
Masih dengan Hasna berada di pangkuan Afnan, Dan dengan begitu gemass nya afnan tetap Menyesap nyesapi wajah, hidung,dagu, leher Hasna, dengan hidung mancung nya.
"By... Sudah Nana geli..." pinta Hasna
"Biar saja, biar hilang marah marah nya ..." Ucap Afnan masih terus menyesapi pipi Hasna
"Ia by... , Nana sudah tidak marah, Nana minta maaf"
ucap Hasna lembut.
'Sungguh? "Tanya Afnan,
" Iya by.. Sungguh, maafin Nana yaa..
Maafin Nana juga sudah menggigit Bibir byby.. "Penyesalan Hasna.
" Ya sudah, iya byby maafkan sayang.. Anggap saja ini kiss Mark dari kamu, hehe "
Afnan tersenyum.
Di rasa suasana Hasna yang sudah kembali me lunak, maka afnan menjauhkan hidung dan wajah nya dari wajah Hasna ..
Dengan tetap mengapit pinggang Hasna oleh tangan kiri nya, Afnan kembali fokus pada kertas kertas yang sedari tadi masih bertumpuk minta di perhatikan dan tanda tangani , ia membaca Dan membolak balikan kertas kertas itu dengan tangan kanan nya.
Untuk sementara waktu, di ruangan itu henning, hanya tangan Hasna memainkan dasi yang Afnan kenakan, Dan sesekali mengecup kening Afnan, mata Hasna melihat sekeliling,
Lalu Hasna buka suara..
"Oohh ini kantor nya byby, hmm.. Bagus, luas..
oh ya .. Perasaan tadi pagi byby cuma pakai T-shirt Dan celana joger, lalu koq sekarang memakai stelan jas lengkap ? "..
Tanya Hasna.
"Byby baru saja meeting Di luar sayang ..
Ya memang sekali sekali byby Di haruskan memakai stelan jas lengkap"
Jawab Afnan.
"Hmmm ..."
"Kamu koq tahu kantor byby Di sini..?" Tanya Afnan.
"Kan dari Adrian by..."
"Katanya, ayah nya Adrian jadi manager Hotel nya byby ya ?"
Tanya Hasna
"Iya.. Tadinya Di Jakarta," jawab Afnan
"Sudah yaa... Kamu nanti pusing, kalau bicara tentang perusahaan, kamu cukup belajar Dan nikmati masa masa remaja mu..
Ucap Afnan.
Lalu Afnan berdiri tanpa menurunkan Hasna dari pangkuan nya, afanan menggendong Hasna menuju ke arah sofa .
Dan Afnan membawa Hasna duduk Di Atas sofa, berhadapan dengan nya.
"Baik, coba Ceritakan apa yang terjadi.."
Tanya Afnan.
"Ya itu by.. Pegawai restaurant ini tadi pingsan by... Kata dokter ia kelelahan... Tekanan darah nya rendah, Hb nya kurang, magh juga, Dan vertigo.." tutur Hasna
"Ya Nana kesal sama byby... Sebagai owner restaurant ini, koq tidak ada perhatian gitu sama pegawai."
__ADS_1
lanjut lagi dengan gerutuan Hasna
Lalu Afnan meraih Hasna kembali duduk ke pangkuan nya,
Ehmmmmm... Afnan menarik nafas lalu menghembuskan nya kembali.
"Sayaaang... Byby kan tidak dapat mengurus itu semua nya sendiri, ada bagian bagian nya masing masing , misalkan.. Pelayan restaurant ya akan Di urus oleh kepala pelayan sayang .."
Ucap Afnan lembut.
" Ya sudah , biar kamu puas nanti byby adakan Tatap muka sembari membicarakan masalah ini.
"Dan nanti sore kita jenguk pegawai itu.."
Ucap Afnan.
"Betul by...?" . Tanya Hasna sumringah
"Iya sayaaangg, byby bangga sama kamu, segitu heroik nya nolong orang lain.."
Ucap afnan.
"Terimakasih by..." Ucap Hasna
"Iya.. sama sama sayang..." . Timpal Afnan
"Sekarang pasti Nana belum makan, makan dulu ya sayang.."
Tutur Afanan
"Uuuummm... Beluuumm.. Nana mau nya di suapin sama Byby..."
Ucap Hasna manja.
"Emmm.. Mulai deh kumat manja nya.."
"Ya byby sendiri manjain Nana ..
O ya, Lalu Kenapa byby Tak marah saat Nana mencak mencak tadi.?? ."
Tanya Hasna.
"Untuk apa Marah "
"Byby suka lihat kamu marah marah..lucu, Mirip karakter cartoon wajah sama suara nya...
Ehehehe..."
Afnan malah tambah menggoda Hasna.
"Eeummm bybyyyy..masa Nana di samain sama cartoon siihh...
Byby jahat..." ucap nya
Lalu Hasna memukul pelan dada Afnan, lebih mirip sentuhan keras.
"Awww.. .. Jangan sentuh Di area sini sayang ... Voltase tegangan tinggi ini..
Goda Afnan
" Iihh... byby... Masa Di pukul pukul bukan nya sakit , malah di bilang nyentuh, terus.. jadi nya ke setrum gitu ? "
"Ya iyalah.. Yang mukul bidadari nya byby..."
"Ehmmm... Iihh Nana malu.."
Ucap Hasna lalu menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan.
__ADS_1
"Terimakasih by tidak marah pada Nana.."
Ucap nya lagi.
Lalu Hasna mengecupi seluruh wajah Afnan, dari mulai kening,mata, hidung, pipi, tak ada yang ia lewatkan se inci pun...
kecupan berakhir pada b*b*r..Namun Afnan tidak membiarkan hanya sekedar kecupan, ia mempertahankan agar menjadi l*m*t*n Dan saling berbalas..
Setelah puas maka Afnan meng ahkiri c*u*a* itu, Ia memeluk erat Hasna, membenam kan wajah nya pada lengan Hasna , ia berusaha menstabilkan nafas dan detak jantung nya, meredam gejolak hasrat lain nya yang mulai menguasai ..
"Ya sudah byby buatkan makanan dulu untuk Nana..."
Tunggu di sini..
"Iya by..." ucap Hasna
Sebelum keluar ruangan, Afnan membuka jas Dan memberikan nya pada Hasna.
"Nih kalau kamu mau ke luar ruangan pakai jas byby, baju mu terlalu ketat.." seru Afnan
"Iya by maaf..Nanti Nana pakai, Terimakasih " ucap Hasna.
"Sama sama sayang..." balas Afnan
Lalu Afnan beranjak keluar ruangan, ia berniat ke dapur restaurant, membuatkan makanan untuk Hasna.
Ia melihat Adrian masih duduk Di meja yang tadi.
"Loh masih di sini?"
, tanya Afnan pada Adrian
"Iya, kan menunggu Nana om.." Jawab Adrian.
"Oh. Iya.... Adrian pulang saja, biar nanti n
Nana pulang bersama om.." ucap Afnan
"Oh begitu ya om, baiklah kalau begitu saya pamit dulu om,
nih tas nya Nana om"
Adrian menyodorkan tas Hasna pada Afnan....
Lalu Adrian pamit dan salim tangan Afnan.
"Drian tunggu.."
Panggil Afnan, menahan langkah Adrian, lalu Adrian berbalik menghampiri Afnan ..
"Maaf,, om boleh bertanya?" ucap Afnan
.
"Oh boleh om,silahkan" jawab Adrian
"Mm.. Kira kira kamu kenal tidak, dengan yang bernama valentino??" tanya Afnan
"Valentino om?.."
"Iya, kata nana teman nya, kekasih gelap nya juga" .
Kekasih gelaaapp?? "
Ukhmmpppffff... Adrian menahan tawa...
*************
__ADS_1
Mohon like, vote, komen,, riders Maha di butuh kan... Terimakasih 🙏🙏😇😇😍😍💐💐