Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 202. Tiga Ustadzah Hijrah.


__ADS_3

Sementara di rumah utama ponpes sedang sibuk,,, maka di rumah Ninen terlihat keakraban serta kehangatan sedang berlangsung di ruangan keluarga rumah Ninen, yaitu sebuah perbincangan hangat antara Mama Hasna,dan suaminya. Papa nya Hasna dan Istrinya vinny, serta Ninen dan kiki. Almira terlihat asik sendiri dengan boneka nya.



Dua hari yang lalu Hasna menelpon kedua orangtuanya meminta Doa restu untuk tasyakuran 4 bulan kehamilan nya.


Orang tua Hasna tidak memberitahukan Hasna, bahwa mereka sudah berada di rumah Ninen dan Kiki nya. Mama Hasna langsung berangkat ke Indonesia pada hari di mana Hasna menelpon dan Papa Hasna datang keesokan harinya, mereka membuat janji untuk memberikan kejutan pada Hasna.


Dan mereka saling sepakat untuk bemalam di rumah Ninen. Ayah Hasna tetap menganggap Ninen dan Kiki itu orang tua nya walaupun sudah tidak bersama dengan Mama Hasna.


"Nanti pukul berapa berangkat, Mala?" tanya Ninen pada Nirmala yaitu Mama Hasna.


(Ninen Hasna):



"Pukul 11 Bunda," ucap Mama Hasna pada Ninen.


(Mama Hasna):



"Harus sudah siap-siap kita Teh," ucap Vinny (ia memanggil Mama Hasna Teh utntuk orang sunda yang berarti kakak)


(Vinny):



"Boleh Vin, ini sudah pukul berapa ya?" tanya Mama Hasna.


"Nine O'lock Honey ( pukul sembilan sayang)," timpal Ricky ( Nama ayah tiri Hasna,atau suami bule Mama nya). Ricky faham bahasa Indonesia namun kadang lupa pengucapan Bahasa Indonesia nya.


(Ricky):



"Ya sudah sebentar lagi saja,masih seru ngobrol kan," ucap Papa Hasna


(Papa Hasna):



"Ya sudah Ama(dari kata Rama atau Ayah) Ke kamar dulu, kalian lanjutkan saja berbincang nya," ucap Kiki nya Hasna, berpamitan ke kamar.


(Kiki Hasna):



"Iya silahkan Ama,nanti kita beri tahu jika hendak berangkat," ucap Afdal (Papa Hasna)


Obrolan pun kembali berlanjut hingga waktunya tiba mereka untuk bersiap siap datang ke acara tasyakuran Hasna.


Di rumah utama sudah siap dan rapi untuk keperluan tasyakuran. Umi memutuskan mengadakan tasyakuran di dalam rumah bukan di Masjid atau Aula karena tak ingin mengganggu kegiatan para santri yang telah di jadwalkan.


"By,, Nana pantas tidak, memakai baju ini?," tanya Hasna saat ia sudah rapih dan siap turun ke lantai bawah,acara di adakan pukul 1 yaitu ba'da Dzuhur hingga nanti menjelang Ashar acara akan selesai.



"Pantas, cantik sekali sayang!" ucap Afnan.



Lalu Afnan menghampiri Hasna dan memeluk nya,serta mengelus perut Hasna.


"Byby,,ayo berganti pakaian Nana bantu," ajak Hasna ketika melihat Afnan belum berganti pakaian.


"Ya baiklah sayang! ayo," ucap Afnan. Lalu mereka berdua menunju lemari pakaian Afnan. Namun langkah mereka terhenti saat mendengar ketukan pada pintu kamar mereka.


"Ada tamu by!" ucap Hasna.


"Biar Byby yang bukakan, sayang tolong ambilkan pakaian Byby saja," pinta Afnan.


"Iya by," dan Hasna mengambil pakaian untuk Afnan. Sedangkan Afnan membuka pintu.


"Assalamu'alaikum Nak Ustadz," ucap salam dari dua orang perempuan dan satu orang anak kecil perempuan.


"Wa'alaikum salam, Mama Mala,Mama Vinny dan juga Mira," ucap Afnan sumringah saat ia lihat siapa yang datang, karena pasti Hasna akan merasa senang sekali kedatangan Mama nya.


"Nana nya mana Nak?" tanya Nirmala sudah tak sabar ingin bertemu Hasna.


"Ada mah, sedang mengambil pakaian untuk saya di lemari. Masuk saja mah silahkan," tawar Afnan, mempersilahkan mereka masuk.

__ADS_1


"Om, Ustadz ganteng bertemu lagi dengan Mira,om ganteng Mira rindu. Boleh tidak Mira ingin di gendong om ganteng," tanya Almira.


"Tentu boleh dong sayang Mira, tapi gendong nya pakai tangan kiri ya, karena tangan kanan om sedang sakit!" ucap Afnan.


"Mamah, MasyaAllah," pekik Hasna saat melihat Mama nya sedang berjalan menghampiri nya.


"Apa kabar Anak Mama dan calon cucu Mama ini? Mama rindu sekali Nak," ucap Nirmala seraya mengelus perut Hasna.


"Alhamdulillah kabar Nana dan Twins utun baik mah, koq tidak mengabari Nana, kalau Mama akan kemari. Dan Mama apa kabar?" tanya balik Hasna,kini mereka saling berpelukan.


"Kabar Mama baik sayang, hehe kan Mama ingin membuat kejutan untuk mu sayang. Ke sofa yuk! ada Mama Vinny dan Mira juga," ajak Nirmala.


"Iya mari mah," ucap Hasna, dan mereka berdua pun menuju sofa.


"Mira!!" panggil Hasna senang pada Almira yang sedang berceloteh riang pada Afnan.


"Kak Nana!! Mia lindu kakak," ucap Almira,lalu ia menghampiri Hasna dan memeluk nya.


"Kak Nana juga," ucap Hasna.


"kak Nana nanti punya Dedek bayi ya?" tanya Almira.


"Iya sayang, Nanti Mira ada teman nya nih," ucap Hasna gemas ia menarik hidung Almira,dan membuat Almira meringis kesakitan.


"Mama Vinny apa kabar Mah?" tanya Hasna pada Vinny yang sedang duduk di sofa.


"Kabar Mama baik sayang," ucap vinny,lalu ia menghampiri Hasna dan memeluk nya.


"Alhamdulillah," ucap Hasna.


"Mah,, papa dan om Ricky di mana?" tanya Hasna pada Mama nya.


"Ada di bawah sayang, sedang mengobrol dengan Abi Kyai, Umi , serta Ninen dan kiki. Mereka menunggu mu di bawah." jawab Mama Hasna.


"Iya mah Nanti Nana temui mereka," ucap Hasna.


Dan obrolan mereka pun berlangsung seru.


Kini di lantai bawah,, kerabat, sanak saudara, para sahabat dan tamu undangan dari warga sekitar ponpes mulai berdatangan.


Terlihat Adrian yang sudah datang dari pagi untuk membantu apa yang dapat ia bantu,saat ini ia sedang duduk di teras sembari minum es teh buatan Ambu tadi. Ia sedang memperhatikan Angela yang sedang asik bercengkrama dengan Ubaydillah, Lintang dan orang tua mereka. Namun matanya nampak berkaca-kaca.


Adrian mengingat saat beberapa bulan lalu mengatakan cinta pada Angela ketika secara tak sengaja mereka bertemu kembali di rumah utama ini.


bayangan Adrian beberapa bulan lalu:


"Dev, maaf bisa tidak lo bawa Angela ke gerbang ponpes,ada yang harus gue bicarakan," ucap Adrian pada Devano di Sambungan telepon.


"Bisa Yan, tunggu 10 menit ya," jawab Devano.


Dan 10 menit kemudian Devano menghampiri Adrian di pintu gerbang ponpes dengan 17 orang santri yang terdiri dari santri putra dan putri.


"Loh Dev,, Ange nya mana?" tanya Adrian.


"Ada koq Yan, tenang saja! tapi sesuai pesan bang Dav kalau kita tidak boleh berduaan karena takut yang ketiganya adalah iblis atau setan. Nah Gue sih oggah di samakan dengan setan pas menemani kalian! Maka nya gue bawa temen nih Yan, tapi lo sanggup gak traktir makan dan minum buat kita kita?, sebab jadi scurity itu gak gratis Yan," ucap Devano.


"Astagfirullah,,lo ngerjain gue Dev?" tanya Adrian.


"Gue gak ngerjain lo Yan, justru menolong elo agar tak adanya per zinahan baik mata ataupun hati ,nah makanya gue ajak banyak santri nih biar mereka ikut ngejagain lo dari dosa, cukup Mie ayam bakso dan Es nya ya, yaah masing-masing 25 ribu. Lo hitung saja deh berapa?, kita ber 20 orang sama lo sendiri," ucap Devano menyunggingkan senyum. Adrian faham ia sedang menjadi media kejahilan Devano. Namun Adrian tak boleh menyerah, dan dengan uang jajan nya untuk satu bulan, maka ia men traktir mie ayam dan es ke 19 orang termasuk Angela dan dirinya.


Adrian tersenyum mengingat kejadian malam itu yang habis di kerjai Devano, ternyata Devano tidak hanya meminta mie ayam tapi juga ciki,minuman,martabak dan habislah uang jajan Adrin untuk satu bulan yang hanya tinggal 1,5 juta itu. Hingga keesokan harinya Adrian meminta pekerjaan pada Afnan di restoran dengan memohon, dan karena Afnan tak tega maka membiarkan Adrian bekerja sebagai asisten koki setelah pulang sekolah. Namun jawaban Angela dapat membuat ia semangat walaupun uang nya habis. Yaitu saat Adrian menyatakan cinta pada Angela dan Angela menerima nya.


"Ange ini bunga dan cincin sebagai tanda perasaan cinta Ryan yang tertunda pada Ange, jika Ange menerima maka ambil lah bunga ini serta pakailah cincin ini. Dan jika tidak, maka buanglah!" ucap Adrian, dan Angela nampak berfikir sejenak, sebelum Akhirnya ia menerima pernyataan Adrian.


"Ok,Ryan! Bunga dan cinci ini Ange terima jadi mulai malam ini kita pacaran," ucap Angela dan tentu saja membuat para santri putra dan putri yang membuat dua baris pemisahan diri itu berseru riuh dan sukses membuat Adrian berbunga bunga


Namun saat Adrian ingat betul percakapan nya bersama Angela ketika ia mengajak Angela menikah mengikuti jejak Devano beberapa Minggu lau. Maka wajah Adrian kembali murung.


"Ange kita menikah saja ya! agar tak ada dosa di antara kita, InshaAllah aku akan sanggup menafkahi mu. Aku akan kuliah sambil bekerja Ange, Om Ustadz sudah menawarkan pekerjaan agar aku mengelola salah satu restoran nya," ucap Adrian.


"Sorry Ryan, Angela bukan tidak ingin menikah dengan Ryan. Akan tetapi untuk saat sekarang Ange belum bisa Yan! Ange harus terlebih dahulu sekolah, tamat kuliah S1 lalu pasca sarjana, karena ada perusahaan peninggalan Daddy yang kini harus Angela kelola, setidaknya kita dapat menikah nanti saat Angela sudah lulus S1." Itulah ucapan Angela.


"Dengan kita menikah kamu masih dapat kuliah Ange," ucap Adrian.


"Ya memang, namun Ange takut tidak fokus Ryan."


"Ya baiklah Ange, tapi kan kamu sudah berjanji akan kuliah di Jakarta. Namun mengapa saat ini berubah, malah kamu ingin kuliah di Jerman?" tanya Adrian, dengan nada yang kecewa.


"Sorry Ryan, Ange lebih nyaman di sana dari segi bahasa dan sahabat. So Ange tak lagi perlu ulang mengenal banyak Orang." ucap Angela.


"Hufff," Adrian hanya dapat menghembuskan nafas tak berdaya, setelah ia mengingat momen pembicaraan bersama Angela.

__ADS_1


"Duarrr!!" Devano menepuk bahu Adrian dan mengagetkan nya, Adrian tak menyadari kehadiran nya. Devano baru saja tiba bersama Elyavira, setelah tadi pamit untuk berganti pakaian.


"Astagfirullah,,ah lo Dev!" ucap Adrian merasa terkejut.


"Ye Adrian terkejut kali kau rupanya, sedang apa kau menatap Angela sampai tak berkedip," ledek Devano. ia berbicara memakai logat Batak.


"Nah kebetulan ada lo Dev, gue ingin bicara," ucap Adrian.


"Bicara tentang Apaan Yan?" tanya Devano.


"Tentang Angela Dev, sebentar saja Dev sebelum acara ini di mulai," pinta Adrian.


"Ya oke lah! Sayang masuk saja dulu ya, Apih ingin bicara dengan Adrian sebentar," ucap Devano pada Elyavira. Sejak Devano menyatakan cinta nya pada Elyavira, maka ia ingin di panggil Papi atau Apih. walaupun dari segi Usia di bawah Elyavira tetap saja Devano adalah kepala keluarga dan ia ingin terbiasa agar saat ia memiliki momongan sudah tindak canggung lagi.


"Iya kak Elya, maaf pinjam Devano nya sebentar," ucap Adrian.


"Silahkan Yan, ya sudah Amih ke dalam ya Pih, gabung dengan Angela dan Lilin," ucap Elyavira. ia pun sama panggilan nya kini Mamih atau Amih.


"Oke Mih," ucap Devano. Dan mereka mulai membahas Angela yang ingin kuliah di Jerman dan Devano berusaha menangkan Adrian serta meyakinkan nya, bahwa Angela akan tetap mencintai nya, karena selama ini Angela belum pernah berpacaran walaupun banyak yang suka, dan Devano faham siapa yang Angela harapkan. Devano pun meyakinkan akan menemani Adrian ke Jerman saat libur jika ia ingin bertemu Angela. Adrian kini merasa lega.


-------


Acara tasyakuran Hasna pun akhirnya tiba dan kini sudah mulai berlangsung di awali dengan ucapan Bismillah dan Doa pembuka hingga sambutan dari shohibul hajat, yaitu Afnan selalu Ayah dari si calon bayi.


"Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah atau air mani, dan kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal: ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya,,,” (HR. Bukhari dan Muslim.


"Untuk mempersingkat waktu cukup sampai di sini sambutan dari saya selaku Shohibul hajat. Terimakasih atas kehadiran para kerabat, saudara,teman ,sahabat,dan tak lupa untuk adik-adik (para anak yatim-piatu) yang sudah berkenan hadir di tempat yang sederhana ini saya ucapkan terimakasih banyak, " ucap Afnan pada para tamu undangan cara tasyakuran 4 bulanan kehamilan Hasna.


Lalu ia membaca do'a penutup dari sambutan nya.


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ


Laten: Subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.


Artinya : "Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah SWT, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku memohon ampunan dan bertaubat hanya pada-Mu.”


Tasyakuran 4 bulanan Hasna begitu khidmat dari mulai pembacaan Ayat suci Alqur'an surah Luqman, karena dalam surat ini mengisahkan tentang pendidikan, aqidah, dan akhlak. di lanjutkan pada surah Al-Mu’minuun ayat 12-14, Surah Yusuf ayat 1-16, surah Maryam ayat 1-15 atau keseluruhannya, dan surah ar-Rahman ayat 1-78. Hal ini dimaksudkan agar kelak sang calon buah hati bisa mendapatkan manfaat dari isi ayat surat yang dibacakan tersebut.(Maaf tidak di tulis karena terlalu panjang namun Readers bisa langsung buka dan baca Al-Qur'an jika berkenan 🙏😍)


Acara tasyakuran 4 bulanan Hasna pun selesai. Dan tak berapa lama suara Adzan Ashar berkumandang. kini saat nya para laki laki sholat berjamaah ke masjid dan yang perempuan mereka memilih sholat berjamaah di rumah, dengan Umi sebagai Imam.


*****


Beberapa bulan kemudian,,,,


Afnan sudah membaik. Ia sudah mulai kembali di sibukan dengan pekerjaan nya. Sudah satu Minggu Ubaydillah serta Lintang ke Jakarta karena perusahaan garment Ubaydillah sedang mengalami kendala. maka pekerjaan Afnan di bantu oleh Devano dan Adrian di sela sela mereka kuliah. Namun tiga hari lalu Devano, Elyavira serta Adrian pun ke Jakarta untuk mengantarkan kepergian Angela saat hendak ke Jerman, dan mereka belum kembali hingga hari ini.


Kandungan Hasna kini sudah memasuki usia 6 bulan lebih. dan lingkar perut nya sudah semakin membesar dan baginya sudah terasa engap apalagi perutnya berisikan dua nyawa,calon anak manusia.


Malam hari,,,.


"Byby pasti lelah ya?" tanya Hasna ketika Afnan sudah pulang dari masjid dari berjamaah Isya dan kini ia sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan kepala nya di pangkuan Hasna.


"Alhamdulillah sayang! di nikmati saja, semoga Byby tetap sehat.


"Aamiin Y Robbal A'laamiin," ucap Hasna.


"O iya sayang, malam ini sepertinya Kak Ubay dan yang lainnya akan pulang dan InshaAllah jika tidak ada halangan, besok pagi mereka sudah sampai sini, nah karena pekerjaan kak Ubay di Jakarta sudah dapat tertangani dan kembali stabil, maka kak Ubay mau mengadakan acara makan antara kita saja sayang dan rencana nya akan di adakan di suatu tempat," ucap Afnan.


"Tempat nya di mana by?" tanya Hasna.


"Mmmm,, rahasia!!" ucap Afnan menyeringai sembari bangun dan ber posisi duduk serta mengelus perut Hasna.


"Tuuuuh kan, Byby senang sekali deh main rahasia-rahasiaan," protes Hasna, cemberut.


"Uuuhh jangan ngambek dong Mimma Sayang,nanti Twins utun tertawa tuh melihat bibir Mima nya jadi panjang," ucap afnan seraya menarik b*bir Hasna dengan b*bir nya.


"Jangan memulai membuat suasana panas ya by, nanti puasa nya batal loh!" ledek Hasna.


"Hehe, Ya Allah beberapa kali hampir khilaf.


Maafkan Byby sayang Twins , habis Mimma nya gemesin sih jadi Biyya nya hampir khilaf terus nih."


"Masih dapat menahan kan By? tiga bulan di tambah masa nifas nya kurang lebih 40 hari loh by, jadi 4 bulan lebih lagi By. Dan belum terhitung ketidak siapan Nana nantinya, kurang lebih dua bulan, menurut Ibu- Ibu pengajian begitu by, saat Nana sharing dengan mereka beberapa waktu lalu, jadi Byby masih harus puasa sekitar enam bulan by kurang lebih. Hihi" ucap Hasna menyeringai. kini Hasna tak tertinggal Umi ke pergi ke pengajian bersama Lintang dan juga Elyavira saat tidak ada kegiatan mengajar,ia sering ikut pengajian bersama Umi di Masjid ponpes ataupun pengajian di Majelis tetangga ponpes. dan Hasna, Lintang,serta Elyavira sudah mirip artis banyak Ibu-ibu yang menyukai nya hingga mereka akan selalu mengerubungi mereka saat pengajian belum berlangsung atau sesudah pengajian usai. Tak jarang Hasna, Lintang dan Elyavira naik podium atas permintaan Ibu-Ibu agar mereka ber tausyiah. Para Ibu-Ibu itu menjulukinya Tiga Ustadzah gaul. Namun mereka lebih suka di juluki Tiga Ustadzah Hijrah


"SubhanAllah sayang, serius masih selama itu? yah kering deh!" gumam frustasi Afnan.


"Hehe jemuran opak kelles kering by, Ahahaa Ya Allah ampuni Hamba telah menertawai suami hamba," ucap Hasna.


"Tertawalah sayang Byby ikut bahagia. Namun tunggu enam bulan kedepan,Mimma faham dong,,saat singa kelaparan lalu menemukan makanan?" seringai kemenangan Afnan seraya memajukan wajahnya ke arah wajah Hasna dan menatap nya tajam yang kini berjarak beberapa senti saja dan tatapan Afnan lebih ke ekspresi ancaman, dan itu membuat Hasna bergidik.


"Iiiihhh Bybyyy,,,,serem!!!!" pekik Hasna. dan kini Afnan yang balik menertawakan raut wajah ke khawatiran dari Hasna.

__ADS_1


**************


Terimakasih banyak sudah membaca 🙏😍🤗


__ADS_2