***


Beberapa minggu kemudian, Kini sudah memasuki tujuh belas hari, bulan suci Ramadhan. Dan di hari ke-dua puluh, Afnan serta Ubaydillah akan mulai ber I'tikaf di Masjid hingga Idul Fitri tiba.


Malam ini setelah pulang Sholat tahajud dari Mesjid, Afnan segera ke dapur untuk menyiapkan santap sahur. Sebetulnya Hasna pun sudah terbangun dan ia baru saja selesai Tahajud. Afnan hanya melihatnya sebentar tadi dan setelah mengecup pipi Twins ia tak menunggu Hasna selesai tahajud.


Afnan memang hampir tiap malam memasak untuk santap sahur, ia tidak mau Hasna yang melakukan, karena Hasna sudah lelah siang dan malam mengurusi Twins, apalagi untuk hal memberi Asi. Hasna pun ikut berpuasa padahal ia masih dalam masa menyusui Twins.


Belum lagi Hasna pun mengajak Twins A untuk sholat tarawih, karena Afnan memiliki jadwal mengimami sholat tarawih, maka tidak dapat setiap saat Afkha ikut duduk bersamanya.


Afnan bisa saja meminta tolong Ambu untuk memasak, bahkan Umi bersedia mengirimkan makanan untuk santap sahur. Namun, Afnan menolak dengan alasan ia tidak terlalu repot, karena pekerjaannya libur. Paling hanya ikut nimbrung mengajar di area ponpes.


Saat tarawih tiba, Umi akan ikut sibuk menjaga Afkha, Afsha dan Arsya. Bahkan para santri pun ikut sibuk menjaga Afkha dan Afsha yang terkadang pergi begitu saja saat sudah bosan, belum lagi Arsya yang ikut ikutan menyibukkan mereka di sela sela Shalat tarawih saat ikut Lintang ber-tarawih, karena Ubaydillah pun ada jadwal saatnya ia mengimami tarawih.


Namun, mereka Anak-anak yang paham sepertinya, saat sholat sudah di mulai mereka akan diam mengikuti gerakan sholat dengan gemasnya, dan bisa di bagian Mesjid mana saja yang mereka kehendaki.


Hasna, melihat Twins A masih dalam keadaan terlelap. Lalu ia kecupi kedua Anaknya. "Sayang, Mimma ke dapur dulu ya, bantu Biyya memasak,"ucap Hasna.


"By, sedang masak apa?" tanya Hasna saat sudah sampai di dapur dan ia memeluk Afnan dari belakang.


"Eh Sayang! masak yang mudah dan cepat, sayur bayam jagung dan sosis balado dengan dadar telur! tidak mengapa kan Sayang?" tanya Afnan.


"Tidak dong By, Baiklah! Nana, bantu apa nih?" Hasna bertanya balik.


"Sudah! tidak perlu membantu, ini sudah selesai koq! sayang tetap peluk Byby saja," ucap Afnan tersenyum senang saat tangan Hasna makin erat melingkar di perutnya dan ia merasakan pipi Hasna yang menempel di tengah tengah lekukan punggungnya.


"Sayang, sepuluh hari terakhir Ramadhan, kalian akan Byby ungsikan ke rumah utama yah," ucap Afnan.


"Loh koq?" tanya Hasna tidak mengerti.


Next👉


Jangan lupa dong apanya hayo???

__ADS_1


IYYES..Like, Vote, komen, rate! Terima kasih.


__ADS_2