Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 125. Kita serang terlebih dahulu dan buat dia kapok


__ADS_3

Pagi yang cerah, matahari sudah mulai menampakan batang hidung nya untuk memulai tugas mulia nya menyinari bumi, berganti sift dengan sang rembulan malam yang telah meronda masa semalam demi menyelsaikan tugas Mulianya semalaman meremangkan bumi dengan temaram sinarnya.


Hasna baru saja terbangun setelah sehabis sholat shubuh dan membaca Al- Qur'an ia tertidur kembali, ia Bangkit lalu duduk Di atas kasur, ia tautkan kedua lengan nya, ia tarik se nyaman ia dapat, ia regangkan otot perotot nya agar Tak kaku, ia menoleh ke arah kasur Di sebelah nya ternyata kosong.


"Byby Tak pulang berarti dari semalam setelah sholat tahajud terus sholat shubuh berjamaah Di masjid tadi"


gumam nya.


Afnan memang sedang sibuk Di pesantren akhir akhir ini, terlebih ia adalah salah satu anggota tenaga pembimbing ponpes, Di masa akhir sekolah para santri harus menghadapi ujian, dari berbagai sumber ya untuk ujian kenaikan dan kelulusan sekolah, kenaikan tingkat dari Kitab perkitab, penafsiran ilmu fiqih, tahfiz al-Quran dan hadist serta penalaran nya, dan Lain Lain nya termasuk kenaikan tingkat di bidang bela diri, pramuka, dan banyak lagi bidang, termasuk pasukan baris berbaris, serta persiapan masa wisuda untuk perkuliahan.


Belum lagi pelepasan santri yang telah selsai masa pengabdian selama 1 atau 2 tahun lamannya setelah LULUS mondok, dan tentu nya penerimaan serta pendaftaran murid baru MI MTS dan MA yang harus melewati ujian untuk tahap seleksi kelas unggulan atau leguler, seperti: pengetahuan umum berbaris komputer, tahfiz al- Qur'an,tes tulis huruf arab, bahasa arab, bahasa inggris dasar, test pegon (abjad arab yang Di modifikasi untuk menulis kan b. Arab, madura atau sunda) dan tentu nya test wawancara.


Hasna pergi ke kamar mandi, ia mandi dan berwudhu untuk melaksanakan sholat dhuha, setelah sholat ia pun melanjutkan dengan melantunkan surah paforit nya yaitu surah


Al-waaqiah dan beberapa Ayat surah Anissa.


Setelah selsai Hasna berniat untuk ke meja makan Karena perut nya sudah sangat lapar, ada dua nyawa Di dalam nya yang butuh Asupan makanan, sudah satu minggu Hasan free sekolah Karena telah selsai Ujian, Berangkat sekolah pun tak lagi bealajar, dan segala informasi mengenai sekolah akan ia Dapatkan dari Adrian.


Namun baru saja ia akan membuka pintu, Umi telah membuka nya terlebih dahulu Di ikuti oleh Ambu yang membawa nampan berisi makanan dan minuman lengkap,susu, jus, air putih.


"Assalamu alaikum sayang, eh sudah bangun, Umi fikir belum bangun, maem dulu yuk"


Ucap Umi sembari memeluk Hasna dan mengecup dahi Hasna.


"Sudah Umi, Terimakasih Umi, Ambu koq repot repot bawa makanan naik, baru saja Nana akan turun untuk maem" ucap Hasna.


"Tidak sayang, tidak repot koq, lagi pula ingat pesan Dokter Anne jangan terlalu sering naik turun tangga , itu tidak baik untuk mu dan kandungan mu sayang". Ucap Umi Di ikuti Ambu menaruh makanan Di meja.


"Umi nyai, Neng, Ambu kembali kebawah dulu" pamit Ambu.


"Iya Ambu terimakasih" ucap Hasna


"MI, Nana bosan Di kamar terus, biar Nana kembali ke rumah kayu ya mi , yaaahh"


Rayu Hasna pada Umi sembari memeluk umi, Hasna sudah tak sungkan lagi terhadap umi, umi seperti bukan mertuanya tapi sudah seperti ibu kandung, terlebih Umi sangat memanjakan Hasna.


"Nanti Di bicarkan lagi ya, Umi khawatir jika Nana hanya berdua dengan A'a, terlebih A'a sering bangun tengah malam dan pergi ke masjid hingga pagi, dan lihat sekarang saja A'a belum pulang kan, Ia sedang sibuk saat ini sayang, rumah kayu itu letak nya agak terpencil dari area Ponpes sayang " tutur Umi.


" Iya sih mi, sudah hampir satu minggu Kak Afana berangkat ke masjid tengah malam dan akan pulang menjelang siang, kasihan mi, kelihatan nya lelah, belum urusin bisnis bisnis nya " ucap Hasna.


" Iya sayang, ini gara gara si utun nya Abi tuh, belum selsai juga dia rupanya berkelana menemui cinta nya, sudah tahu di ponpes sedang sibuk, jadi A'a mu sibuk Tak ada yang membantu " ucap Umi.


" Hihi biarkan saja Umi, susah kalau orang sedang jatuh cinta mah "ucap Hasna menyeringai sembari meminum susu nya.

__ADS_1


Saat mereka sedang Asik mengobrol dan saling tertawa, Afnan membuka pintu kamar ia baru saja tiba setelah dari kegitan nya.


" assalamu alaikum " ucap nya.


" Waalaikum Salam " ucap Umi dan Hasna serempak.


.


"Baru pulang A, memang masih repot di Aula?" tanya Umi.


"Iya mi, masih repot mi, kalau Tak Di dampingi kasihan para pembimbing yang baru kewalahan mi." ucap nya.


"Ya Sudah, Umi ke bawah ya,, mau siap siap ke rumah sakit" ucap nya.


"Iya mi, loh umi mau apa ke rumah sakit?"


Tanya Afnan sembari duduk Di sebelah Hasna.


"Menjenguk kyai Ali sayang, beliau kan sedang di sayang Allah, sudah satu bulan sakit, dan kemarin ia di bawa kerumah sakit Karena kritis" tutur Umi.


"Innalillahi, sakit apa mi?" tanya Afnan balik.


"Kurang tau sayang, nanti setelah dari sana baru akan tahu, ya sudah umi turun dulu, o Iya sayang kalau butuh sesuatu minta tolong sama Ambu ya, ingat tidak boleh naik turun sendiri" ucap Umi.


"Baik baik di rumah selama umi pergi ya sayang, ucap Umi lalu mengecup kening Hasna dan mengelus lembut perut Hasna


," utun inji jangan nakal ya, Umma pergi dulu jangan buat Mimma nya sakit hayo" ucap nya, umi Sudah tahu kalau panggilan Hasna Untuk Anak anak nya itu Mimma.


"Ah haa bergetar Umi , BIYYA ucap Hasna" ia merasakan ada getaran ringan Di bagian bawah perut nya.


"MasyaAllah, ia mengerti apa yang umi katakan, ya Allah jadikan lah cucu Hamba anak anak sholeh dan sholehah, amin" ucap Umi.


"SubhanAllah Di sebelah mana sayang," Afnan pun bertanya dan ia ikut mengelus bagian perut yang sedang Hasna elus.


"Di sini ya" ucap nya


"Hehe iya by "ucap Hasna


Setelah umi pamit dan sudah berlalu ke lantai bawah, kini saat nya Afnan ber manja manja, terhadap Hasna, dari mulai Di suapi makan , Di temani mandi, Di bantu berpakain, dan Di nina bobo kan , Hasna faham kalau suaminya sedang lelah saat ini , dan yang biasanya ia yang Di manja kan oleh Afnan, maka kali ini ia yang memanjakan Afnan,ia sudah mengerti dan tahu porsinya ia sebagai istri.


Di jakarta_________


Sore hari.. Ubaydillah Sudah mantap untuk menemui Lintang serta kedua orang tua Lintang serta mengajak nya menikah untuk yang kedua kali dan setelah ia di terima maka ia akan menghadirkan orang tuanya dan terutama Hasna, mereka telah sepakat akan membuat kejutan untuk Llintang dengan kehadiran nya nanti , kini ia sudah berada di gerbang utama ramah Lintang setelah sebelum nya Ubaydillah me ngaku ia hanya seorang sopir pada Lintang Di telepon, dan sungguh Ubaydillah terkejut Karena Lintang tetap menerima nya tanpa kompromi apapun dan masalah nanti orang tuanya, ia bilang

__ADS_1


"tenang mami papi aku sih terserah aku".


Ucap Lintang Di telepon dua hari yang lalu, dan Lintang masih belum tahu kalau Ubaydillah berada di Jakarta.


"Non, dari beberapa hari yang lalu rumah ini ada yang memata matai non, kalau tidak Anak kecil ya seorang laki laki muda, ganteng sih, tapi kan ganteng tidak men jamin tidak berbuat kejahatan, si mbok khawatir non" ucap Art nya Lintang.


"Memang Di mana mbok?" tanya Lintang


"Tuh non, sekarang orang nya ada Di gerbang" ucap art nya.


"Ya Sudah mbok sebelum kita Di serang bagaimana kalau kita serang terlebih dahulu dan buat dia kapok" ucap Lintang.


"Ayok Non" ucap art nya Lintang.


"Mbok Siapkan peralatan perang Kita, ajak bibik dan mbak(art nya yang lain) , sekalaian biar lebih banyak orang" ucap Lintang.


Maka merekapun me lancarkan aksinya setelah sebelum nya mereka berempug, dengan taktik dan rencana Bahwa Mbak menyiram air secara diam diam dengan selang saat ia lengah, dan Lintang serta kedua Art nya, yang akan menghajar nya dengan, sapu lidi, lap pel dan sekopan sampah plastik.


Dan rencana pun berjalan, ketika Ubaydillah membelakangi gerbang lalu mbak menyiram air pakai selang dab Lintang serta dua Art nya keluar lewat pintu pagar kecil maka Di mulai lah serangan lintang and the geng.


Cuuuurrr, byuuuurr air mulai membasahi Ubaydillah dari sela sela gerbang,


"Aih Apa apa an ini, aduh basah nih," ucap Ubaydillah, tak lama Lintang and the geng keluar dan bakh, bhuk,. bhak bhuk dhuk praks, parkksss...


"Nih rasakan yah, mau berniat jahat atau merampok ya, ayo mbak, bi, mbok hajar lagi"


Ucap Lintang, ia Tak melihat wajah Ubaydillah.


"Ampun ampun saya tidak ada Niat jahat, saya hanya ingin menemui calon istri saya Lintang" , ucap Ubaydillah yang kini sudah babak belur,


"Haaah calon istri ... Stop stop" ucap Lintang pada ketig Art nya.


Dan mereka menghentikan aksi nya itu, lalu lintang meraih bahu Ubaydillah yang sedang sempoyongan, dan ketika sudah saling berhadapan maka kini jelas lah terlihat wajah si laki laki yang baru saja mereka aniyaya.


"What....Kak DAVIAN ??????? "


Ucap Lintang.


To be continue...


************


Ya ampuun Lilin.. Kasian dedek utun berjenggot 😱..

__ADS_1


__ADS_2