Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 225. Aya Sofya آيا صوفيا


__ADS_3

"Selamat datang di rumah kami," ucap Adreena.


"Terimakasih kak Andree," ucap Hasna.


"Kak, kami hanya numpang istirahat Sebentar di sini, kami akan pulang ke rumah kami dan menginap di sana," ucap Afnan.


"Yah A! menginap lah di sini barang semalam atau dua malam gitu," pinta Adreena.


"Iya A, menginap lah di sini. kakak mu sudah menantikan mu lama. Apalagi dengan Nana. Ia ingin sekali menghabiskan waktu memasak dan berbelanja bersama Nana," bujuk Nizam.


"Hmmm, Bagaimana Sayang?" tanya Afnan pada Hasna.


Hasna tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Hasna tahunya memang akan menginap di rumah Adreena selama di Turki. Akan tetapi mengapa Afnan menyinggung soal rumah. 'Rumah kami' katanya.


"Nana sih ikut Byby saja, ke mana pun Byby pergi dan di mana pun," Jawab Hasna


"Amca, teyze! menginap lah di rumah kami!" ucap Qeenan.


"Iya Teyze. Kami rindu!" timpal Queena


Afnan tidak tega melihat permohonan mereka berdua. "Baiklah Amca serta Teyze akan menginap di sini malam ini. Tapi untuk besok, Amca akan pulang ke rumah kami."


"Yeaaay.. teşekkür ederim Amca!" (terimakasih Paman) ucap kegirangan Qeenan dan Queena, lalu mereka mengecup kedua belah pipi Afnan secara bersamaan. Mereka pun beralih mengecup pipi Hasna secara bersamaan pula.


"Rica ederim, ikizler," (Terimakasih kembali, Twins) balas Afnan.


**


Dua malam sudah Afnan dan Hasna menginap di rumah Adreena. Dengan kebersamaan yang hangat.


"Sayang. Beberapa hari lagi seperti nya Byby akan sibuk dengan pekerjaan Byby di sini. Mungkin acara bulan madu kita menjadi terganggu."


"Ada restoran yang baru selesai di renovasi dan akan segera di buka. mungkin Byby akan sibuk Karena harus terjun langsung di sana," ucap Afnan, dalam obrolan pagi menjelang siang seusai sholat Dhuha.


"Iya By! tidak masalah koq. Pekerjaan juga kan penting. Lagi pula Nana sudah sangat puas dengan bulan madu penuh kasih sayang dari Byby di dua tempat kemarin, Dubai dan Oman," tukas Hasna.


"Terimakasih sayang atas pengertiannya," ucap Afnan penuh kelegaan.


"Sama-sama By."


"By!"


"Ya, sayang!"


"Katanya mau antar Nana ke rumah Rhaseda," ucap Hasna.


"Ke rumah Rhaseda yah! mmm.. Baiklah, Nanti siang kita ke sana. Agak jauh sayang, tidak mengapa?" tanya Afnan.


"Sejauh apa By?"


"Kurang lebih satu jam perjalanan dari sini!" jawab Afnan.


"Tidak mengapa By! ajak Twins Q, ya By, agar ramai di perjalanan," pinta Hasna.


"Boleh, jika Twins Q nya besedia," tukas Afnan.


"Iya nanti Nana tanyakan! Terimakasih Byby. Nana Sayang Byby uunnch gemazz..gemazz.. Masya Allah, Imam ku yang tampan wajah dan hatinya. InshaAllah Imam Dunia dan Akhirat," ucap Hasna gemas.


Hasna dorong Afnan hingga terjengkang di atas sofa dengan posisi terlentang. Tanpa permisi, Hasna naik ke atas tubuh suaminya dengan langsung mengecupi tiap inci wajah Afnan dengan gemas nya.


Hasna lupa sedang berada di mana. Afnan hanya tersenyum senang dan pasrah di perlakukan seperti itu, ia melihat kedua keponakan kembar nya baru saja masuk dari arah luar.


Afnan yang melihat Twins Q masuk, ia hanya tersenyum usil dan tak memperingatkan Hasna untuk berhenti menghujani kecupan di wajahnya.


"Oh, hayır! Amca ve Teyze ne yapıyor?" oh (tidak! apa yang Paman dan Tante lakukan?")


pekik Twins Q.


Hasna dengan cepat menghentikan aktivitasnya. lalu ia menoleh kepada twins Q. "Astaghfirullah! koq ada Twins Q."


Hasna merasa malu! kepergok Twins Q sedang menggila di wajah Afnan. pipinya memerah seketika. Afnan yang menyadari Hasna sedang malu. Dengan cepat membawanya Hasna dalam dekapanya.


"Hiçbir şey yapmamak. (tidak melakukan apapun). Tante Kalian sedang membersihkan kotoran pada wajah Paman!" Afnan beralasan.


"Tamam o zaman suron yok. Ilk biz gidiyoruz," (baiklah, kalau begitu tidak masalah. Kami pergi dulu). ucap Twins Q


"Tamam, sevgilim! tamam o zaman görüşürüz


(Ok sayang! sampai jumpa nanti) balas Afnan.


Qeenan dan Queena pun berlalu begitu saja dari ruangan tersebut.


"By, sudah pergi ya?" tanya Hasna, yang dari tadi menenggelamkan wajahnya di atas dada Afnan seraya Afnan memeluknya.


"Sudah, sayang!" jawab Afnan.


 


"Uuumm Astagfirullah. Nana malu Byyyy!" Hasna bergerak gerak di atas tubuh Afnan dengan menutupi wajahnya.


 


Namun pergerakan Hasna justru membangun kan sisi kenormalan Afnan. "Sayang sudah! tolong jangan bergerak lagi. Byby sudah tidak tahan, menahan daya gesek tubuh mu di pusat hasrat nya Byby," bisik Afnan.


"Hehe Maaf By. Habis Nana malu! oh ya, mereka ngomong apa sih tadi? Nana tidak mengerti sedikit pun," tanya Hasna. muncul kejahilan Afnan untuk menjawabnya.


"Mereka bilang, Paman tampan," ucap Afnan dengan santai.


Hasna hanya mengerutkan dahinya pertanda tidak yakin akan jawaban Afnan, ia masih di atas tubuh Afnan. "Masa sih By. Kata-kata sebanyak itu. Artinya hanya sesingkat itu?"


"Begitulah!"


"Iihh Byby, Nana tidak percaya By," ucap Hasna kembali menatap wajah Afnan secara tajam. lalu ia membenarkan posisi nya dari atas tubuh Afnan, kini ia duduk di atas sofa.


"By!"


"Iya"


"Jawaban nya sepertinya bukan itu deh By?" Hasna masih memaksa Afnan untuk menjawab dengan sejujurnya.


"Iya sayang, Dan bilang juga bahwa Tante Cantik katanya," bisik Afnan. Hasna masih belum percaya dan dia diam saja, hingga tiba-tiba saja Afnan mengangkat tubuh Hasna.


"Aih Byby!" Hasna terkejut. dengan reflek ia kalungkan tangan nya di bahu Afnan. "Tolong turunkan By, Nana malu! nanti kak Adreena dan kak Nizam lihat."


"Mereka sedang keluar, sudahlah sayang! kamu harus bertanggung jawab dari ulah mu, yang membuat jantung ku berdebar dan membangkitkan pusat hasrat ku hingga iman ini goyah!" ucap Afnan, menatap Hasna penuh cinta plus gairah dan kini mereka telah sampai di kamar nya.


Hasna sudah di letakkan Afnan di atas kasur dan dengan cepat Afnan menutupi tubuh mereka dengan selimut. Di dalam selimut tanpa menunggu persetujuan, Afnan sudah mulai menguasai tubuh istrinya yang kini membalas nya dengan senang hati.


Setelah beberapa saat desahan serta erangan pun mulai terdengar halus di telinga masing-masing, hingga tiba keduanya mencapai Akhir yang saling melengkapi dan berpeluk dengan senyuman penuh cinta serta kasih sayang.


Masih berpelukan dalam selimut, Keduanya sedang menyetabilkan tubuh yang bergetar hebat, detak jantung yang berpacu cepat dan nafas yang tak beraturan. "By! Nana koq belum yakin ya dengan apa yng Twins Q bicarakan itu, bilang Byby tampan dan Nana cantik."


"Memang! hihi.. Byby bohong. Maafkan Byby Sayang!" ucap Afnan menyeringai lalu mengecup kening Hasna.


"Iiikhh tuh kan Byby suka begitu. Awas ya! lihat saja, Nana akan belajar bahasa Turki dengan Rhaseda," ucap Hasna penuh ancaman karena ia tak terima di permainkan Afnan.


"Waw! Alhamdulillah, kalau sayang hendak belajar bahasa Turki. Itu yang Byby inginkan. Berarti nanti saat nya tiba untuk mu kuliah di Turki, maka bahasa Turki mu sudah faseh," balas Afnan.


"Maksudnya By?" tanya Hasna tak mengerti.


"Sudahlah sayang! mari mandi, dan setelah nya kita benahi pakaian kita. Karena kita akan ke suatu tempat dan menginap di sana."


"Apalagi By? kuliah di Turki? sekarang suatu tempat! apa lagi sih By? Nana tidak mengerti."


Afnan ngeloyor ke kamar mandi. Hasna yang masih dengan berbagai pertanyaan di otak nya atas ucapan Afnan yang belum di fahami, ia menyusul Afnan masuk ke dalam kamar mandi.


"By, Byby belum menjawab pertanyaan Nana!" seru Hasna. Namun Afnan tidak menjawab nya, ia malah menarik Hasna merapat pada tubuh nya di bawah Shower.


"Bantu Byby menyabuni tubuh Byby. Untuk segala pertanyaan mu, nanti Byby jawab ketika otak Byby sudah kembali Normal, sekarang...."


Afnan menatap wajah Hasna. Lalu ia majukan wajah nya dan sasaran utamanya adalah bibir Hasna, maka berlangsung lah kembali pergolakan birahi mereka hingga selesai dan merekapun menutup nya dengan mandi bersama, saling menggosok dan menyabuni tubuh mereka bergantian.


***


Ba'da Dzuhur.


"Kak, Mas! Kami pergi dulu ya ke rumah kenalan Nana Ketika di Mekkah, kami tidak kembali kemari. Tapi langsung pulang ke rumah kami," ucap Afnan. Berpamitan pada Adreena dan Nizam.


"Baiklah, Akhir Minggu kami akan berkunjung ke sana!" jawab Nizam.


"Iya A, Weekend kami ke sana ya. Baik-baik kalian di sana A!" timpal Adreena.

__ADS_1


"Nana juga pamit Ya, Kak Dreen. Mas Izam."


Hasna juga ikut berpamitan, walaupun masih menggantung sebuah pertanyaan dalam benak nya! yaitu pertanyaan tentang perkataan Afnan 'Rumah Kami'


--


"Byby bagaimana sih! kan Nana ingin mengajak Twins Q agar ikut bersama kita, koq malah tidak di ajak!" gerutu Hasna ketika sudah di dalam mobil.


"Maaf sayang. Tapi kita tidak akan Kembali ke rumah kak Adreena, Byby malas harus antar mereka kembali. Perjalanan nya cukup jauh sayang!" tukas Afnan.


"Maksud Byby apa sih? tidak kembali ke rumah mereka dan akan ke rumah kami?" tanya Hasna.


"Nanti kamu tahu ya sayang, sekarang nikmati saja pemandangan kota ini," ucap Afnan lembut.


Baiklah, Byby Ku sayang. Nana menanti dari kata 'nanti kamu tahu itu' ya By," ucap Hasna. Dan tiba-tiba wajah murung nya berubah sumringah.


"Masya Allah By. lihat itu cantik sekali bangunan nya!" pekik Hasna


"Iya sayang."


"Ini bangunan apa dan apa namanya By?" tanya Hasna.




"Masya Allah By. Cantik sekali, apa nama nya dan tempat apa By?"


"Saat ini Masjid, dulunya gereja, nama nya Hagia Sophia atau bahasa Yunani nya Aya Sofya dan Arab nya آيا صوفيا artinya 'Kebijaksanaan Suci' sayang," Jawab Afnan.


"Masa pembangunannya pada tahun 537 M sampai 1453 M, bangunan ini merupakan 


 katedral Ortodoks dan tempat kedudukan Patriark Ekumenis Konstantinopel."


"kecuali pada tahun 1204 sampai 1261, ketika tempat ini diubah oleh Pasukan Salib Keempat menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin  Konstantinopel. Bangunan ini menjadi masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani." Hasna menyimak setiap penjelasan Afnan.


"Kemudian bangunan ini dan dibuka sebagai museum pada 1 Februari 1935 oleh Republik Turki. Namun menjadi masjid kembali pada Jumat, 10 Juli 2020 setelah pengadilan Turki memutuskan bahwa konversi Hagia Sophia pada tahun 1934 menjadi museum adalah ilegal. Menurut berita nya sih seperti itu sayang," tutur Afnan.


"Masya Allah TabarakAllah," ucap Hasna.


***


Kini mereka telah sampai di kediaman Rhaseda.



"By, betul ini rumah nya?" tanya Hasna ragu.


"Kalau dari alamat yang ia berikan sih betul sayang," jawab Afnan


"Kalau kita langsung masuk saja ke halaman rumahnya sopan nggak sih by?" tanya Hasna kembali.


"Insya Allah sayang, tidak! habis tidak ada bel nya. Di sini tidak seperti di Indonesia, ucapan salam langsung teriak dari pagar sayang," Jawab Afnan.


"Ya sudah masuk saja Mungkin ya By, ketuk pintunya saja!" ajak Hasna.


"Ya sudahlah! BISMILLAH."



"Hasna dan Afnan masuk ke pekarangan rumah Rhaseda. Dan ia segera mengetuk pintu, ketika sudah sampai di depan pintu rumah itu.


Tok..tok..tok


Tak lama keluar lah seorang Ibu, dengan pakaian khas wanita Turki. Dengan hijab di ikat di belakang dan sisa ikatannya ia juntaikan ke depan. baju panjang selutut dengan rok.


"Assalamu'alaikum," sapa Afnan Dan Hasna Setelah orang perempuan itu keluar.


"Wa'alaikum' mussalam," wanita itu mengerutkan dahinya pertanda ia sedang berpikir, Siapa wanita dan laki-laki itu.


"Wa'alaikum' mussalaam, pardon! sen kimsin yardım edebilir miyim?" (Maaf! kalian siapa? apa yang bisa saya bantu?)


Assalamu'alaikum Anne! ben, Afnan. (saya Afnan) Endonezya'dan (dari Indonesia). bu benim karim Hasna (ini istri saya,Hasna).


"Tamam, Afenan. Husena, Pardon, kimi arıyorsun? (Baiklah, Afnan, Hasna siapa yang kamu cari).


"Rhaseda," ucap Hasna, meluncur begitu saja dari mulutnya. Ia pun sebenarnya tidak mengerti apa yang di katakan wanita itu! hanya feeling saja langsung terpekik nama Rhaseda.


Wanita itu pun mengerti. Ia masuk ke dalam dan memanggil seseorang dan tak berapa lama wanita itupun keluar kembali bersama seorang wanita. Ya itu Rhaseda! wanita yang Hasna temui di Mekkah.


"Mashaa Allah. Hasna!" pekik Rhaseda. lalu dia merangkul Hasna dan hanya menganggukan kepala kepada Afnan. Lalu Afnan dan Hasna dipersilakan masuk dan disambut hangat oleh keluarga itu.


Akhirnya mereka mengobrol dengan perbincangan seputar Mekah seputar Hasna datang ke Turki dan seputar mereka. Setelah berbincang cukup lama dan berkenalan Afnan pun berpamitan mengobrol di teras luar bersama ayah Rhaseda. Afnan mempersilahkan para perempuan mengobrol di dalam.


"Yes She's My Mom and He is my Father. they are my sister and my brother,"(ya dia adalah ibuku dan ayahku serta saudara perempuan dan laki-laki saya) ucap Rhaseda memperkenalkan anggota keluarganya. Yang tadi membukakan pintu itu adalah ibunya.


"Yes! i am happy to meet them (saya senang bertemu mereka) then what are you doing?" tanya Hasna.


"There is no. just accompanying my mother and my father to talk," ( tidak ada. hanya menemani Ibu dan ayahku berbincang). jawab Rhaseda.


"Oh ok!" ucap Hasna.


"Lucky you come today. Because of the day after tomorrow it will not meet me!" (beruntung kamu datang hari ini. jika lusa Kamu tidak akan bertemu denganku!) ucap Rhaseda.


"But, Why?" tanya Hasna.


Akhirnya Rhaseda menjelaskan bahwa ia akan kembali bekerja, setelah vakum beberapa bulan karena restoran yang tempat ia bekerja kebakaran. Ia seorang kasir di sebuah restoran, namun beberapa bulan lalu restoran itu terbakar dan untuk sementara menunggu direnovasi mereka di rumah kan dengan digaji.


Mengapa Rhaseda dapat ber Umroh? karena pihak restoran tersebut memberikan dana bantuan untuk usaha sampingan atau untuk untuk mereka pergi berliburan dan Rhaseda memilih untuk pergi Umroh dengan uang bantuan tersebut.


"Astagfirullah! Subhanallah." Ucap Hasna.


Setelah mereka dijamu makan dan Sholat asar berjamaah. Selepas Ashar, Afnan dan Hasna berpamitan untuk pulang. dengan kembali mengundang Rhaseda bersama keluarga agar mereka bergantian berkunjung ke rumah mereka ketika masih berada di Turki.


***


Afnan dan Hasna sudah sampai di sebuah rumah.


Karena kelelahan Hasna pun tertidur di dalam mobil. Hingga tersadar karena suara halus dan belaian lembut di pipinya dari tangan Afnan.


"Bangun sayang! kita sudah sampai di rumah sayang 'rumah Kita'," ucap Afnan.


"Uugghh..Astagfirullah Maaf ya by! Nana malah bobo dan tidak dapat menemani Byby menyetir deh," ucap Hasna.


"Iya Sayang! tidak mengapa, Byby paham kalau sayang kelelahan."



"Mari sayang! Selamat datang sayang di rumah!" ucap Afnan, mengajak Hasna turun dari mobil. Hasna menuruti Afnan turun dan ikut masuk ke dalam rumah tersebut.


Di dalam sudah ada penyambutan dari dua orang wanita dewasa dan satu orang laki-laki dewasa, menurut Afnan itu pekerja serta sopir di rumah itu.


"Loh, ini rumah siapa By?" tanya Hasna.


"Rumah kita sayang," Jawab Afnan.


"Rumah kita By?"


"Iya sayang! Byby sudah membelinya sejak menikah dengan mu, tepat nya Setelah kamu hamil Twins. Niat nya mau ajak sayang ke sini bersama Twins. Namun tidak mengapa Mimma dari twins terlebih dahulu," Jawab Afnan.


"Kamu ingatkan waktu Byby berkata 'nanti setelah sayang pulih pasca melahirkan, Byby akan memberikan sebuah hadiah. Ya ini lah hadiahnya," ucap Afnan.


"Masya Allah, Alhamdulillah. Terima kasih By," ucap Hasna.


"Ini ruang tamu nya mungkin sayang. Byby juga baru masuk ke sini sih. Kalau poto-poto nya sih sudah lihat, Mas Nizam yang kirim ke Ubay. Mari kita lihat dulu ya, ruang apa saja," ucap Afnan sembari menggenggam tangan Hasna.


"I_iya By. Mari!" Hasna gugup.




"Msya Allah luas juga. Padahal Byby minta yang sedang saja! ya sudahlah. Eh kolam renang sayang! mari lihat ," celoteh Afnan. Hasna hanya diam dan mengikuti langkah Afnan .



"Waah keren sayang. Masya Allah, Mas Nizam betul-betul amanah.


فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ


fa bi ayyi aalaaa i robbikumaa tukazzibaan

__ADS_1


"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 16)


Ucap Afnan.


Hasna hanya tersenyum, entah bahagia atau sedih.Yang pasti perasaan nya tak menentu dan ia sedang berusaha menyetabilkan nya maka dari itu Hasna tak bicara, ia hanya tersenyum bergelayut manja di lengan Afnan.


"Sayang koq diam saja?"


"Maaf By, Nana belum dapat bicara banyak. Nana masih berasa dalam mimpi," ucap Hasna.


"Ya sudah! Sekarang..ke kamar yuk," bisik Afnan. membuat Hasna tersipu malu, jika sudah menyebut kata kamar, maka bayangan kebersamaan dengan Afnan selalu membuat nya merasa malu.



"Selamat datang di kamar kita" ucap Afnan.


"Masya Allah, Alhamdulillah. Terima kasih By," ucap Hasna tak dapat berkata apapun lagi


"Dan ini hadiah untuk satu tahun pernikahan kita sayang!"


Afnan menyerahkan satu set perhiasan yang yang ia beli di Dubai.


"Hoooo Koq bisa. Ini perhiasan yang Byby lihat -lihat di Dunia kan?"



"Hehe iya. Alasan Byby ingin melihat! tanpa sayang tahu, padahal Byby membungkus nya," ucap Afnan.


"Byby ada-ada saja! memangnya makanan di bungkus," ucap Hasna mengekeh.


"Nana juga punya hadiah untuk Byby," ucap Hasna.


"Betulkah sayang?"


"Hu_uh, nih hadiah nya. Hadiah satu tahun pernikahan kita.



"Masya Allah. R***x sayang?"


"Hehe iya By. Nana belinya waktu Byby lengah juga. ingatkan waktu Byby ke toilet di Gold souq. Tak sengaja Nana lihat toko perhiasan Jam, untung ada jam ini yang tidak berlapis emas, Ya sudah sana beli," ucap Hasna.


Masya Allah sayang! terimakasih, ternyata Kita sama-sama menyimpan hadiah. O ya gelang kaki nya ada di saku koko nanti Byby ambil ya, kemarin waktu ngepak pakaian tak sengaja jatuh, Ketika hendak Byby satukan dengan kalung, sayang keluar dari kamar mandi, ya sudah Byby masukan ke saku koko saja," tutur Afnan.


"Hehe ia By tidak mengapa," ucap Hasna terlihat berkaca kaca.


"Andai Twins bersama kita By," Akhir nya Hasna menghambur pada pelukan Afnan dan ia menangis karena ingat Twins.


"Sayang, sudah! kita berdo'a saja Agar selalu di beri kesehatan dan keselamatan serta keberkahan untuk kita semua agar setelah Twins agak besar, kita dapat kembali ke sini sama-sama.


"Aamiin.. By, Bantu Nana berucap syukur yang lebih dari sekedar ucapan Alhamdulillah," pinta Hasna.


"InshaAllah. Bismillahirohmanirohim.


Alhamdulillaahii ladzii nawwara qalbii binuuril hudaa waja’alanii minal mu-miniina walam taj’alnii dhallan."


Artinya: segala puji bagi Allah yang telah menyinari (menerangi) hatiku dengan cahaya petunjuk dan menjadikanku termasuk orang-orang mukmin dan tidak menjadikanku sesat.”


BISMILLAH


رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًـا تَرْضٰٮهُ وَاَ دْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَا دِكَ الصّٰلِحِيْنَ


 


Robbi auzi'niii an asykuro ni'matakallatiii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shoolihang tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii 'ibaadikash\-shoolihiin


"Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat\-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat\-Mu ke dalam golongan hamba\-hamba\-Mu yang saleh." \(QS. An\-Naml 27: Ayat 19\)


 


" Alhamdulillaahil ladzii lam yaj’al rizqii biyadi ghairihi"


Artinya: segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan rizky ku di tangan selain-Nya)


"Syukron katsiran Byby," ucap Hasna dengan rona bahagia.


"Afwan sayang!"


***


Beberapa hari kemudian, Afnan sudah mulai membuka restoran nya dan pagi itu ia mengajak serta Hasna.


"Ini restoran yang baru di buka kembali setelah renovasi akibat kebakaran," ucap Afnan.


"Astagfirullah kebakaran by?" tanya Hasna.


"Iya sayang. Tapi sudahlah, semuanya sudah dapat di tangani. Tidak perlu risau ya," ucap Afnan lembut.


"Alhamdulillah kalau begitu by!"


Setelah para pekerja berkumpul, maka Afnan pun memperkenalkan diri. karena di restoran nya itu ada juga penambahan karyawan baru.


Karyawan lama pun lebih banyak yang tidak mengenal Afnan sebagai owner restoran tersebut. Karena mereka lebih mengenal Nizam dan Adreena yang sesekali datang ke restoran tersebut mewakili Afnan.


Saat mereka berkenalan satu persatu maka salah satu karyawan perempuan maju dan menyapa Hasna.


"Assalamu'alaikum, Mrs. Al-jaris. Do you still remember me?" (Assalamu'alaikum Nyonya Al-Jaris. Masihkah kau mengenalku?).


****


Next👉


Ikalan ya🤭👌🙏


Suatu sore.


"Assalamu'alaikum sayang! Assalamu'alaikum sayang!"


"Eh Byby. Wa'alaikum salam! Maaf Nana tidak mendengar, sedang fokus membaca Novel di aplikasi Mangatoon dan Noveltoon," ucap Hasna.


"Wah, Novel apakah itu sayang? seperti nya seru sekali?" tanya Afnan penasaran sembari memeluk Hasna.


Ini loh By. Ada Novel dari sahabat nya si Author Gaze yang menovelkan kisah kita ini. Tuh Author yang berbau bau Rose namanya 🤭


 


Itu loh By. yang menulis cerita Istrinya Ustadz?, Terjebak cinta pak satpam, Cantik tapi tomboy, dan adalagi tuh yang baru Sorry, I love you. kabarnya sih sedang di ikut sertakan kontes By, semoga saja menang ya By!"


"Aamiin 🤲 ya Mujibassailin Sayang! lalu sayang, baca Novel apa itu?" tanya Afnan.


 


"Ini loh Novel Bunda Risma, sahabat nya Bunda Rose , judul nya Takdir cinta sang Hafizah, dengan cover baru yang lebih keren."



"Masya Allah. lalu ada lagi sayang?"


"Ada by! Novel nya Ustadz Sammy Abdullah. Uuu..cerita nya itu keren By! tentang pengetahuan Agama Islami gitu, pokoknya coba Byby baca deh, nih."



"Ada juga Novel nya pendatang baru yang berbau pujangga. Nih Novel nya."



Dan satu lagi!



Tuh bagus bagus Novel nya By. Kalau tidak percaya baca saja, ya gak Readers nya Bunda Rose. O yah Bunda Rose kirim salam untuk semua baik yang muslim maupun non muslim pembaca setia IU katanya semoga kalian sehat-sehat semua diberi keberkahan oleh Allah."


"Dan yang pasti Bunda Rose meminta maaf! untuk setiap komen yang tertera belum dapat dibalas satu persatu karena sedang sibuk di dunia nyata. Atas perhatian, Do'a support comment like vote apapun itu bentuk dukungan dari Readers bunda Rose berterima kasih sebanyak-banyaknya.


"Akhirul kata dari Ustadz Afnan dan Hasna. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."


"Sayang, temani Byby mandi!"


"Astagfirullah malu dengan Readers yang sedang ngintip By. Lagipula Nana sudah pamit dan berucap salam."


"Sudahlah! Maafkan Readers kesayangan.

__ADS_1


kami mandi dulu oke! Oh ya masih lanjut loh cerita IU? nya. Assalamualaikum dari saya Afnan.


__ADS_2