
_______________________________
**السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
**بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم****
selamat datang Di Area pondok pesantren :
"حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الإِيمَانِ
**HUBBUL WATHAN MINAL IMAN**
__________________________________
Pukul 1 Dini hari Ubaydillah sampai di ponpes
Ubaydillah berhenti sejenak di pintu Gerbang utama, ia pandangi dengan teliti plang besar yang terpampang di atas gerbang, Ubaydillah tersenyum bahagia, ia bersyukur hidup baik dengan kasih sayang tulus dari Abi, Umi dan juga dari kakak kakak nya.
"Assalamu alaikum HUBBUL WATHAN, Ana pulang," ucap nya.
Setelah puas memandangi palang besar itu, Ubaydillah kembali melajukan Mobil nya menuju pintu masuk pesantren, kini ia sudah sampai di area Masjid Pesantren yang mulai Di padati para santri dan guru pembimbing yang hendak melaksanakan sholat malam.
Setelah memasukan Mobil nya ke garasi yang bersebelahan dengan mahar Hasna, Ubaydillah pun bergegas menuju rumah utama, Di fikiran nya hanya ada kasur dan bantal, ia merasa lelah setelah perjalanan sekitar lima jam lama nya.
Berbarengan dengan itu, Afnan baru saja keluar dari pintu rumah untuk menuju masjid,
Afnan melihat Ubaydillah memasuki pintu pagar maka ia menyapa nya.
"Assalamu'alaikum wahai bung Dedek Rhomaydillah" sapa Afnan.
"Waalaikum Salam, koq Rhomaydillah sih A?" tanya Ubaydillah.
Lalu mereka berpelukan.
"Rhomaydillah itu Rhoma Ubaydillah Hehe, kan kamu habis berkelana katanya" ucap Afnan menyeringai.
"Ah ha ha A'a bro bisa saja, A'a mau ke masjid?" tanya Ubaydillah
"Iya, bagaimana hasil nya Dek?" tanya Afnan.
"Memuaskan!" jawab Ubaydillah, terlihat binar kegembiraan dari mata Ubaydillah.
'Alhamdulillah dek , A'a ikut gembira mendengar nya, jadi kapan nih ijab qobul nya?" tanya Afnan kembali.
" Secepat nya lah A, dedek sudah tak tahan hihi, hadduuuh hampir jebol pertahanan IMAN dedek A" curhatan Ubaydillah
"Ekkhmm... Pantas kamu pulang Selarut ini pasti mau isi ulanga IMAN deh, ehekekekek"
Afnan terkekeh.
"Hihi begitulah, ya sudah Dedek masuk dulu ya, lelah sekali rasanya" pamit Ubaydillah
__ADS_1
"Iya sana masuk istirahat, eh tunggu itu pelipis ada luka gores, dan loh itu apa di leher kanan mu , itu perban kan dek, mengapa juga itu leher mu di perban dek ?" tanya Afnan bernada khawatir, lalu Ia menarik rahang Ubaydillah dan membuat nya miring agar leher Ubaydillah terlihat, ia ingin memastikan bahwa yang ia lihat kain putih menempel pada leher Ubaydillah itu perban.
" Hehe nanti siang Dedek ceritakan ya A" ucap Ubaydillah.
"Ya sydah kalau begitu, A'a ke masjid" ucap Afnan.
"Iya A silahkan" ucap Ubaydillah.
Mereka pun berpisah Di pintu masuk, Ubaydillah masuk ke dalam rumah, menuju kamar untuk ber istirahat, dan Afnan menuju masjid meneruskan niat nya untuk sholat malam.
Di kamar Ubaydillah.....
Setelah bersih bersih dan mengganti pakaian, Ubaydillah merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur, terlintas wajah Lintang di benak nya.
"Oh iya, belum memberi tahu dek Lilin kalau Aku sudah sampai" gumam Ubaydillah.
Lalu ia berkirim pesan pada Lintang,walaupun Ubaydillah tak mengharapkan balasan langsung, Karena ini sudah larut, namun setidak nya esok pagi Lintang akan membaca Pesan nya bahwa ia sudah sampai dengan selamat.
"Assalamu'alaikum dek Lilin, kak Davi baru saja sampai di rumah, alhamdulillah sudah sampai dengan selamat"
isi Pesan Ubaydillah, ia masih saja terbayang mata Lintang yang berkaca kaca seperti enggan melepas nya pergi.
Ubaydillah hendak memejamkan mata nya, namun terdengar bunyi pesan masuk,dan ketika ia lihat pesan, itu balasan pesan dari Lintang.
"Waalaikum Salam kak Davi , syukur Alhamdulillah, jika kak Davian sudah sampai dengan selamat, Lilin lega kak" balasan pesan dari Lintang.
"Maaf pesan dari kak Davi malah membangun kan tidur dek Lilin ya?" Ubaydillah kembali membalas pesan Lintang.
"Tidak koq hehe, ya sudah kak Davi pasti lelah, istirahat ya kak, besok siang Lilin ingin bicara di telepon" balasan Pesan Lintang.
Balasan balik pesan Ubaydillah.
"Waalaikum Salam, selamat malam, selamat istirahat, mimpi indah ya kak Dav sayang 😘"Pesan balasan Lintang, dan ia tidak lupa menyematkan emot yang ada tanda hati serta kecupan, dan sukses membuat Ubaydillah melonjak kegirangan, entah lah apa itu artinya, hanya Lintang dan Ubaydillah yang faham.
(readers juga pasti faham meureen😉😁)
"Ahhii dek Lilin romanceehhh nyaaa.. Hihi" Ubaydillah menggoyang goyang kan tangan nya hanya Karena sebuah emot, ia merasa begitu gembira, hingga ponsel yang ia genggam terlempar jauh dan ketika Ubaydillah hendak menangkap nya, ia malah terguling dari tempat tidur, dan Naas nya ia mendarat bebas, jatuh terduduk Di ubin, sedangkan si ponsel malah beruntung, ponsel itu jatuh tepat di atas sofa.
"Awwsss Astagfirullah... adduh, aahhggrrr..aaooo sakit nyaa pinggang kuu...Ya Allah ampuni hamba telah dzolim terhadap Engkau, hamba telah banyak berbuat dosa hari ini, tapi ya Allah yang tadi siang saja sakit nya masih terasa, sekarang Di bonusin alhamdulillah nikmat nya nyelekiiit ya Allah"Celoteh Ubaydillah bergumam sendiri, lalu ia berdiri dengan susah payah,sempoyongan dan belum dapat berjalan tegak, ia meringis sembari memegangi pinggang nya , badan nya terasa remuk,ketika ia melihat ponsel nya yang jatuh di sofa ia malah terkekeh lucu.
"Ahehehehe.... Beruntung kamu ya ponsel jatuh nya ke sofa dan malah nontonin Ana yang jatuh ke lantai hehe" Ubaydillah masih terus saja mengekeh.
Lalu Ubaydillah pun meraih ponsel nya dan kembali ke kasur, masih dengan tubuh yang terasa ringsek ia mencoba terlelap, setelah berkali kali mencoba akhir nya tertidur juga.
Keesokan harinya......
Setelah mandi dan sholat dhuha Ubaydillah menghampiri Umi dan Abi nya yang berada di meja makan, tak lama Hasna dan Afnan juga tiba Di meja makan, Karena mereka akan makan bersama, jadwal Afnan sudah sedikit lengang setelah sebelum nya padat dan sibuk.
"Assalamu alaikum Abi, Umi" Sapa Ubaydillah ketika sudah sampai di meja makan.
"Waalaikum Salam" jawab mereka serempak.
'Dek utun, sampai pukul berapa semalam dek, Abi tidak mendengar dedek masuk? " tanya pak Kyai.
" Sekitar pukul satu Bi, kan dedek ketemu A'a Di depan, ya kan A? " ucap Ubaydillah lalu meneruskan pertanyaan pada Afnan.
__ADS_1
" Iya Bi sekitar pukul satu, ketemu di pintu pas A'a hendak ke masjid " timpal Afnan yang baru saja menginjak kan kaki dekat meja.
"Umiiiii Dedek Rindu" ucap Ubaydillah seraya merangkul Umi dan mengecup pipi Umi.
"Sama Umi juga rindu dedek, ya Allah lihat tubuh kamu Kurusan dek, pasti kamu jarang maem deh , ya sudah ayo sekarang maem yang banyak" Ucap Umi ber nada khawatir.
"Hanya rindu dengan Umi nih, lalu Abi tidak?". Tanyain Abi.
"Ya jelas rindu dong Abi," ucap Ubaydillah seraya meraih tangan kanan pak Kyai dan mengecup nya berkali kali.
"Lalu hasil dari kamu berkelana bagaimana dek, misinya sudah selsai belum " tanya Afnan yang baru saja duduk di ikuti Hasna di sebelah nya.
" Alhamdulillah tidak sia-sia, hasil dedek berkelana membuahkan hasil manis, Misi awal tuntas, tinggal Misi Khitbah dan Ijab qobul saja " ucap Ubaydillah.
" Lalu kapan kita ke jakarta kak, Nana sudah tak sabar ingin bertemu Lintang" Hasna ikut bicara.
"Menunggu orang tua Lintang pulang ke tanah Air dek, saat ini masih berada di Hong Kong, mungkin tiga hari kedepan baru pulang" ucap Ubaydillah.
"Oh begitu kak", ucap Hasna
"Sabar sayang sebentar lagi juga kalian reunian" sambung Afnan
"Iya by, Amin ya rabbal A'lamin" ucap Hasna
"Loh dedek itu wajah mu kenapa sayang, koq luka gores begitu dan lehermu juga di perban, kenapa itu dedek?" tanya Umi cemas
"Ya inilah mi hasil dari perjuangan dedek" ucap Ubaydillah dengan membentangkan kedua tangan.
"Maksud utun apa?" tanya pak kyai
"Ya jadi begini ceritanya, bla... bla.. bla.."
Ubaydillah mulai bercerita apa yang ia alami kemarin sore.
"Astagfirullah Dedeeekk, sebegitukah perjuangan mu menemui calon istri" ucap Umi.
"Innalillahi.. Astagfirullah Al Adzim" ucap pak kyai sembari menggeleng gelengkan kepla.
"Ekkhhmm ha..ha..ha. ternyata Lintang lebih kejam dari Nana, awwwzsss adduh Nikmaaatt" ledek Afnan mengekeh lalu mengaduh kesakitan, karena perut nya di cubit oleh Hasna.
"Nih yang paling parah di punggung, seperti nya memar parah" ucap Ubaydillah lalu menaikan t-shirt yang ia kenakan.
Hasna melihat itu hanya melongo dan Afnan yang melihat istrinya menikmati punggung Ubaydillah maka ia secepat kilat menutupi wajah terutama mata dengan telapak tangan nya.
"Astagfirullah Dedek" ucap Umi
"Astagfirullah Utun utun" ucap pak Kyai.
"Astagfirullah ekhehehee, mantap dek calon istri yang baik dan langka itu, kasih cendramata nya saja gak nanggung nanggung, mengukir kulit dengan goresan " Afnan masih saja terkekeh meledek Ubaydillah dan tangan nya sibuk menutup mata Hasna, agar tak melihat tubuh Ubaydillah.
Akhir nya mereka tertawa bersama.
************
Terimakasih sudah membaca 🙏 😍 💐
__ADS_1