Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 194. Bicara Baik-Baik.


__ADS_3

“Akhi Furqon,,,Furqon mau kemana Antum?” teriak Nirwan.


“Antum yakin itu Akhi Furqon?” tanya Ubaydillah.Ia agak samar dalam mengenali Furqon.


“Na'am Ustadz!, itu Furqon.” jawab Nirwan.


“Astagfirullah,, sepertinya ia


sedang menghindari kita Dek!” seru Afnan pada Ubaydillah.lalu bicara baik-baik dan menghampiri Santri Furqon.


“Hai Akhi tunggu, turunlah!, Ustadz ingin bicara baik-baik dengan Antum,” saat Furqon sudah memanjat pagar pembatas dan ia berada di atas pagar tersebut.


“Tidak, Pasti Ustadz hendak membawa ku kembali ke ponpes.Tolong biarkan aku pergi Ustadz," pinta Furqon.


“Loh memang apa yang salah jika Ustadz ingin membawa Antum kembali ke ponpes?, kan agar Antum tetap dapat belajar!” ucap Afnan.


sedangkan sang Ibu Furqon hanya menatap mereka dari ambang pintu.Tidak mengerti apa yang sedang terjadi.Ia hanya tahu Furqon kembali dari ponpes karena kurang sehat.


“Tidak! pasti Ustadz akan membawa Furqon ke kantor polisi. Bukan membawa Furqon kembali ke ponpes!” ucap Furqon,ia masih betah bertengger di antara dinding pembatas itu.


“Memang Antum salah apa?,hingga Ustadz harus membawa Antum ke kantor Polisi?” tanya Afnan.Ia seperti sedang bernegosiasi.


“Ustadz tidak perlu berpura-pura. Furqon yakin Ustadz sudah mengetahui kesalahan yang Furqon perbuat!, untuk apa Ustadz jauh-jauh kemari jika tidak ada hal penting,” ucap Furqon.Nada bicara nya mulai melemah.


“Ya sudah,maka dari itu turunlah!,mari kita bicara baik-baik. Ustadz janji tidak akan mempersulit Furqon.Lihat Akhi Nirwan,huwa tidak Ustadz hukum apapun,dan malah saat ini ikut ke sini bersama Ustadz.” ucap Afnan meyakinkan.


“Iya Fur,ayo turun!” Nirwan ikut membujuk nya.


“Aaaah aku tak percaya,bisa saja ini jebakan!”seru Furqon. Malah ia hampir nekad melompat dari pagar pembatas itu hendak pergi.


“Baiklah, pergilah jika Akhi Furqon ingin di laknat oleh Allah tanpa memohon ampun kepad Allah serta meminta maaf pada orang yang telah Antum Fitnah!” seru Afnan.


“Rasulullah SAW bersabda: Tidak masuk surga orang yang suka menyebarkan fitnah,” (HR. Bukhari dan Muslim). Sambung Afnan.


اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَا حِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۙ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

__ADS_1


innallaziina yuhibbuuna ang tasyii'al-faahisyatu fillaziina aamanuu lahum 'azaabun aliimung fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wallohu ya'lamu wa angtum laa ta'lamuun


"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nur 24: Ayat 19)


“Bertaubatlah Akhi, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّا بٌ رَّحِيْمٌ


yaaa ayyuhallaziina aamanujtanibuu kasiirom minazh-zhonni inna ba'dhozh-zhonni ismuw wa laa tajassasuu wa laa yaghtab ba'dhukum ba'dhoo, a yuhibbu ahadukum ay ya`kula lahma akhiihi maitang fa karihtumuuh, wattaqulloh, innalloha tawwaabur rohiim


"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."


(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12)


“Maksud Ustadz apa?” tanya Furqon.


“Akhi,, kami sudah mengetahui semua nya tentang perubatan Antum!, dan jika antum mau bekerjasama dengan Ustadz,maka Antum akan bebas dari segala tuduhan.” teriak Ubaydillah.


“Maaf Ustadz ini ada apa,dan anak saya melakukan hal tidak baik apa di ponpes?” tiba-tiba Ibu nya Furqon, menghampiri Ubaydillah.


“Baiklah Ustadz saya akan turun.Tolong jangan memberitahukan apapaun pada Ibu!, atau hal buruk akan terjadi pada Ibuku." ucap Furqon.


“InshaAllah,Antum bisa turun sekarang!” Afnan meyakinkan.


Furqon pun akhir nya turun dari pagar pembatas.


--------


Di rumah utama ponpes, Hasna belum juga dapat memejamkan mata. Hasna gelisah menunggu kabar dari Afnan,namun ponsel nya tak kunjung juga bergetar.


“Na,,sudah tidur!” ucap Lintang.


“Iya Lin,nanti!, gue menanti kabar dulu dari Ustadz.Tapi koq doi gak juga menghubungi ya?!” ucap Hasna antara bertanya dan berseru.


“Mungkin sedang keadaan tidak sempat Dek!,Dev juga belum mengabari kak Elya,” ucap Elyavira yang tidur di sisi kiri Hasna, iapun sama tak dapat tidur, fikiran nya sedang di penuhi sosok Devano.

__ADS_1


“Mungkin juga kak El” gumam Hasna,ia bersandar pada beberapa bantal yang di susun.Hasna mengelus lembut perutnya yang sudah membulat namun belum begitu besar.


“Iya Na, A'a Dav juga belum mengabari,” ucap Lintang.


Elyavira pun bangun dari posisi tidur nya,kini ia duduk di menghadap Hasna. Begitupun dengan Lintang,ia melakukan Hal yang sama.


“Sudahlah Dek,mari kita Do'a kan saja urusan mereka lancar,” ucap Elyavira.


“Iya kak inshaAllah,” ucap Hasna.


“Iya Na mari kita Do'akan saja agar para suami kita senantiasa di lindungi oleh Allah,” timpal Lintang.


“Aamiin ya Robbal Alamiin” ucap Hasna.


“Sini!” ucap Elyavira membentangkan tangan nya.


“Unnchh kak Elyaaa,”Hasna terharu,dan ia pun menghabur dalam pelukan Elyavira di susul Lingtang ikut memeluk Hasna dan Elyavira.Kini mereka saling menguatkan.Elyavira begitu lembut penuh kasih sayang menganggap mereka adik, mengelus Hasna dan menenangkan Hasna dalam pelukannya,hingga kini mereka sudah dapat tertidur dengan saling support dan menguatkan.


--------


Di tempat lain. Setelah satu jam perjalanan dari rumah Furqon dan melewati drama niatan minggat nya Furqon ,kini Afnan baru saja masuk ke dalam sebuah vila hasil sewaan nya yang berada tak jauh dari perbukitan kota B,yang di sebutkan Elyavira sebelum berangkat.


“Ayo makan dulu, setelah ini tolong Antum katakan apa yang terjadi hingga Antum menaikan gambar Devano ke media dan mengedit nya,seakan akan mereka berciuman dan berangkulan,” ucap Afnan.


“Iya,lo parah banget itu ngedit nya,Fitnah banget itu,” ucap Devano.


“Maaf kang!” hanya itu yang meluncur dari mulut Furqon.


“Sudah makan dulu!, Antum tidak perlu takut.Kami hanya ingin tahu siapa yang menyuruh Antum?, tenang saja Nama Antum akan aman dan kami akan jamin keselamatan Antum,” ucap Ubaydillah.


“Na'am Ustadz!, Syukron.”


Setelah keadaan mulai tenang,Afnan duduk sejenak menyeruput kopinya.


************

__ADS_1


hehe para Readers yang baik pasti menuggu lama yaa,maaf Author syibuk di dunia nyata, MasyaAllah.Semoga updatean Thor yang sedikit ini dapat sedikit pula mengobati rasa rindu para Readers pada Thor ya,uuppss pada cerita Author maksudnya,🤭, siapa juga yang rindu dg Author,ikh kepean🤪.


__ADS_2