
Lintang dan Hasna tidak pulang ke rumah utama tapi Hasna mengajak nya pulang ke rumah Kayu, dan Afnan serta Ubaydillah menyusul nya ke rumah utama.
"Assalamu'alaikum" ucap Afnan dan Ubaydillah bersamaan, di ambang pintu, setelah mereka membuka kunci yang mereka ambil dari tempat rahasia dan hanya anggota keluarga yang tahu, namun tidak ada jawaban dari dalam, seperti nya Umi dan Abi kyai masih di Aula.
"Dek.. A'a Naik dulu ke kamar lihat si gemezzz nakal" pamit Afnan pada Ubaydillah, "Ana juga A mau lihat si imut bawel" ucap Ubaydillah..
"Ya sudah mari kita lihat, semoga kekuatan power nakal dan power bawel nya tidak berfungsi "ucap Afnan
"Aamiin, semoga hanya powerbank nya saja yang berfungsi hihi" sempat sempat nya Ubaydillah berkelakar dan menyeringai, Karena ia ingat kejadian yang sudah sudah saat Hasna cemburu, atau saat Lintang merasa kesal akut, bagi Ubaydillah itu adalah hiburan, walaupun awal nya menegangkan dan mampu membuat jantung Afnan dan dirinya berdebar tanpa berlari, namun selalu ber akhir dengan sebuah kelucuan.
Afnan naik ke kamar nya, dan Ubaydillah masuk ke dalam kamar nya pula.
Namun tak berapa lama secara bersamaan mereka keluar kamar kembali dan berkumpul di tempat pertama mereka berpisah.
"Tidak ada A" ucap Ubaydillah
"Lintang?" tanya Afnan.
"Ya" ucap Singkat Ubaydillah.
"Nana juga! yakin garasi penyimpanan mahar dan Valentino di kunci dek?" tanya Afnan
"Yakin A, belum ada yang membuka nya dari pagi, setelah Ana membawa si mahar buat pemanasan" ucap Ubaydillah.
"Laluuu.. Kemana mereka pergi?!"
"GPS!!!!" ucap mereka serempak
"Lacak keberadaan mereka Dek" pinta Afnan.
"Siap A'a bro" Ubaydillah mengeluarkan ponsel nya untuk melacak keberadaan Hasna dan Lintang, dan tak berada lama Ubaydillah sudah tahu di mana mereka.
"Mereka berdua ada di rumah Kayu A'a bro" ucap Ubaydillah.
"Ayo kita menyusul mereka ke sana dek" ajak Afnan.
Dan saat mereka baru saja keluar pintu, itu berbarengan dengan Abi dan Umi yang baru saja tiba dari Aula dan hendak masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum" ucap Umi dan Abi
"Wa'alaikumsalam Abi.. Umi" jawab Ubaydillah dan Afnan.
"Loh A'a dengan Dedek mau kemana lagi?" tanya Umi.
"Ke rumah Kayu Mi, Nana dan Lilin Ingin menginap di sana" jawab Afnan
"Nana dan Lilin nya mana A?" tanya Abi
"Sudah lebih dulu ke rumah Kayu Bi" jawab Ubaydillah.
"Makanya kita sedang tergesa gesa Abi, kita ingin menyusul mereka, Karena mereka hanya berdua saja" tutur Afnan.
"Ya sudah kalau begitu pergi sekarang A, tuggu apalagi, maaf A'a, Utun.. bukan maksud Abi mengusir" ucap Abi.
"Hehe iya Bi, kita mengerti koq" tukas Ubaydillah.
"Ya sudah sana cepat A" ucap Umi.
"Dan setelah berucap salam serta bercium tangan pada Abi dan Umi, Afnan dan Ubaydillah pun menuju rumah Kayu.
Di rumah Kayu, Hasna dan Lintang baru saja duduk di sofa mereka sedang menormalkan nafas Nya setelah menarik sofa yang berukuran kecil untuk menghalangi pintu.
"Haaaa..aahahah parah lo Na, masa pintu di halangi gitu na" Ucap Lintang.
"Hehe, jaga jaga Lin, takut ada yang nyongkel pintu terus masuk saat kita terlelap, karena rumah ini agak di belakang dan sepi, tak seramai rumah utama Lin, jadi kalau ada yang masuk pasti gak langsung kelihatan " tutur Hasna.
"Iya juga sih, Waaah tapi rumah Ini keren Na" ucap Lintang, sambil berdiri dan mengitari rumah Kayu tersebut untuk melihat lihat dan Hasna hanya melihat nya sembari mengelus ngelus perut nya yang mulai terasa lapar.
"Alhamdulillah Lin, Ustadz memberikan rumah ini untuk gue Lin" ucap Hasna.
"Seriuss Na?"
__ADS_1
"Seriuss Lin."
"Hmm hebat lo Na, lo kasih Rumah Lo yang di jakarta buat Anak anak singgah dan di sini lo jadi punya tempat tinggal banyak, rumah utama, rumah Kayu, rumah Ninen lo wih asli keren" ucap Lintang kagum pada Hasna.
"Alhamdulillah Lin, InshaAllah gak akan kesulitan tempat tinggal jika bersama Ustadz , Karena masih ada rumah kecil milik Ustadz, vila dan resort, hotel juga Lin, kalau mau, gue tinggal beri tahu Ustadz ingin kemana, lo juga bisa Lin minta sama kak Ubay, kalau lo jenuh butuh refreshing buat ganti suasana.
"O yah.." ucap Lintang
"Yups... Minta saja sama kak Ubay" ucap Hasna.
"Okke deh Na, Lain kali, mungkin karena lo merelakan rumah lo ya Na buat anak anak singgah jadi lo di beri lebih oleh Allah" ucap Lintang.
"Aamiin.. Kata Ustadz menyedekahkan Harta itu baik Lin , Allah menjanjikan berlipat ganda pahala, jangankan Harta atau uang Lin, senyum saja itu termasuk sedekah loh" ucap Hasna
“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api Lin, itu menurut( HR. Tirmidzi) "
"Dengan harta, Alloh menguji hamba-hamba-Nya, siapa diantara mereka yang menggunakannya dengan baik dan siapa pula yang menyia-nyiakan dan menyimpangkannya" ucap Hasna Kembali
"Salah satu bentuk pembelanjaan harta yang sangat mulia dan bahkan menjadi bukti keimanan seseorang kepada Alloh adalah dengan ber infak atau bersedekah Lin, termasuk menyedekahkan rumah" tutur Hasna kembali
"Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda, bahkan tiada henti bertambah dari setiap uang atu harta yang kita infakkan dan kita sdekahkan Lin, kata Ustadz itu seperti Firman Allah yang tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, yaitu :
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya : "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah (terus menerus) melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
(Quran Surat Al-Baqarah 261)
"Maka nya kata Ustadz, Karena gue meng ikhlaskan rumah gue yang di jakarta untuk rumah singgah, apalagi yang gue tolong itu anak anak yatim piatu, maka InshaAllah gue gak akan kesulitan untuk tinggal, di sini tempat tinggal gue jadi banyak Lin, hehe.. Sudah ah ayo tidur koq gue malah ceramah" ajak Hasna pada Lintang rebahan di sofa lipat yang berfungsi juga untuk kasur di ruang TV,
"MasyaAllah Na.. Ck ck ck.. Alhamdulillah Ustadzah Hasna ilmu lo sudah bertambah banyak, dan A'a Ustadz sayang dan cinta banget sama lo" ucap Lintang.
" Ah lo bisa saja Lin hehe, Alhamdulillah Lin" ucap Hasna.
"Ngomong ngomong soal Ustadz.. Kira kira mereka sudah tahu belum Na, kita gak ada di kamar" ucap Lintang.
"Mmm.. Kurang tau Lin, yang pasti kalau sudah tahu pasti mereka sedang kebakaran jenggot(kata kiasan) mencari kita hihi" ucap Hasna.
" Aahha Astagfirullah, Ampuni kami Ya Allah" Ucap Hasna.
"Aamiin" Ucap Lintang dan tanpa terasa mereka sudah mulai terlelap saat suara jendela ruang tamu ada yang membuka.
"Pantas pintu nya tak dapat kita buka dek, ternyata pintu nya di tahan dengan Sofa hehe" ucap Afnan tersenyum, dan ia baru saja masuk lewat jendela serta mengendap, "Ia A" ucap Ubaydillah, menyusul nya dengan melakukan hal yang sama.
"Di mana Istri Istri kita A?" tanya Ubaydillah
"Ssstt.. Tuuh" tunjuk Afnan dengan suara berbisik.
Dan betul saja Hasna serta Lintang sudah tertidur pulas di sofa, "Astagfirullah sayang percuma pintu kamu halangi sofa, kalau jendela tidak kamu kunci" Ucap Afnan.
"Iya A, Para Ratu Pembuat Ulah yang teledor " Ucap Ubaydillah
"Alhamdulillah mereka masih baik baik saja Dek" ucap Afnan.
"Iya A alhamdulillah" Timpal Ubaydillah.
"Ayo kita pindahkan mereka" ajak Afnan
"Iya ayo A" timpal Ubaydillah, dan kini mereka mengangkat Istri mereka masing masing ke dalam kamar yang berbeda.
Di kamar Afnan dan Hasna...
Hasna yang baru saja di letakan di tempat tidur, ia tersadar dan saat melihat Afnan ia terkejut karena wajah Afnan terlihat samar maka ia fikir itu orang lain.
"Tolong Lin, gue di culiiik" teriak Hasna dan karena Afnan terkejut maka tanpa berfikir panjang Ia bekap mulut Hasna dengan mulut nya, Hingga mata Hasna terbuka lebar dan barulah Ia sadar siapa orang itu.
"Bbbb bbyyy..." Ucap Hasna
"Iya sayang, ini Byby" Ucap Afnan melepas mulut nya dari mulut Hasna.
"Koq byby di sini dan lewat mana, kan pintu sudah di halangi sofa" Ucap Hasna.
__ADS_1
"Byby mencari Istrinya yang minggat dan soal masuk ke dalam rumah rahasia dong" Ucap Afnan.
"Maafkan Nana by, Nana tidak ada maksud menghindari byby, namun Nana mengajak Lintang ke rumah ini Karena takut Lintang berseriosa di rumah Utama Karena cemburu, kan malu dengan Abi dan Umi, maksud Nana ingin membiarkan Lintang tenang di sini" tutur Hasna.
"Oh seperti itu, baiklah byby fikir sayang minggat lagi Karena cemburu" ucap Afnan.
"Ya memang, selain Karena menenangkan Lintang, Nana juga ingin membuat hati Nana tenang, jujur By Nana cemburu dengan kak Elya" ucap Hasna menatap sendu wajah Afnan dan fokus pada matanya, dengan air mata menggenangi bola mata Hasna.
"MasyaAllah, terimakasih sudah cemburu, maafkan Byby sayang, byby hanya bersikap ramah agar Nona El tidak merasa di kucilkan di sini sayang" bujuk Afnan, seraya menyeka air mata Hasna yang menetes dengan ibu jarinya dan kini Afnan duduk di samping Hasna, menarik Hasna duduk di pangkuan nya serta agar ia dapat mendekap Hasna.
"Iya sih by, tapi mata kak El berkata lain saat memandang byby dan kak Ubay" ucap Hasna.
"Loh seperti nya sayang sudah akrab dengan Nona El, itu buktinya sudah memanggil nya kak Elya" ucap Afnan.
"Hehe tidak juga by, Nana dan Lintang sedang menguji coba kak Elya, agar ia tidak jadi PAPERPUS" ucap Hasna
"Apa itu PAPERPUS sayang?" tanya Afnan.
"Hihi Rahasia" ucap Hasna menyeringai.
"Sudahlah sayang, yang penting byby tak melakukan hal yang sama kan dengan Nona El" Ucap Afnan.
"Mungkin belum!" seru Hasna ketus, namun Afnan meyakinkan nya dengan hanya menatap mata Hasna "tolong sayang tidak berfikir ke arah sana ya, byby Hanya ingin maut yang memisahkan kita, bukan karena orang ketiga dan lain nya" ucap Afnan penuh penekanan.
"Maafkan Nana by, Nana hanya takut.. maka nya selama masih ada kesempatan, Nana harus waspada dan mencegah sebelum semua nya terjadi" Ucap Hasna sembari memeluk Afnan ia menyembunyikan air mata nya yang mulai berjatuhan, Karena ia tidak mau Di katakan cengeng.
"Sudah jangan menangis, InshaAllah hanya akan ada Allah, dan sayang serta calon twins di dalam hati byby, ayo bobo lagi dan byby harus menghukum kamu Karena sudah membuat byby menjadi bintang drama merem melek nyengir nyengir aneh di ponsel mu" ucap Afnan, membuat Hasna malu ketahuan menangis dan buru buru menyeka air matanya serta turun dari pangkuan Afnan, Karena perkataan Afnan tentang hukuman.
"Tidak mau!, sudah di sekap di kamar hotel selama tiga hari dan sehari lebih dari tiga kali menari blackpink pakai jaring laba laba dan sekarang mau menghukum Nana dengan tarian yang sama, lama lama overdosis by" Ucap Hasna ketus.
"Astagfirullah sayang, fiktor tuh, byby tidak ingin menghukum dengan tarian black pink, kasihan juga Twins utun" ucap Afnan.
" Lalu..?" tanya Hasna
"Sini dulu" Afnan meraih tangan Hasna , lalu mengajak Hasna naik ke tempat tidur dan merebahkan dirinya di lekukan bahu depan Afnan.
"Berapa orang yang menoton vidio byby?" tanya Afnan.
"Hanya tiga orang.. Umi, Lintang, kak Ubay, sudah by," ucap Hasna
"Siapa bilang" ucap Afnan
"Loh koq" ucap Hasna.
"Masih ada kamu, Abi dan byby" jadi total nya 6 orang, mungkin akan bertambah jika kamu perlihatkan pada Devano, Adrian dan Angela" Ucap Afnan.
"Tidak koq by, belum Nana sebar luaskan di group PEA (Perusuh Ellite Association, nama group chat Hasna, Lintang, Devano, Adrian, Angela) , berarti hukuman nya berkurang ya by dan apa hukuman nya by?" tanya Hasna, seraya membelai leher Afnan, dan Afnan berusaha menahan sesuatu di bagian lain tubuh nya, yang mulai bangun dari tidur nya karena belaian Hasna.
"Dan hukuman nya mudah koq, ucapakan kata:( Nana sayang byby dan cinta Byby Karena Allah), dan bobonya harus posisi seperti ini tidak boleh berubah hingga hukuman selesai " ucap Afnan.
"Oh itu.. mudah koq, ya sudah (Nana sayang byby dan Cinta byby karena Allah), Sudah kan by?!" cup Hasna mengecup rahang Afnan.
"Ucapkan berulang hingga pagi, selama 6 malam, dan jika penonton vidio drama itu bertambah maka bertambah pula jumblah malam nya" ucap Afnan, membuat Hasna terkejut.
"Bybyyyyy tidak ada hukuman lain lagi yang lebih enak gitu, berarti Nana harus begadang selama 6 malam dong, iiihhh ini tergolong kedalam KDRT byyy , mana Nana sedang hamil" protes Hasna.
"Ssssttt.. sudah, mana ada KDRT bobo di peluk, ayo mulai agar cepat selesai hukuman nya, kalau tidak mau hukuman yang ini, ya sudah hukuman menari..."
"Tidaaaakk, Nana memilih yang ini!"
"Nana sayang dan cinta byby Karena Allah.."
"Nana sayang dan cinta byby Karena Allah"
'Nana sayang dan cinta byby Karena Allah'
Na.. sa.. aanng byy..k..Allah.. (mulai ngaco Karena ngantuk) Afnan menyentil pelan hidung Hasna sembari menahan tawa, dan Hasna mulai kembali Seterus nya hingga suara Hasna tak terdengar kembali Karena terlelap dan Afnan menyentil kembali hidung Hasna, lalu Hasna tersandar dan mulai kembali.... hingga betul betul tak berdaya dan terlelap, akhir nya Afnan hanya tertawa geli memeluk gemas Istrinya dan ikut terlelap.
*********
Terimakasih telah membaca 🙏 😍
__ADS_1
Maaf pemirsah, ternyata Lintang terjatuh dari kuda nya setelah episodes ini yaa sudah ada list nya koq, karena episodes ini terlalu panjang dan sudah melebihi kapasitas jari Author maka sekenarionya di rubah ke eps berikut nya, maaf yaa readers .. Bukan ingkar, namun menunda 🙈😍please jangan di lempar sendal , kertas dan batu yaa si Author ini🙏😅, apalagi pemirsah sampai lempar ponsel nya, jangan lakukan ya ✌😜👌😆🙏💐💐karena pihak Author tak ikut bertanggung jawab jika ada kejadian seperti itu 😁😇