Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 215. Kembali ke Rumah Singgah


__ADS_3

Di sebuah tempat,


Tepatnya di sebuah rumah sakit. Devano beserta Elyavira baru saja sampai di ruangan dokter Anne.


Atas rekomendasi Ubaydillah dan Afnan, Maka Ia memutuskan membawa Elyavira memeriksa kan kandungannya di Dokter Anne.


"Assalamu'alaikum, oh Ini adik nya Dek Ubay ya?" tanya dokter Anne yang baru saja masuk.


"Wa'alaikum salam, Betul dok," jawab Devano.


"Baiklah, mari kita mulai pemeriksaan nya," Dokter Anne pun mulai memeriksa Elyavira.


"Insya Allah, semuanya bagus. Namun untuk lebih jelasnya kita cek melalui USG saja ya Dek!" ucap dokter Anne.


"Lakukan saja dokter, apa yang menurut dokter terbaik nya." jawab Devano.


Dokter Anne pun melakukan USG, setelah mengoles Gel khusus USG, lalu ia menggeser alat USG pada permukaan perut Elyavira. Ia pun menjelaskan apa saja yang kini terlihat pada layar monitor. "Baiklah, semua nya bagus! Usianya baru 7 pekan. Masih terlihat gumpalan yang berbentuk kantung dan ini hasil USG nya," penjelasan dokter Anne.



"Masya Allah, calon anak kita Mooi," ucap Devano bahagia.


"Iya Pih, calon anak kita! MasyaAllah Tabarakallah," sahut Elyavira. Ia pun begitu gembira.


**


Alhamdulillah ba'da Ashar. Hasna dan Afnan sampai di Jakarta. Tepat nya di rumah singgah.


اَلْحَمْدُلِلّهِ


اَللّٰهُمَّ إِنِّىْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَافِيْهَا وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَافِيْهَا


Allahumma inni as-aluka khoiroha wa khairo ahliha wa khairo ma fiha wa a’uzubika min syarriha wa syarri ahliha wa syarri ma fiha


“Ya Allah, saya mohon kepada-Mu kebaikan tempat ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan yang ada di dalamnya. Saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan negeri ini dan kejahatan penduduknya serta kejahatan yang ada di dalamnya.” (HR Imam. Nasa'i Baihaqi dan Hakim).


Afnan pun menengadahkan kedua telapak tangannya. Ia melafalkan do'a saat sudah sampai di tempat tujuan


"Alhamdulillah Akhirnya kembali ke rumah Singgah," ucap Hasna.


"Ayo sayang," ajak Afnan. kedatangan mereka di sambut senang Mbak Nurin dan para pengurus rumah singgah, beserta Anak-anak rumah singgah.


"Ayo By, Assalamua'laikum semuanya! Mbak Nur apa kabar?" Hasna menyapa semua orang di situ. lalu ia berangkulan dengan Mbak Nurin.


"Alhamdulillah kabar Mbak baik Non, Mbak rindu Non!" ucap Nurin dengan meneteskan air mata.


"Nana juga rindu Mbak! Hihi sudah jadi Mama dari dua bayi Mbak jangan panggil Non," seringai Hasna.


"Lalu apa, Non Nana masih Mbak anggap Non koq. Tidak mengapa, kan masih muda hehe," tanggap Nurin mengekeh.


"Ya terserah Mbak deh! O yah Papa belum ke sini ya Mbak? tadi katanya pulang dari kantor mau langsung menemui Nana."


"Belum Non. Mungkin nanti sehabis maghrib!"


"Nak Ustadz apa kabar?" pertanyaan Nurin beralih pada Afnan.


"Alhamdulillah kabar baik Mbak," jawa Afnan.


"Baiklah Mbak. Kami ke kamar dulu ya, tolong persiapkan kamar untuk pak sopir Mbak," pinta Hasna.


"Iya Non, sudah rapih koq tinggal di pergunakan saja. Non dan Nak Ustadz mau di siapkan apa untuk makan malam?" tanya Nurin.


"Terima kasih Mbak, tapi kami sudah janjian tadi dengan papa ditelepon. Kami akan makan malam dengan papan di restoran sekitaran sini." jawab Hasna.

__ADS_1


"Baiklah Non."


"Semuanya, kami naik ke atas dulu ya Assalamu'alaikum," pamit Hasna. di susul jawaban salam bersamaan.


"Wa'alaikum salam"


Hasna dan Afnan sudah sampai di kamar Hasna. "Alhamdulillah Akhirnya sampai juga sayang, kita kembali ke kamar sayang!"


"Iya By, Alhamdulillah. Kita sampai lagi di kamar Nana, penataan nya masih sama. Mbak Nurin betul-betul menjaganya." ucap Hasna.


"Iya sayang. hemm bagaimana kalau kita nge-Gym sebentar sayang? cari keringat menghilangkan rasa pegal-pegal setelah di dalam mobil setengah hari ini," bisik Afnan. Ia memeluk Hasna dari belakang yang sedang berdiri di hadapan jendela menghadap ke arah taman. Dulu ini tempat favoritnya untuk Hasna merenung dan belajar.


"Mulai deh syndrome mesum nya bekerja! tidak mau cari keringat, Nana mau nya Vidio call twins saja," jawab Hasna sembari melepaskan diri dari Afnan. Namun bukan Afnan namanya jika tidak mampu meluluhkan Hasna dengan caranya. Hasna yang awal nya menolak akhir nya luluh juga terbuai bujuk rayu Afnan.


"Hehe yakin nih, menolak? kalau dengan cara begini tidak akan sanggup menolak seperti nya!"


"Aw Byby turunkan. Nana Rindu twins ingin Vidio call."


"Nanti saja sayang. Kalau sudah fresh, baru Vidio call," ucap Afnan, tangan nakal nya mulai bergerilya di sela bibir nya yang juga mulai nakal.


"Byby Nakal!"


"Biarlah! Nakal dengan Istri sendiri sih dapat pahala sayang," ledek Afnan.


"Aamiin," ucap Hasna.


"Ya sayang, sekarang! kesempatan nyaman nih hanya berdua saja. seperti sebelum sayang hamil dan melahirkan," ucap Afnan kemabli. Hasna sudah berada di bawah tubuhnya.


"Iya Byby. silahkan Byby berbuat tak senonoh terhadap Nana. Kan Nana juga ingin dapat pahala sore. Hihi."


"Astagfirullah si sayang bahasa nya tak senonoh, ahahah," celoteh Afnan hingga akhirnya mereka saling terbuai oleh sentuhan satu sama lain.


**


"A'a dan Dedek mau Abba nya lantunkan surah apa lagi ayo? Surah Al ikhlas ya?" tanya Abi Kyai pada Twins. Twins seperti mengerti mereka hanya bertepuk tangan dan tertawa.


"Ba..pap..pap..ba..Abbabababa!" celoteh Afkha.


"Masya Allah. Abba, sayang." Ucap pak kyai membenarkan. Seraya membaca Ta'awudz yaitu memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu ta'ala dari setan yang terkutuk sebelum membaca surah dalam Al-Qur'an: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim" Artinya: aku berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dari setan yang terkutuk”. Lalu melantunkan surat al-ikhlas.


قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚQul huwallahu ahad(un)


Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,


اَللّٰهُ الصَّمَدُۚAllahush-shamad(u)


Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.


لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙLam yalid walam yuulad


Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,


وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ Walam yakul(n) lahu kufuwan ahad(un)


dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".


Keutamaan baca surah Al- Ikhlas


Di sayang Allah. Dulu ada sahabat Nabi SAW yang hampir tiap mengimami sholat selalu membaca Al Ikhlas selepas baca Alhamdu (Fatihah). Lalu, para sahabat bertanya kepada Nabi. Kenapa si Fulan selalu baca Al Ikhlas. Nabi SAW berkata: Allah sangat menyukainya."


Jalan Masuk Surga. Anas, bahwa pernah ada seorang lelaki berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menyukai surat Qul Huwallahu Ahad (surat) Al-Ikhlas." Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Kesukaanmu kepadanya dapat memasuk kan mu ke dalam surga." (Imam Turmudzi).


Sepertiga Al Qur'an. Sabda Rasullullah SAW: "Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya surat Al- ikhlas itu benar-benar sebanding dengan sepertiga Alquran”. (Imam Bukhori)

__ADS_1


Di anjurkan bagi kaum Muslim dan Muslimah yang sedang tidak memegang Mushaf lalu tidak pula nalar Al-quran atau bagi kaum hawa saat dalam keadaan datang bulan atau masa nifas lalu ada di antara kajian yang mengharuskan membaca Al-quran. Maka bacalah Al-Ikhlas setidaknya 3 x berturut-turut dan itu sama saja sudah mewakili membaca Ayat suci Al-qur'an lain nya. Wallahu A’lam Bishshawab.


Umi, Lintang serta para Ambu sedang mempersiapkan kan untuk makan malam. Sedangkan Ubaydillah sore itu sedang ada kelas yaitu pengajaran Ilmu Tajwid dengan membawa serta Baby-G atas kemauan nya.


"Sayang telepon, A'a Dav suruh cepat pulang jika sudah selesai mengajar. jangan bawa Dedek G keliling ponpes dahulu, sudah sore," pinta Umi pada Lintang.


"Iya Mi. Baru saja berkirim pesan, katanya sebentar lagi pulang koq," tukas Lintang. walaupun Lintang berada di dapur akan tetapi Umi tidak mengizinkan nya untuk ikut memasak. Umi hanya mempersilahkan Lintang melihat mereka memasak, paling hanya hal kecil yang boleh Lintang lakukan seperti menata piring atau menata buah-buah di meja makan.


***


Ba'da Isya di kota Jakarta.


Hasna dan Afnan sudah berada di salah satu restoran ternama. Bersama Papa Hasna, Vinny, Almira. Hasna mengajak serta Mbak Nurin. kini mereka sedang makan malam, setelah sebelumnya Papa Hasna menemui nya di rumah singgah.


"Pah, sembari menunggu pesanan datang. video call Twins yuk!" ajak Hasna.


"Oh tentu saja sayang! papa juga rindu sekali dengan Twins, pasti mereka sudah sangat lucu ya."


"Iya sayang ayo Mama juga sudah tidak sabar ingin melihat twins," timpal Vinny.


"Mia juga, Mia juga!" sambung Alamira senang.


"Sebentar yah disambungkan dahulu," ucap Afnan. Lalu ia menyambungkan sambungan video call ke ponselnya Ubaydillah.


"Assalamu'alaikum A, MasyaAllah A'a nya Ana baru tidak bertemu setengah hari saja, koq makin tampan," puji Ubaydillah setelah ia buka sambungan video call, dan yang pertama ia lihat ada Afnan.


"Apa sih Anta ini dek. Mana Twins? ini Mimma nya, Pamu, Mamu, dan Antyk nya rindu," tanya Afnan sambil menyeringai.


"Loh kalian seperti nya sedang di restoran A'a bro?" tanya Ubaydillah.


"Iya Dek, sedang makan malam."


"Loh sama dong A, kita juga sedang makan malam tuh," Ubaydillah, tidak buru-buru memberikan vidio call itu terhadap Afkha dan Afsha. Akan tetapi ia malah memperlihatkan suasana di meja makan itu.


Afnan pun, melakukan hal yang sama. kini kedua orang tua mereka yang saling sapa antar meja makan, berlainan tempat di dalam layar ponsel yang terhubung dengan video call. Setelah mereka puas ber tegur sapa, akhirnya beralih lah video call itu ke pada Afkha dan Afsha yang sedang duduk di bangku nya masing-masing.


"A'a Kha, Dedek sha ini Mimma dan Biyya sayang. Lihat Pamu, Mamu, Antyk juga Mbak Nur ada di sini, sayang," Afkha dan Afsha nampak kegirangan, dengan berceloteh ala bayi serta menggapai-gapai layar ponsel yang didirikan Ubaydillah di atas meja makan, semuanya tertawa melihat tingkah lucu mereka.


Akhirnya pesanan mereka pun tiba. Dan setelah melafalkan Do'a makan. Mereka pun makan malam dengan santai sembari berbincang hangat.


"Pah Terimakasih atas undangan makan malam nya,"ucap Afnan pada Papa Hasna.


"Sama-sama Nak Ustadz!" jawab Afdal. Lalu tidak menginap di rumah Papa nih sayang?" tanya Afdal pada Hasna.


"Besok malam saja Pah! malam ini Nana menginap di rumah singgah."


"Ya sudah sayang, tapi janji ya besok menginap di rumah Papa," ucap Afdal kembali.


"Insya Allah Pah!" ujar Hasna.


"sayang, Mama menunggu mu ya," timpal Vinny.


"Iya Kak Nana dan Om Ustadz ganteng, jangan tidak ya," sambung Almira.


"Iya Mama, Iya Mira sayang! bawel, wewet," ucap Hasna sembari meng klitiki Almira. yang membuat nya menggelinjang dan tertawa geli.


"Baiklah, Pah, Mah, Mira. Kami kembali ke rumah singgah ya! besok agak pagian kami ke rumah Papa. Menginap serta berangkat ke bandara dari rumah Papa," ucap Afnan.


"Baiklah Nak, Pintu rumah Papa selalu terbuka lebar untuk kalian," ujar Afdal.


"Iya Pah terimakasih."


Akhirnya mereka pun berpisah di parkiran restauran.

__ADS_1


Next 👉


__ADS_2