Janji Yang Kau Ingkari

Janji Yang Kau Ingkari
24. Kehilangan banyak hal


__ADS_3

"Nyonya, di depan adanya Nyonya Lusi, dia bilang ingin bertemu dengan Anda," ucap seorang satpam pada Adisti saat wanita itu sedang menikmati sarapan pagi.


"Apa dia mengatakan sesuatu? Mau apa datang ke sini?"


"Dia bilang hanya ingin bertemu dengan Anda, tidak mengatakan hal yang lainnya. Dia juga bilang Anda sudah lama tidak berkunjung ke rumahnya."


Adisti berdecih sinis, tidak mengerti jalan pikiran mertuanya itu. "Disaat seperti ini dia masih bisa berkata seperti itu, sungguh tidak tahu diri," gumamnya dan berkata, "Usir dia, suruh pergi dari sini. Kalau tidak mau, biarkan saja dia berdiri di depan pagar. Jangan beri minum atau apa pun karena dia bukan lagi mertuaku. Hubungan kami juga sudah berakhir."


"Baik, Nyonya." Satpam tersebut pun kembali ke depan untuk berjaga.

__ADS_1


Sementara itu, Adisti melanjutkan sarapannya dengan santai. Dia sudah tidak ada urusan lagi dengan Lusi, tidak peduli wanita itu menunggunya atau tidak, mereka bukanlah orang yang harus diperhatikan lagi. Tidak berapa lama Adisti telah selesai sarapan. Wanita itu pun segera menaiki mobil dan harus pergi ke butik. Lusi masih tampak berada di depan pagar. Begitu mobil Adisti melewati pintu pagar, Lusi menghadangnya karena ingin berbicara dengan menantunya.


"Adisti, Mama ingin bicara sama kamu sebentar, tolong beri Mama waktu!" teriak Lusi.


Adisti memutar bola matanya malas. Kemarin ke mana saja? mereka sudah seenaknya mengkhianatinya, sekarang dengan mudahnya datang dan ingin bicara. Dia yakin pasti nanti ujung-ujungnya juga akan meminta maaf dan memohon-mohon padanya agar tidak berpisah dengan Bryan. Wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan dia menatap sang mertua dengan pandangan sinis.


"Sampai kapan pun aku tidak akan merubah keputusanku. Kalian sudah menghianatiku, tidak ada lagi celah untuk kalian meminta maaf."


Adisti tertawa terbahak-bahak, tidak menyangka jika wanita yang ada di depannya bisa berkata demikian. "Menyayangiku dengan tulus? Yang benar saja! Selama ini aku merasa hanya dimanfaatkan karena aku memiliki uang, kalau aku tidak punya apa-apa pasti kalian semua akan membenciku dari awal aku datang. Anda tidak perlu lagi membual, itu tidak berpengaruh apa pun juga dalam kehidupanku. Aku sudah memutuskan akan mengakhiri semua ini. Aku sudah melihat semuanya dengan jelas dan aku tetap akan bercerai dengan putramu."

__ADS_1


Adisti memberi kode pada satpam agar menarik Lusi dan tidak menghalangi jalannya. Pria itu pun segera bertindak. Adisti mengemudikan mobilnya meninggalkan mereka, sementara Lusi mengamuk dan mengumpat pada satpam karena sudah menghalangi jalannya. Dia begitu geram pada sang menantu karena menolak permintaannya, padahal sangat mudah sekali, tetapi kesombongan Adisti yang menutup semua.


"Mama dari mana?" tanya Brian saat mendapati mamanya baru pulang.


Saat ini mereka sedang berada di tempat kos-kosan. Bryan sengaja menyewanya untuk tempat tinggal sementara mama dan istrinya. Lusi sengaja meminta untuk ikut pergi ke kota. Pria itu sama sekali tidak mencurigai apa pun tentang niat terselubung dalam hati mereka.


"Jalan-jalan," sahut Mama Lusi cepat.


Dia tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya karena bisa-bisa nanti Bryan akan marah padanya. Sebelumnya anaknya itu sudah mewanti-wanti agar dirinya tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga. Namun, Lusi juga tidak bisa berdiam diri. Wanita itu tidak ingin kehilangan semua yang sudah dia miliki selama ini.

__ADS_1


Dalam hati Lusi menyesali semuanya karena sudah merestui pernikahan kedua putranya. Saat itu dia hanya tergiur dengan bujuk rayu Bryan bahwa Sahna akan memberinya cucu. Sekarang semuanya akan benar-benar hilang. Adisty sudah memutuskan hubungan mereka, sudah pasti sumber keuangannya akan hilang.


Apalagi Bryan juga sudah kehilangan pekerjaannya. Dari mana lagi dia mendapatkan uang, belum lagi uang kuliah anaknya. Lusi tidak mau putranya berhenti kuliah, dia pasti akan malu pada saudara-saudara yang lain. Sebelumnya wanita itu sudah membanggakan putranya yang kelak akan semakin mengangkat derajat keluarganya. Sekarang semua hancur begitu saja.


__ADS_2