
Continued____
Setelah selsai sholat...
"Sini sayang, makan dulu,...."
"kamu harus mengembalikan stamina"
Afnan menggendong Hasna membawa nya duduk Di sofa
"Waaahh salad Buah, dan jus 3 warna by ?"
"Iya....,sayang aku yang buat "
Itu ada jus mangga, alpukat Dan tomat.."
"Terimakasih by..."
Hasna mengecup pipi Afnan Dan bergelayut manja pada lengan Afnan.. Lalu tanpa di komandoi ia bergerak Dan naik Di pangkuan Afnan..
Kini ia duduk santai Di pangkuan Afnan Dan bergelayut manja pada leher Afnan..
" sama sama sayang,....
Sayang... Aduh.. Lumer lagi deh niihh iman byby"
Ucap Afnan
" ah byby saja otak nya mesum, biar saja.. Nana mau makan nya di suapin Dan seperti ini...... ."
"Ya sudah...."
"Nih minum air putih dulu.."
----------
Hasna pun selesai makan...
Maka Afnan pamit hendak keluar..
jika ia lama lama bersama Hasna berduaan terus Dan posisi Hasna yang menantang nya, bisa bisa Hasna kembali ia terkam..
Bagi dia sih fine fine saja, namun ia Tak tega terhadap istrinya yang terlihat sudah Tak berdaya kekurangan tenaga...
"Sayang, istirahat lagi ya ..."
"Byby mau keluar dulu"
"Iya by... "
"Loh byby mau ke mana?"
"Sudah, nanti juga kamu tahu koq"
"Ya sudah byby pergi..."
Di susul ritual seperti baiasa..(Cun kening, kedua mata, hidung Dan ki**ing l*ps, kali ini agak lama Dan saling balas, Hasna sudah mulai lihai Karena telah mendapat les dadakan tadi dari Afnan)
"Asalamualaikum.."
"Waalaikum Salam.."
Setelah Afnan pergi Hasna mencoba kembali memejamkan matanya.. Badan nya terasa lelah, rasanya ringsek Di sekujur tubuh, terlebih ada yang berdenyut ngilu Tak henti henti nya di area sensitive nya...
Kata Afnan mungkin karena segelan nya terlalu rapih, makanya Di buka nya juga agak susah perlu tenaga ekstra Dan hasil nya pun ketika selsai semua, maka masih saja terasa sakit..
"Ya ampun apa semua perempuan ya mengalami hal ini?"
"Kalau cowok sih enak ya, langsung ngacir"
Henyak.. Hatinya terhenyak,
ia bersyukur melakukan ini dalam ikatan pernikahan dengan suami nya, suami yang memanjakan nya,
Lalu di fikiran nya terlintas seorang Kristine, yang kalau saat ini dia hamil Dan tanpa suami berarti Kristine berhubungan intim dengan seseorang yang bukan suami nya.. Dan mungkin di luar sana masih banyak Kristine Kristine lain yang bernasib serupa.....
"Astagfirullah..."
ucap nya lembut,
Hasna bergidik ngeri plus takut..
Beruntung ia punya Nurin yang selalu mengingat kan nya akan hal positif, jika tidak bisa saja Hasna akan mengalami hal yang sama dengan Kristine ..
"Mbak Nurin terima kasih...".
Ucap nya...
Lalu ia meraih ponsel nya yang ada Di meja lampu tidur samping tempat tidur...
Dan menelpon Nurin..
.
Tuuutt tuuutt tuuutt nada tlp..
"Halo Asalamualaikum Non... (Nurin)
" Mbak... Waalaikum Salam...".. (Hasna)
" Mbak apa kabar??" (Hasna)
" Alhamdulillah.. kabar baik non " (Nurin)
" Non sendiri apa kabar? " (nurin)
"Alhamdulillah.. Nana juga
__ADS_1
baik mbak".. (hasna)
"Non.. mbak kangen" (nurin)
"Nana juga sama.. mbak".. (Hasna)
"Mbak... terimakasih mbak sudah jagain Nana,
membimbing Nana selama Ini" (hasna)
"Loh non kenapa,
Non menangis yaa.." (nurin)
"Tidak mbak.." (Hasna)
Tok tok tok...
Suara pintu kamar Hasna ada yang mengetuk
Asalamualaikum.. Terdengar suara perempuan berucap Salam..
"Mbak sudah dulu ya.. Nanti Nana tlp lagi, seperti nya ada tamu "
"Oh iya Non"
"Asalamualaikum mbak.."
"Waalaikum Salam non"
Hasna menutup tlp lalu berjalan ke arah pintu..
"Waalaikum Salam "
ucap Hasna
Ketika ia membuka pintu ia melihat perempuan yang kemarin yaitu Nurmala
"Asalamualaikum ustadzah Hasna"
ucap nya
"Waalaikum Salam.."
"Mari silahkan masuk"
Hasna mempersilah kan nurmala masuk
"Oh iya.. terimakasih.."
"Maaf selain saya mau berkenalan dengan ustadzah,
saya juga di beri amanat oleh ustadz Afnan untuk menjemput ustadzah Hasna menemui beliau..."
Tutur Nurmala
"Kalau begitu duduk dulu ka......?? "
"MasyaAllah cantik wajah nya ustadzah Hasna , ramah orang nya , lemah lembut bicara nya, anggun sekali cara ia berjalan, SubhanAllah apakah ini yang Di sebut mutiara tersembunyi, pantas ustadz Afnan begitu jatuh hati , Dan menyayangi nya"
"Nur... Nurmala.. ustadzah..." ucap nya..
Nurmala gugup, maka dari itu ia terkejut saat Hasna menunjuk nya dengan ibu jari saat Hasna hendak menanyakan nama nya...
Nurmala terkesima oleh penampilan Hasna yang tanpa polesan make up namun tetap cantik Dan terlihat elegant..
"Astagfirullah.. Kenapa aku segugup ini, padahal umur ku lebih tua dari nya.. SubhanAllah begitu kharismatik ustadzah Hasna..
Sopan santun nya sangat jelas, aku Tak me nyangka.. yang ku tahu dari cerita Ustadz Ubaydillah, ustadzah Hasna ini urakan, Dan nakal Di luaran ..
Justru aku tak percaya dengan kata kata ustadz Ubaydillah.."
" Namun jika ingat kejadian kemarin, aku juga Tak percaya...
Aaahh... wallahu a'lam bissawab.. "
Nurmala berbicara dalam hatinya..
(Ubaydillah pun di panggil ustadz oleh para santri atau para guru pembimbing.. Karena Ubaydillah pun sering ikut andil mengajar saat ada guru pembimbing yang Tak dapat hadir, atau naik mimbar sekali sekali saat ada acara kajian)
Hasna ikut duduk Di hadapan Nurmala...
Di mata Nurmala cara duduk Hasna pun terlihat anggun...
"Maaf jika saya tinggal, berganti pakain
sebentar kak Nur keberatan?"
"Ooohh... Tii...tidak sa.. Sama sekali ustadzah..."
Ucap nya masih dalam keadaan gugup, jantung nya berdegup, ia Tak mengerti anak kecil macam apa yang sedang Ia hadapi ini..
"Baiklah, saya permisi berganti pakaian sebentar.."
Ucap Hasna lembut sembari tersenyum ramah.
"Si.. Silahkan ustadzah.."
Hasna masuk ke dalam ruang ganti, sambil Tak sedetik pun melepas senyum nya...
10 menit kemudian
Hasna telah berganti pakaian..
__ADS_1
"Kak Nur kita pergi sekarang?"
"Oh iya ustadzah, mari..."
Mereka pun menuju tempat yang Afnan kehendaki.
Dalam perjalanan...
"Ustadzah maaf, boleh saya bertanya.."
"Iya silahkan.."
"Mengapa ustadzah Hasna menyembunyikan wajah Di balik masker?"
"Hehe... Tidak apa apa..saya hanya mengizinkan orang tertentu saja yang dapat melihat wajah saya.."
"Oh begitu..."
Tak berapa lama, mereka telah sampai di sebuah rumah kayu yang sangat cantik, Dan asri..
Afnan tengah duduk Di teras rumah kayu tersebut, ia sedang menanti Hasna..
Melihat kedatangan Hasna ia tersenyum senang...
"Asalamualaikum ustadz"
ucap Nurmala
"Waalaikum Salam... Dek Nur"
'Asalamualaikum byyy... "
"Waalaikum Salam, sayang.."
Di susul oleh hasna, terdengar lembut sekali nada bicara Hasna Di telinga Nurmala, pendengaran indah lain nya yaitu ketika Afnan menyebut kata sayang pada Hasna...
"Ustadz...
amanat nya sudah saya laksanakan..
Saya mohon pamit ucap Nurmala.."
"Iya, Terimakasih banyak dek nur, ucap Afnan"
"Kak Nur, sering sering lah main ke sini, temani Nana yaah, saat kak Nur ada waktu senggang..."
"InshaAllah ustadzah... Ucap nurmala"
Namun sebelum nurmala beranjak, Hasna membisikan sesuatu pada Nurmala..
"Kak Nur,, tolong panggil Nana saja,
tak usah pakai embel embel ustadzah..
Yaah kak nur.. Yaahh..mau yaah..."
Ucap Hasna bernada manja... Sambil tersenyum..
"Mmm.. Tak berani ustadzah.."
"Uuummm kaaak Nur... Hemmmm... Ya sudah Besok kita bicara lagi..."
"Baiklah, saya pamit Asalamualaikum..."
"Ustadz..."
"ustadzah..."
"Waalaikum Salam.." Jawab Hasna Dan Afnan serempak...
"Sayang masuk laah..." ajak Afnan
"Wah cantik by rumah nya... Rumah kayu yang cantik.. ."
Kini mereka telah berada di dalam rumah kayu,
Lalu afnan memeluk Hasna dari belakang...
"Selamat datang sayang,
Rumah ini telah ku bangun dari 3 th yang lalu, memang ingin ku persembahkan untuk seseorang,
walaupun orang itu belum ada waktu itu..
Namun Karena aku sudah menemukan mu.... Maka rumah kayu ini ku persembahkan untu sayang..."
" Terimakasih Byy.. "
" Ya Sama sama sayang.. "I
" Bagai mana kamu suka? "
" Suka sekali Byy.. "
Lalu Afnan, mengangkat tubuh Hasna dan
Membopong nya ke kamar
" Aw.. By.. Byyy.. Turun kan Byy.. Byby..Mau apa ??"
" Mau kamu sayang....... "
To be Continue
************
__ADS_1
😎😎😏😏😉😉🙏👌😍👍