
"Memm..mah..Memm..mah," celoteh Afkha kembali. "Ahahah terimakasih sayang, Mimma sayang A'a Kha dengan Dedek Sha juga. Maafkan Mimma ya sayang sudah meninggalakan sayang dan melewatkan perkembangan A'a dengan Dedek selama dua bulan ini," ucap Hasna dengan nada penyesalan.
Afkha menatap nya, seakan mengerti dengan kata kata yang Hasna ucapkan. Dengan posisi tubuhnya berdiri di pangkuan Hasna dan Hasna menahan tubuhnya. Afkha memeluk kepala Hasna dengan melingkarkan lengan mungilnya.
Sepertinya Afkha pun sedang menyalurkan kerinduan nya pada Hasna. Mungkin Afkha baru mengingat Hasna saat tidak ada bayang bayang Lintang dan Umi di hadapannya.
Afnan yang sudah membuka kedua kelopak matanya entah dari kapan, ia tersenyum penuh kebahagiaan menyaksikan interaksi Hasna dan Afkha.
Afnan lihat Afsha menyusup pada tubuhnya, lalu ia eratkan pelukannya. Namun melihat Hasna dan Afkha saling melepas rindu Afnan pun tak tahan ingin ikut merasakan berpelukan dengan mereka.
Setelah membenarkan posisi Afsha dan menyelimutinya. Afnan mendekati Hasna perlahan tanpa Hasna sadari, lalu ia peluk Hasna dari arah belakang melingkarkan tangannya di antara perut Hasna dan menumpu kan dagunya di bahu Hasna. Assalalamua'laikum Mimma sayang, A'a Kha," ucap lembut Afnan setengah berbisik.
"Wa'alaikumsalam Biyya, Astaghfirullah membuat Mimma terkejut saja," ucap Hasna diiringi kecupan mesra Afnan di telinganya.
"Bbeyy..yaah," suara Afkha ia seakan berlonjak kegirangan melihat Biyyanya sedang memeluk Mimmanya. "Iya sayang ini Biyya. A'a Kha dan Dedek Sha, semalam Biyya culik dari rumah Umma," celoteh Afnan.
"Loh koq, semalam bukan nya Byby tidur dengan Nana yah?" tanya Hasna karena memang seingat Hasna, Afnan tidur di sisinya, memeluk nya.
"Hehe setelah, sayang bobo terlelap, Byby mengambil Twins dengan di bantu si utun berjenggot," jawab Afnan.
"Terimakasih By!"
"Sama-sama sayang."
"Ya sudah, Biyya Tahajud dulu ya! A'a Kha bobo lagi ya sayang," ucap Afnan membelai kepala Afkha dan mengecup pelipis Hasna yang mulai berkaca-kaca lagi di pelupuk matanya. Berkaca kaca bahagia.
Sementara Afnan mengambil air wudhu, Hasna menyusui Afkha. Tak lamapun Afnan keluar dari tempat nya mengambil wudhu.
"Byby hendak ke Mesjid?" tanya Hasna. "Di sini saja sayang, ke Mesjid nya nanti subuh saja," jawab Afnan.
"Oh ya sudah!" ucap Hasna. Afnanpun mulai membaca niat sholat tahajud. Setelah Afkha puas menyusu pada Hasna, Afkha meminta diturunkan dari tempat tidur dan Hasna pun menurunkan nya. Afkha berjalan terjatuh menghampiri Afnan yang masih sholat tahajud, lalu ia duduk dan menirukan Afnan bersujud namun tak lama ia berguling dan meraih mainan nya, ia bermain seraya berceloteh khas nya di hadapan Afnan dan Afnan tidak terganggu sedikit pun yang dengan sesekali Afkha meraih jari jemari Afnan yang sedang ia gunakan berdzikir.
Hasna yang sedang menepuk nepuk Afsha yang mulai bergerak dan bergumam, ia tertawa kecil mengamati keasyikan dan tingkah lucu Afkha dari atas tempat tidur tak berapa lama karena kelelahan Afkha pun tertidur saat Afnan belum selesai berdzikir.
Afsha pun terbangun dan menatap Hasna yang sedang miring membuainya dengan belaian dan menepuk punggung nya lembut.
"Sayang, Dedek Sha sudah bangun! Dedek haus yah? Mimi dulu ya cantik," ucap Hasna. Dengan posisi miring Hasna mengeluarkan sebelah payud*ranya dan menyodorkan nya pada mulut Afsha. Afsha yang terlihat bingung dan masih menatapnya pun menerima begitu saja dan meminum jatah Asi-nya dengan perlahan namun pasti.
Sesekali tangan mungil Afsha menggapai wajah Hasna seperti yang ia lihat kemarin sore pada Lintang. Hasna pun tersenyum ke arah Afsha. "Awsh, Astagfirullah!" pekik Hasna saat Afsha menggigit alat hisapnya.
"Ayo nakal nih ya Dedek, gigit gigit Mimma," ucap Hasna tersenyum saat Afsha menggigit nya dan tanpa merasa bersalah, Afsha tersenyum dengan mulut penuh nya yang masih menempel pada dada Hasna.
Jika Afkha meminum ASI-nya di sebelah kanan maka Afsha yang sebelah kiri. Afkha seperti memahami bahwa ASI sebelah nya jatah Afsha, tadi saat Hasna menyodorkan Asi sebelah kiri setelah puas dengan yang sebelah kanan, Afkha menolak membuka mulutnya dengan menatap Hasna sendu, lalu ia meminta turun dari tempat tidur.
Afnan sudah selesai sholat tahajud lengkap dengan witir dan dzikir. "Hehe, Masya Allah, tampan nya Biyya dan Mimma koq bobo di sini?" ucap Afnan lalu ia angkat Afkha untuk ia pindahkan ke tempat tidur.
"A'a Kha bobo ya By?" tanya Hasna. "Iya sayang, bobo sembarang gletak begitu saja sambil mainan," jawab Afnan.
"Masya Allah. Oh ya By! Tadi sewaktu Nana beri ASI sebelah nya, koq A'a Kha menolak ya? ia menutup rapat Mulutnya dan malahan meminta turun lalu menghampiri Byby." ujar Hasna.
"Masya Allah TabarakAllah. Alhamdulillah berarti A'a tidak mau meminum hak Adik nya sayang. Seperti halnya Baginda Nabi SAW yang sudah di tanamkan rasa keadilan oleh Allah SWT dari sejak bayi. Beliau pun menolak dan menutup mulutnya kuat kuat saat Ibu susuan nya Halimah As-Sa’diyah memberikan Asi sebelah nya, karena Baginda Nabi SAW tidak mau meminum yang menjadi hak saudara sepersusuan nya yaitu Damrah."
"Masya Allah. Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad."
(“Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.") ucap Hasna dan Afnan berbarengan.
"By, Dedek Sha sudah bobo lagi, Mimma tahajud dulu ya," ucap Hasna. " Iya Mimma sayang, biar Byby yang menemani mereka," tukas Afnan.
"Terimakasih Biyya, ucap Hasna sambil turun dari tempat tidur, setelah merapikan pakaian atas nya ia menghampiri Afnan lalu ia kecup pipi Afnan dan bibirnya, namun Afnan malah membuat nya lebih dalam, hingga nafas mereka saling berhembus tak beraturan.
"Sudah By. Nanti Nana tidak jadi tahajud nih!" protes Hasna. "Baik, maaf sayang! ya sudah Mimma sholat dulu, nanti Sesudah sholat Biyya juga mau dong Mimi, kan haus juga nih baru bangun bobo!" ucap Afnan menggoda Hasan.
"Iiig gak mau! dasar Ustadz piktor, mode mesum," pekik Hasna lalu ia beranjak dari hadapan Afnan, namun Afnan dengan sigap menahan perut Hasna dan menarik Hasna duduk di pangkuan nya.
"katakan 'IYA' kalau tidak Byby takkan melepaskan mu," bisik menggoda khas Afnan di telinga Hasna seraya mengecup dan meniupnya pelan dan sukses membuat Hasna menggeliat kegelian.
"IYA," ucap Hasna lalu dengan paksa ia melepaskan diri dari Afnan dan berlari ketempat mengambil air wudhu diiringi debaran jantungnya yang tak beraturan. Sedangkan Afnan tersenyum puas telah dapat menggoda istri labil sholehah nya.
****
Pagi hari,
__ADS_1
Hasna sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan seadanya, Omelette telur dan menyiapkan Nasi Tim untuk Twins. Afnan yang baru saja bangun tidur setelah sholat subuh tertidur kembali ia menghampiri Hasna dan tanpa permisi ia peluk Hasna seraya menyusupkan wajahnya pada rambut Hasna dan menyesapi wangi.
Sedangkan Hasna yang setelah sholat tahajud di perdayai Afnan yang tak ada lelah nya dan makin menjadi setelah dari bulan madu namun Hasnapun senang di perdayai berkali kali hingga Adzan Subuh yang menghentikan aksi mereka, dengan di tutup mandi bersama dan sholat Subuh berjamaah, Hasna belum tidur kembali. Ia lebih memilih menonton acara Tausiyah pagi di televisi.
"Eh Byby sudah bangun, A'a Kha dan Dedek Sha, mana By?" tanya Hasna Ketika ia tahu siapa yang memeluknya manja.
"Sudah! A'a dengan Dedek masih bobo, sayang Sedang membuat apa? kan sudah Byby katakan, sayang tidak perlu turun ke dapur. Biar Byby atau Ambu yang melakukannya!" ucap afnan.
"Tidak mengapa By! Nana senang koq melakukan nya," ucap Hasna.
Tak lama terdengar celoteh twins dan tepukan kecil dari telapak tangan yang sedang merangkak cepat menghampiri Hasna dan Afnan. "Masya Allah A'a dan Dedek. lihat Biyya mereka sudah pandai turun dari tempat tidur," pekik Hasna.
Afnan dan Hasna pun segera menyambut kedatangan mereka dengan menggendongnya. Hasna mengajak mereka duduk di bangku Khusus anak anak. Hasna menyuapi mereka sebelum nya menuntun mereka berdoa memulai makan. Afnan sedang meminum kopi buatan Hasna ia bersyukur sekali bahwa Twins sudah kembali mengenal Hasna. Hasna begitu gemas dengan senyuman dan celotehnya mereka dengan begitu gembira.
****
Beberapa hari kemudian..
"Hijrah, Hijrah bahasa Arab: هِجْرَة adalah perpindahan/migrasi ya Ibu Adik dan teteh jamaah Hafidzakumullah Istilah ini yaitu dari Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya dari Mekkah ke Madinah pada bulan Juni tahun 622." terdengar suara tausiyah dari sebuah Mesjid di alun alun salah satu Desa kota S.
(tidak memakai pembuka, Maaf anggap saja para Readers itu kebetulan lewat Mesjid situ gitu lalu tak sengaja mendengar sedang ada Tausiyah tentang Hijrah. Okeh ya Readers gemez 🙏🤗😍)
Ya itu adalah suara Hasna, Lintang dan Elyavira yang kini di juluki Trio Ustadzah hijrah. Mereka sedang bergantian suara dalam satu mimbar menjabarkan tentang hijrah sebagai materi tausiyah mereka siang itu.
Suara Hasna: "Bagaimana makna hijrah dalam tradisi Rasulullah SAW dikontekstualisasikan dalam kehidupan modern saat ini? para jamaah?" tanya Hasna dan jama'ah pun menjawab serempak, "Tidak tahu!!!"
Masih Hasna: "Baik! jadi, dalam konteks modern saat ini, hijrah dipahami sebagai upaya untuk mengubah perilaku dan mental dengan semangat ke-Islam-an yang baru ya Ibu, Teteh dan Adik."
Lintang : Para jamaah yang di rahmati Allah. Beberapa kalangan, terutama anak muda yang memiliki kesadaran baru tentang Islam, mencoba mempromosikan gerakan hijrah. Hijrah sebagai sebuah gerakan secara fisik sangat berkaitan dengan gerakan yang bersifat spiritual. Artinya, keberhasilan berhijrah tidak semata-mata ditentukan oleh perpindahan fisik, tapi juga ditentukan oleh niat dari seseorang untuk melakukan perpindahan Bu, seperti halnya kami yang berniat hijarah dari pakaian kurang bahan Alhamdulillah sekarang kelebihan bahan Bu."
(Jama'ah pun tertawa)
Elyavira: Jadi Ibu ibu, Sudah barang tentu, dalam kehidupan sehari-hari kita juga melakukan hijrah. Bekerja adalah hijrah, mencari nafkah adalah hijrah. Keduanya adalah upaya kita untuk melakukan perubahan atas nasib kita di hari ini untuk menjadi lebih baik di hari lain.
Karena itu, hijrah adalah hal yang dilakukan oleh semua orang yang memiliki itikad baik dalam memandang kehidupan. Karena pada dasarnya, hijrah adalah upaya kita untuk meraih pencapaian dan prestasi, baik spiritual maupun material yang lebih baik dari sebelumnya."
(Oohh Masya Allah, Riuh para jamaah Ibu ibu)
Hasna: Maka dari itu Ibu, teteh dan Adik dengan singkat saya katakan bahwa hijrah adalah bagaimana kita mengubah diri kita saat ini menjadi diri kita yang lebih baik di masa mendatang. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
wallaziina aamanuu wa haajaruu wa jaahaduu fii sabiilillaahi wallaziina aawaw wa nashoruuu ulaaa ika humul\-mu minuuna haqqoo, lahum maghfirotuw wa rizqung kariim
"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 74). Lanjut ya Ibu dengan Ukhty hijrah saya."
Lintang: Begini ya Para jamaah Rokhimakumullah, Rasulullah SAW menjelaskan makna hijrah sebagaimana disebut dalam Hadits Riwayat Al-Bukhori, "Orang-orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Berhijrah di jalan Allah berarti juga menyerahkan jiwa sepenuhnya pada setiap masalah keimanan, bisikan hati atau hukum terhadap berbagai kasus kepada sumber petunjuk dan pusat cahaya yang tercermin dalam setiap kata yang keluar dari mulut Rasulullah SAW. Sebagai yang disampaikan dalam Al-Qur'an dan akan di lafalkan oleh saudari hijarah saya ya Ibu, silahkan Ukhty Elya.
Syukron Ukhty Lintang. Jadi Para jamaah Hafidzakumullah, Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman dalam surah Al'quran
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَا لَّذِيْنَ هَا جَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰٓئِكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
innallaziina aamanuu wallaziina haajaruu wa jaahaduu fii sabiilillaahi ulaaa`ika yarjuuna rohmatalloh, wallohu ghofuurur rohiim
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 218)
"Lalu Allah Subhanahu Wa Ta'ala pun berfirman di dalam surah An-Najm Ayat 3 dan 4 Yaitu:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى.
wa maa yangthiqu'anil-hawaa
Artinya: Dan, tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya."
(QS. An-Najm 53: Ayat 3)
اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰى. in huwa illaa wahyuy yuuhaa
Dan, tiadalah yang diucapkan itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." (an-Najm: 3-4).
__ADS_1
Jadi hijrah juga dapat di simpulkan adalah berpindah dari keadaan yang semula buruk menjadi keadaan yang baik, dari kondisi yang sudah baik menjadi kondisi yang lebih baik.
Jadi hijrah adalah proses terus-menerus untuk memperbaiki diri, memperbaiki cara berpikir, dan memperbaiki cara berucap serta bersikap. Ini berlaku bagi siapa saja ya para jamaah sekalian.
"Heesssst, ah! Astaghfirullah Al Adzim," ringis Elyavira memegangi perutnya. masih di atas mimbar.
"Kenapa kak Elya?" tanya Lintang panik yang mendengar Elyavira mengerang kesakitan.
"Perut kak Elya sakit dek Lilin," jawab Elyavira.
"Mungkin kah Kak Elya akan melahirkan? bukankah baru juga tujuh bulan kak?" tanya Hasna.
"Kurang tahu Dek..Aaaa Astagfirullah. Apiih sakit Pih!" ucap lirih kesakitan Elyavira memanggil Devano.
Hasna yang berusaha tenang Ia mencoba menutup Tausiyah nya dan menenangkan para jamaah yang riuh melihat Elyavira di bawa Lintang turun dari mimbar berjalan terhuyung.
"Ada apa Ustadzah?"
"kenapa Ustadzah?"
"Ustadzah El kenapa Itu?"
"Mungkin Ustadzah hendak melahirkan!"
(pertanyaan dan spekulasi para jamaah Mesjid).
Saudari saudariku kaum muslimah Rahimakumullah.
Demikian Tausiyah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, yang benar datangnya dari Allah SWT Yang Maha Benar, dan yang salah, khilaf, atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari salah, khilaf dan dosa."
"Para jama'ah Hafidzakumullah(semoga Allah senantiasa menjaga kalian), saya juga mohon maaf yang sebesar besarnya nampak nya kami memang harus meng Akhiri Tausiyah di kesempatan kali ini di karenakan saudari Hijrah saya yaitu Ukthy Elyavira mengalami kontraksi hebat di masa kehamilan nya. Mohon maklum adanya dan Mohon Doa untuk Ukthy Elyavira."
"Akhirul kalam,
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik.Wallahul muwaffiq ila aqwamithaaryq."
Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh." ucap Hasna dan di jawab salam oleh jamaah.
Wa'alaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuh.( ucap jama'ah serempak)
Hasna pun lalu bergegas turun dari mimbar setelah berpamitan pada panitia acara dan para jamaah yang dapat ia jangkau serta mohon Doa untuk Elyavira maka Hasna pun keluar Mesjid mengikuti Lintang yang sudah membawa Elyavira masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.
"Kak Elya masih dapat menahan kan? Nana akan membawa kak Elya ke rumah sakit sekarang juga." Memang biasanya Hasna tidak menggunakan sopir. mereka akan bergantian menyetir bersama Lintang saat mereka harus keluar bertiga untuk bertausiyah.
"Kak Elya buka saja ya Niqabnya, nanti di gunakan lagi setelah sampai rumah sakit!" pinta Hasna.
"Iya Dek! Ehmm Auugh Astagfirullah Sakit sekali Dek!" ucap Elyavira.
"Kak tahan sebentar ya, aku mengerti kok sakit nya seperti apa! sudah keluar seperti air atau belum kak?" tanya Lintang sembari menutup horden kaca jendela agar Elyavira yang sudah membuka cadar nya tidak terlihat dari luar.
"Tdak tahu Dek Lilin! tapi sepertinya basah begini, tolong hubungi Dev! Dek Nana, semoga dia sudah keluar dari kampusnya," pinta Elyavira pada Hasna yang berada di balik kemudi. memang Devano sedang ada ujian waktu itu
"Baiklah Kak!" Hasna pun menelepon Devano ataupun Adrian dari telepon mobil namun nihil, tidak ada jawaban karena Mungkin mereka belum selesai ujian dan mematikan ponselnya.
Akhirnya Hasna menelpon Afnan dan Ubaydillah memberitahukan bahwa Elyavira mengalami kontraksi namun yang membuat Hasna masih bingung kehamilan Elyavira sepertinya baru 7 bulan.
"Iya By, tolong nanti langsung ke rumah sakit saja!" ucap kata Hasna pada Afnan di telepon
"Baik Sayang Byby masih meeting di hotel sebentar. Nanti akan menyusul ke sana bersama kak Ubay." ucap Afnan, lalu sambungan telepon Mereka pun terputus dan Hasna sseegera mungkin membawa Elyavira menuju ke rumahsakit.
"Nana jangan ngebut!" teriak Lintang saat Hasna mulai menancap gas nya dengan kecepatan lebih.
"Hehe , sorry... sorry Lin! gue lupa suka khilaf maaf ya kak Elya. Oke oke Nana berusaha untuk cepat tapi tidak ngebut ya kak Elya," ucap Hasna menyeringai, karena ia terbiasa begitu dalam keadaan terburu buru ia akan mengendarai mobilnya secepat mungkin.
Seperti saat ini, ia lupa yang ia bawa adalah Elvyavira. yang memang seperti yang di katakan Ubaydillah yaitu beda spesies tidak seperti dirinya.
*****
Ternyata Cover IU berubah ya Readers gemez. Ini di rubah oleh pihak MT nya langsung dan cover baru nya seperti ini:
__ADS_1
Dengan sebelumny seperti ini ya..