
"Maksud byby?"
tanya Hasna.....
Continued _________
Ehhhhhmmmmm... Afnan menghela nafas panjang, tanpa menjawab pertanyaan Hasna.
Lalu berkata, " sini sayang byby lihat bekas tendangan tadi di bahumu.. " ucap Afnan.
"Tidak perlu by, tolong jawab saja pertanyaan Nana. Ucap Hasna
"Sini.." Ucap Afnan kembali, lalu menghampiri Hasna, dan tanpa Aba Aba Afnan membopong tubuh Hasna menuju tempat tidur, Dan mendudukan nya di sisi tempat tidur.
Hasna sudah Tak dapat berkutik.
"Ya sudah, mungkin Nanti byby akan bercerita, apa yang Di maksud masa lalu itu".
batin Hasna .
Lalu Afnan membuka jakcket Hasna Dan
t-shirt yang Hasna kenakan.
"Telungkup kan tubuh mu " ucap nya..
"Baik by"
Hasna menuruti saja titah Afnan
"Ya Allah, ini memar sampai membiru begini sayang, apa tidak sakit?"
tanya Afnan,
ia terkejut saat melihat luka memar yang berwarna Membiru keunguan cukup lebar di bahu Hasna.
"Ya lumayan sakit by.. Esssstt"
ucap hasna sembari membenamkan wajah nya di Atas bantal, menahan sakit saat luka memar itu di sentuh afnan.
"Maaf by, Nana melakukan kesalahan lagi" ucap Hasna.
"Sudah lah sayang Tak perlu meminta maaf, byby sudah me maafkan mu, Dan juga seseorang tidak akan pernah belajar memperbaiki diri tanpa adanya kesalahan" ucap Afnan.
lalu Afnan duduk Di samping tubuh Hasna yang masih bertelungkup Dan menundukan wajah nya seraya mengecupi luka memar Hasna pada punggung nya.
"Lebih baik sayang ?"
Tanya nya dengan masih mengecupi lembut luka memar Hasna.
"Iya by, Terimakasih" ucap Hasna.
"Ya sudah byby ambil air hangat untuk kompres luka memar nya ya.." ucap Afnan
"Ya by"
sahut Hasna singkat, fikiran nya di penuhi pertanyaan, sebetul nya siapa suami nya itu, apa maksud dari kata kata Afnan, bagian masa lalu.
Afnan beranjak ke arah kamar mandi, dan lalu Ia menuangkan air panas melalui kran dari saluran water heater ke dalam wadah.. Dan mencampur nya dengan air dingin agar air menjadi hangat.
__ADS_1
Lalu kembali ke arah dipan untuk mengompres luka memar Hasna..
"Awwsssshhh astagfirullah.. Byy.."
ucap Hasna lirih, menahan rasa sakit tanpa berteriak atau mengaduh, Hasna hanya memejamkan mata, saat handuk kecil bercampur air hangat itu Afnan letakan pada luka memar nya.
Afnan yang tahu Hasna sedang menahan rasa sakit maka ia genggam lembut jari jemari Hasna.
Tak lama terdengar suara adzan shubuh berkumandang...
"Alhamdulillah"
ucap kedua nya serempak.
"Shalat shubuh dulu yuk sayang"
ajak Afnan..
"Ini tidak ada baju ganti by, baju kita kotor loh by , lalu bagaimana ?"
Tanya Hasna
"Mmm.. Iya juga sih, coba byby cari baju dulu Di lemari kamar Atas ya, dulu byby banyak meninggalkan pakaian di kamar itu,
Dan byby pinjam Mukena juga ke bu Su ya.. Sayang tunggu sebentar Di sini tidak apa apa?"
Tanya Afnan pada Hasna.
"Baiklah by, tidak apa apa, asal jangan lama ya by " ucap Hasna.
"Tidak sayang, tidak akan lama, ya sudah byby ke Atas dulu ya"
ucap Afnan seraya mengecup pipi Hasna yang saat ini sudah duduk Di sisi kasur, Dan melilit tubuh nya dengan selimut.
Afnan kembali membawa , sebuah Al qur'an kecil, satu stell Mukena, t-shirt untuk dirinya Dan kain sarung serta ia pun membawa sebuah daster arab berlengan panjang.
"Maaf sayang, byby cuma mendapat daster ini dari bu Su.. Kata nya daster ini kekecilan untuk nya, dan masih baru sayang"
"Tidak mengapa by yang penting bersih"
ucap Hasna.
"Ya sudah ayo byby bantu ke kamar mandi"
Ucap afnan, lalu menggendong Hasna , Dan Hasna melingkar kan tangan pada leher afnan..
"Terimakasih by"
ucap Hasna seraya mengecup pipi afnan.
"Iya sama sama sayang" ucap Afnan.
Setelah selsai, membershikan diri Dan berganti pakaian.
afnan melihat Hasna berpakain milik bu Su pun merasa lucu,
"Masih kebesaran juga di tubuh mu sayang" hihi..
"Stop ketawain nana deh by" heeee,, Hasna pun tertawa simpul,
__ADS_1
"Ya ukuran nya saja lebih tiga size by dari ukuran yang Biasa Nana pakai,
Ya sudah lah yang penting ini bersih "
Ucap Hasna lagi.
"Heeee iya sayang, kamu tetap cantik koq, Ya sudah ayo kita sholat." ucap Afnan.
mereka pun sholat shubuh berjamaah Dan di terus kan Dengan membaca Ayat suci al-Qur, serta pengetesan kemampua hasna dalam mengaji.
afnan tercengang sekaligus bangga, ternyata istri nackal nya itu sudah mahir baik dalam tadjwid ataupun tartil Al qur'an, hanya ada sedikit kecil perbaikan perbaikan.
"By.. Maaf , bisa kah byby perjelas apa maksud dari bagian masa lalu , apa maksud dari perkataan pak aswad tadi, Dan siapa pak aswad, siapa buk surimah itu, apa hubungan byby dengan mereka?"
Akhir nya Hasna memberanikan diri bertanya segala pertanyaan di benak nya.
"Ia sayang.. byby akan bercerita, tidak sekarang tapinya yaaa..
tubuh kita butuh istirahat sayang, kita bobo dulu ya,
biar tenaga kita pulih, besok byby ajak kamu lihat sekitar deh, Di sini pemandangan nya seru , ada kolam pancing dua blok dari sini, o ya bisa langsung bakar ikan Di sana sayang, kamu mau kan bakar ikan? "
ucap Afnan dengan begitu lembut nya.
Hasna Tak tertarik hal lain saat ini, selain hal yang tengah mengganggu fikiran nya.
"By.. Tolong jangan mengalihkan pembicaraan dan bertele tele , byby Tidak ingin kan pagi pagi seperti ini kita berduel kembali di sini , ?" ucap Hasna sedikit meninggi Dan berakhir menjadi sebuah pertanyaan.
Lalu Hasna Bangkit meninggalkan afnan menuju tempat tidur.
Afnan menyusul Hasna yang kini tengah duduk Di sisi tempat tidur..
" Sayang, iya nanti byby akan cerita kan, please tidak sekarang ya...byby lelah, Tubuh byby rasanya sakit semua."
Ucap Afnan yang kala itu sudah duduk Di samping Hasna Dan merangkul nya.
"Byby yakin kamu pun merasa kan hal yang sama kan?"
Tanya afnan.
Memang Hasna pun merasakan hal yang sama, saat ini yang ia butuhkan adalah tidur untuk mengistirahatkan tubuh nya, terlebih lagi bahu nya masih terasa sakit.
"Ya, baiklah Nana tunggu penjelasan dari Byby, kalau tidak Nana akan marah".
Ucap Hasna sembari berbaring Dan masuk ke dalam selimut.
"Jangan marah lagi sayang please"
afnan menggoda Hasna memajukan Bibir nya, mirip saat Hasna sedang merajuk..
"Iihh byby gak lucu..."
Teriak manja Hasna sembari tersenyum malu, ia merasa melihat cerminan dirinya, lalu ia pun menutup rapat tubuh nya dengan selimut.
"Tunggu lah sayang, ajak byby Plesiran bersama mu di dalam selimut itu.. Hehe..."
Ledek afnan lalu ia pun ikut masuk ke dalam selimut tersebut.
Dan menarik kepala Hasna tertidur Di Atas dada nya, membelai lembut kepala Hasna, Dan kini mereka sama sama terlelap.
__ADS_1
************
Happy reading 😊🙏💐