Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 197. Twins Biyya Kalian Terluka.


__ADS_3

“Pak tolong cepat!, A'a sudah tak sadarkan diri,Dev tolong telepon polisi Imron minta ambulans yang di belakang tadi agar menyusul.” teriak Ubaydillah, terlihat panik.


“Iya bang” Devano menelpon Imron memakai ponsel Ubaydillah.Ia meminta Ambulans,niatan awal tidak memakai ambulans karena mereka fikir luka Afnan tak seserius itu hingga Afnan mengeluarkan cukup hanyak darah dan kini ia tak sadarkan diri.


tak berapa lama terdengar suara sirine Ambulans makin mendekati dan polisi Imron terlihat sedang duduk di samping sopir Ambulans.


“Ayo cepat!” teriak Imron.


“Maaf Akhi,tadi Ana teledor tak mendengarkan kata Akhi untuk naik Ambulans” ucap Ubaydillah penuh penyesalan saat mereka sudah saling berhadapan.


“Sudahlah,saat ini kita harus segera sampai Rumah sakit,” jawab Imron.


“Kalian pulang ke ponpes saja,nanti Ana hubungi jika sudah sampai di Rumah sakit!” seru Ubaydillah pada Devano dan yang lainnya.


“Lalu bagaimana jika mereka bertanya,apa yang harus kami katakan bang?” tanya Devano.


“katakan saja yang sebetulnya terjadi dan mohon Doa untuk bang Ustadz agar segera siuman,” pinta Ubaydillah.


“Baiklah bang,” jawab Devano.


“O ya, usahakan Nana tenang ya Dev,Abang titip Nana,” Ubaydillah teringat akan perkataan Afnan.


Akhirnya Devano pulang ke ponpes dan Ubaydillah menunju Rumah sakit, bersyukur di dalam Ambulans peralatan pendukung sedikit membantu Afnan mendapatkan perawatan.


Di rumah utama ponpes,,,,


Pranggg,,,Hasna tak sengaja menjatuhkan gelas yang ia sedang pegang saat berkumpul di ruang keluarga bersama Umi, Lintang dan Elyavira.Abi belum pulang sedang ada acara pengajian di kampung sebelah.


“Astagfirullah!!” seru Hasna lalu ia berniat mengambil dan membersihkan serpihan gelas tersebut.


“Astagfirullah Al Adzim,” ucap mereka karena terkejut.


“SubhanAllah sayang jangan di ambil! biar minta tolong Ambu untuk membersihkan nya,” pekik Umi. saat melihat Hasna hampir meraih serpihan gelas.


”Ambu,mbu tolong bawa sapu dan sekop sampah ya,ini tolong di bersihkan dahulu serpihan gelas takut ter injak” panggil Umi pada Ambu yang memang sedang tak jauh dari tempat itu.


“Baik Umi nyai!” ucap Ambu seraya bergegas ke arah belakang mengambil barang yang Umi sebutkan,dan ia pun membersihkan serpihan gelas hingga tak tersisa.


“Na kamu kenapa?” tanya Lintang,ia menyebutkan kata kamu saat di depan orang tua mereka.


“Iya Dek Nana ada apa?” sambungan Elyavira.


Hasna hanya menggelengkan kepalanya, perasaan nya tidak menentu saat ini.


“Iya umi, maafkan Nana sudah menjatuhkan gelas nya,” ucap Hasna dengan mimik wajah yang sedikit cemas.


“Tidak mengapa sayang,sini sayang,” Umi membentangkan tangannya agar Hasna medekat lalu memeluk nya. Di ikuti oleh Lintang dan Elyavira memeluk sekenanya dan kini mereka sama sama dapat merasakan dari kecemasan Hasna.


Tak berapa lama terdengar suara ucap salam dan itu suara Devano di ikuti pak Mahli sedangkan Furqon dan Nirwan mereka kembali ke Asrama putra.


“Assalamu'alaikum” Ucap Devano lalu pak Mahli.


“Wa'alaikum salam warahmatullah,” sahut Umi dan yang lainnya mengikuti.


“Alhamdulillah ternyata Dev sudah pulang,” ucap Umi sumringah. Elyavira pun merasakan hal yang sama ia terlihat berbinar saat melihat kekasih halal nya baru saja masuk.


“Iya Umi Alhamdulillah,” namun Devano terlihat kebingungan.


“Ada apa Dev?, mana yang yang lain nya?, A'a Ustadz dan A'a Dav,” tanya Lintang.

__ADS_1


“Eumm,, mereka,,,eeeuumm” ucap Devano ragu,dan Elyavira mencium gelagat aneh dari suami nya itu. Elyavira merasa ada yang tidak beres, lalu dengan naluri ke Istrian nya maka ia pun mengambilkan dua gelas air minum,satu untuk Devano dan yang satu nya untuk pak Mahli. Elyavira memberikan nya pada Devano.


“Dev,minum dulu!” Elyavira memberikan gelas berisi air minum pada Devano dan Devano pun meraihnya.


setelah habis, Elyavira meraih tangan Devano seraya mengajak nya duduk dan setelah tenang dengan di bantu pak Mahli ikut bicara Devano menceritakan kejadian yang sebenarnya.


“Astagfirullah, Innalillahi!” ucap mereka bersamaan.


“Innalillahi Byby,” ucap Hasna lirih, tubuh nya lunglai di dalam dekapan Umi. Hasna bukan type histeris jika di timpa kesulitan atau mendapat kan kabar buruk. Hasna hanya akan diam.


“Twins Biyya kalian terluka,kuat ya kalian mendengar berita ini,” gumam Hasna mengelus perut nya dan di sela luncuran air mata nya ia tersenyum hambar saat merasakan getar halus dari dalam perutnya,ia tahu Anak anak nya mengerti dan sudah mendengar perkataan nya.


“Na,,tolong tenang ya inshaAllah bang Ustadz akan baik-baik saja,pesan nya tadi agar kamu tetap tenang Na. Dan jaga Twins utun kalian ucap bang Afnan tadi,ia juga menitipkan Umi pada kami. Jadi kamu yang kuat ya Na, do'akan saja yang terbaik,itu yang bang Ustadz pinta sebelum tak sadarkan diri,” ucap Devano ia berusaha menenangkan Hasna walaupun ia sendiri masih syok sebetulnya.


“Iya Dev Terimakasih!” ucap Hasna.


“Sabar sayang mari kita sama-sama berdo'a!,memohon ampunan dan kesembuhan untuk suamimu,” ucap Umi, menguatkan Hasna. Umi pun sebetulnya cemas, terkejut saat mendengar putra nya terluka.


Tak berapa lama terdengar suara Abi berucap salam.


“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh” ucap Abi.


“Wa'alaikum salam warahmatullah” jawab Umi.


“Loh ini ada apa?,koq Nana dan Umi menangis?” tanya Abi.


“A'a Ustadz terluka Bi,dan saat ini kita belum mendapatkan kabar terbaru,kata Dev,, A'a Dav sedang menuju Rumah sakit tadi.” ucap Lintang.


 إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎


Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un :


Alhamdulillah ‘ala kulli hal – الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ – Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.


Ucap pak Kyai lalu ia hampiri Umi.“Umi sabar ya, inshaAllah ini Allah sedang memberikan yang terbaik untuk kita,Nana Ikhlas dan tawaqal ya Nak!, inshaAllah akan ada hikmah terbaik.” ucap pak Kyai.


“InshaAllah Bi,” ucap Umi.


“Iya Bi, Terimakasih!, inshaAllah,, Aamiin ya Robbal A'laamiin,” ucap Hasna.


“Ya sudah,Neng Lilin tolong temani dan bawa Nana naik saja ke kamar ya!,biarkan Nana istirahat,dan Abi akan cari informasi di bawa ke Rumah sakit mana A'a kalian” pinta Abi pada Lintang.


“Baiklah Bi!,Na ayo kita ke kamar” ajak Lintang.


“Abi,Umi,Dev,kak Elya.Nana permisi ke kamar dulu ya, Assalamu'alaikum,” pamit Hasna.


“Iya sayang Wa'alaikum salam,hati hati naik tangga nya” ucap Umi penuh kasih sayang.


“Wa'alaikum salam” jawab bersamaan pak Kyai, Devano dan Elyavira.


“InshaAllah Umi, Terimakasih!” ucap Hasna. kini Hasna dan Lintang pun berlalu ke kamar Hasna.


“Untuk Dev dan neng Elya silahkan jika ingin ke kamar, seperti nya Dev butuh istirahat!” ucap pak Kyai.


sedangkan pak Mahli sudah berpamitan saat pak Kyai masuk tadi.


“Iya Bi,kita permisi dan sebaiknya Dev istirahat di building saja,” pamit Devano. dan setelah mengucap salam maka Devano dan Elyavira pun meninggalkan rumah utama menuju building tempat Elyavira.


kini tinggalah Umi dan Abi di ruangan itu,,“Abi lagi-lagi A'a Bi,”ucap Umi lirih.

__ADS_1


“Ikhlas Mi,berserah.Tidaklah semata mata musibah datang melainkan atas kehendak Allah SWT.” bujuk Abi.


“InshaAllah Bi, Terimakasih Abi yang selalu menguatkan Umi.Namun Umi khawatir terhadap Nana dan calon cucu kita,” ucap Umi.


“Sssstt..ber husnudzon lah Mi,” ucap pak Kyai seraya memeluk Umi.


“Astagfirullah Al Adziim”


Di kamar Hasna,,


“Lin Ustadz Lin,,Aakkhh Hikkss hikks ahhmmm huuu,,huu,,,(anggalah menangis)” Ucap Hasna seraya memeluk Lintang dan menangis sejadi jadinya. di dalam pelukan sahabatnya itu. Lintang membiarkan Hasna menangis. Lintang tahu Hasna menahan tangisnya dari sejak ia tahu Afnan terluka.


“Sudah ya Na,lo harus kuat demi Twins Utun dan inshaAllah A'a Ustadz akan baik baik saja,” ucap Lintang menenangkan Hasna.


“Iya Lin, Terimakasih dan please jangan tinggalkan gue ya!” pinta Hasna.


“Hehe Gue akan selalu bersama lo sebelum A'a Ustadz kembali!” Lintang pun berlinangan air mata, saat ini mereka hanya dapat saling menguatkan.


Di building Elyavira,,,


“Mooi bagaimana keadaan Bang Ustadz?” ucap Devano,ia menangis sesenggukan di dalam dekapan Elyavira.


“Dev sayang,sabar ya kita do'akan saja semoga Bang Ustadz baik baik saja!” ucap Elyavira membuat Devano tenang.


“Seperti nya Dev lelah,ayo Elya bantu bersih bersih ,mau makan dulu atau mau langsung tidur?” tawar Elyavira. Ia tahu Devano lelah dan sedikit terguncang.


“Dev tidak mau makan dan tidur Mooi,Dev hanya ingin menunggu kabar dari Bang Dav!” ucap Devano.


“Ya sudah!,tapi setidaknya mari membersihkan diri dulu,tuh lihat baju Dev ada noda darah nya,” bujuk Elyavira.


“Iya itu noda darah nya Bang Ustadz,” ucap Devano, bersandar pada sofa matanya terlihat menerawang jauh.


Lalu dengan kelembutan nya Elyavira,penuh sabar dan kasih sayang ia mulai melucuti pakaian Devano agar mau membersihkan diri. Dari mulai kemeja, celana jeans,boxer dan Hingga kini Devano hanya menggunakan underwear nya


“Ayo sayang,” tarik lembut Elyavira membuat tubuh tinggi itu berdiri dan membawanya ke kamar mandi,lalu Elyavira memandikan Devano, setelah selesai dan Devano kini rapih berpakaian Elyavira memaksa Devano dengan sikap yang tetap lembut agar Devano merebahkan tubuhnya. Devano pun akhirnya luluh.Hingga ia tertidur karena belaian lembut tangan Elyavira yang memanjakan nya. Sedewasa nya Devano tetap saja ia remaja yang memiliki sisi manja karena terbiasa mendapatkan perlakuan hangat dari Granny. Terlebih Elyavira yang jauh lebih dewasa pandai sekali memanjakan nya, walaupun ia sendiri terkadang bermanjaan terhadap Devano, mereka hanya ingin saling melengkapi satu sama lain.


------


Di antara kota S dan kota B kini Afnan sudah berada di ruang ICU sebuah Rumah sakit Islam swasta dekat dengan pusat kota. Seperti nya Rumah sakit itu adalah Rumah sakit terbaik di kota itu.


“Alhamdulillah,,kakak nya saudara cepat tertangani,yang membuat kakak saudara tak sadarkan diri selain kehilangan banyak darah juga terdapat racun dari pisau itu.


“Racun,dok?, Astagfirullah,” Ubaydillah terkejut tak menyangka di pisau itu terdapat racun.


“Iya racun sejenis zink posfit ,hanya racun ringan sebetulnya namun fatal jika tusukan itu pada perut apalagi jantunga, jika hanya mengenai tubuh lain seperti saat ini pada kakak anda maka hanya akan menyebabkan pendarahan walaupun pada luka kecil. Alhamdulillah nya si penusuk tidak mencampurkan racun ini dengan zat karat yang akan mampu memicu tetanus.


“Astagfirullah” ucap Ubaydillah kembali,menarik nafas nya berat.


“Lalu berapa lama kakak saya akan kembali siuman dok?” tanya Ubaydillah.


“Berdoa saja ya,kita sedang membersihkan racun pada aliran darahnya yang akan kita keluarkan melalui urine, semoga saja racun yang masuk ke dalam tubuh pasien hanya sedikit. Jika di lihat dari luka tusuk dan robekan sih tidak terlalu parah hanya saja luka bercabang Karena si penusuk setelah menusuk ia berusaha menggores agak dalam namun tidak berhasil hanya menggores beberapa mili saja.


Namun saat dokter berbicara dengan Ubaydillah seorang suster menghampiri.


“Dok,,pasien ICU mengalami kejang dan suhu tubuhnya naik!” ucap suster tersebut.


“Astagfirullah Al adziiim A'a!”


******

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca 🙏😍 mohon komenan bijak.😊


__ADS_2