Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 233. Main Tebak Lagu


__ADS_3

Suara riuh tawa masih menghiasi ruang santai Villa milik Ubaydillah. yang menertawakan wajah terkejutnya Ubaydillah.


Tak berapa lama Ubaydillah keluar dari kamar tanpa Lintang dengan keadaan sudah segar dan berpakaian. Kaos putih dengan celana Jogger coklat muda.


"Basah nih!" ledek Afnan. "Basah dong A, Ana kan mandi pakai air bukan tayamum, hihi," Ubaydillah menyeringai.


"kenapa juga harus lari-larian Bang, Sexy tahu pakai kain sarung begitu. Eikye sampai terkesima," timpal Devano sedikit ngondek. Hingga Ubaydillah tertawa dan melemparkan bantal Sofa ke arah Devano.


"Adrian, tidak ikut komen?" tanya Ubaydillah. "Terimakasih Om. Jomblo berstatus tidak jelas, bisa apa?" ucap Adrian muram, namun tetap tersenyum tipis.


"Hai..sorry Yan, bercanda! oke, kita nggak bercanda lagi deh," ucap Devano . "Ya, Yan maafkan Om Ustadz ya," timpal Afnan merasa bersalah.


"Ya sudah, lebih baik kita bicara yang asik-asik aja yuk!" ucap Ubaydillah. 'Baiklah, Lalu bagaimana kuliah kalian?" tanya Afnan.


"Aman, terkendali Om, ya kan Dev?" jawab Adrian. lalu bertanya pada Devano.


"Kak Elya, ini bukan pembicaraan kita, ini sih sudah menjurus ke obrolan para laki-laki, kita ke kamar Lintang yuk," ajak Hasna. "Mari Dek Nana," timpal Elyavira. Setelah pamit pada suami mereka, Hasna dan Elyavira pun beranjak ke kamar Lintang.


Ubaydillah, Devano, Afnan dan Adrian, mengobrol tentang hal apa saja yang tidak berbau perasaan karena menghargai keberadaan Adrian yang tidak jelas hubungannya dengan Angela.


Di kamar Lintang, Hasna dan Elyavira pun sama, mereka berbicara tentang hal perempuan hingga suara Adzan maghrib tiba.


***


Malam hari, Ba'da Isya. Hasna, Afnan, Ubaydillah, Lintang, Devano, Elyavira dan Adrian sudah berkumpul di halaman di hadapan api Unggun. Afnan serta Ubaydillah terlihat sibuk membakar Ayam, ikan dan lainnya.


Empat orang pekerja Villa membantu mereka. "Sayang...Apih, bantu Bang Dav dan Bang Ustadz dulu ya," Pamit Devano pada Elyavira.


"Iya Pih, silakan!" ucap Elyavira. "Dev, gue ikut!" timpal Adrian. Mereka berdua menghampiri Afnan dan Ubaydillah, membantu apa yang mereka dapat lakukan.


Pukul 10 malam, hidangan ayam bakar untuk makan berjamaah pun sudah siap. Mereka berkumpul membentuk lingkaran dengan beralaskan tikar, walaupun mereka suami istri namun laki-laki dan perempuan memisahkan diri.


"Silahkan berdoa Dek," pinta Afnan pada Ubaydillah. "Insya Allah A, Bismillahirohmanirohim. Alhamdulillah, kita dapat di pertemukan di tempat ini, atas izin Allah subhanahu wa Ta'ala. Mari kita panjatkan rasa Syukur yang amat luar biasa atas Rezky yang Allah beri. Yaitu makan berjamaah demi untuk menyambut bulan Suci Ramadhan, semoga kita di pertemukan dalam bulan Suci Ramadhan, dalam Khusyuk, dalam sehat dan dalam Iman, Islam penuh keberkahan. Aamiin ya rabbal A'lamiin," ucap Ubaydillah.


"Aamiin ya rabbal A'lamiin." Sahut serempak mereka.


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ


اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


Alaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaa bannar


Artinya: "Ya Allah, berkahilah untukku dalam sesuatu yang Engkau rezekikan kepadaku, dan jauhkan aku dari siksa neraka."


Atau Doa ini jika betul-betul lupa dan baru ingat ketika sudah di tengah atau di akhir aktifitas makan.


بِسْمِ اللهِ فِىِ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

__ADS_1


Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi


Artinya: "Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya."


Adab makan dari Sunnah Rosululloh. Wajib makan dengan tangan kanan, Karena makan dengan tangan kiri itu kesombongan. Di sunahkan pula makan dengan tiga jari. Ka’ab bin Malik ia berkata, "Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan tiga jarinya dan setelah selesai Beliau menjilatinya." (HR : Muslim).


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, "Jika jatuh suapan salah seorang diantara kalian, hendaklah ia mengambilnya. Kemudian membersihkan kotoran yang mungkin menempel dan memakannya. Janganlah ia tinggalkan suapan itu untuk syaitan, dan janganlah ia mengusap tangannya dengan sapu tangan sampai ia menjilatinya. Karena ia tidak tahu, di bagian mana berkah dari makannya." (HR : Muslim).


"Ayo silahkan," tawar Afnan. "Sayang mau di ambilkan yang mana?" tanya Afnan pada Hasna.


"Yang itu boleh By," jawab Hasna menunjuk pada ayam bakar.


Maka Mereka pun, mulai makan dengan perlahan dan sesekali terdengar perbincangan di antara mereka.


Disunnahkan untuk memulai makan dari tepi wadah dan bukan dari tengah. Dari Abdullah bin Bisr ia berkata, "Nabi memiliki mangkuk besar yang dinamai Al Gharra’ yang diangkat oleh empat orang lelaki, tatkala para sahabat selesai shalat duha, mangkuk tersebut dihidangkan penuh berisi kuah dan roti, para sahabat berkerumun mengelilinginya. Ketika jumlah sahabat yang datang semakin banyak, Nabi duduk berlutut dengan menduduki punggung telapak kaki beliau. Seorang lelaki badui bertanya, "Duduk macam apakah ini? Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya Allah telah menjadikanku sebagai hamba yang mulia dan tidaklah Ia menjadikanku seorang yang sombong lagi durhaka," Kemudian beliau bersabda, "Makanlah dari sisi-sisinya dan tinggalkanlah puncaknya niscaya Allah memberikan berkah pada makanan ini (H.R : Abu Daud)


Disunnahkan pula untuk bercakap-cakap ketika makan dan memuji makanan meskipun sedikit. Dari Jabir bin Abdillah, bahwasanya Nabi bertanya kepada keluarganya tentang lauk. Mereka menjawab, "Kita tidak memiliki lauk, kecuali cuka." Maka Beliau pun minta untuk dibawakan. Kemudian Beliau makan dengan cuka tadi dan berkata, "Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.” (HR : Muslim).


Tidak boleh makan dengan bersandar. Dari Abu Juhaifah, ia berkata, Rasulullah bersabda, "Tidaklah aku makan dengan bersandar." (H.R : Al Bukhari) Tidak boleh mencela makanan halal. Dari Abi Hurairah, ia berkata, "Nabi tidak pernah mencela makanan sedikitpun. Jika Beliau suka, Beliau memakannya. Dan bila tidak suka, Beliau akan meninggalkannya." ( H.R : Muttafaqun ‘alaihi).


"Alhamdulillah, akhir nya sudah selesai," ucap Afnan dan ia membaca doa selesai makan setelah acara makan mereka rampung.


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْنَ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ


Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang muslim."


Selesai makan, mereka duduk di hadapan tungku api dan memutari tungku api itu. "Bagaimana kalau akustikan?" ucap Adrian. "Memang gitarnya ada?" tanya Afnan.


"Ada om, di mobil. Adrian ambil sebentar ya!" Adrian pun berlalu ke mobil Devano untuk mengambil gitar. tak lama ia kembali dengan menenteng gitar di tangan nya.


"Ayuk, mulai,"ucap Adrian dan mulai memetik senar gitar nya dengan hanya chord tanpa bernyanyi.




"Mulai lagu, apa?" tanya Ubaydillah. "Lagu apa gitu, Nasyid atau lagu pop lainnya," jawab Devano.


"Main tebak lagu, atau sambung sholawat Nasyid yang tidak dapat menebak, oles kecap," timpal Afnan.


"Boleh, yuk mulai! kalau begitu, Om Ustadz saja nih yang pegang gitar. Kami yang menebak," ujar Adrian.


"Baik, kita ganti-gantian menebak dan pegang gitar." tukas Afnan. " Boleh A, ayuk mulai," timpal Ubaydillah.


Maka kini gitar di tangan Afnan. "Loh, memang nya Byby, mahir main gitar?" tanya Hasna, karena belum pernah melihat Afnan memetik alat itu.

__ADS_1


"Hehe, sedikit sayang," jawab Afnan malu.(padahal mahir). "Ya sudah mulai, Bismillah," ucap Afnan. Lalu Afnan memetik gitar dan menyanyikan beberapa bait yang lain menebak, judul dan penyanyi.


Adrian betul, Devano dan Ubaydillah salah, maka mereka di oles kecap. Sekarang gitar di kuasai oleh Ubaydillah dan yang lain yang menebak, Adrian dan Afnan salah, Devano betul. Untuk perempuan jika menjawab salah, maka yang di hukum para suami. Hasna menebak 2 kali salah, Lintang 2 kali dan Elyavira 3 kali.


Keseruan mereka di selingi canda tawa, berlangsung hingga hampir tengah malam, beruntung jarak Villa berjauhan dengan Villa yang lain, jadi tidak menggangu tetangga lain. Saat mereka sedang asik bertebak lagu tiba-tiba hujan turun.


"Astaghfirullah hujan," pekik mereka. "Ayo masuk Yank," ajak Ubaydillah pada Lintang.


"Ayok Yank!" Lintang menggandeng tangan Ubaydillah. Adrian sudah berlari Devano serta Elyavira menyusul, begitupun Hasna dan Afnan.


اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا 


Allahumma shoyyiban naafi’an


“Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang membawa manfaat.” (H.R. al-Bukhari). Ucap Afnan dan di Aaminn kan oleh yang lain.


------


Kini setelah mereka membersihkan diri dan memakai sweater atau jaket karena dingin yang mulai menyapa tubuh mereka. Maka dengan masing-masing memegang gelas berisi hot chocolate, Afnan, Ubaydillah dan Adrian sudah berada di ruang santai. Seperti nya mereka malam ini akan tidur di ruangan itu dan para Istri mereka akan tidur bersama di kamar Lintang.


Namun tidak dengan Devano. Devano dan Elyavira berada di kamar terpisah. Malam ini Devano akan melancarkan aksinya, merayu Elyavira agar mau main panas-panasan tengah malam, bersama nya.


"Sayang, boleh ya malam ini, anu.. eh itu," Devano gugup. "Apih bicaranya tidak jelas, ini.. anu, apa?" ledek Elyavira pura-pura tidak faham.


"Mih, ayok! kasihan Apih nih, sudah 4 bulan puasa batin." wajah Devano memelas. "Baik, Apih Wudhu dulu sana, Amih sih sudah ambil wudhu tadi dan kita belum bersentuhan kan," ucap Elyavira.


"Alhamdulillah, serius ya Mih, buka puasa!" seru Devano senang. tanpa pikir panjang Devano bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu. Tak lama ia kembali dan di kejutkan dengan pemandangan jaring ikan yang Elyavira kenakan.


"Waaaww Amih sexy dan cantik sekali," ucap Devano. "Terimakasih Pih, untuk membuat Apih senang ya harus tampil sexy dan cantik," ucap Elyavira.


"Sudah boleh di mulai, Mih?" tanya Devano ragu. "Silahkan, Pih," Elyavira memberi lampu hijau, dengan segera Devano menguasai tubuh Elyavira, sudah empat bulan Devano merasa gersang, dahaga akan kepuasan batinnya.


Kini Elyavira memberikan hak nya kembali. Tentu saja ia tak menyia-nyiakan, Kini Devano bagai menemukan oase di padang pasir yang dapat membuat dahaganya terselesaikan.


Elyavira, seperti nya trauma pasca melahirkan, setiap Devano hendak tak senonoh, Elyavira akan menangis ketakutan. Katanya ia takut, risih akan jahitan pada jalan lahir, selama empat bulan ini Devano begitu sabar menghadapi nya.


"Siap ya Mih, Bismillah," ucap Devano setelah ia membuat tubuh Elyavira bereaksi hebat pada perlakuan nya. "Astagfirullah, sakit Pih!" pekik lirih Elyavira. "Maaf Mih, Apih berhenti saja! Koq seperti virgin lagi, hanya bedanya tak berdarah," ucap Devano.


"Tidak Pih, lanjutkan saja," ucap lembut Elyavira dan ketika di rasa Elyavira sudah tenang, Devano kembali melanjutkan permainan nya memanaskan suasana kamar yang dingin itu. Hingga terjadi beberapa kali pemanasan, akhir nya Devano memilih menyudahi karena ia ingat Adrian di ruang santai sebagai nyamuk, dan ia tidak tega melihat Elyavira yang masih terlihat risih menahan sakit akibat jahitan.


Akhirnya Devano dan Elyavira melanjutkan mandi Junub bersama. "Mih, Apih menemani Adrian ya, kasihan dia tidur di ruang santai," ucap Devano setelah berpakaian. "Baik Pih, tidak mengapa, perginya setelah Amih tertidur pulas ya," pinta Elyavira.


"Siip Mih, ayok bobo," Devano membuai Elyavira dengan belaian lembut nya hingga tak lama Elyavira pun tertidur. Setelah Elyavira tertidur pulas, barulah Devano menuju ruang santai, untuk menemani Adrian tidur.


Next👉


Ayo Readers gemez, sudah pada lupa ya dengan Like, vote ,rate dan komen nya🤗

__ADS_1


__ADS_2