
BISMILLAH HIROHMAN NIROHHIM.
Episode spesial yang ke 200. Author persembahan untuk Readers yang selalu menanti dan maaf sudah banyak di PHP in Author yang kadang telat Up,maklum kesibukan dunia nyata yang menuntut Author harus seimbang menjalankan nya.
''''''''''''''''''
Hari-hari berikutnya,,,
Hasna begitu telaten mengurus Afnan dari mulai makan,mandi, berganti pakaian, hingga tidur.Siang itu Ba'da Dzuhur, Afnan baru saja pulang Sholat berjamaah dari Masjid.
”Terimakasih sayang sudah merawat Byby dengan sabar,” ucap Afnan. Ia baru saja bersandar pada kepala dipan setelah Hasna membantu melepaskan stelan kokonya dan mengganti dengan t-shirt serta celana pendek agar Afnan lebih nyaman. Sembari memperhatikan Hasna yang sedang melipat pakaian nya tadi dan mukena milik nya yang ia belum buka sehabis sholat Dzuhur dan membaca Al-Qur'an.Saat Afnan masuk kamar ia langsung menyambut dengan kecupan di tangan dan pelukan hangat lalu ia mengganti pakaian Afnan dengan pakaian yang memang sudah ia siapkan.
“Iya Byby Sayang,demi rasa cinta dan kewajiban Istri terhadap Byby memang harus seperti itu” Ucap Hasna, seraya naik ke pangkuan Afnan,duduk di antara pangkuan Afnan menghadap ke wajah Afnan dan kini mereka saling berhadapan. Hasna menangkup wajah Afnan,cup satu kecupan di hidung Afnan,cup ke dua mata ,cup pipi kiri dan kanan,cup dahi dan cup bib*r Afnan.
“Terimakasih kembali, Byby yang sudah mengajarkan Nana banyak hal, Justru Nana yang harus berterima kasih terhadap Byby! yang sudah begitu baik dan mampu bersabar dalam menghadapi kelakuan Nana yang pasti membuat kepala Byby tuink tuink,hihi,” ucap Hasna kembali dan menyeringai mengingat setiap kelakuan nya.
“Hehe baru sadar nih ya,Istri nakal yang selalu membuat gemas Byby hingga Byby ingin sekali nguwel nguwel pipinya,” Ucap Afnan sembari menarik pinggang Hasna dengan tangan kirinya dan setelah dekat ia menyesapi pipi Hasna, saat ini sangat sulit untuk membuat tubuh mereka berpelukan secara lebih merapat selain Afnan masih menggunakan Arm Sling, tentulah perut Hasna yang sudah semakin membesarlah yang menyulitkan untuk saling berpelukan dengan erat.
“Dan sayang tuh hobby sekali membuat Byby cemburu,” ucap Afnan malu malu, seraya memalingkan wajah nya.
“Astagfirullah Byby cemburu?” pekik Hasna.
“kapan itu By,dan pada siapa?" lonjakan kegirangan dari Hasna mengetahui suami nya cemburu yang di akui langsung dari mulut nya.
“Hehe, sudah ah Byby malu!, cemburu yang tak masuk di akal,” ucap nya lagi.
“Ummm Byby ayoo dong,masa malu!” ucap Hasna sedikit merajuk.
“Iya Byby malu,aahh nih si bibir koq tidak kompromi dulu sih pas tadi mau bicara,” gerutu Afnan pelan.
“Iihh Byby masa bibir nya di salahkan sih,hihi Ustadz keren yang pandai berbisnis dan jago berkelahi ternyata mental putri malu,hehe” ledek Hasna.
“Enak saja mental putri malu,Byby kan tidak begitu, ketika di sentuh lalu merunduk!, justru ketika Byby di sentuh oleh sayang malah akan terbangun,coba saja kalau tak percaya,” ledek Afnan.
“Mesum,fiktor!” pekik Hasna. lalu ia bergeser dari pangkuan Afnan dan beralih ke sisi kiri Afnan dan menelusup di antara lengan Afnan kini posisinya di dekapan Afnan.
“Hehe,,Mesum dengan Istri sendiri sih,harus sayang! biar makin banyak pahala nya,” tukas Afnan.
”Iya boleh,Nana juga bahagia koq jika di mesumi Byby,hihi.” ucap Hasna malu dan menutup wajahnya dengan telapak tangan nya
“Tuh kan malah senang di mesumi Byby. sayang!!!” panggil Afnan lirih.
“Ya Byby sayang!” jawab Hasna pelan.
“Jujur ya,dulu Byby sempat cemburu pada Valentino dan belum lama ini Byby cemburu pada foto yang kamu punya dan ketika Byby tahu itu anak laki-laki adalah Byby sendiri, MasyaAllah Byby pingin terbang rasanya,dan pingin tertawa,” ucap Afnan mengekeh.
“Koq mau terbang?” tanya Hasna.
“Iya, Byby merasa bahagia dan tersanjung karena sayang menyimpan foto kita. MasyaAllah,ternyata kita memang sudah di pertemukan dari sejak kamu bayi dan itu yang membuat Byby bahagia. Lalu Byby merasa lucu ternyata Byby cemburu pada motor dan pada diri sendiri,” ucap Afnan, tertawa geli sampai air mata nya keluar.
“Hehe,Ummm Byby so sweet deh. Pantas saja waktu di taman hotel,Nana di tarik sampai kuat gitu oleh Byby! dan pak tono di sangka Valentino, ahahahahah Byby waktu itu lucu serius,wajah nya polos banget!” ledek Hasna tertawa lepas.
“Dan pantas saja kemarin Byby sikap nya biasa saja saat Nana beri tahu sedang memandangi orang yang menyentuh Nana,oh ternyata sudah tahu,tentang foto ini,” ucap Hasna.
“Byby malah senang waktu kemarin itu, karena tahu Sayang sedang memandangi foto kita berdua, hehe,” tukas Afnan.
“Ya sudah perkenalkan nih orang yang sudah menyentuh Nana dari kecil By. Nama nya Ustadz Afnan Al-Jaris kecil!” ucap Hasna pada Afnan dan ia menunjukkan foto yang ia simpan di bawah bantal.
“Hai Afnan Al-Jaris kecil!, perkenalkan, saya Afnan Al-Jaris Dewasa suami nya Nana yang pernah Anda sentuh waktu kecil,” ucap Afnan pada foto nya.
“Hehe,,” Afnan tertawa merasa lucu, karena ia berbicara pada dirinya sendiri.
“Terimakasih By,sudah mencemburui Nana,” ucap Hasna ,lalu memeluk erat tubuh Afnan dari samping kiri sembari mengelus perut nya oleh tangan kanan.
“Bobo yuk sayang!” ajak Afnan.
“Mmm,Byby saja!, Nana tidak mengantuk,” ucap Hasna.
“Padahal bobo siang itu bagus loh sayang. Selain agar kita segar juga dapat pahala, banyak juga manfaat nya contoh nya: meningkatkan daya ingat dan aktivitas otak ,mengobati insomnia, mengurangi stres,mencegah penyakit jantung, menurunkan tekanan darah,dan banyak lagi deh pokok nya. Selain itu juga bobo siang itu di sunah kan loh sayang,” ucap Afnan.
“O begitu By?” tanya Hasna.
“Iya sayang, tidur siang atau di sebut juga Qailulah adalah Sunnah. Anjuran melakukan tidur siang juga di anjurkan oleh Nabi Besar Rasullulah SAW beliau membenarkan firman Allah SWT di dalam Alquran tentang keberkahan melakukan tidur di tengah hari.sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Quran, Allah Ta’ala berfirman dalam surah Ar-Ruum ayat 23:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖ مَنَا مُكُمْ بِا لَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ وَا بْتِغَآ ؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ
wa min aayaatihii manaamukum bil-laili wan-nahaari wabtighooo ukum ming fadhlih, inna fii zaalika la aayaatil liqoumiy yasma'uun
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 23)
“Oh seperti itu By, Lalu ada surah lain atau Hadist yang menyunahkan tidur siang atau apa tadi By?” tanya Hasna, sembari mengelus pipi Afnan.
“Qailulah,,sayang!, ada juga.Seperti:
Demikian juga diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
قِيْلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ
“Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.” (HR.Abu Nu'aim).
“Begitu nikmat dan berkahnya melakukan tidur siang para sahabat Rasullulah SAW pun mengikuti dan mengamalkannya.” ucap Afnan.
“Dari riwayat yang lain:
كَانَ عُمَرُ z يَمُرُّ بِنَا نِصْفَ النَّهَارِ –أَوْ قَرِيْبًا مِنْهُ – فَيَقُوْلُ: قُوْمُوا فَقِيْلُوا، فَمَا بَقِيَ فَلِلشَّيْطَانِ
"Dahulunya ’Umar bila melewati kami pada tengah hari atau mendekati tengah hari mengatakan, Bangkitlah kalian! Istirahat sianglah! Yang tertinggal menjadi bagian untuk setan." (HR. Al-Bukhari)
“Jika para sahabat saja bersemangat mengikuti perintah Rasulullah SAW serta mengajak yang lainnya melakukan kebaikan ini, tentu saja kita juga harus mencontoh nya sayang.” tukas Afnan.
“Apa memang harus betul-betul tertidur By?” tanya Hasna semakin penasaran.
“Sebetulnya,,Qailulah tidak harus tidur juga sih. Istirahat siang termasuk qailulah.Dalam Kamus Lisanul Arab dijelaskan makna qailulah secara bahasa,
القيلولة نومة نصف النهار
“Qailulah adalah tidur pada pertengahan siang”( Lisanul Arab 11/557, Dar Shadir.)
“Ash-Shan’ani rahimahullah berkata,
والقيلولة: الاستراحة نصف النهار، وإن لم يكن معها نوم
“Qailulah adalah istirahat pada pertengahan siang walaupun tidak tidur.” (Subulus Salam 1/398, darul Hadits, syamilah)
“Anas bin Malik radhiallahu ‘anhuberkata,
كَانُوا يُجَمِّعُوْنَ ثُمَّ يَقِيْلُوْنَ
“Mereka (para sahabat) dulu biasa melaksanakan shalat Jum’at,kemudian istirahat siang ( qailulah).” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1240).
“Itulah sayang dari sebagian penjelasan nya. Karena diterjemahkan qailulah dengan tidur siang maka banyak yang menyangka qailulah mesti harus tidur. Yang benar, qailulah tidak mesti harus tidur. istirahat pada siang hari sudah termasuk ke dalam qailulah.
“Loh tadi Byby, berkata pada Nana harus tidur,” protes Hasna.
“Hehe kan biar kamu bobo menemani Byby sayang,” ucap Afnan mengekeh.
“Tuh kaaann Byby begitu,nih awas ya Nana buat pipis di celana hukuman untuk Ustad yang suka memanfaatkan istrinya,” celoteh Hasna,lalu menggelitiki Afnan. Hingga Afnan terpingkal pingkal kegelian.
“Aduh sayang!! aduuhh,,sakit,,sakit!” teriak Afnan,membuat Hasna menghentikan aksinya.
“Byby maafkan Nana,ya ampun sakit lagi ya lengan nya, lalu bagaimana ini?,ayo ke rumah sakit By agar di periksa dokter,” ucap Hasna panik.
Dalam kepanikan Hasna,Afnan meraih dagu Hasna. Menengadahkan pada wajah nya dengan tangan kirinya, “Sayang maaf,Byby Hanya bercanda!,lengan Byby tidak sakit koq yang sakit di sini dan obat penyembuh nya hanya kamu ,” ucap Afnan, membawa tangan Hasna meraba akan area warning! nya yang dari tadi mulai naik pitam.
“Eeuum Byby,di fikir betulan!,Nana sudah terkejut!” seru Hasna malu-malu.
“Memang sayang tidak mau menamabah pahala nih?” tanya Afnan menggoda,hingga wajah Hasna memerah.
“Ekhmmmm,,Hasna hanya berdehem dan tersenyum salah tingkah.
Afnan menekan lembut tengkuk Hasna membuat wajah Hasna mendekat pada wajah nya. “Sayang Byby rindu sekali padamu,” ucap Afnan dan Hasna sudah mengerti akan kata-kata Afnan.
“Nana juga rindu By,” ucap Hasna. Lalu tanpa aba-aba Afnan mengecup lembut b*bir istri nya, yang awal nya hanya menempel kini makin Afnan bawa jauh dan Hasna ikut berperan agar saling melengkapi, dan tentu saja rasa rindu mereka berlanjut pada pergaulan halal di antara mereka. walaupun lengan Afnan masih sakit namun bagian tubuh lainnya tidak sakit! dan masih sangat peka serta normal. Dan bagaimana cara mereka meng ekspresikannya?!,terserah mereka lah ya! (tolong jangan di bayangkan Readers apalagi di fikirkan mumet bisa!🤭).
“Oh ya maaf sepertinya Afnan lupa karena sudah kecanduan Hasna.Thor wakilin ya,anggap saja Q&A antara Author dan Readers sekali-sekali ya gak?”
Q: “Kira-kira Kapan Waktu qailulah atau istirahat siang itu?”
A: “Ini yang Thor baca ya,terdapat ikhtilaf ulama kapan waktu qailulah,yaitu apakah sebelum Dzuhur atau sesudah Dzuhur atau keduanya,itu sama-sama bagus. 25 menit tidur sebelum Dzuhur itu juga di sunahkan oleh Nabi besar SAW, tujuan nya agar ketika sholat Dzuhur kita tidak mengantuk dan tentu saja akan dapat berdzikir dengan baik.
----------
Di kantor Ubaydillah,,,
“Yang,, Lilin mengantuk. Apa Ayang Dav masih sibuk ya?” tanya Lintang.
“Sebentar lagi sayang,bobo saja dulu di sofa,” ucap Ubaydillah. Lintang memang selalu ikut ke kantor Ubaydillah sejak Afnan pulang dari rumah sakit.
“Pingin di peluk bobo nya Yang,” rajuk Lintang.
“Hmmm,,baiklah!, setelah menelpon Devano,” ucap Ubaydillah.
“Loh ada apa memang nya harus menelpon Devano dulu?” tanya Lintang.
“Ini mau minta tolong agar membawakan berkas yang harus di tandatangani A'a ustadz secepatnya,” ucap Ubaydillah.
“Ooouuh,,loh memang nya Dev sedang di dekat sini Yang?” tanya Lintang,lalu ia menghampiri Ubaydillah dan kini ia duduk di dalam pangkuan Ubaydillah dan memeluknya, Ubaydillah masih sibuk dengan laptop nya sembari menunggu Devano mengangkat telepon. Namun ia tidak mengeluh atau menolak saat Lintang duduk di pangkuan dan memeluk nya.
“Iya sayang,Dev sedang daftar masuk ke universitas yang tidak jauh dari sini,” ucap Ubaydillah.
Tak lama Devano mengangkat telepon dari Ubaydillah dan karena di load speaker maka Lintang dapat mendengar.
“Assalamu'alaikum Bang,”_ Devano
“Wa'alaikum salam Dev,kamu masih di kampus?” - Ubaydillah.
“Masih Bang, kenapa?” - Devano.
“Mau pulang ke ponpes atau ke vila?” - Ubaydillah.
“Ke Ponpes Bang,mau jemput Elya dulu,” - Devano.
“Masih lama?” - Ubaydillah.
“Ini sudah di parkiran kampus sama Adrian mau pulang, paling antar Adrian dulu,dia gak bawa kendaraan Bang!” -Devano.
“Ouh ok,setelah antar Adrian Abang ingin meminta tolong pada Dev agar membawakan berkas untuk di tandatangani Bang Ustadz, ba'da Ashar itu berkas harus sudah sampai di kantor, Nanti pak Mahli yang antar,” - Ubaydillah.
“Baiklah Bang,tapi Dev bawa motor nya Nana,nanti bawa berkas nya bagaimana?- Devano.
“Gampang koq Dev,bisa di taruh di dalam tas,” -Ubaydillah.
“Oke bang setelah antar Adrian ya on my way to there,” (memuju ke sana)-Devano.
“yups waiting You,” (menunggu kamu)-Ubaydillah.
Setelah berucap salam penutup, telepon pun ber akhir.
“Sayang, Ayang koq belum mencari tempat kuliah?” tanya Ubaydillah.
“Mmm,,Nanti saja Yang kuliah nya bareng dengan Nana saat sudah melahirkan,lagi pula untuk sekarang Lilin ingin menikmati waktu bersama Ayang juga!” ucap Lintang, tangan nya mulai menyusup di balik kemeja Ubaydillah,b*bir nya begitu asik bermain main pada leher Ubaydillah hingga leher itu mulai basah karena air liur nya.
__ADS_1
Ubaydillah merasa bangkit di siang hari yang terlihat mendung. Itu nampak dari jendela yang langsung menampakkan pemandangan alam yang menuju arah bukit, sedangkan Ubaydillah dengan segera menutup tirai dari arah depan serta mengklik symbol kunci dari laptopnya,karena ia tahu ke mana arah tujuan dari jamahan jari Lintang. Kemeja yang ia kenakan sudah hampir tanggal akibat ulah Lintang yang terus terusan menarik dan membukanya.otak nya sudah tak dapat waras ber operasi pada pekerjaan yang berjibun di meja nya. Maka ia putuskan untuk menuntaskan dahulu apa yang Lintang mulai yang membuat hati nya menari,serta tubuh nya hampir kejang.
“Ayo bobo nya di peluk,” ucap Ubaydillah dengan suara yang sudah serak,ia mengangkat tubuh Lintang menuju Sofa yang lebih mirip dipan ukuran kecil dan kini Ubaydillah duduk di atas sofa,Lintang tetap di pangkuan nya dengan bi*ir serta tangan Lintang tak henti bergerilya pada bagian tubuh Ubaydillah yang tentu saja membuat Ubaydillah makin terpancing kail asmara dan terbawa arus suasana getar getar cinta yang cukup membuat ruangan kantor Ubaydillah menjadi saksi perundingan gejolak hasrat antara suami istri itu.
Sudah hampir dua jam,, Ubaydillah sempat tertidur karena lelah meladeni ke agresif pan Lintang, ia lihat Lintang pun masih terlelap di dalam dekapan nya, sepertinya Lintang pun kelelahan meladeni kebugaran tubuhnya dan tak ingin mengganggu Lintang yang masih tertidur pulas,maka ia bungkus Lintang dengan selimut serapat mungkin. Lalu ia tutup tirai pembatas antara meja kerja serta sofa untuk tamu. Sofa yang kini Lintang tiduri adalah sofa ruangan santai nya kala ia penat dari pekerjaan, dan itu ia batasi dengan tirai tebal. dan memang ia menyiapkan juga kamar mandi serta ruang ganti minimalis yang terdapat lemari kecil untuk menyimpan pakai nya saat harus ganti untuk meeting mendadak.
10 menit Ubaydillah pun sudah kembali duduk di meja kerjanya setelah mandi dan berganti pakaian dan saat ini ia merasa jauh lebih segar,lebih semangat dalam pekerjaan nya. Hingga suara ketukan di pintu dan itu Devano yang datang.
“Assalamu'alaikum Bang,” Devano langsung masuk saat Ubaydillah mempersilahkan nya.
“Wa'alaikum salam, masuk Dev!” ucap Ubaydillah.
Setelah duduk berhadapan, Ubaydillah menyerahkan tumpukan berkas pada Devano.
“Ini langsung beri ke bang Ustadz ya Dev, beri tahu bang Ustadz, ini harus segera di tandatangani dan Abang tunggu. pukul 5 berkas ini harus sudah ada di sini,nanti biar pak Mahli atau Zainal yang antar,” ucap Ubaydillah.
“Tapi,,kepiting lada hitam dua porsi,cah kangkung cumi dan brownies coklat almond ya bang,hehe itu kesukaan Elya,” ucap Devano meminta upah.
“Iya. Adik ku ketemu gede,,dasar keturunan Granny dan Daddy yang segalanya di anggap bisnis,hehe,” ucap Ubaydillah mengekeh,lalu ia menelpon ke pihak dapur restoran agar menyiapkan menu yang Devano minta
“Thank you Abang ku yang ganteng, gantengan gue ding!” ledek Devno.
“Alah muka ganteng hasil ngejiplak dari Abang nya saja bangga,” ucap Ubaydillah lagi lagi tertawa mengekeh.
“Ahahaha, Lintang bukan nya ikut Abang tadi ya ?" tanya Devano.
“Iya,tuh sedang tidur kelelahan mungkin!” jawab Ubaydillah.
“Lelah habis ngapain bang memang nya?” tanya polos Devano yang membuat Ubaydillah ingin menoyor nya.
“Aah anak kecil banyak tanya, Itu persiapan untuk acara resepsi mu sudah tahap apa Dev?” tanya Ubaydillah.
“Hehe, menurut Granny sih sudah hampir rampung bang,makanya sore ini niat nya Dev dan Elya langsung ke vila,ingin lihat sudah bagaimana dekor nya,” ucap Devano.
“Oh ya sudah hati hati kamu ya, Abang besok sore saja ke vila nya,masih numpuk banget nih kerjaan, lalu Abang bisa bantu apa Dev untuk acara resepsi nya?” tanya Ubaydillah.
“Cukup Do'a saja bang,agar Ayah Elya tidak berubah kembali dan berusaha memisahkan kita lagi,” ucap Devano.
“Itu sih inshaAllah Dev,nah untuk hadiah perkawinan kalian minta apa dari bang Dav?” tanya Ubaydillah
“Tidak lah bang,Dev tidak ingin apapun kecuali kehadiran bang Davian di acara resepsi nya Dev, kebahagiaan Dev keluarga kita dapat kumpul dengan utuh.” ucap Devano.
“Ayolah Dev, mintalah! Mobil,motor, rumah, honey moon?” ucap Ubaydillah Kembali.
“Gampang lah Bang, untuk saat ini Dev tak ingin apapun,” ucap Devano.
“Ya sudah, nanti kamu minta saja ya Dev! itu pesanan mu sudah siap ambil saja di restoran koki nya sudah message,” ucap Ubaydillah.
“Ok Bang, Dev pamit. Terimakasih!” ucap Devano seraya berpelukan dengan Ubaydillah,dan berucap salam. Lalu Devano mengambil pesanan nya dan pulang ke ponpes.
-------
Di rumah utama ponpes ,,,,
Hasna sedang menyuapi Afnan puding dan salad buah di kamar nya setelah mandi dan berganti pakaian,tak lama terdengar ketukan pintu.
“Ada tamu sayang,” ucap Afnan.
“Iya By,biar Nana yang buka pintunya,” ucap Hasna seraya berjalan ke arah pintu.
“Assalamu'alaikum,” ucap Devano saat Pintu sudah terbuka.
“Wa'alaikum salam,Eh Dev!” ucap Hasna, membuka pintu lebar-lebar.
“Bang Ustadz ada Na?,Gue ketitipan berkas nih dari Bang Dav,” ucap Devano.
“Ada, masuk saja Dev!” Hasna mempersilahkan Devano masuk.
“Assalamu'alaikum Bang,” sapa Devano saat sudah sampai di dalam kamar Afnan dan Hasna, terlihat Afnan sedang duduk di sofa.
“Wa'alaikum salam Dev, duduk!” tawar Afnan.
“Terimakasih Bang!” lalu Devano pun duduk di sofa berhadapan dengan Afnan.
”Ini Bang. Dev ketitipan berkas dari Bang Dav!, dan jam 5 berkas ini harus sudah ada di kantor bang Dav,” ucap Devano.
“Iya Dev, Terimakasih nanti biar Zainal yang antar, pak Mahli sedang antar Abi dan Umi ke rumah kerabat yang pidahan rumah,” ucap Afnan.
“Dev bisa tolong pegangi tangan Abang ya ,agar lengan nya tak bergerak gitu pas tanda tangan,” pinta Afnan.
“Oh tentu bang,ayo buka dulu arm sling nya,” Devano membantu Afnan menandatangani berkas dengan susah payah karena menahan sakit pada area lengan nya.
*Satu minggu sudah Afnan dalam masa recovery dan tangan Afnan masih sulit untuk di di gerakkan. Untuk mengambil air Wudhu biasa nya Ubaydillah, Devano atau Abi yang membantu.Dan Afnan masih melaksanakan Sholat dalam keadaan belum sempurna,karena Afanan masih kesulitan untuk Rukuk dan Sujud, sedangkan Sholat lima waktu adalah Ibadah wajib yang harus di tunaikan.Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada Imran bin Hussain: “Shalatlah dengan berdiri, jika tidak bisa! maka dengan duduk jika tetap tidak bisa, maka shalatlah dengan tidur dengan posisi miring.”(HR Bukhari).
Dalam riwayat Nasa’i ditambahkan, "Kalau tidak bisa maka shalatlah dengan terlentang."
Siapa mampu berdiri dan tidak dapat rukuk serta sujud maka kewajiban shalat dengan berdiri tetap wajib atasnya, dia wajib shalat dengan berdiri kemudian untuk rukuk cukup baginya merunduk lalu duduk dan merunduk untuk sujud.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat: 238:
حَا فِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَا لصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ
haafizhuu 'alash-sholawaati wash-sholaatil-wusthoo wa quumuu lillaahi qoonitiin
"Peliharalah semua sholat dan sholat wusta. Dan laksanakanlah (sholat) karena Allah dengan khusyuk."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 238)
(QS at Thaghaabun: 16).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: (penggalan dari surah At-Taghabun 64: Ayat 16).
فَا تَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
fattaqulloha mastatho'tum
"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu
(QS. At-Taghabun 64: Ayat 16)
Siapa yang tidak dapat rukuk dan sujud maka dapat diganti dengan merunduk untuk keduanya, dan menjadikan merunduk untuk sujud lebih rendah dari pada merunduk untuk rukuk. Jika tidak bisa sujud saja maka rukuklah seperti biasa dan merunduklah untuk sujud.
Jika tidak dapat merundukkan punggung sampai pada lutut karena bungkuk misalnya sehingga tanpa rukuk pun dia seperti orang yang sedang rukuk, maka cara rukuknya adalah dengan menambah merunduk lagi, dan lebih merunduk lagi daripada rukuk pada saat dia bersujud dengan mendekatkan wajahnya ke tanah.
Jika dia masih tetap tidak bisa merundukkan kepalanya maka cukup baginya dengan niat dan ucapan. Karena selama akal masih ada dibadan maka kewajiban shalat tetap ada sebagaimana dijelaskan pada dalil di atas.
Dan jika saat melaksanakan shalat rasa sakit mulai berkurang baik untuk rukuk, atau sujud maka usahakan shalat sebagamana caranya yang semula.
Jadi, sakit tidak menyurutkan kewajiban kita sebagai Muslim untuk melaksanakan shalat. Sebab, Islam begitu mulia dan memudahkan umatnya dalam melaksanakan ibadah.
“Alhamdulillah, Terimakasih Dev!” ucap Afnan, setelah menyelesaikan tanda tangan nya dengan di bantu Devano.
“Kalau begitu Dev permisi Bang, mau jemput Elya di tempat panahan,” pamit Devano.
“Iya Dev,o ya besok Abang ke vila nya sore ya,” ucap Afnan.
“Iya Bang tidak mengapa!, O ya Na,gue pinjam si Valentino dulu ya,” ucap Devano.
“Pakai mahar Nana saja Dev!,kasihan kak Elya harus naik motor ke vila,itu kan jauh,” jawab Hasna.
“Biar Na gak apa apa kan gampang mampir ke warung kalau Elya kecapaian, enakan naik motor Na, jadi di peluk peluk hihi,” ucap Devano menyeringai.
“Aah si Dev, sudah ketularan Byby dan kak Ubay tuh yang suka banget menganiaya Istri demi membuat diri nya enak sendiri. Hehe,” ucap Hasna tertawa.
“Enak saja, bukan nya justru para perusuh cantik tuh yang selalu memperdaya sang suami,” ucap Afnan tak mau kalah sembari tertawa.
“Waduh Dev minggat deh, nyerah deh kalau Nana sudah bicara!” ucap Devano , sambil belalu dan tertawa serta mengucapkan salam.
“Ahahaha si Dev malah kabur,bukan nya belain gue!” teriak Hasna tertawa.
Afnan hanya tertawa kecil mendengar celotehan Istrinya ,seraya menelpon zainal agar mengantarkan berkas ke kantor Ubaydillah.
------
Di area ber panah,,,,
Devano menyapa Elyavira yang sudah selesai melatih santri putri dan ia memang sedang menanti Devano.
“Assalamu'alaikum Mooi,” sapa Devano dari jarak yang masih berjauhan.
“Wa'alaikum salam Dev!” jawab Elyavira. Terlihat berbinar melihat kekasih halal nya sudah pulang.
Ubaydillah berjalan menghampiri Elyavira agak tertunduk,karena beberapa santri putri yang masih berada di tempat itu sedang memperhatikan nya. Dan ia menghindari saling bertemu mata.
“Sudah lama menunggu Dev nya mooi sayang?” tanya Devano.
“Baru kok sayang, nih sambil lihat para santri merapikan busur dan alat alat lain nya,” jawab Elyavira.
”Ya sudah ayo, Dev bawa makanan kesukaan Elya dari restoran bang Afnan,” ucap Devano dan mengajak Elyavira pulang ke building.
“MasyaAllah terimakasih sayang !” ucap Elyavira.
“Sama-sama Mooi sayang,” Devano merangkul pinggang Elyavira saat keadaan sudah sepi tak terlihat orang lain maupun santri di area halaman building.
“Iikkh Dev nakal nih,tadi saja banyak orang pura pura cuek dan sekarang sepi langsung deh narik Elya,” ledek Elyavira.
“Hehe kan Mooi yang tidak mau menunjukkan kemesraan saat di luar rumah,dan Dev tak tahan lagi rindu kamu sayang!,satu harian tak bertemu Mooi,” bisik Devano, membuat Elyavira tersipu malu di balik Niqab nya.
Kini mereka sudah sampai di building Elyavira,dan saat pintu baru saja Elyavira tutup Devano langsung memeluk Elyavira dengan lembut ,ia mulai melepas niqab serta hijab yang Elyavira kenakan. setelah semua terbuka Devano mulai menyerang Elyavira dengan ga*rah tingkat tinggi nya.
“Dev sebaiknya mandi dulu!” ucap Elyavira di sela sela aktivitas Devano pada tubuh nya yang kini hampir polos.
“please sayang satu kali ini Jangan mengganggu dengan hal lain, mandi nya nanti sekalian pas mau sholat Ashar. Dev betul betul rindu sekali terhadap mu Mooi,” ucap Devano dengan suara yang mulai berat dan membawa tubuh Elyavira masuk ke dalam kamar dengan tanpa melepaskan b*bir nya dari leher Elyavira.Akhirnya Elyavira pun menyerah dan memilih melayani Devano,selain Devano juga masih masa nakal nakal nya untuk hal percintaan karena usia nya,mereka juga masih terbilang pengantin baru.
***********
Keesokan lusa,,,
Pagi hari Di halaman vila milik Granny. Dekorasi untuk acara resepsi Devano dan Elyavira sudah siap, karena acara akan di langsungkan pukul sembilan hingga tengah hari.
Elyavira sudah berbalut gaun resepsi berwarna putih,ia terlihat anggun dan cantik.
“Sayang,cantik sekali,” ucap Devano saat sama sama sudah rapi.
__ADS_1
“Terimakasih sayang,Dev juga tampan dan gagah,” puji kembali Elyavira.
waktu mulai berjalan,, para tamu undangan yang terdiri dari Keluarga inti, kerabat, dari pihak laki-laki dan perempuan. kolega dari Granny, Grandad,Daddy serta Mommy Devano mulai berdatangan dan kini Elyavira serta Devano sudah berada di pelaminan menyambut tamu yang mulai memadati tempat resepsi outdoor. Para tamu satu persatu menyalami Devano serta Elyavira untuk mengucakan selamat.
“Selamat ya sayang,” - kerabat Elyavira.
“Selamat menempuh hidup baru,” - kerabat Devano.
dan banyak lagi yng mengucapkan selamat dan mendoakan mereka.
Ayah dan Bunda Elyavira terlihat canggung, ia masih merasa bersalah pada Anak dan menantunya yang hampir saja ia pisahkan. Setelah Devano berkunjung ke kediaman mereka dan menceritakan tentang Rengga serta memberi bukti kejahatan Rengga, maka Ayah Elyavira betul betul melepas restu dan mengikhlaskan Elyavira menjadi Istri dari Devano tanpa syarat apapun.
“Kak Elya cantik sekali,” pekik Lintang. Lalu ia menyalami Elyavira cun pipi kanan dan pipi kiri serta tak lupa ia salami Devano.
“Dek Lilin juga cantik,” ucap Elyavira.
“Hehe terimakasih,” ucap Lintang
“Selamat ya Dev,, kak Elya, semoga bahagia terus sampai kakek Nenek dan semoga hanya maut yang memisahkan,” ucap Lintang Kembali.
(Lintang)
Ubaydillah yang baru saja berbincang bersama dengan Granny,Grandad dan Deddy serta Mommy nya,lalu ia menghampiri Devano dan Elyavira.
“Hai Adik ketemu gede! ,Dek Elya. Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir." (Mudah-mudahan Allah memberkahimu, ketika senang maupun susah dan akan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.)
“Terimakasih Bang, Abang ketemu gede. Alhamdulillah Dev seneng banget ya Bang pas tau Abang Dev ternyata masih hidup dan Dev punya kakak, thank you Bang,” ucap Devano merangkul Ubaydillah.
“Ya sama Dek. Abang pun senang sekali ternyata punya adik dan keluarga kandung,” ucap Ubaydillah. Masih dalam keadaan berpelukan dan saling meneteskan air mata haru.
“Syukron Bang Dav.Barakallah
laka." (Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu.) ucap Elyavira.
“Afwan,” ucap Ubaydillah.
kini giliran Afnan dan Hasna yang menyalami mereka.
“Sayang ayo,” ajak Afnan pada Hasna.
“Iya By tunggu Nana,” ucap Hasna.
kini Afnan dan Hasna menyalami pasangan pengantin.
“Kak Elya,,Masya Allah cantik nyaa, selamat ya kak Elya,Dev semoga Allah selalu beri yang baik baik ya untuk kalian,” ucap Hasna ,ia pun melakukan hal yang sama dengan Lintang pada Elyavira. Cup pipi kanan,cup pipi kiri. lalu ia bersalaman pada Devano.
“Dek Nana juga MasyaAllah cantik,ini apa kabar keponakan Aunty,” ucap Elyavira mengelus perut Hasna.
“Alhamdulillah baik Aunty,” ucap Hasna.
“Thanks a lot Na,” ucap Devano.
“Dev,dek Elya.Barakallahu lakum wa baraka alaikum." (Semoga Allah memberikan keberkahan bagi kalian dan melimpahkan keberkahan atas kalian.)
“Syukron Bang Ustadz,” ucap Elyavira.
“Afwan,” jawab Afnan.
“Terimakasih Bang Ustadz, Dev memiliki dua Abang sekaligus!,Abang yang sama sama penuh kasih sayang dan perhatian. Terimakasih banyak Bang, maafkan kami bang, Abang jadi terluka gara gara kami,” ucap Devano merangkul Afnan,ia sangat menyesal atas kejadian tempo hari yang menyebabkan Afnan terluka.
“Dev, sudah lah tidak ada yang perlu di sesali!, InshaAllah Abang akan segera pulih,” ucap Afnan.
“Iya Bang, inshaAllah,” ucap Devano.
Adrian dan Angela menghampiri mereka.
“Hai Bro, selamat ya atas pernikahan dan resepsinya,” ucap Adrian.
“Thank you Yan, kita jadi sahabat sekaligus saudara ya,” ucap Devano.
“Tentu Dev,biar gue di restui sama lo, kalau nanti gue mau nikahin Agela, ya kan Ange?" Adrian tertawa. dan bertanya pada Angela yang sedang menyalami Elyavira. Angela pun menoleh pada kekasih nya itu.
“Iya saja deh yan,cari aman,” ucap Angela, tertawa.
“Pokok nya tiap hari lo, gue intai Yan. Gak akan dapat macam-macam,” ucap Devano. Dan ia pun tertawa.
Kini resepsi yang terbilang sederhana tapi elegant itu berjalan dengan lancar,tamu undangan sudah datang silih berganti ,menyalami kedua orang tua mempelai dan kedua mempelai nya, menikmati hidangan yang telah di sediakan.
tepat waktu Dzuhur acara pun selesai,dan memang mereka memilih waktu di pagi hari menjelang siang yaitu agar tidak menggangu waktu sholat.
Ba'da Dzuhur semua keluarga inti dari pihak wanita dan laki laki. sudah berkumpul di ruang keluarga vila milik Granny yang lebih mirip lobby hotel karena luas nya. Mereka sedang bercengkrama hangat seraya di jamu teh dan camilan nya.
Pak kyai,Umi serta Ninen Hasna,Kiki yang juga di undang, mereka bercengkrama bersama Granny,Grandad ,Mommy dan Daddy serta kedua orang tua Elyavira dan mereka sedang berbagi cerita, saling bertukar pengalaman hidup.
Sedangkan para pasangan muda, mereka memilih memisahkan diri saling mengobrol di dekat kolam renang, menikmati sejuknya angin siang di kota itu, walaupun cuaca cerah udara tetap tearasa sejuk.
“Tinggal Adrian dan Angela nih,ayo nikah nih sekalian ada acara, Ana siap lah menjadi pak penghulu nya,” canda Afnan.
“waaah,,iya tuh ayo Yan!, Nikah itu enak loh. Tanya tuh Devano yang awalan nya minggat, sekarang manggut!” ledek Ubaydillah.
“Yadeeuuh Bang,buka kartu saja nih!” ucap Devano protes namun sambil tersenyum.
“Bukan buka kartu Dev, memang sudah Qiyu tuh kartu,ahahaha,” timpal Adrian meladeni candaan Ubaydillah.
“Iiiihh tuh si Dev malu malu mau, sekarang malu maluin lo Dev, ahahahah,” ledek Hasna.
“wadduh pengantin baru di Bully para pengantin lawas,” tukas Devano.
“Memang iya kan kak Elya,waktu mau nikah kabur sekarang jangankan kabur geser saja ogah ya kan kak Elya?” tanya Lintang pada Elyavira,sambil tertawa.
“Hehe,, ya begitulah,”ucap Elyavira malu! lalu menatap Devano,dan kini mereka saling pandang penuh rasa.
“MasyaAllah Dev,ini ada yang ngontrak loh ngintip ,koq tuan rumah malah main mata dengan mahram nya,” ucap Afnan kemabli meledek Devano.
“Tau tuh Dev,sana kalau mau pandang pandangan di kamar, sensor Dev! ingat di sini banyak yang masih di bawah umur,” Ubaydillah makin gencar meledek nya. Membuat Devano dan Elyavira tersipu malu.
Obrolan makin ngalor ngidul, baik yang di dalam selaku para orang tua maupun yang di luar yaitu para generasi mudanya.
Ba'da Ashar keluarga pak Kyai termasuk Afnan, Ubaydillah,dan para istri mereka, Ninen dan Kiki Hasna serta keluarga Elyavira berpamitan pulang, walaupun Granny sudah meminta menginap kembali , mereka tetap memaksa pulang.
Detik berganti menit,menit berganti jam,dan malam hari pun tiba, Ba'da Isya setelah Devano serta Elyavira mengobrol bersama keluarga Devano,maka Devano pun pamit untuk tidur dan ia mengajak serta Elyavira.
“Sayang ayo ke kamar,Dev mengantuk!” ajak Devano.
“Iya Dev,Granny,Grandad,Daddy dan Mommy Elya pamit ke kamar,” pamit Elyavira.
“Oh iya silahkan sayang, nikmati waktu mu ya,” ucap Granny.
“Have a nice night, sweet dreams babby,” timpal Mommy.
“Terimakasih,” hanya itu yang terucap dari mulut Elyavira.
Kini Elyavira sudah berada di kamar Devano yang di hias menjadi kamar pengantin.
“Dev ganti pyama dulu nih,” pinta Elyavira.
“Hmmmm,simpan kemabli. Malam ini kita akan menjadi tarzan Mooi!, jadi tak perlu pakaian lagi sayang,” ucap Devano seraya memeluk Elyavira dan mulia menggoda Elyavira.
“Iikh Dev apa siih,, tadi pamit pada Granny katanya ngantuk,mau tidur. koq malah ngajakin menjadi tarzan. Elya maluu Dev!” ucap Elyavira menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.
“Ayooo Mooi sayang! alasan jitu jika ingin keluar dari zona mereka ya, alasan nya mengantuk,hehe ,,dan tidak perlu malu!, Dev sudah hafal koq setiap inci tubuh mu,” Devano makin menggoda Elyavira, lalu Devano mengangkat Elyavira ke atas tempat tidur dan selanjutnya maka mereka betul betul menjadi tarzan,tak berpakaian. Saling bergelayut , berpetualang mencari pahala dan saling berAuwooo,namun tak sampai sekeras suara tarzan di hutan.
Entah sampai sejauh mana Devano dan Elyavira berpetualang, yang pasti mereka sampai kelelahan dan memilih tertidur saling berpeluk manja untuk memulihkan tenaga.
hampir pukul tiga dinihari, Elyavira terbangun karena suara Isak tangis seseorang. Dan saat ia membuka mata serta memperhatikan sekeliling ia lihat Devano sedang bersujud lama di atas sajadah milik nya, yang memang selalu ia bawa kemanapun.Elyavira tak ingin mengganggu interaksi Devano dengan sang pemilik alam,Allah SWT yang maha kuasa.
Elyavira bangun secara perlahan dan mengendap,lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mandi dari hadast besar yang timbul akibat petualangan nya bersama Devano.10 menit Elyavira sudah selesai mandi dan berpakaian. Lalu ia menggelar sajadah milik Devano di belakang Devano yang masih berdzikir.
Elyavira pun melaksanakan Sholat tahajud,dan saat setelah selesai maka ia pun berdoa serta berdzikir. Hampir setengah empat Devano dan Elyavira pun selesai berdzikir, ia lihat Devano membalikkan tubuh nya dan bersila menghadap nya
“Bismillah,” ucap Devano,lalu ia meraih kedua tangan Elyavira seraya menggenggam nya maka ia mulai bicara.
“Elya,di atas sajadah cinta ini dan Insha Allah di saksikan sang pemilik hidup yaitu Allah SWT maka jadilah Istri pertama dan terakhir ku! jadilah Istri Dunia dan Akhiratku. Elya sayang,,Dev ungkapkan dari hati Dev paling dalam,bahwa Dev mencintai mu Lillahita'ala, Elya mau menerima nya kan?” ucap Devano seraya bertanya. Buliran air mata mulai jatuh satu demi satu.
“Dev, Insha Allah dengan Nama Allah maka Elya juga bersedia menjadi Istri pertama dan terakhir Dev serta semoga Allah merestui kita menjadi pasangan Dunia dan Akhirat. insha Allah Elya terima ungkapan cinta Dev, karena Elya juga mencintai Dev Lillahita'ala,” ucap Elyavira tanpa keraguan.
“MasyaAllah terimakasih sayang!, Jangan pernah ragu akan aku El, seperti hal nya Dev yang tak meragukan mu,” ucap Devano .
“InshaAllah Dev, tidak ada keraguan apapun akan Dev,terimakasih telah mencintai Elya. Berarti mulai saat ini Elya berhak ya men jewer telinga Dev kalau nakal.” ancam Elyavira tersenyum.
“Aw,,Attut!!” canda Devano seraya membawa Elyavira kedalam pelukannya dan mengecupi kening Elyavira berkali kali.
--------
Di rumah utama ponpes, tepat nya di kamar Hasna dan Afnan,,,,,
Sejak Afnan sakit, ia memilih sholat malam nya di kamar dan pergi ke Masjid saat shubuh tiba. Karena kelelahan, Hasna malam ini melewatkan sholat malam nya,saat di bangun kan oleh Afnan ia tak juga bangun ,maka Afnan sholat sendiri dan setelah sholat ia tertidur kembali.Hasna merasa ingin sekali buang air kecil saat itu ,lalu ia membaca doa bangun tidur dan segera beranjak ke kamar mandi tanpa membangunkan Afnan.
Seperti biasa Hasna telah faham dari Afnan adab masuk kamar mandi dengan kaki kiri terlebih dahulu lalu membaca do'a ketika masuk kamar mandi yang ia baca dalam hati.
بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك من الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ
Bismillahi Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khabaitsi.
Artinya, "Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari godaan iblis jantan dan betina".
Adab di kamar mandi lain nya yaitu,buang air sembari berjongkok,baik besar, ataupun kecil. Laki-laki maupun perempuan,itu hukum nya Sunnah karena di anjurkan oleh Nabi besar Muhammad SAW. ( Maaf,penjelasan adab ke kamar mandi lainnya nanti pada bab lainnya)
Ketika akan keluar kamar mandi pun dianjurkan untuk membaca doa berikut.
غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلهِ الذي أَذْهَبَ عَنِّيْ الْأَذَى وَعَافَانِيْ اللهم اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ. اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ وَحَصِّنْ فَرْجِيْ مِنَ الْفَوَاحِشِ
Guhfroonaka alhamdulillahi alladzi adzhaba ‘anni al-adza wa ‘aafaani. Allahumma ij’alni minat tawwaabiina waj’alni minal mutathohhiriin. Allahumma thohhir qolbi minan nifaaqi wa hashshin farji minal fawaahisyi
Artinya, "Dengan mengharap ampunanmu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari tubuhku, dan menyehatkan aku. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai bagian orang yang bertobat dan jadikanlah aku bagian dari orang yang suci. Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, dan jaga kelaminku dari perbuatan keji (zina)."
Saat Hasna baru saja selesai buang air kecil ,dan betapa terkejutnya saat ia lihat noda darah mirip darah haid pada underwear nya.
“Astagfirullah ini darah apa?,tidak mungkin aku datang bulan. Atau mungkin,,,,,,” Hasna tak melanjutkan femikiran nya.
“Bybyyyyy,,,Bybyyyyyyy,, tolong Nana byyyy,,,,!!!!” Hasna lemas seketika ia bersimpuh di lantai kamar mandi.
Afnan yang mendengar Hasna beteriak,ia terbangun dan ia loncat dari tempat tidur, lalu setengah berlari ia menuju kamar mandi. Ia sudah tak perduli lagi pada lengannya yang sakit.
“Ada apa sayang?" tanya Afnan.
“Ini By,Nana berdarah!” Hasna menunjukkan underwear nya pada Afnan.
Lalu Afnan meraih nya dan memperhatikan nya, “Sayang,,kamu datang bulan?? SubhanAllah. Ayo ke rumah sakit sayang,” Afnan mengangkat Hasna, memakaikan nya kain sarung milik nya, dan ia membawa nya turun ke lantai bawah meminta tolong kepada Ubaydillah untuk mengantarkan nya ke rumah sakit. Dan memberi tahukan pada Umi serta Abi apa yang Hasna alami. Afnan sudah tak peduli dengan rasa sakit pada lengannya karena menggendong Hasna yang menangis di bahunya.
***********
Terimakasih sudah membaca, para Readers tercintah, Bab spesial yang ke 200, Janji Author sudah lunas ya,, niat awal 5000 kata. Namun keenakan nulis bablas jadi 6006 kata!,hehe ,,, tulisan yang panjang ini Author persembahkan untuk para Readers yang selalu menanti dari kisah Istrinya Ustadz? dan Akhirul kata WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI
__ADS_1
WABARAKATUH 🙏.