
Ba'da Isya,, Ubaydillah, Lintang, Devano, Elyavira dan Adrian sedang istirahat di rest Area Tol, mereka dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju kota S.
"Yang koq kepala Lilin agak pusing ya, dan aduh bau tubuh Ayang itu gak enak banget maaf ya Yang tolong menjauh sedikit!" ucap Lintang pada Ubaydillah,saat mereka duduk di meja dan bangku yang tersedia di rest area tersebut. Sedangkan Devano, Elyavira serta Adrian sedang makan malam di salah satu restoran yang juga ada di tempat itu.
"Masa sih Yang. Bau bagaimana sih, A'a Dav memakai parfum yang biasanya dan tadi sudah mandi, memakai sabun kan kita mandi bersama, masa Ayang Lilin lupa," ucap Ubaydillah.
"Iya sih, tapi sekarang rasanya aneh Yang," Ucap Lintang.
"Tadi kan tidak seperti ini Yang?" tanya Ubaydillah.
"Iya tadi belum,baru saja saat akan masuk ke rest area ini. Atau mungkin Lilin mabuk perjalanan darat ya Yang," ucap Lintang.
"Mungkin juga sih Yang, tapi tidak biasa nya mabuk perjalanan," ucap Ubaydillah.
"Tidak tahu Yang, baru saja Lilin neg jika mencium bau harum tubuh Ayang Davi, tolong agak menjauh saja Yang maaf ya," ucap Lintang memelas.
"Hmmmm,,,ya sudahlah A'a Dav cari aman saja, jauh nya se gini cukup?," tanya Ubaydillah.
"Agak jauh sedikit lagi," ucap Lintang.
"Segini?" tanya Ubaydillah dengan bergeser kembali.
"Iih terlalu jauh," ucap Lintang.
"Ya,,se gini?" tanya Ubaydillah
"Geser ke sana sedikit!" pinta Lintang
"Se gini?" tanya Ubaydillah kembali
"Ke sini sedikit," ucap Lintang, posisi Ubaydillah duduk belum ada yang ia betulkan. Dan Ubaydillah dengan sabar menuruti keanehan Lintang itu, dari mulai tidak mau makan,dan dirinya pun di larang makan padahal dirinya sudah sangat lapar.
"Haduuuh sedang apa sih bang? Dev lihat geser sana ,geser sini," ucap Devano yang baru saja datang bersama Elyavira dan ia sedang mengawasi Ubaydillah dari setadi geser dan geser lalu kembali.
"Ini Dev kata Lilin tubuh Abang bau membuat nya neg! coba Dev cium memang nya iya?" Ucap Ubaydillah.
Elyavira menghampiri Lintang dan duduk di sebelah nya.
"Coba Dev cium," ucap Devano lalu mengendus tubuh Ubaydillah dari mulai punggung ke depan bahkan ke area ketiak.
"Tidak koq bang, serius tubuh bang Dav wangi seperti biasa nya," ucap Devano.
"Tuh kan Yang tidak bau apapun apalagi bau aneh," ucap Ubaydillah.
"Lilin tidak tahu!" ucap Lintang pelan.
"Ya sudah makan saja dulu bang,nih Dev bawakan Bebek geprek sesuai pesanan bang Dav," ucap Devano, sembari menyerahkan dua kotak makanan berbahan karton. Ubaydillah sempat mengirim pesan pada Devano agar di belikan makanan, karena ia sudah sangat lapar dan jika di tahan takut nya nanti dia pingsan.
"Iya , terimakasih Dev, sorry abang makan dulu ya," ucap Ubaydillah seraya membuka kotak makanan pesanan nya.
"Ok bang, makan saja! kita sudah makan koq.
"Adrian ke mana Dev?" tanya Ubaydillah.
"Sedang ke toilet bang!" jawab Devno.
"Oouuhh begitu. Yang ayo ma'em dulu, A'a Dav suapi nih, tuh lihat bebek goreng kesukaan Ayang Lilin," ucap Ubaydillah.
"Tidak mau, dan Ayang tolong jangan makan di sini, maaf Yang," jawab lintang.
"Yah koq begitu?" tanya Ubaydillah tak mengerti.
"Lilin juga tidak tahu, Lilin jadi neg dengan Ayang Dav," ucap Lintang. Dan Ubaydillah hanya terdiam, Ia tidak mengerti mengapa istri nya tiba-tiba menjadi aneh seperti itu.
"Ya sudah! Dek Elya Abang makan dulu ya," ucap Ubaydillah.
"Iya bang, silahkan! Alhamdulillah Elya sudah kenyang," jawab Elyavira.
Dan setelah mencuci tangan di washtafel dekat tempat duduk, lalu Ubaydillah membaca do'a untuk makan dan ia pun mulai makan sembari memperhatikan Lintang yang acuh terhadap nya. Lintang malah asik bermain ponsel.
"Yang ayo ma'em,satu suap saja nih, dari tadi hanyalah makan camilan nanti lambung nya sakit Yang," ucap Ubaydillah, menghampiri Lintang.
"Stop Yaaangg,, iikkh jangan mendekat please," ucap Lintang kesal.
"Oh Ok ok,,," ucap Ubaydillah lalu kembali ke tempat ia semula.
Devano dan Elyavira yang melihat gelagat keanehan Lintang, mereka pun ikut bingung. Sebab biasanya Lintang begitu manja pada Ubaydillah.
Tak selang lama Adrian pun menghampiri mereka setelah dari toilet.
"Eh Yan makan yuk," tawar Ubaydillah yang baru saja memisahkan diri dari meja yang di tempati Lintang.
"Iya Om, silahkan! Adrian sudah kenyang," ucap Adrian dan kini ia menghampiri Devano,lalu duduk percis di samping Devano serta mata nya tak lepas dari Ubaydillah dan Lintang yang terlihat seperti sedang bertengkar karena duduk saling menjauh.
"Hai Yan, kopi nih sudah gue pesankan untuk lo!" tawar Devano, tadi ia juga membeli kopi saat memesan makanan untuk Ubaydillah.
"Thanks bro. Loh itu ada apa bro? koq seperti ada perang dingin?" bisik Adrian pada Devano saat ia duduk di sebelah Devano.
"Waah kurang ngerti gue juga bro, tiba-tiba Lintang Aneh, jadi kesel gitu ke bang Dav dan Katanya tubuh bang Dav bau. Bang Dav di suruh menjauh," bisik balik Devano.
"Astagfirullah, kenapa dengan Lintang? gue fikir hanya gue yang galau malam ini Dev, akibat di tinggal Angela, ternyata Om ubay juga ya di jauhi Lilin," ucap Adrian meratap. sedih, merasa senasib dan sepenanggungan dengan Ubaydillah.
"Entahlah. Sudah! lo jangan galau terus nanti Ange tidak tenang di sana," ucap Devano, menenangkan Adrian.
"Hemmm,,Iya bro! thank you," ucap Adrian.
"Dev kunci mobil lo mana? gue ikut mobil lo saja ya," ucap Lintang.
"Loh nanti bang Davi?" tanya Devano. sembari memberikan kunci mobil pada Lintang.
__ADS_1
"Sudah sini ah, gue mau tunggu di mobil, A'a Davi biar dengan Adrian, yuk kak Elya tolong temani Lilin, rasanya tubuh Lilin tidak enak nih kak," jawab Lintang lalu mengajak Elyavira untuk menemani nya ke dalam mobil Devano.
"APih sayang,, Amih ke dalam mobil ya menemani dek Lilin," pamit Elyavira.
"Ya Amih sayang," ucap Devano seraya melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Elyavira.
Ubaydillah yang sedang menyelesaikan makan nya, ia terkejut mendengar Lintang yang malah akan ikut di mobil Devano, dan Ubaydillah pun dengan cepat menghabiskan makan nya, dan setelah selesai lalu ia hampiri Lintang.
"Yang, ayo kembali ke mobil kita," bujuk Ubaydillah dari kaca jendela yang terbuka.
"Maaf yang,, Lilin duduk di sini saja, ikut bersama Devano dan kak Elya. Ayang Dav jangan marah ya! please," ucap Lintang pada Ubaydillah dengan wajah memelas.
"Ya sudah kalau begitu, senyamannya Ayang Lilin saja. Tapi nanti jikalau hendak kembali ke mobil kita, telepon A'a Davi ya,,nanti biar A'a Dav berhenti di jalan,"ucap Ubaydillah dengan setengah frustasi namun tetap dengan penuh kesabaran.
"Ya sudah Dev Abang titip Lilin ya, Ayo Adrian kita berangkat!" ajak Ubaydillah pada Adrian.
"Oke bang,, tenang saja Lilin aman di tangan Dev," ucap Devano agar Ubaydillah merasa lebih tenang.
"Ayo Om kita berangkat," ajak Adrian. Ia pun merasa sangat prihatin terhadap Ubaydillah, yang tidak mengerti mengapa Lintang bisa berubah se drastis itu! hingga membuat Ubaydillah seperti sedang dalam kebenciannya.
Setelah mereka merasa cukup istirahat,kini mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke kota S. dengan Lintang ikut menaiki mobil Devano serta Elyavira dan Ubaydillah dengan Adrian.
"Biar Aku saja yang bawa om," tawar Adrian.
"Ya Yan kebetulan," ucap Ubaydillah lesu. Ingin rasanya Ia duduk bersama Lintang, namun ia pasti akan di usir.
****
Alhamdulillah perjalanan mereka terbilang lancar tanpa hambatan apapun. dan sesuai dengan jadwal maka pada Pukul 1 malam mereka sampai di kota S. Dan keadaan ponpes sudah mulai sepi karena kegiatan di dalam masjid telah selesai menjelang pertengahan malam. Dan akan ramai kembali setelah pukul 2 dini hari atau menjelang pukul 2 dini hari yaitu saatnya mereka melaksanakan shalat Qiyamullail atau sholat malam. Tahajud dan salat malam lainnya.
"Bang,, Lintang tidur! Lalu bagaimana?" tanya Devano
"Baik Dev terimakasih. Biar Abang Dev gendong saja ke rumah kayu, tadi Abang menelpon bang Ustadz untuk meminta izin dengan bang Ustadz dan Nana. Karena ke rumah utama takut mengganggu yang lain sedang istirahat.
"Ya sudah Dev kembali ke building ya bang," ucap Devano.
"Nah elo mau ikut siapa Yan? atau lo bawa mobil gua balik aja deh! besok jangan lupa bawa lagi ke sini pagi, biar kita ngampus bareng," ucap Devano.
"Aduh gue lelah banget Dev, kalau balik dulu lumayan memakan waktu, Gue ikut Om ustad saja deh, tidur di rumah kayu! boleh kan Om?" tanya Adrian pada Ubaydillah
"Oh tentu Adrian. Ayo sekalian dengan om ke sana nya," ucap Ubaydillah.
"Lalu Ubaydillah mengangkat Lintang menuju rumah kayu bersama Adrian, sedangkan Devano menggandeng tangan Elvira menuju building.
-------
"Keesokan paginya,,,
"By,,kak Ubay dan Lintang sudah sampai belum ?" tanya Hasna
"Sudah sampai kok sayang! semalam sekitar pukul 1 dan mereka Langsung ke rumah kayu karena tidak mau mengganggu seisi rumah ini saat mereka masuk," jawab Afnan.
"Oh iya By,,jangan lupa yah nanti siang sebelum menjemput Nana untuk pergi makan, tolong ambilkan vitamin asam folat terlebih dahulu di klinik dokter Anne, kemarin kurang by, stok nya kosong," ucap Hasna kembali. hingga membuat Afnan yang sedang di bantu mengancingkan kemeja pun mengecup bibir Hasna dengan tiba-tiba.
"Eeuum Byby, jangan mulai ya!" seru Hasna.
"Siapa yang memulai, kan sayang sendiri yang memulai," ucap Afnan, ia malah menyalahkan Hasna sembari mengekeh.
Hasna tak terima dipersalahkan, maka ia tarik kedua kerah kemeja Afnan. Ia dongakan wajahnya menatap Afnan tajam seperti ancaman,dan dengan kedua Alisa nya menukik seperti hendak menyerang Afnan.
"Enak saja, kok malah Nana yang disalahkan!, Byby nya saja genit," ucap Hasna setengah ngedumel.
"Suami mana yang tidak akan menjadi genit sayang, ketika melihat istrinya secantik dan semenarik ini. Lihat tuh wajahnya berseri dan saat bicara bibirnya yang mungil manyun-manyun gemesin begitu! hingga mengundang bibir suaminya ingin mengecup nya walaupun sudah menahan," ucap Afnan makin menyeringai, karena ia senang saat Hasna agresif menarik kerah kemeja nya seperti hendak membogem nya, saat Hasna mendongakkan wajah,menatap nya tajam ,itu terkesan seksi di matanya.
"Uuuummm Byby senang sekali meledek Nana deh!" ucap Hasna memanyunkan bibir nya, Namun terlihat semburat malu dan salah tingkah, di wajahnya yang berubah menjadi rona merah jambu.
"Tuuh kan lihat bibirnya manyun manyun begitu, pipinya menjadi pink,membuat Byby tambah gemes dan malas ngantor jadinya nih," ucap Afnan, lalu ia menyesapi pipi Hasna dengan gemasnya.
"Lalu jika Byby tidak ngantor, mau apa seharian dengan Nana di rumah?" tanya Hasna penuh selidik.
"Mmmm,,,tergantung! sayang maunya ngapain dan di apain?" ucap Afnan lembut dan di akhir kata, ia mengedipkan sebelah matanya. Yang membuat Hasna bergidik dibuatnya, melihat suaminya kok tambah genit saja terhadap nya.
"Iikkhh,, Byby genit sekali sih, Byby sedang fase puber kedua ya? ayo ngaku", ucapan Hasna penuh intimidasi.
"Tidak! Siapa bilang. Mungkin bawaan bayi sayang," ucap Afnan kembali menyeringai.
Dan itu momen pagi yang sangat indah, Ia dapat kembali meledek istrinya yang hari-hari kemarin sedikit muram karena keadaan kehamilan nya yang bermasalah,beberapa kali masih saja keluar flek hingga membuat Hasna selalu panik saat keluar darah. Namun saat ini mereka boleh lega, saat kehamilannya memasuki usia 7 bulan, Hasna tidak lagi mengeluarkan darah ataupun flek. Namun untuk kontrol dan obat tetap berjalan. Agar kandungannya tetap baik serta bagus. Bersyukur calon Twin utun mereka baik-baik saja. Dan untuk kedepannya mereka hanya menunggu keajaiban dengan doa-doa mereka untuk dapat melahirkan secara normal. Namun jikalaupun harus lahir secara sesar mereka sudah siap! yang penting Ibu dan bayinya selamat. dan kejahilan Afnan kembali tumbuh saat Hasna sudah terlihat ceria kembali. Saat ini Hasna sudah kembali seperti dulu, yang kadang marah, ngambek yang kadang dia bermanja, terkadang lembut. Ya kelabilan Hasna sudah kembali, itulah pemikiran Afnan.
Di rumah kayu,, Ubaydillah sedang menyiapkan sarapan untuk Lintang dan dirinya. Tadi Adrian sebelum berangkat ke kampus membelikannya bubur ayam dan lontong sayur. Lintang masih mengeluh pusing dan tidak enak badan Ubaydillah berpikir mungkin Lintang sedang mengalami masuk angin atau gejala flu. Namun ia bersyukur karena Lintang tidak seperti semalam yang menjauhinya. saat ini justru Lintang malah lebih manja terhadapnya sejak bangun tidur tadi sebelum subuh dan lintang mengajaknya tidur kembali setelah Subuh. Adrian beserta Devano sudah berangkat ke kampus tadi sekitar pukul tujuh.
"Yang sedang apa?" tanya Lintang pada Ubaydillah. ia menghampiri Ubaydillah yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.
"Eh Ayang, Selamat pagi sayangku! ini sedang menyiapkan sarapan untuk kita, Ayang mau ma'em apa bubur atau lontong sayur?" tanya Ubaydillah pada Lintang seraya memeluknya lembut dari arah belakang.
"Bubur saja Yang, mungkin pencernaan Lilin sedang bermasalah, tidak enak begini rasanya," ucap Lintang lalu ia duduk di bangku.
"Ya sudah A'a Dav siapkan dulu. Ini di minum dulu teh manisnya agar perutnya hangat! dari semalam Ayang tidak makan apa-apa loh, selain dari camilan. Mungkin asam lambung Ayang naik dan sakit maag-nya kambuh deh," ucap Ubaydillah seraya mulai menyuapi Lintang. Lintang pun makan dengan lahap.
"Mungkin saja Yang, rasanya neg. Tubuh Lilin tidak enak begini, tidak nyaman saja pinginnya rebahan terus," ucap Lintang
"Tapi Ayang Lilin sudah tidak marah lagi dengan A'a Dav kan? dan bau tubuh A'a Dav sudah tidak seperti semalam kan?" tanya Ubaydillah penasaran, karena dari sejak bangun tidur tadi,Lintang tidak melepaskannya. Hingga yang membeli sarapan pun Adrian.
"Tiak Yang! malah Lilin rindu sekali dengan Ayang Dav," ucap Lintang, terlihat matanya berkaca-kaca. Lalu ia meraih pipi Ubaidillah dan mengelusnya lembut.
"Maafkan Lilin Yang! semalam Lilin juga tidak mengerti mengapa Lilin seperti itu. Lilin sangat menyesal sekali sudah memperlakukan Ayang Davi seperti itu.
"Sudahlah sayang, mungkin semalam Ayang kelelahan. Jadi bersikap seperti itu, A'a Dav dapat mengerti koq!" ucap Ubaydillah tersenyum hangat.
"Ya sudah,,Ayang ma'em dulu gih. Nanti habis ini mandi. Bukannya Ayang harus ke kantor ya menemani A'a ustadz meeting," ucap Lintang mengingatkan, saat tadi subuh Afnan menelepon Ubaydillah agar menemaninya meeting di luar.
__ADS_1
"Oke, nanti selepas dzuhur Ayang Lilin, A'a Dav jemput ya untuk makan di di luar," ucapan Ubaydillah.
"Iya sayang," ucap Lintang tersenyum senang.
Lalu setelah menyuapi Lintang, Ubaydillah pun memakan lontong sayur nya. Namun baru beberapa suap saja ia memakan lontong sayur nya, tiba-tiba saja Lintang berlari ke arah wastafel dapur, dan ia mengeluarkan kembali bubur yang tadi Ia makan sampai habis.
"Astagfirullah,,Ada apa Yang, sakit ya? kita ke dokter saja yuk!" ucap Ubaydillah khawatir.
"Sepertinya tidak perlu Yang! mungkin Lilin hanya butuh istirahat," ucap Lintang meyakinkan Ubaydillah.
"Baiklah jika seperti itu. Lebih baik saat ini kita pulang kerumah utama, namun kalau keadaan Ayang memburuk, segera telepon A'a Dav ya! agar kita secepatnya ke rumah sakit," ucap Ubaydillah penuh perhatian, ia terus mengelus lembut punggung Lintang. Hingga Lintang selesai mengeluarkan isi perutnya dan ia terlihat begitu kepayahan. Setelah Lintang membaik dia segera mengajaknya pulang ke rumah utama, lalu menitipkannya kepada Umi dan ia berangkat ke kantor bersama Afnan.
---------
"Siang hari ba'da dzuhur,, Ubaydillah beserta Afnan menjemput istri mereka untuk makan di luar. Devano pun ikut serta beserta Elyavira. Adrian menyusul menggunakan motor, namun Umi beserta Abi tidak dapat ikut karena ada pengajian sore di kampung sebelah.
"Ini restoran saung Ambu by?" tanya Hasna saat sudah sampai di restoran saung Ambu. Pantas saja dari semalam Afnan merahasiakannya, ternyata mereka hendak ke saung ambu.
"Iya tepat sekali sayang! Restoran di mana kamu meninggalkan gelang khitbah itu," ucap Afnan.
"Uuumm Byby,,bukan meninggalkan nya ,tapi lupa karena tidak di sengaja," protes Hasna.
"Iya tidak sengaja Byby faham itu, dan waktu itu kamu duduk di sana Sayang, dengan seorang laki-laki, dan sepertinya itu Adrian," ucap Afnan menunjuk ke salah satu saung apung yang berada di atas kolam ikan.
"Iya Nana duduk di sana, dan siapa lagi jika bukan Adrian! sahabat Nana satu-satunya di sini. Lagi pula mana berani Nana pergi dengan laki-laki lain apalagi tidak Nana kenal!" ucap Hasna mengingat waktu itu.
"Mengapa Byby tidak mengenal mu waktu itu ya sayang? dan juga Byby tidak mengenal Adrian waktu itu, padahal kita sering bertemu di hotel ketika Adrian mengantar ayahnya nya ke hotel," ucap Afnan.
"Mungkin karena Nana sering memakai masker saat bertemu Byby. Dan mungkin untuk Andrian itu terlalu jauh di dari sini, jadi wajahnya terlihat agak samar by," ucap Hasna
"Lucu sayang. Tapi Byby sangat senang sekali waktu Byby ke rumah Ninen, sayang habis menangis dan Byby yakin sekali, sayang habis menangisi gelang itu. Maka dari itu Byby ledekin sayang. Ternyata pekerjaan paling Seru itu meledek sayang loh,hihi sampai Byby dilempar sendal segala," ucap Afnan merasa lucu mengingat kejadian malam itu.
"Iya waktu itu Nana menangis, karena takut Byby dan keluarga marah karena gelang khitbah itu hilang," ucap Hasna. Ia merasa tidak enak hati.
"Yakin hanya takut Byby marah?" tanya Afnan penuh selidik.
"Yakinlah lalu apa lagi?" Hasna balik bertanya dengan wajahnya yang malu.
"Sepertinya takut kehilangan Byby tuh!" seru Afnan.
"Ikkhh Byby sudah,,Nana malu!" seru Hasna merasa malu.
"Yeey Byby kepedean sekali. Dan awas ya,nanti Nana balas kejahilan Byby. Masa meledek Nana dianggap pekerjaan yang paling menyenangkan," gerutu Hasna. memang Suaminya selalu menjadikan ia media kejahilannya.
"Aw horor!!, tapi Byby tunggu loh,, hehehe," ucap Afnan wajahnya seperti terkejut lalu ia menyeringai. Hasna mencubit pinggang Afnan karena gemas
"Awwwsshh, nikmat sekali," ucap Afnan sembari meringis menahan cubitan Hasna.
"Selamat siang Pak Afnan!" tiba-tiba saja manajer restoran itu menghampiri mereka dan menyapa Afnan.
"Selamat siang Pak, tidak ada kendala kan?" tanya Afnan.
"Tidak ada Pak! semuanya lancar, Alhamdulillah," ucap manager restoran itu.
"Oh syukur Alhamdulillah jika tidak ada kendala apapun. Namun jika ada kendala segera beritahu kami ya Pak," tukas Afnan
"Baiklah Pak,,terima kasih banyak, Lalu Pak Ubay nya di mana ya?" tanya manajer itu kembali.
"Tuh,,mereka sudah terlebih dahulu ke saung sebelah sana. dan kami menyusul dulu ya Pak," ucap Afnan
"Oh silahkan,,nikmati waktunya nya," tukas manager itu dengan senyuman hangat.
"Lalu Afnan pun mengajak Hasna untuk bergabung bersama Ubaydillah, Lintang,Devano dan Elvyaira sedangkan Adrian belum juga sampai.
"Loh Byby memangnya kenal dengan bapak- bapak tadi?" tanya Hasna.
"Ya tentu kenal dong Sayang, itu kan pengelola restoran ini manager di restoran ini, bawahannya Byby sayang!" tukas Afnan.
"What? jadi,, restoran ini pun milik Byby?" tanya Hasna setengah terkejut.
"Iya sayang," jawab Afnan santai.
"Ya Allah by,, aku sempat berangan-angan loh dengan Adrian, ingin menanam saham di sini!" ucap Hasna.
"Oh ya?" tanya Afnan
"Iya by, waktu dulu Nana makan bersama Adrian," jawab Hasna.
"Ya sudah, Byby berikan restoran ini untukmu sayang. Tidak perlu menanam saham. Balik nama saja atas nama sayang," ucap Afnan santai.
"Yah masa untuk Nana sih by, Nana ingin nya kerjasama gitu by," ucap Hasna,sembari bergelayut manja di lengan Afnan. saat ini mereka menuju ke saung yang berada Ubaydillah dan yang lainnya.
"Tidak Mengapa sayang, jika sayang suka, maka restoran ini akan Byby berikan untuk sayang !anggap saja hadiah untuk kehamilan Twins utun," ucap Afnan dengan lirih,seraya merangkul bahu Hasna.
"MasyaAllah, Byby terima kasih banyak. Dan insya Allah, Nana akan berjuang agar Twins utun lahir dengan selamat ke dunia ini. Dan Nana persembahakan untuk pelengkap kebahagiaan Byby," ucap Hasna penuh semangat.
"Terimakasih sayang,, Insya Allah Byby akan terus berdoa untuk keselamatan kalian," ucap Afnan.
"Aamii Ya Robbal Alamiin," timpal Hasna.
Setelah pesanan makanan datang, mereka pun mulai makan. Adrian tak berapa lama pun tiba di tempat itu,lalu ikut bergabung makan bersama mereka.
****
Beberapa hari berikutnya, Lintang menjadi tambah aneh. Jika beranjak malam maka ia akan merasa tubuh Ubaydillah bau tidak sedap. Dan ia akan meminta agar Ubaydillah menjauhinya. Namun setelah tengah malam hingga hingga sore hari, ia akan sangat manja. Sampai terkadang minta ditemani Ubaydillah dan Ubaydillah tidak boleh beranjak dari sisinya kecuali untuk Sholat. Dan jika pagi hari, ia akan meminta makanan yang aneh-aneh seperti halnya rujak belimbing wuluh yang asamnya luar biasa. Atau seperti makanan aneh lainnya seperti es campur yang ada di luar kota yang berbeda satu kota dengan kota S. Tidak jarang pula Ia menginginkan buah salak yang digoreng memakai terigu seperti pisang goreng. Dan jika makanan itu terlalu lembek maka ia akan keluarkan kembali katanya serasa memakan lemak sapi.Seluruh anggota keluarga dan Ubaydillah tidak mengerti hal aneh apa yang sekarang sedang menyerang istrinya. apakah ini suatu penyakit keanehan dan kelainan. Ataukah ada hal lain yang mereka belum ketahui.Namun semua anggota keluarga menghadapinya dengan sabar dan ikhlas! tak terkecuali dengan Ubaydillah, ia menghadapi kelakuan aneh Lintang dengan amat sabar, ikhlas dan apapun kemauannya ia akan ikuti selama itu masih wajar. Akan tetapi ia merasa bingung harus membawa Lintang ke rumah sakit atau ke psikiater. agar secepatnya keanehan Lintang itu terungkap. Jadi seandainya ada penyakit yang berbahaya maka akan segera dapat diobati. Dan jika pun bukan suatu penyakit! mungkin akan ada solusi lain untuk dapat membuat Lintang normal kembali.
THE END......deh!
Tapi Thor gak serius!!,hanya untuk Episode Ini! dan Episode berikut nya Up lagi koq ๐คญ๐คญ๐คญ๐๐คReaders,,Terimakasih banyak sudah membaca.3378 kata loh !๐ค๐ช๐
__ADS_1