Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 133. What, Nikah??!!


__ADS_3

Empat hari kemudian....


Setelah mendapat kan kabar dari Lintang bahwa orang tuanya sudah sampai di tanah air dari dua hari yang lalu, maka siang ini keluarga pak kyai, siap berangkat ke Jakarta dan kakak kakak Afnan akan tiba keesokan harinya.


“Tolong siapkan empat mobil ya pak” seru Ubaydillah pada salah seorang sopir pesantren, tepat nya sopir pak kyai, memang mereka tidak banyak membawa orang, hanya keluarga inti dan beberapa guru pembimbing dan keluarga nya.


Empat mobil sudah terparkir berbaris, mobil pak kyai yang akan menaiki hanya pak Kyai, umi, Ubaydillah serta sopir, Afnan akan naik berdua Hasna menggunakan mahar Hasna, Mobil milik Afnan akan di kemudikan oleh zainal yang membawa Nurmala serta orang tua nya, mobil milik Ubaydillah kosong hanya pengemudi membawa pakaian dan barang inti untuk mengkhitbah Lintang, Karena untuk segala keperluan seserahan pernikahan, sudah mereka pesan di jakarta pada


kenalan Afnan dan Ubaydillah.


Banyak santriwati merasa patah hati mendengar Ubaydillah akan menikah, Ubaydillah itu supel, bersahabat, baik, dan mampu berteman dengan siapa saja, maka dari itu banyak santri wati merasa jatuh hati diam-diam apalagi Ubaydillah itu bagi mereka mendekati sempurna wajah tampan kebule bulean, tubuh tinggi atletis, bahkan Afnan saja kalah tinggi darinya, belum lagi bahasa dan prilaku yang santun, cerdas dan berwibawa namun sedikit humoris, jika ia masuk ke dalam kelas atau ikut kegiatan lain nya banyak kaum hawa yaitu santriwati ikhlas senyum senyum dan tersipu malu tanpa di goda dan di gombali.


“ Ukhti Zia..pupuslah harapan kita , Ustadz Ubaydillah akan menikah, ucap santriwati Rani pada santriwati zia.. Ia Ran hu hu hu, ucap santriwati Mirna menimpali, kira kira ustadz Ubaydillah berfikir ingin menambah istri tidak ya, Ana rela jadi yang kedua untuk Huwa”


ucap Zia, santriwati yang lain mulai berdatangan dan bagi yang sedang patah hati maka mereka menangis berjamaah siang itu.


Ketika akan berangkat, Hasna yang sudah berdiri di pintu mobil ia terlihat ragu, hingga di kejut kan oleh suara Afnan yang membuka kan pintu untuk nya.


“ Silahkan masuk Princess nya byby, Mimma nya utun dan inji” ucap Afnan


“Astagfirullah by mengejutkan Nana saja” ucap nya, lalu ia masuk ke dalam mobil seraya berkata Terimakasih pangeran nya Nana, Biyya nya utun dan inji” ucap Hasna.


“Terkejut kenapa sayang, sedang melamun deh pasti, sedang memikirkan apa sih?” tanya Afnan.


“Hehe tidak by, Berangkat yuk” ajak Hasna


Kini Afnan telah berada di balik kemudi dan siap melaju, namun ia melihat kecemasan dari wajah Hasna, melihat itu lalu ia membisikan doa yang di tunjukan untuk janin mereka, Afnan mengelus perut Hasna yang kini telah terasa sedikit membulat bila di raba.


******بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم**


هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ**


Arab latin : “Huwallohu llazi laa'ilaaha illahuwal malikkulkuddusu ssalalaamul mu'minulmuhaiminul azilzuljabbarulmutakobbaru subhaanallohi a'mmayussrikun” (Qs AL HASYR : 23


Artinya : Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. ( Qs AL HASYR: 23)


“Ayo berangkat sayang, kamu takut ya Karena aku yang bawa?” tanya Afnan.


“Hehe sedikit By ,” ucap Hasna tertunduk


“Jangan takut sayang, byby tidak akan mengemudikan Mobil ini secara ekstrem koq, maaf ya kalau kemarin kemarin sudah menakutimu, lagian cewek gahar koq punya rasa takut” ucap Afnan menyeringai.


“Iihh byby enak saja cewek Gahar, lagi pula Nana tidak takut, itu Karena byby lebih jago saja dari Nana sedikit , jadi Nana berusaha mengalah saja, byby kan suami Nana, biar


gak terlihat seperti pecundang gitu by hehe” ucap Hasna berseringai.


"Oooohhh sombong yaaa.. Tak mau mengaku kalah nih, padahal kamu sudah kalah oleh byby di setiap permainan yang kamu ciptakan sayang, atau mau byby kasih permainan yang lebih ekstrem dari waktu itu ya?” tanya Afnan


“Not for Now ok, but later if the twins baby has born, let's we as rival for the car track arena” ucap Hasna


(Bukan untuk Sekarang ok, tetapi nanti jika bayi kembar telah lahir, mari kita sebagai saingan untuk arena lintasan mobil)

__ADS_1


“Ohho.. challenge me? I will wait for that time to arrive, but if you lose, you must obey what I want” ucap Afnan.


(Ooh.. nantangin saya? baik akan ku tunggu waktu itu tiba, namun jika kamu kalah, kamu harus menuruti apa yang ku mau)


DEAL!!!! Maka mereka pun berjabat tangan.


“Nana nana,, masih saja Nantangin suami mu ini, Astagfirullah.. Tapi lihat sayang InshaAllah byby tak akan terkalahkan olehmu, kamu itu hanya punya keberanian dengan sedikit skill dan tentu saja masih di bawah level byby sayang, andai saat ini kamu sedang tak hamil, ingin rasanya membuat kamu gemetar dan menangis, hehe, tenang demi twins, byby tak akan melakukan nya”


Gumam Afnan dalam hati.


Let's go and let's praying :


Lalu Afnan dan Hasna sama sama menengadah kan tangan, membaca doa bepergian.


Doa bepergian :


****بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم**


بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ


“Bismillahi, tawakkaltu ’alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah”


Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.


Lalu mereka melanjutkan denga Doa perjalanan jauh:


“Allohumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa waatwi ‘annaa bu’dahu. Allohumma antashookhibu fiissafari walkholiifatu fiil ahli”


Rombongan pak Kyai pun berangkat ke Jakarta.


Di Jakarta.........


Tepat nya di rumah Lintang, Devano baru saja tiba di rumah Lintang, setelah ia kemarin pulang ke tanah Air.


Setelah di dalam rumah Lintang, Mami Lintang mempersilahkan Devano menemui Lintang, dan Devano pun menuju kamar Lintang yang terbuka, ia lihat Lintang sedang tertidur.


“ Hallo lui, word 's middags al wakker” ( Hai pemalas, bangunlah sudah siang) teriak Devano dalam b. Belanda di ambang pintu, yang sontak membuat Lintang membuka mata dan mengerjap ngerjap nya, setelah ia sadar siapa yang berada di ambang pintu, maka ia teriak balik sembari melemparkan bantal ke arah Devano.


“Verdomme, dacht ik dat Magere Hein een Nederlands kind bleek te zijn” (s*a*lan, gue fikir malaikat maut, ternyata Anak Belanda) ahahah.. ucap Lintang.


Lalu mereka sama sama tertawa


“Molor mulu sih kerjaan nya” ucap Devano


“Enak, aja.. Molor lagi tepat nya setelah sholat” ucap Lintang


lalu menghampiri Devano dan mengajak nya duduk di taman belakang.


Setelah di taman belakang,


“kapan balik Dev?” tanya Lintang

__ADS_1


“Kemarin siang” ucap Devano singkat.


“Koq gak kasih kabar ke gue Dev?” tanya


Lintang


“Kejutan kan Hehe, eh jadi gak kita ke tempat Nana?” jawab Devano, lalu balik bertanya.


“Ah elo suka nya buat kejutan, jadi dong Dev, kita berangkat besok pagi, gue rindu sekali sama Nana, dan juga dalam beberapa hari kedepan gue mau di lamar dan di nikahi calon suami gue Dev, jadi gue mau bawa Nana pulang, gue ingin dia hadir di saat gue nikah” tutur Lintang.


“What Nikah???!!!!” Devano terkejut


“ Nah, malah elo kan yang terkejut” ucap Lintang


“Serius Lin lo mau nikah?” tanya Devano.


“Iya Dev, ini yang mau gue ceritain ke elo Dev”


Ucapan Lintang


“Tapi, sama siapa dan orang mana Lin” terlihat raut kecewa dari wajah Devano


“Hmmm.. Gue ceritain ya Dev, please lo jangan marah, gue tahu lo pernah menyatakan cinta sama gue dan maaf lo telat Dev, orang ini sudah lebih dulu menyentuh gue dan dia merasa bersalah lalu mau bertanggung jawab” tutur Lintang


“Lalu maksud lo, loe sudah melakukan.....”


Ucapan Devano terpotong.


“Ih maksud lo hubungan intim??!!


Amit amit Dev,Alhamdulillah gue masih punya iman kali Dev untuk tidak melakukan hal itu sebelum Halal” ucap Lintang


“Lalu??” Tanya Devano


“Lalu..Cerita nya begini Dev” mulai lah Lintang men ceritakan kejadian bersama Ubaydillah di jalan dan di pantai.


Devano geleng geleng kepala, tak percaya


“Dev, maafin gue Dev, mungkin memang dia yang akan menjadi jodoh gue, please Dev maafin gue, gue hargai sekali perasaan lo ke gue dan gue hanya ingin lo tetap jadi sahabat gue,” ucap Lintang.


“Oke Lin, walau pun berat, tapi gue terima, gue ikhlas demi kebahagiaan lo” ucap Devano


“Mmm.. Terimakasih Dev, gue lega sekarang, gue doa in semoga lo dapat jodoh lebih terbaik dari gue” ucap Lintang, lalu mereka berpelukan


“Dan kalau calon lo akan melamar lo besok malam, maka gue fikir lebih baik kita berangkat ke kota S sore atau malam ini Lin, biar kita bisa balik siang hari jadi lo masih banyak waktu untuk segala persiapan” ucap Devano.


“oh betul juga, ok kita berangkat sore ini saja Dev” ucap Lintang


*********


Terimakasih sudah membaca 🙏 😍

__ADS_1


__ADS_2