
"Sini A'a Kha dan Dedek Sha nya! tolong cepat kejar Nana A. Beri pengertian dahulu Sayang! Nanti Umi dan Abi bantu untuk Twins agar dapat menerima kembali Nana," ujar Umi, seraya mengambil Afkha dari gendongan Afnan.
"Iya A. Sini dulu Twins nya! A'a tenangkan saja dulu Nana," timpal Ubaydillah dan ia raih Afsha dari gendongan Afnan.
"Terimakasih Umi,Dek! Ana ke atas dulu bujuk Nana." ucap Afnan seraya setengah berlari menaiki anak tangga.
"Iya cepatlah A kasihan Nana!" seru Ubaydillah agak keras dan Afnan pun langsung bergegas ke lantai atas menghampiri Hasna yang tadi mulai menangis.
Setelah sesampainya di kamar. "Sayang, loh koq malah meninggalkan kami?" tanya Afnan. menghampiri Hasna lalu Ia belai lembut kepala Hasna. Dengan perlahan Afnan berlutut di hadapan Hasna yang duduk di sisi tempat tidur. "Permisi ya sayang!" ucap Afnan, tanpa adanya penolakan dari Hasna, ia membuka cadar nya Hasna. Benar saja Hasna sedang menangis.
"By! Hikss..hikss," Hasna yang tadinya menangis pelan, Akhir nya tersedu dan memeluk erat bahu Afnan.
"Sabar sayang! Byby yakin Twins akan kembali ke pelukan sayang dengan secepat nya koq," ujar Afnan menenangkan Hasna, dengan mengelus punggung Hasna.
"Tapi By, Nana ingin memeluk dan memberikan Asi pada mereka sekarang." rengek Hasna.
"Sayang, Bidadari nya hati Byby, kecintaan Byby Dunia Insya Allah juga Akhirat. Tolong tabahkan hatimu, bersbarlah! ingatkan?
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Laten: yaaa ayyuhallaziina aamanusta'iinuu bish-shobri wash-sholaah, innalloha ma'ash-shoobiriin
"Wahai orang-orang yang beriman! jadikanlah Sabar dan shalat sebagai pertolongan mu. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 153). ucap Afnan.
"Astaghfirullah By, Maafkan Nana! Harusnya Nana kuat dan tegar tidak cengeng seperti ini," tukas Hasna menyesali kelemahan nya saat ini.
"Tidak mengapa sayang, kamu hanya sedang meluapkan emosi, naluri seorang Ibu! itu wajar koq. Namun yakinlah Anak-anak tidak akan lama seperti itu. Kita kan memiliki Allah yang akan mampu membolak balikan hati manusia. Termasuk hati anak- anak kita sayang."
"La (لَا): jangan (telunjuk Afnan menyentuh hidung Hasna).Tahzan (تَحْزَنْ): bersedih (kedua ibu jari Afnan menyeka air mata Hasna. wahai Istri kecintaan ku! ingat yaaa," senyum mengembang dari bibir Afna, ia sedang menguatkan serta memotivasi Hasna.
"Ingat! Innallaha (إِنَّ اللَّهَ): sesungguhnya Allah (Afnan mengecup kening Hasna mendalam)
Ma’ana ( مَعَنَا)): bersama kita. Ya sayang!"
( Afnan memeluk Hasna seraya berbisik). I Love you. Afnan tak henti menyemangati Hasna.
لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا ۚ
laa tahzan innalloha ma'anaa
"Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. (QS. At-Taubah 9: Ayat 40)
( penggalan dari surah At-taubah ini adalah salah satu motivasi yang bagus untuk membuat tegar seseorang yang sedang bersedih).
"Astaghfirullah, Isnya Allah By Nana kuat, Byby jangan tinggalkan Nana ya," pinta Hasna, kini ia sudah lebih baik.
"Insya Allah, tidak sayang! saat ini apa yang sayang inginkan? mau pergi? ayo Byby antar! mau makan? bicara saja mau apa? Nanti Byby buatkan!" tanya Afnan.
"Nana mau Bobo di peluk Byby!" ucap malu malu Hasna. Terimakasih Byby Sayang, sudah banyak bersabar untuk Nana. I Love you too Byby."
"Hehe, sama-sama sayang! oh begitu rupanya? baiklah mari," ajak Afnan. sembari ia duduk di tempat tidur bersandar pada kepala dipan dan menuntun Hasna duduk di antara pangkuan nya lalu ia memeluk Hasna.
"Itunya bengkak lagi?" tanya Afnan, ia khawatir karena dari semalam tidak melihat Hasna memompa Asi.
"Tidak By. tadi subuh, Nana sudah memompanya dan Nana berikan pada Umi agar Twins meminumnya," Jawab Hasna.
"Lalu, Twins mau meminum nya kan?" tanya Afnan kembali dengan nada penasaran.
"Sepertinya di minum By, Karena Umi tidak bicara apapun tadi," jawab Hasna dengan serius.
"Oh syukurlah, kan jika Twins tidak mau. Byby masih bersedi membantu, berperan sebagai Twins," ucap Afnan mencoba berkelakar agar Hasna terhibur.
"Iiihh Byby, maunya!" pekik Hasna dan perkiraan Afnan betul, Hasna tersenyum malu malu.
"Hehe, maaf! Hijab nya di buka dulu ya sayang, agar kamu dapat lebih rileks," bisik lembut Afnan di telinga Hasna.
"Baik by," jawab Hasna dan mempersilakan Afnan membuka hijabnya. setelah hijabnya Afnan buka perlahan, maka ia belai lembut kepala dan rambut Hasna seraya melantunkan Shalawat Nariyah dan Hasna terlihat nyaman dengan posisi seperti itu.
Bismillahirohmanirohim.
أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
ALLOOHUMMA SHOLI SHOLAATAN KAAMILATAN WASALLIM SALAAMAN TAAMMAN 'ALAA SAYYIDINA MUHAMMADINIL LADZII TANHALLU BIHIL ‘
'UQODU WA TANFARIJU BIHIL KUROBU
WA TUQDHOO BIHIL HAWAA-IJU WA TUNAALU BIHIR-ROGHOO-IBU WA HUSNUL KHOWAATIMI WA YUSTASQOL GHOMAAMU BI WAJHIHIL KARIIMI WA 'Alas AALIHII WA SHOHBIHII FII KULLI LAMHATIN WA NAFASIN BI 'ADADI KULLI MA'LUUMIN LAKA'
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpah kan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.'
----
Di lantai bawah,
Devano dan Elyavira baru saja masuk ke dalam Rumah Umi.
__ADS_1
"Assalamua'laikum," ucap kedua nya sembari nyelonong masuk karena pintu terbuka lebar.
"Wa'alaikumsalam," sahut Umi. Ubaydillah dan Lintang bersamaan, merekapun menyambut kedatangan Devano dan Elyavira dengan senyuman.
"Dev,Neng Elya. Mari masuk," ajak Umi mempersilahkan Devano dan Elyavira masuk ke ruang keluarga.
"Terimakasih Umi," ucap Elyavira sembari menarik tangan Devano menghampiri mereka.
"Nana dan Bang Ustadz sudah kembali ya Mi?" tanya Devano pada Umi dengan ia menarik pelan pipi gembil Afkha yang sedang duduk di pangkuan Umi.
"Alhamdulillah Dev sudah, semalam!" jawab Umi dengan nada sedikit sedih. Namun Devano tidak menyadarinya.
"Lalu Nana nya mana Umi?" tanya Devano kembali seraya meraih Baby-G dari tangan Ubaydillah, lalu menggendong nya. "Sini sayang," ucap nya.
"Di kamar, sedang menenangkan diri. A'a kalian sedang menemani nya," ucap Umi.
"Maaf, maksudnya menenangkan diri bagaimana Umi?" tanya Elyavira karena memang tidak mengerti dengan kata kata Umi.
"Jadi begini Neng Elya. Waktu Nana menemui Twins, karena semalam kan sudah bobo dan Nana menemui Twins pagi ini, ternyata Twins tak mau menerima kehadiran Nana, seperti tidak mengenal nya begitu. Mereka hanya bersedia digendong dengan A'a Ustadz saja," tutur Ubaydillah mewakili Umi.
"SubhanAllah," ucap Elyavira betul betul merasa prihatin dengan apa yang Hasna alami.
"Astagfirullah, betul itu bang?" tanya Devano pada Ubaydillah terkejut.
"Betul Dev, tuh tanya Umi dan Lilin," jawab Ubaydillah, karena merasa Devano sangsi atas ucapan nya baru saja.
"Maaf Bang, Dev hanya terkejut," ucap Devano meralat kata katanya.
"Iya Dev, tidak apa apa. Bang Dav juga minta maaf ya, karena sudah khilaf berbicara agak kasar," ujar Ubaydillah pada Devano.
"Iya bang, tak mengapa," tukas Devano Lalu mereka terdiam dan suasana Akhir nya Hening.
------
Sore hari,
"Assalamua'laikum," Devano dan Elyavira baru saja sampai di rumah utama, setelah tadi pagi gagal menemui Hasna dan kembali ke building Elyavira.
"Wa'alaikumsalam," jawab Afnan yang kebetulan sedang duduk di teras menemani Afkha bermain mainan unta yang bergerak dan mengeluarkan suara.
"Eh Dev, Neng Elya. Mari masuk." ucap Afnan ketika ia lihat siapa yang datang.
"Terimakasih Bang Ustadz," ucap Elyavira, lalu ia masuk ke teras dari arah gerbang bersama Devano dan menghampiri Afnan serta Afkha.
"A'a Kha, main dengan Biyya ya sayang?" goda Elyavira, Afkha nyengir dengan memamerkan gigi nya yang sudah tumbuh beberapa.
Afkha begitu seru bermain mainan unta yang bersuarakan lantunan Talbiyah dengan sesekali berlari terjatuh menghampiri Afnan dan Afnan menyongsong nya penuh senyuman.
"Maaf bang, Dev mendengar dari Bang Dav, bahwa Twins tidak mau bertemu Nana?" tanya Devano.
"Hemm, iya Dev! kasihan Nana. Padahal ia sudah menahan rasa rindunya dari sejak pergi," ucap Afnan nampak lesu.
"Huumm. Kami turut bersedih Bang!" tukas Devano pada Afnan.
"Terimakasih Dev," ucap Afnan, ia sadar ada sahabat Hasna yang mungkin dapat menghibur nya.
"Bang Ustadz, boleh kami bertemu Nana?" tanya Elyavira sedikit ragu.
"Tentu Neng Elya, silahkan! Nana ada di kamar, langsung naik saja," ujar Afnan dengan Nada sumringah.
Setelah berpamitan pada Afnan. Devano dan Elyavira pun beranjak ke lantai atas untuk menemui Hasna.
Setelah sampai di ambang pintu kamar Hasna yang tidak tertutup,
"Assalamuala'ikum Dek Nana," sapa Elyavira diikuti dengan Devano. Hasna sedang duduk di sofa membaca Alqur'an.
"Wa'alaikumsalam kak Elyavira, Masha Allah. Masuk Kak Elya, Dev mari masuk," pekik kegirangan Hasna seraya menutup dan menyudahi baca Al-qur'an nya dengan doa Allohummarhna bilqur'an.
Lalu ia berpelukan dengan Elyavira. Kak Elya perutnya sudah membesar loh! iiihh cerita dong ngidam nya apa saja dan bagaimana? tanya Hasna sembari mengelus perutnya Elyavira yang sudah terasa membesar sekali.
"Istri gue sih hamilnya aman Na! gak resek kayak kehamilan Lo dan Lintang," sambar Devano. lalu ia duduk di sofa dengan santainya tanpa di persilahkan.
"Iih si Dev! orang gue tanya Kak Elya! Koq lo yang jawab," protes Hasna dengan sedikit tawa.
"Yey, biarlah gue yang membuat Elya hamil, mau apa lo?" jawab Devano sembari tersenyum meledek Hasna.
"Anak Belanda, sudah buat anak orang hamil malah cengengesan lagi," balas Hasna dengan ia lemparkan bantal ke arah Devano.
"Bangga dong Na! berarti gue Normal," tukas Devano, masih dengan senyuman meledek Hasna. Tujuan Devano membuat Hasna tertawa dan memang betul Hasna sedikit terhibur.
"Sini dek, Kak Elya ceritakan tentang kehamilan Kak Elya, Waah sekarang dek Nana memakai Niqab juga? Masha Allah," ucap Elyavira. seraya bergandengan tangan menuju sisi dipan, lalu mereka duduk dan mengobrol di sana.
"Alhamdulillah kak Elya, Doakan Istiqomah ya Kak," pinta Hasna.
"Mooi sayang! jangan buka aib Apih ya, kalau cerita tentang kehamilan mu," Selak Devano.
"Hihi, di usahakan tapi tidak janji Pih," jawab Elyavira.
__ADS_1
"Insha Allah Dek!" ucap Elyavira di tujukan pada Hasna. Lalu ia bercerita tentang kehamilan nya yang sering memperdayai Devano saat tengah malam, yang mengharuskan Devano keluar cari rujak atau yang paling parah ia ingin sekali Devano menangkap belut di sawah ikut bersama para warga yang sedang menangkap belut. Mereka pun tertawa saat Elyavira bercerita bukan Belut yang ia dapat, namun Devano malah bermandikan lumpur karena terjatuh ke sawah.
"Ahahaha, Nana dapat membayangkan tuh kak Elya. Bule cari belut di sawah dan mandi lumpur sawah, Dev..Dev.. ternyata kehamilan anak lo gak jauh lebih ekstrem dari kehamilan gue dan Lintang," ledek Hasna.
Devano yang sedang santai dengan ponsel nya di sofa pun ikut mengekeh, ingat dirinya saat mengejar belut yang licin saat ia tangkap dan malah terlepas dan saat ia mengejar nya ia terjerembab di lumpur.
"Yaah, Mooi sayang! koq malah sengaja buka aib sih, nanti setelah ini habis deh Apih di bully si Mak labil ini, apalagi kalau yang satunya hadir, pas deh di bully duo Mak rusuh labil," maksudnya Devano itu Lintang.
Dan betul saja Lintang baru saja masuk ke kamar Hasna dengan mengucapkan salam. "Apa? ada yang sedang menyinggung nama gue ya? ucap Lintang melirik ke arah Devano.
"Yee pede lo! Mooi..Apih ke bawah ya! bisa habis nih ketampanan Eikye di keroyok duo Mak labil," ucap Devano dengan gaya ngondek.
"Iya pih, silahkan," ucap Elyavira. Devano pun bergegas keluar dari kamar itu, menuju lantai utama. Di iringi tawa renyah oleh ketiganya.
"sini Lin, ayo bercerita. ceritakan dong tentang Twins, perkembangan Twins saat gue pergi," pinta Hasna.
"Ok Na!" ucap Lintang. akhirnya mereka pun naik ke atas tempat tidur duduk bertiga dengan bersejajar. Lintang mulai menceritakan tentang Twins Selama 2 bulan ini.
Hasna begitu antusias, dan setidaknya kesedihan nya sirna. akhir nya mereka bertiga larut dalam obrolan. Hingga sebuah ketukan pintu menghentikan keseruan mereka.
"As'salamualaikum," dan itu salah satu Ambu di rumah itu.
"Wa'alaikumsalam, masuk Ambu. Maaf ada apa Ambu?" tanya Hasna.
"Ini neng. Dedek Afsha menangis, sepertinya kehausan. Dan Umi meminta tolong agar memanggil Neng Nana atau Neng Lilin.
"Loh tadi kan, saya sudah memompa Asi, dan sudah memberikan nya pada Umi agar di berikan pada Twins," ucap Hasna.
"Sudah habis neng, kata Umi Nyai sepertinya harus menyusu langsung," jawab Ambu.
"Baik Mbu, biar Lintang yang menyusuinya," Lintang menawarkan diri. "Na, kak Elya aku menyusui Dedek Sha dulu ya," pamit Lintang. lalu ia bergegas ke lantai bawah bersama Ambu.
Deg! rasa cemburu dalam hati Hasna, namun ia mengesampingkan rasa cemburunya itu. Ia sadar Afsha akan menolak dirinya, sedangkan memompa Asi butuh waktu.
"Ya sudah Dek Nana, Kak Elya juga pamit ya! Besok kak Elya kemari lagi. Karena malam ini kak Elya harus menginap di Villa, atas permintaan Granny," ucap Elyavira
"Baiklah kak Elya. Hati hati ya! mari Nana antar ke bawah," Hasna menawarkan diri mengantarkan Elyavira ke lantai bawah.
"Oh ya Dek, banyak Ibu ibu yang menanyakan keberadaan Dek Nana untuk isi tausiah. Trio hijrah sudah mendapatkan beberapa tawaran Tausiah Dek! Lusa sudah ada jadwal. Dek Nana hendak ikut tidak?" tanya Elyavira.
"Betul kak? iya Nana mau ikut kak!" terdengar nada sumringah dari Hasna.
"Betul Dek! ya sudah lusa kak Elya kabari kembali ya," ucap Elyavira. Namun saat sampai di lantai bawah tepat nya di ruang keluarga. Hasna lihat Lintang sedang menyusui Afsha begitu akrabnya mereka berdua.
Terlihat Afsha menggapai wajah Lintang dan membelai lembut dengan tangan mungilnya. Dada Hasna terasa sesak, tanpa pikir panjang Hasna raih kunci mobil yang berada di meja, dan itu kunci mobil milik Ubaydillah.
Hasna berlari ke arah luar dengan Elyavira setengah berlari mengejar untuk menenangkan nya. Ia tahu betul Hasna cemburu melihat kebersamaan Lintang dan Afsha.
"Dek Nana tunggu!" Suara keras Elyavira dan melihat Hasna yang keluar dengan tergesa, membuat Afnan, Devano serta Ubaydillah yang sedang bercengkrama dan mengajak main Afkha dan Baby-G di teras depan pun terkejut.
"Sayang," panggil Afnan. "Nana permisi keluar sebentar By," ucap Hasna lalu ia tekan tombol kunci dan ia dengar mobil Ubaydillah yang berbunyi dan ia segera masuk ke dalamnya, Afnan berusaha menghentikan nya.
"Sayang, tunggu! ayo turun, kita bicara baik-baik apa yang terjadi padamu?" tanya Afnan seraya menggedor kaca mobil Ubaydillah. Dengan menoleh sekilas Hasna pun melanjutkan mobil itu entah ia hendak ke mana.
"Dek, mana kunci mobil lainnya? Ana harus mengejar Hasna dan tolong titip A'a Kha," ucap kalut Afnan pada Ubaydillah.
"Pakai mobil Dev saja Bang!" seru Devano seraya memberikan kunci mobilnya pada Afnan. karena mobil Devano terparkir tidak jauh dari tempat itu.
"Terimakasih Dev, Ana pergi Dek sob! Dev. Assalamua'laikum," pamit Afnan tak lupa mengecup pipi Afkha.
"Wa'alaikumsalam," jawab mereka serempak. "Hati hati A'a bro," sambung Ubaydillah.
20 menit Afnan mencari Hasna, namun nihil. Hingga Afnan menerima pesan lokasi dari Ubaydillah yang sudah menemukan Hasna dari pelacakan GPS yang ia pasang di mobilnya.
Afnan pun bergegas ke lokasi yang Ubaydillah kirim. Afnan begitu sumringah saat ia lihat Hasna berdiri dekat pepohonan mengadap ke arah danau.
"Alhamdulillah, di sini rupanya kamu sayang!" gumam Afnan.
Afnan pun bergegas menghampiri Hasna. "Sayang, sedang apa koq sendiri di sini? sudah hampir maghrib loh," ucap Afnan mengejutkan Hasna.
"Byby!" pekik Hasna, ia pun berbalik ke arah sumber suara, dan ia lihat Afnan sedang berdiri di belakang nya dan tersenyum padanya.
"Maafkan Nana By, lagi-lagi Nana pergi tanpa pamit!" ucap Hasna seraya memeluk Afnan.
"Tidak sayang! kamu sudah pamit koq, lupa yah?" ucap Afnan.
"Memang nya iya By?" tanya Hasna.
"Iya tadi kan, saat sayang berlari," ucap Afnan membenarkan.
"Maaf! Nana cemburu pada Lintang dan Nan kalut, mungkin efek cemburu pada Lintang by, karena Dedek Sha lebih dekat padanya," ucap Hasna Jujur.
"SubhanAllah,"ucap Afnan, ia memeluk Hasna makin erat.
__ADS_1
"Pulang yuk! Byby janji malam ini Twins akan kembali menerima mu," ucap Afnan. entah rencana apa yang sedang ia pikirkan.
Namun yang pasti Hasna merasa lega mendengar perkataan Afnan.