
"Assalamua'laikum warohmatullahi wabarokatuh......" (ustadz bagian Humas pesantren membuka acara pembacaan surah Yaasin bersama)
"Wa'alaikumSalam warohmatullahi wabarokatuuuuh..." (jawab serempak jama'ah)
"Bismillahirrohman nirrohim, kepada yang terhormat Bapak Kyai beserta Umi nyai dan kepada yang terhormat para perangkat Desa dan jajaran nya, kepada yang terhormat para warga Bapak dan ibu dan pada yang terhormat Ustadz serta Ustadzah dan juga para santri putra dan putri..."
" Alhamdulillah atas nikmat sehat iman dan Islam yang masih Di karuniakan kepeda kita oleh Allah Subhanahuwata'ala hingga kita dapat berkumpul kembali Di tempat yang mulya ini yaitu dalam rangka pembacaan surah Yaasin bulanan terbuka, Terimakasih untuk kehadiran Bapak dan Ibu, para Guru pengajar dan Guru pembimbing, para santri putra dan putri, baiklah Karena waktu terbatas maka langsung saja saya persilahkan kepada Ustadz Afnan untuk memimpin Do'a tahlil dan Takbir, waktu dan tempat di persilahkan Ustadz" tutur Ustadz yang membuka kata.
"Terimakasih Ustdz" ucap Afnan Lalu ia mulai membaca doa, dari mulai baca doa pengantar Al-Fatihah:
'Pengantar Al-Fatihah.
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ
إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Artinya, “Untuk yang terhormat Nabi
Muhammad SAW, segenap keluarga, dan saudaranya dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama al-amilin, ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, kemudian semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.
اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ......
(di baca hingga selsai.. )
(maaf langsung, di tulis intinya saja)
Pengajian Yaasinan bulanan pun sudah di mulai, dan kini mereka membaca surah Yaasin dengan khidmat dari Ayat pertama hingga ayat terakhir....
Surat Yasin..
.. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، يٰسۤ، ۚ وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ، اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ، عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ، تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ،
(dan bacaan ayat seterus nya hingga selesai...)
Area masjid penuh hingga keluar teras, antara Laki laki dan perempuan di batasi dengan tirai, dan setelah baca surah yaasin bersama selsai maka di lanjut kan dengan Tahlil dan Takbir dengan khusyu, dengan Afnan yang masih memimpin Do'a.
Berdoa setelah surah Yasin selesai
surah Al-ikhlas sebanyak 3x...
Lalu Tahlil dan Takbir:
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Artinya : “Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Allah, Allah maha besar.”
Lalu Surat Al-Falaq.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ...........
(di baca hingga selsai... )
Kembali Tahlil dan Takbir.
Di lanjutkan Surat An-Nas:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
(di baca hingga selsai...)
Awal Surat Al-Baqarah:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. المّ.......(... dst)
Surat Al-Baqarah ayat 163
Lalu Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah ayat 255)
Di lanjutkan Istighfar 3 kali :
اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ,
Artinya:" Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung.(Allah) yang tiada tuhan selain Dia yang maha hidup, lagi terjaga. Aku bertobat kepada-Nya.” (3x)
Melafalkan Kalimah Laailahha Ilalloh atau kalimah Tahlil sebanyak 33 kali
لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ
Artinya, “Tiada tuhan selain Allah" (33 kali).
Dua Kalimat Syahadat:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadarrasuulullah".
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah".
__ADS_1
Shalawat Nabi:
اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِوَسَلِّمْوَ
Artinya "Ya Allah, limpahkan shalawat untuk Sayyidina Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW). (2 kali)"
Tasbih.
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Artinya “Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. (10 kali). Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah yang maha agung dan dengan memuji-Nya.
Shalawat Nabi kembali (seperti yang tulisan di atas)
Al-Fatihah....
surat Al-Fatihah kembali, terus Tahlil dan Takbir dan hingga bacaan Tahlil untuk para Arwah muslimin dan muslimat hingga selesai (tidak dapat di tulis semua Karena terlalu panjang, maka di ambil intinya saja, mohon koreksi apabila ada ke khilafan 🙏😇).
Setelah Doa selsai maka mereka bersiap untuk melaksanakan sholat Isya berjamaah dan nanti akan di lanjutkan jamuan makan bersama di Aula.
Di sela menunggu adzan, Hasna mengeluarkan ponsel nya, dreet.. dreet.. Ponsel Lintang bergetar Karena di silent, terlihat nama Hasna di layar ponsel.
"Lin eksekusi mbak El ini" isi pesan Hasna.
"Oke Na, eksekusi macam apa?" isi pesan Lintang, bertanya.
"Mulai PDKT" Jawab pesan Hasna.
"Siapa yang mulai duluan?" Pesan Lintang, bertanya.
"Lo duluan" jawab pesan Hasna.
"OK" jawaban pesan Lintang.
Setelah mereka berdua selsai berkirim pesan, maka Lintang melancarkan aksinya,ia mencari cara agar dapat lebih dekat dan mengenal Elyavira..
"Oopps Astagfirullah, maaf ukhti .. Maaf kan saya ukhti" ucap Lintang, sembari mengusap ngusap air yang tumpah pada gamis Elyavira, ia berpura pura menumpahkan air mineral yang sedang ia minum ke pangkuan Elyavira.
"Astagfirullah.. Oh tidak apa apa ukhti, biar saja tidak perlu di bersihkan" pinta Elyavira
"Tapi gamis nya jadi basah" ucap Lintang.
"Eh ia ini basah ukhti, maafkan adik saya ya" Hasna ikut Nimbrung.
"Ia tidak mengapa Ukthi...." ucap Elyavira dan di sambut jabat tangan oleh Hasna, "ya perkenalan saya Hasna panggil saja Nana" ucap Hasna.
"Saya Elyavira, panggil saja Elya, ucap Elyavira pada akhir nya ia ikut memperkenalkan diri"
"Mbak Elya... Eh maaf" ucap Lintang
"Kak Elya saja" ucap Elyavira.
"Baiklah kak Elya, oh ya kak Elya tidak mengambil wudhu lagi?" tanya Hasna, untuk Hasna akrab dengan orang baru, itu perkara kecil buat Hasna.
"Tidak Kak Nana, InshaAllah belum batal" jawab Elya.
"Eh Nana Saja kak, seperti nya usia Nana di bawah kak Elya" ucap Hasna menebak namun memang ia sudah tahu dari Lintang.
"Aku juga kak El panggil Lintang saja" ucap Lintang.
"Oh seperti itu baiklah Dek Nana dan Dek Lintang, dan apa kita bisa berteman?"
tanya El
"Tentu Saja kak Elya dengan senang hati" ucap Hasna
"Iya kak Elya, Lintang juga , oh iya kak Elya ini baru masuk ponpes ini ya?" tanya Lintang.
"Iya baru tiga hari yang lalu, saya Guru pembimbing di area panahan dan pembimbing latihan berkuda" tutur Elya.
"Ooh begitu, Iihh boleh dong kita ikut kelas kak Elya?" tanya Lintang.
"Oh tentu saja, dengan senang hati" jawab Elya.
"Mm.. tapi untuk sementara Nana tidak dapat hadir di kelas kak Elya, sayang sekali yaa, padahal Nana sudah lama tidak berkuda" ucap Hasna.
"Loh memang kenapa, kelas terbuka koq untuk siapa saja yang minat bergabung" ucap Elya.
"Bukan begitu kak, karena Nana saat ini sedang hamil, maka nya tidak dapat berkuda dulu" tutur Lintang.
"Hoooo Astagfirullah" ucap Elya terkejut.
"Iiihh kak Elyaaa, jangan ber suudzon dooong, Nana hamil Karena bersuami koq , hehe" protes Hasna lembut lalu tersenyum , Karena ia faham dengan suara terkejut nya Elya di balik cadar.
"Astagfirullah.. Maafkan Kak Elya ya dek Nana" penyesalan Elya.
"Tidak mengapa kak, pasti kak Elya, terkejut dan berfikir Nana hamil by accident Karena usia Nana masih kecil kan? " tanya Hasna.
Elya yang mendapat kan pertanyaan itu hanya menunduk dan ia sedang tersenyum malu.
__ADS_1
"Tenang saja kak Elya, Nana sudah bersuami dan Suaminya adalah Ustadz A...." ucapan Lintang terhenti saat Hasna menyambar kata kata yang ingin ia ucapkan
" Adalah... Ustadz pembimbing di ponpes ini kaakk, hiiii gitu kan Lin ya?! " ucap Hasna lalu ia menatap Lintang dan mengedipkan mata.
" Eh iya kak, dan Lintang pun sudah menikah dengan salah satu Ustadz pembimbing di ponpes ini Juga" ucap Lintang.
"Ooohh Alhamdulillah, karunia Allah itu misteri, seperti Antumaa masih usia muda sudah menikah, namun Saya sudah hampir di usia kepala 3 belum mempunyai pasangan" ucap Elya, dari suara nya seperti pesimis.
"Ooouuh kak EL, sabar ya.. Nanti kita bantu berdoa deeh biar kak Elya Segera dapat jodoh dan secepat nya pula ada yang menghalalkan" ucap Hasna, " iya kak Elya tak usah khawatir ya" sambung Lintang.
"Aamiin yra, Terimakasih" ucap Elya terharu, sebetul nya El sedang merasa sendiri, di ponpes ini hanya Afnan dan Ubaydillah yang ia kenal, namun ia bersyukur saat ini ada Hasna dan Lintang yang menjadi temannya, padahal bagi Hasna dan Lintang ini adalah taktik untuk mencarikan nya Elyavira calon suami, agar Elya tidak menjadi PAPERPUS, yang membuat mereka was was suami mereka akan hilaf dan tergoda.
Setelah terdengar suara Iqomah, mereka pun siap sholat Isya berjamaah, dan Karena Hasna dengan Lintang belum batal dan masih dalam memiliki wudhu maka mereka pun langsung ikut sholat berjamaah.
Dan setelah selesai maka kini Hasna, Lintang dan Elyavira telah berada di luar masjid , mereka bertukar nomor telepon.
"Kak Elya makan saja terlebih dahulu, kita sedang menunggu para suami kita" pinta Hasna. Saat ia lihat Afnan serta Ubaydillah sedang berjalan ke arah nya sambil berbincang dengan Ustadz lain nya.
"Baiklah saya duluan ya dek Nana, dek Lintang, Assalamua'laikum Ucap Elya.
"Waalaikum Salam kak Elya" jawab Hasna dan Lintang bersamaan
"Assalamu'alaikum" ucap Afnan dan Ubaydillah bersamaan saat mereka sudah berada di dekat istri istri mereka.
"Yang Lin ayo kita ke Aula menyantap hidangan, A'a Davi sudah lapar sekali" ajak Ubaydillah.
"Iya ayo sayang" ajak Afnan pula pada Hasna.
"Iya ayo by" Hasna menuruti ajakan Afnan.
Dan kini mereka sudah berada di Aula, Hasna, Afnan, Ubaydillah dan Lintang sedang menikmati hidangan yang tersedia.
"Sayang ayo maem dulu" bujuk Afnan Karena Hasna tidak mau makan.
"Nana tidak lapar by" Ucap Hasna.
"Ayolah saaa..." (Afnan menoleh pada saura seseorang)
"Assalamu'alaikum" ucap Salam dari seorang perempuan.
"Wa'alaikumsalam" jawab mereka serempak.
"Kak Elya" gumam Hasna dan Lintang bersamaan.
"Ustadz Afnan, Ustadz Ubay di sini rupanya" ucap Elyavira ramah. "Eh ada dek Nana dan dek Lintang juga" ucap nya kembali.
"Iya kak Hehe" ucap Hasna
"Hai kak Elya" sapa Lintang.
"Hai..." (Elyavira tidak menyadari jika Afnan dan Ubaydillah itu suami dari Hasna dan Lintang, Karena di meja itu juga terdapat beberapa Ustadz lain nya, ia berfikir suami Hasna dan Lintang di antara mereka).
"Silahkan duduk Nona Elya" tawar Afnan.
"Terimakasih Ustadz, saya mencari keberadaan Ustadz dan Ustadz Ubaydillah dari kemarin hanya Ingin mengucapakan terimakasih Karena telah memberi kesempatan bagi saya bekerja
untuk ponpes ini" ucap Elyavira.
" Sama sama Nona El" ucap Afnan tersenyum ramah, " membuat Hasna yang melihat itu merasa tersiram air panas di ujung jantung nya, memanas dan berdenyut.
" Ia Nona El, semoga kerasan kerja di sini" sambung Ubaydillah, dan Lintang pun mendengar Ubaydillah berkata lembut serta tersenyum manis pada Elya, ia mulai memasang tatapan tajam tak suka.
Hasna yang melihat itu Ia menarik tangan Lintang dan mengajak nya untuk pergi dari meja itu , Hasna takut Lintang tak dapat menguasai emosi nya dan bisa saja ia berseriosa di Aula yang sedang penuh orang itu, padahal ia pun sama sedang menahan gejolak hati nya yang terasa berdenyut hebat akibat cemburu.
"Kita permisi pulang ya Ustadz" ucap Hasna ketus, "kak Elya duluan ya" masih sempat Hasna berpamitan pada Elyavira.
"Assalamu'alaikum" ucap Hasna dan Lintang.
"Oh ya silahkan.. Wa'alaikumsalam" jawab Elyavira.
"Wa'alaikumsalam" ucap Afnan dan Ubaydillah.
"A'a seperti nya si gemezzz Nakal dan si Imut bawell, sedang berduet kesal, apakah mungkin mereka juga berkolaborasi cemburu?" bisik Ubaydillah pada Afnan.
"Astagfirullah, bisa jadi Dek ayo kita ikuti pulang, garasi mahar Hasna dan valentino sudah anta kunci dengan baik kan dek?" tanya Afnan cemas.
"Seperti nya sudah A" jawab Ubaydillah
"Nona El kami permisi, Assalamu'alaikum" ucap Afnan tanpa melihat Elyavira, dan menarik tangan Ubaydillah secara reflek pergi dengan tergesa hingga terlihat ia sedang menyeret Ubaydillah yang malah senyam senyum sambil dadah dadah pada penggemar ia lewati dan menyapa nya.
"Iya Ustadz Wa'alaikumsalam" ucap Elya, berdiri terpaku tak mengerti apa yang sedang terjadi pada kedua ustadz itu Karena tiba tiba saja mereka pergi.
**********
. Kira kira bagaimana?
.episode berikut Lintang jatuh dari kuda
. Terimakasih banyak sudah membaca 🙏 😍
__ADS_1