Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 144. Siap Boss Byby


__ADS_3

"23 tahun yang lalu, satu minggu setelah kepergian anak itu yang kami anggap Davian, Granny tak sanggup jika harus berada lebih lama dengan kenangan yang ada, Granny jatuh sakit, hingga Grandad mu membawa Granny kembali ke Holland, bertahun tahun Granny sakit, luka hati dan fikiran, tubuh Granny sehat, namun entahlah jiwa Granny mungkin yang terguncang , bertahun tahun pula Granny bersitegang dengan daddy mu, Daddy dan Mommy mu menetap di German dan tak ingin bertemu dengan Granny, karena Daddy mu menyalahkan Granny yang sudah membawamu berlibur ke villa itu, sehingga kejadian itu terjadi " tutur Granny


"Hinggap beberapa tahun kemudian Mommy mu hamil Devano, dan Mommy mu kembali ke Indonesia, sampai Devano Usia SMP, akhir nya Daddy berdamai dengan Granny dan sesekali Granny pulang ke Jakarta untuk menemani Devano, bergantian dengan Daddy and Mommy mu, Karena Grandad sibuk dengan pekerjaan nya di Hollan, dan tahun lalu Grandad mu pengsiun hingga kita dapat kembali ke Indonesia bersama sama " tutur Granny kembali .


Pak Kyai memberi isyarat agar Ubaydillah berpindah duduk bersama Nenek nya, dan Ubaydillah menuruti nya, ia duduk di sebelah Granny.


" Maaf Ibu , kami tidak tahu apa yang telah terjadi, jika saja waktu itu kami tahu Ubaydillah di culik, mungkin kami akan mengembalikan nya" ucap Umi


"Tidak, tidak jangan katakan seperti itu, ini sudah di atur oleh Allah, sekenario hidup kita harus seperti ini, dan terimakasih mendalam dari saya, cucu saya hidup baik dalam perawatan dan kasih sayang kalian" ucap Granny tersenyum lega


"Maaf Ibu dan Bapak Kyai saya tidak ada Niat untuk mengambil Davian dari kalian" ujar Granny kembali


"Sekali lagi terimakasih kalian sudah menjadi orang tua terbaik untuk cucuku, Granny dapat melihat ketulusan kalian, kedekatan kalian, Granny bahagia cucuku masih hidup, Granny bahagia cucuku hidup baik dan hidup layak bersama kalian, Dav maafkan Granny jika mengusik hidup mu, Grannny faham jika Dav masih syok, namun granny harap Dav mau berkunjung ke rumah Granny dan Granny Berharap Dav mau ya bertemu Mommy dan daddy, lusa mereka pulang dari German sayang" ucap Granny menggenggam tangan Ubaydillah.


" Hmmm.. InshaAllah Nenek nanti Dav mampir sebelum kembali ke pondok pesantren dan setelah acara walimatul Urs rampung, Nenek juga datang lah ke pondok pesantren, minta Devano yang antarkan, dia sudah tau alamat nya, oke Bro" ucap Ubaydillah lalu melirik dan meminta Devano mengiyakan.


"Oke Bro" ucap Devano santai, yang paling batu di antara yang lain itu Devano, ia yang seperti nya tak terpengaruh dengan drama pertemuan Cucu dan Nenek ini, jangankan menangis sekedar menitikan air mata saja Tidaklah terlihat, ia seperti patung yang hanya diam memeluk Granny nya.


"Sayang panggilah Nenek ini Granny, tolong" ucap Granny pada Ubaydillah penuh harap.


"Iya Ne.. Eh Granny" ucap Ubaydillah


"Terimakasih, ucap Granny terharu sembari memeluk Ubaydillah " Granny akan sering mengunjungi mu di ponpes sayang, jika perlu Granny akan tinggal di Villa kita yang di sana, agar kita lebih dekat jika rindu " bijak nya Granny, walaupun sudah puluhan tahun berpisah dengan Ubaydillah namun ia tidak serakah lantas ingin menguasai nya.


Obrolan pun mulai normal dan beralih pada obrolan ringan, kini tawa menghiasi wajah mereka, cerita Abi dan Umi tentang kelucuan Ubaydillah kecil, sehari hari Ubaydillah, makanan kesukaan, permainan yang Ubaydillah suka, kejahilan dan kemanjaan Ubaydillah, hingga kelakuan nyeleneh Ubaydillah tak lupa Abi dan Umi ceritakan.


"Alhamdulillah, akhir nya beban Abi runtuh, sebetul nya Abi menanggung beban ini cukup lama karena merasa tak adil telah menguasai Utun di hidup Abi" ucap pak Kyai


"Tidak Abi, sama sekali tidak begitu, Abi yang selalu menyayangi dan Memaafkan kesalahan dedek" ucap Ubaydillah


Hasna tak lepas dari pelukan Umi, setelah sebelum nya menangis dalam pelukan Afnan.


Kini saat nya Granny pamit, "Baiklah Granny pamit sayang, Granny harus sampaikan kabar gembira ini pada Grandad" ucap Granny pada Ubaydillah, lalu mereka berpelukan.


"Baiklah Granny, maaf Dav tidak dapat mengantar Granny, sehat sehat dan baik baik ya Granny" ujar Ubaydillah

__ADS_1


"Iya sayang tidak mengapa, baik baik juga kamu dan Istrimu ya, besok Granny akan hadir di acara resepsi pernikahan mu" ucap Granny


"Itu sih harus Granny" ucap Ubaydillah


"Dev, titip Granny, Terimakasih lo udah jagain Granny selama ini" ucap Ubaydillah pada Devano.


"Iya Broo... Huuuu uwwaaaaaa.. uuu aaaa hikss hikss.." tiba tiba Devano merangkul Ubaydillah dan menangis dengan suara yang keras hingga membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut.


" Dramatis hidup lo Brother , aaaa gue gak bisa bayangin kalau gue di posisi lo Bro , nangis sendiri di jalan tengah malam, uuuuu aaaa hiksss hikkss lo mau minta apa dari gue akan gue beri Bro, asal jangan lo minta gue operasi plastik merubah wajah!


dan buat Lintang, gue ikhlas bro dia buat lo seutuh nya, brother haaaa ternyata gue punya kaka, gue pengen nangis dari tadi sebetul nya broo, tapi gue bingung cara nangis nya bagaimana, maafin gue bro, baju lo jadi basah bro, haaaaa uuuuu hikss hikss " racau Devano dalam tangis nya, hingga membuat yang berada di ruangan itu yang awal nya terkejut akhir nya tertawa


Akhir nya Devano dan Granny pamit, setelah Granny dan Devano pulang, pembicaraan kembali pada rencana walimatul urs.


" By, jalan jalan yuuk" , ajak Hasna pasa Afnan


"Mau jalan jalan kemana memang nya?" tanya Afnan.


"Ummm Keliling Jakarta by, nanti pulang mampir ke rumah papa" ucap Hasna dengan mata yang berbinar.


"Ayolah by, mumpung sedang di sini" rengek Hasna.


"Iya siap Boss Byby" ucap Hasna, dan membuat yang di ruangan itu ikut tersenyum.


Afnan, Hasna, zainal dan Nurmala pergi mengitari Jakarta ba'da dzuhur, karena yang sepuh sepuh tidak ikut serta, mereka memilih ber istirahat di rumah singgah, kini Hasna daj Afnan mulai menjejakan kakinya di salah satu mall terbesar di jakarta untuk berbelanja , tak terlewati berkunjung ke tempat rekreasi terdekat, nonton dan tentu saja makan ,Ubaydillah, Lintang dan orang tuanya, sedang sibuk mempersiakan printilan untuk walimatul Urs yang di luar Wo.


Papi Lintang betul betul seperti teman untuk Ubaydillah, mereka terlihat asyik mengobrol dan berkelakar bersama, dari hal apa saja dapat nyambung bila berbincang.


Seperti siang ini, di sela sela kegiatan nya dan setelah sholat dzuhur berjamaah di masjid, mereka terlihat asik berbincang, dan Ubaydillah setia menyimak.



Malam hari pun tiba.....


Kini pukul 21 : 15, Hasna masih di perjalanan sedang menuju rumah papa nya, ia begitu sumringah.

__ADS_1


"Byby terimakasih sudah antar Nana jalan jalan" ucap nya sembari memeluk dan mengecupi wajah Afnan, sejak Hasna mengeluh kaki nya lelah, maka Afnan memberikan kemudi pada zainal, dengan Nurmala duduk di samping nya, Afnan memilih bergeser ke belakang dengan memeluk Hasna di pangkuan nya.


"Sama sama sayang, hehe senang sekali seperti nya?" tanya Afnan


"Uuumm ya senang dong byy.. Sudah lama kan tidak refreshing seperti ini, apalagi belum lama kan sibuk dengan soal soal ujian" ucap Hasna.


"Ya sudah, sekarang bobo saja, kan katanya lelah, kalau twins baby sudah lahir, nanti byby ajak sayang jalan jalan ke luar negeri" ucap Afnan.


"Sungguh by.." seru Hasna.


"Sungguhan sayang" ucap Afnan


"Dengan Lintang dan kak Ubay ya byy" Hasna bernada memohon


"Iya sayang nanti kita pergi sama sama, kalau Zain dan dek Nur ada waktu boleh koq turut serta" ucap Afnan.


"Yeeeiiyy terimakasih byby sayang, iihh uemezz uemezz Nana sayang dan guemezz deh sama byby, hehe" ucap Hasna seraya menyesapi pipi Afnan dengan hidung nya.


"Iya sayang, Terimakasih sudah begitu sayang dengan byby, ya sudah sekarang bobo, nanti setelah sampai rumah papa, di bangunkan yaa" titah Afnan.


"Iya by, Nana bobo ya" ucap Hasna berusaha tertidur dengan memeluk Afnan dan menyusupkan kepala nya pada leher dan bahu Afnan dan tak lama tetidur.


Zainal dan Nurmala saling melempar pandang sembari tersenyum mendengar celotehan manja Hasna pada Afnan, maka mereka pun saling menautkan tangan meresapi romansa double date yang jarang terjadi Karena kesibukan ponpes, zainal ini pembimbing pramuka dan Rihlah _ Tadabur Alam , jadi sehari harinya ia habiskan di Alam, dan Nurmala adalah Guru di MTs serta kelas bahasa inggris dan Arab untuk santri wati.


" Zain ingat jalan nya tidak?" tanya Afnan.


"InshaAllah ingat kak" jawab zainal


"Oh ya sudah, kalau tidak ikuti Gps saja , Nana nya tidur ini, tidak dapat di tanya tanya" ucap Afnan, karena memang kini Hasna tertidur pulas di pangkuan dan pelukan nya.


"Iya kak, tidak lama lagi sampai nih" ucap zainal kembali.


" Baiklah zain" ucap Afnan.


Kini mereka hening menikmati perjalan dan pemandangan hiruk pikuk nya Jakarta.

__ADS_1


**************


๐Ÿ’ช๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ†™๐Ÿ†™๐Ÿ†™Again๐Ÿ‘Œ


__ADS_2