
Huuuu... huuaaa..hikkss.. hikkss
“Sayang sudah dong, kasihan twins utun kalau ibunya terus terusan menangis” bujuk Afnan.
Ternyata drama minta di marahi belum juga usai sejak dari mobil hingga setelah sampai di rumah kecil.
“Biar,twins nya juga mendukung Mimma menangis, habis Biyya nya tidak mau marah pada Nana” Jawab Hasna, masih dalam Isak tangis.
“Sayang,lalu byby harus marah seperti apa,dan bagaimana memulai nya,byby tidak ingin marah ya mana bisa!,sudah ya hampir tengah malam lebih baik sayang bobo” ucap Afnan lembut berusaha membujuk Hasna, seraya berlutut di hadapan Hasna yang duduk di sofa ,Afnan genggam wajah Hasna ,menatap nya Sendu penuh kasih sayang,dan ia menghapus air mata Hasna bulir perbulir dengan ibu jarinya.
“Yaaa marah, bentak Nana, teriaki Nana,macam itu,ayo dong byby sekarang Iiikkhh Bybyyy” ucap Hasna di sela sela isak tangis nya.
“Sayang mintalah yang lainnya,byby akan menuruti apapun asal jangan meminta untuk memarahi kamu sayang,byby tidak akan pernah bisa dan sanggup!, lebih baik kamu pinta kapal pesiar atau pergi ke Alaska sekalian,byby akan mengabulkan nya sekarang juga!” ucap Afnan seraya menggenggam tangan Hasna.
“Tidak mau byyy,Nana ingin nya di marahi” ucap Hasna lirih.
“Sayang,jangankan kamu tidak berbuat salah,kamu berbuat salahpun byby tidak ingin memarahi kamu,tidak bisa sayang!” seru Afnan,nada bicara nya semakin lembut penuh bujuk rayu.
“Tapi Nana sudah berbuat salah,tuh lihat semuanya berantakan,acak acakan, kotor,dan dulu Nana pernah menabrak pagar rumah ini” ucap Hasna, belum mau menyerah rupanya.
“Hehe cuma berantakan dan kotor apa yang salah,byby malah turut bahagia melihat kekacauan ini, berarti sayang menikmati betul waktu tadi siang,tuh lihat dari bungkus makanan dan lain lain nya terlihat seru,dan untuk masalah pagar yang kamu tabrak ,byby tak keberatan itu pemandangan mengasyikkan,byby malah ingin mencoba nya heeee,sudahlah sayang stok sabar byby banyak pokok nya byby tidak akan memarahi mu titik.” ucap Afnan,kali ini ia duduk di samping Hasna dan merangkul tubuh Hasna dari samping.
“Iya siih Nana percaya byby orang paling baik dan paling sabar,lihat saja dasar Ustadz aneh, masa pagar rumah nya di hancurkan malah kegirangan, Ustadz juga koq suka dengan Nana yang notabene bukan santri dan kelakuan nya saja tidak wajar kan itu aneh, tapi byby bisa marah koq waktu di kantor polisi dan itu seru by ,byby tambah keren marah marah begitu.”ucap Hasna, seperti nya ia mulai terbujuk.
“MasyaAllah Ustadz kan hanya manusi yang juga di takdirkan memiliki rasa terhadap lawan jenis, masalah hati dan rasa suka serta cinta itu rahasia ILLAHI baik itu kepada santri atau bukan tidak ada yang dapat merubah kecuali Allah,dan itu berarti kita unik sayang ,kita memang pasangan ter aneh di dunia,tengah malam begini kamu juga nangis minta di marahi mana ada orang pingin di marahi ,coba kita daftar ke MURI (museum rekor_Dunia Indonesia) pasti mendapatkan sertifikat ,ah ha ha dan waktu di kantor polisi Itu hanya akting sayang,heee” Afnan malah menyeringai.
“Huuu Ustadz ngeselin!”
Ubaydillah dan Lintang saling tertawa memperhatikan tingkah Hasna sebelum nya ia juga ikut membujuk Hasna agar tidak minta di marahi namun tangis Hasna malah semakin pecah, setelah merasa lelah dan penat membujuk Hasna kini mereka hanya menjadi penonton drama Hasna dan Afnan, duduk di sofa dengan Lintang dalam pelukan Ubaydillah.
“Yang , Lilin ngantuk!” bisik Lintang.
“Bobo saja di sini, nanti A'a Dav gendong ke kamar , kasihan A'a Ustadz.kita temani sampai Nana mau tidur ya Yang” bujuk Ubaydillah.
__ADS_1
“Ya sudah,tapi Lilin maunya bobo di pangku” ucap Lintang manja.
“Dengan senang Hati, naiklah” ucap Ubaydillah menepuk pangkuan nya.lalu Lintang pun bergeser dan naik ke pangkuan Ubaydillah,ia menyandarkan tubuh nya pada tubuh Ubaydillah dan kepala nya ia rebah kan di antara bahu dan leher Ubaydillah.
“Terimakasih Yang,I Love You” bisik Lintang.
“Sama sama Yang,Love you more” jawab Ubaydillah.
Ubaydillah memeluk tubuh Lintang seraya mengelus punggung nya dengan lembut hingga perlahan Lintang pun mulai tertidur lalu betul betul tidur dengan pulas.
*Di kamar yang di tempati Devano...
“Sayang, sayang Dev bangun” panggil Elyavira mengelus pipi nya Devano yang sedang tidur memeluk nya, karena kelelahan belajar mengg*uli Istrinya beronde ronde, maka Devano dan Elyavira pun tertidur dengan tubuh sama sama polos di dalam bedcover,namun Elyavira terbangun saat ia mendengar suara orang berbicara di luar kamar, tepat nya ruang televisi.
“Eumm,ada apa sayang,ngajak belajar lagi ya?,heeee” Devano berbicara mengambang dengan mata masih terpejam dan tertawa lebih mirip bergumam.
“Ikkhh dasar ABG,mau nya belajar terus,tidak merasakan sakit sih!” goda
“Sakit kan awal nya saja , selanjutnya...ekhem!” mendapatkan kecupan, Devano membuka matanya sempurna,lalu ia menggoda Elyavira kembali, dengan berdehem dan tangan nya mulai nakal menyusuri bagian tubuh sensitif Elyavira.
“Aw! Dev apa sih,Hehe,Elya maluuuu” senyuman Elyavira yang malu malu dan memeluk tubuh polos Devano,dan tentu saja membuat sisi kelelakian Devano kemabli bergejolak.
“Itu dengar deh,ada suara yang menangis di ruang televisi” ucap Elyavira.
“Mmmm. . seperti nya” jawab Devano
“Sayaaang koq seperti nya sih, memang ia koq,peka dikit dong sayang ayo kita lihat!” ajak Elyavira sedikit menggerutu.
“Hei mijn mooie vrouw(istriku yang cantik), biarkan saja ya Cantiik, itu suara si bidadari labil Nana sedang ber drama,Dev hafal betul tuh drama menangis begitu,pasti Ustadz sedang di perdaya oleh Nana hehe” ucap Devano menyeringai.
“Oohh,lalu tidak perlu di lihat gitu Knap (tampan)?” tanya Elyavira balik memuji,ia begitu tersipu di puji Devano.dan sedikit sedikit Devano telah mengajarkan nya bahasa Belanda.
“Tidak Perlu,lebih baik belajar lagi,biar tambah pintar siapa tahu nanti peringkat satu” ucap Devano ,menindih Elyavira secara tiba tiba dan mulai beraksi .
__ADS_1
“Aw! perlahan knap” pekik Elyavira, karena terkejut dan rasa sakit masih terasa begitu nyata di area yang beberapa jam lalu masih suci ,dan saat ini tidak lagi akibat kenakalan berpahala.
“Maaf sayang,okke!” ucap Devano dan merekapun terlarut kembali di kamar itu yang sudah mencapai limit gairah dan kasih sayang mengikuti jejak nya malam yang semakin larut menuju akhir pagi.
*masih di ruang televisi...
“Sayang, please!”
suara Afnan lembut, seraya memeluk Hasna,dan Hasna pun mulia luluh.
“Ya sudah jika byby tidak mau marah sekarang karena Nana masih hamil,nanti ya by jika Nana sudah melahirkan marah nya” ucap Hasna.
“Baiklah,byby janji..tagih saja ya jika byby lupa, sekarang bobo yuk” Afnan mengiyakan agar Hasna selesai dari merajuk nya.
“Oke Nana akan tagih” ucap Hasna.
Dan Afnan pun merasa lega, Akhirnya bidadari labil nya luluh juga, namun kelegaan Afnan tak berlangsung lama saat Hasna berucap kembali.
“Nana mau bobo, tapi di tenda dekat kolam renang , dengan cahaya dari obor bambu mirip di hutan dan tidak mau besok,harus sekarang!” ucap Hasna.
“Astagfirullah Al adziimm” Afnan dan Ubaydillah terkejut serempak, tengah malam begini di mana cari tenda dan obor bambu.
“Mengapa?” tanya Hasna penuh selidik karena mereka berdua ber Istighfar berjamaah.
“Aaahh tidak apa apa ya kan Dek” ucap Afnan pada Ubaydillah.
“Hehe,iya koq” jawab Ubaydillah salah tingkah.
“Dek tolong, biasanya otak anta cemerlang untuk masalah mendesak begini.” ucap Afnan.
***********
Terimakasih sudah membaca 🙏😍.
__ADS_1