
Saat Ubaydillah keluar pintu, ternyata itu Afnan, "Bagaimana Dek keadaan Neng Lilin?" tanya Afnan.
"Masih dinyatkan kritis A belum siuman, tolong tenangkan Umi dan Abi, dedek harus menemani Lilin hingga siuman, Papi dan Mami belum dapat di hubungi, tadi sih waktu Devano telepon ke rumah Lilin, katanya Papi dan Mami sedang di Singapore" ucap Ubaydillah.
"Ya sudah dek, sabar, ikhlas, dan tawakal ya, nanti A'a bantu hubungi terus papi dan Mami Lintang"
"Syukran laak, yaa akhi kabiir" (terimakasih banyak kakak) ucap Ubaydillah dan mereka saling berpelukan.
"Afwan, akhi shogiir" ( sama sama dek) balas Afnan.
Devano dan Adrian pun menghampiri mereka, dan kini saling memberi semangat untuk Ubaydillah.
______________________
Tiga hari sudah Lintang tak sadarkan diri, Ubaydillah dengan setia dan penuh kasih sayang ia menemani dan merawat nya, hingga ia sudah lupa makan dan tidur,orang tua Lintang baru semalam dapat di kabari dan mereka langsung terbang ke Indonesia dan meneruskan perjalanan ke kota S untuk melihat anak mereka.
"Dek istirahat dulu ya , biar Umi yang menjaga Neng Lilin" bujuk Umi.
"Tidak Umi, biar dedek saja, dedek ingin berada di sisi Lilin saat ia siuman" ucap Ubaydillah.
"Ya sudah, setidak nya kamu makan utun" bujuk Abi.
"Iya dek nih, Ana sudah belikan kebab kesukaan Anta" ucap Afnan
"Terimakasih A, tapi Ana tidak lapar" tolak Ubaydillah.
"Dek, jika Anta terus terusan begini apa Neng Lilin tidak akan ikut bersedih, bisa saja saat Neng Lilin siuman Anta yang gantian tak sadarkan diri karena kelelahan dan kelaparan" ucap Afnan tegas.
"Iya A, maaf Ana jadi rapuh begini", ucap Ubaydillah lesu, kini Umi yang menemani Lintang di dalam.
"Ya sudah makanlah" tawar Afnan.
Akhir nya Ubaydillah mau memakan kebab yang Afnan bawakan, namun baru juga beberapa gigitan ia makan, tiba tiba seorang laki laki menarik nya dan menyandarkan nya ke Dinding ruang tunggu tersebut, kebab yang Ubaydillah pegang terpental entah kemana, ia hanya diam menganga, salah satu tangan laki laki itu sudah mengepal siap membogem Ubaydillah.
"Kamu apakan anak ku hingga ia koma?" tanya laki laki itu penuh emosi.
"Papi?! Maaf...." hanya itu yang keluar dari mulut Ubaydillah saat menyadari siapa yang hendak membogem nya.
Ternyata itu papi nya Lintang yang baru saja tiba.
"Astagfirullah Al-adzim, pak Fendri jangan seperti ini, pinta pak kyai, "tolong jangan sakiti putra saya, saya mohon maaf jika putra saya bersalah, mari kita bicarakan baik baik pak" ucap pak kyai kembali.
"Om.. Om.. tolong tahan om, tidak ada guna nya om memukul adik saya, tolong hentikan" ucap Afnan sembari menahan tubuh papi nya Lintang dengan cara memeluk pinggang nya.
"Lepas!" ucap papi Lintang.
"Pih sudah Pih" bujuk Mami Lintang.
"Hi stop, he is my Son, Take your hands off him" (hai berhenti, dia anak ku, lepaskan tangan Anda dari nya) , teriak laki laki lain nya dari ujung koridor dan berlari menghampiri mereka.
"Dad..." gumam Ubaydillah Saat ia lihat siapa yang berteriak, ternyata itu Daddy nya yang juga baru tiba di ikuti oleh Mommy nya.
Kini Papi Lintang yang di tarik Daddy nya Ubaydillah, dan mereka sudah hampir saja bergulat, saat seorang satpam entah dari mana muncul nya menghampiri mereka.
__ADS_1
"Maaf bapak bapak di mohon tenang, Anda berdua sudah mengganggu ketenangan pasien ini rumah sakit bukan arena gulat, jika bapak berdua ini hendak bergulat silahkan tinggalkan tempat ini" ucap satpam tersebut.
"Baik pak maaf" ucap papi Lintang.
"Terimakasih pak" ucap Daddy.
Dan satpam itu berlalu.
"Astagfirullah..." Ucap mereka serempak dan akhir nya papi nya Lintang duduk lemas berusaha menormalkan nafas nya ia di rangkul Mami Lintang.
Dan daddy Ubaydillah meraih Ubaydillah serta memeluk nya di ikuti oleh mommy nya memeluk dari samping daddy.
"Are you ok my son?" tanya Daddy
"I'am oke Dad" jawab Ubaydillah, "Sejak kapan Dddy dan Mommy sampai di Indonesia?" tanya Ubaydillah.
"Last Night baby" jawab Mommy.
Dan tadi pagi kita berangkat ke kota ini, langsung ke sini tidak ke vila dahulu" ucap Daddy.
"Dan tahu Dav di sini?"
"Devano yang beri tahu" ucap daddy.
Dan kini Ubaydillah sudah duduk kembali Di samping Afnan.
Daddy berbincang dengan Pak kyai, dan setelah bersalaman papi Lintang pun ikut bergabung.
"Maafkan saya pak" ucap papi Lintang.
"Ya pak bersabarlah kita berdoa saja, semoga anak mantu ku baik baik saja dan Segera siuman" ucap daddy Ubaydillah.
Mami Lintang dan Mommy juga terlihat sedang berbincang.
Di tempat lain....
Hasna sedang berada di sekolah, ia di antar Angela dan Elyavira.
"Hai Na, assalamu'alikum" sapa Adrian
"Wa'alaikumsalam" jawab Hasna, Angela dan Elyavira.
"Ange...." Panggil Adrian, memiringkan wajah nya dan tersenyum manis
"Ryan" Angela membalas senyuman Adrian.
"Oh iya yan kenalin nih, kak Elyavira" ucap Hasna.
"Adrian... Elya" ( saling mengatupkan telapak tangan).
"Om Ustadz masih di rumah sakit ya?" tanya Adrian.
"Iya yan belum balik dari kemarin siang gantian dengan Devano, harus nya siang ini pulang tapi malah tidak ada kabar" ucap Hasna.
__ADS_1
"Oh, sabar Na mungkin sedang sibuk, ber arti lo di kawal duo ciwi ini dong?" tanya Adrian.
"Iya, dari tiga hari yang lalu tepat nya sama ciwi ciwi ini, hehe, ya sudah ayo gue pingin cepet pulang, gak nyaman banget rasa nya di sini lama lama, tuh pada lihatin ke arah perut gue yan, padahal ini rok nya sudah gue ganti yang mengembang, memang kelihatan banget ya yan?" tanya Hasna.
" Coba gue lihat" Adrian mundur dan itu malah membuat Hasna tambah ilfil.
"Adrian , malah di sengajain sih!" seru Hasna.
"Kan kalau dari dekat gak kelihatan Na" ucap Adrian.
"Adrian balik gak lo!" Hasna melemparkan ballpoint dan tuk, "Aduh! , yaaah benjol nih kening orang ganteng" ucap Adrian menyeringai.
"Biar, we.. Ngeyel sih, dengan lo bertingkah begitu justru lo akan membuat heboh seantero sekolah" ucap Hasna pura pura kesal.
Angela yang melihat tingkah aneh kekasih nya ia tertawa geli, "hihi..funny Ryan" ucap nya, dan Elyavira hanya tersenyum di balik cadar nya, ia merasa terhibur oleh dua orang sahabat itu.
Elyavira makin mengenal sifat Hasna yang manja dan kekanak kanakan di depan Afnan sebagai suami nya, namun ia dapat menjadi sahabat yang baik, supel dan ramah, saat bersama teman teman nya, dan Hasna tidak pernah menunjukan rasa kesal nya, ia tahu Hasna marah dan cemburu terhadap nya, Karena tanpa sengaja ia pernah mendengar percakapan Hasna dan Afnan, saat ia ingin mengantarkan Juice ke kamar Hasna, dan ia tidak tahu jika Afnan sudah pulang dan berada di kamar ketika itu pintu kamar sedikit terbuka.
"Sayang, apa perlu byby bersumpah pocong agar sayang percaya, byby dan kak Ubay tidak ada hubungan dan tidak sedikit pun menyimpan rasa terhadap Nona El, itu rasa kecemburuan sayang yang berlebihan saja" ucap Afnan, suatu sore seperti nya Afnan baru pulang dari rumah sakit, ia lihat Hasna duduk di sisi tempat tidur, dan Afnan berlutut di hadapan nya,kedua tangan nya menangkup pinggul Hasna, tangan kiri Hasna merangkul pinggang Afnan dan tangan kanan nya menelusuri wajah Afnan, terlihat sangat romantis banginya, rumah tangga yang ia selalu bayangkan.
"Tidak perlu, baiklah Nana percaya, tapi kalau byby bohong awas saja" ucap Hasna.
"Ya Allah, Suami ganteng dan sholeh begini di ancam istri nakalnya, hehe" Canda Afnan.
"Tuuh kan bagaimana Nana percaya, jawaban nya selalu bercanda" ucap Hasna.
"Ya habis kamu lucu" ucap Afnan seraya menarik hidung Hasna, dan Elyavira hingga menyaksikan suami istri itu ber kissing lips lumayan lama, dengan hati yang berdebar Elyavira merasa bersalah dan malu, dan ia Segera berlalu, namun ke mana ia ingin pergi, di ponpes ini tempat ter aman dan ternyaman , beruntung ia di terima bekerja di ponpes, Karena saat ini ia sedang berlari dari kejaran seseorang yang ingin orang tuanya jodohkan dan Elyavira menolak Karena ia seorang penjudi dan pemabuk, dan orang tuanya tidak tahu Karena Elyavira tidak ada bukti untuk Di berikan pada orang tuanya.
Dan ia begitu kagum pada Hasna saat beberapa waktu kemudian mereka bertemu, Hasna bersikap begitu baik dan begitu ramah pada nya , yang ia perkirakan Hasna akan membuat nya tidak nyaman di rumah itu, namun sebalik nya Hasna malah begitu baik, dan lagi lagi Elyavira merasa malu akan perasaan nya yang diam diam mengharap Afnan dan awal nya ia rela jika harus menjadi yang keduapun, namun saat ini niat nya ia urungkan, rasanya ingin sekali Elyavira meminta maaf pada Afnan, terutama Hasna, yang hampir saja ia khianati namun ia bingung bagaimana cara nya, dan kini hanyalah mengikuti kemauan Afnan untuk menjaga istrinya sebagai penebus rasa bersalah nya, dan untuk masalah jodoh ia hanya ingin menunggu jodoh dari Allah, siapa saja yang ingin Allah datangkan, asal bukan penjudi dan pemabuk.
"Kak Elya Hai, koq bengong" suara Hasna memecah kumpulan lamunan Elyavira.
"Ah astagfirullah, iya Dek Nana, maaf" ucap Elyavira.
"Kak Elya sakit, atau lapar atau bagaimana, koq melamun?" tanya Hasna.
"Tidak koq dek Nana, tidak apa apa" ucap Elyavira gugup.
Ia lihat Angela sudah berpindah posisi di samping Adrian sedang memeriksa kening Adrian yang terkena ballpoint.
"Ya sudah Nana ke kelas dulu , kak Elya dan Ange tunggu Di kantin saja" ucap Hasna, dan Hasna bersama Adrian kedalam kelas Angela dan Elyavira menunju kantin.
__________________
Di rumah sakit....
Umi baru saja keluar dari ruangan ICU,
"Alhamdulillah Abi jari Lintang bergerak, dan ia bergumam, seperti nya ia sudah mulai sadar, tolong panggilkan dokter" pekik Umi.
sebetul nya ahli anastesi dan perawat intensif baru saja keluar dari ruangan itu dan karena ada Umi mereka izin ke toilet sebentar.
*********
__ADS_1
Terimakasih banyak sudah membaca 🙏 😍 💐