Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Untung Ganteng


__ADS_3

Sejak keluar dari rumah sakit, Leni tinggal di rumah utama,rumah Eric dan Yoo Ra. Yoo ra sendiri yang memintanya untuk tinggal di rumah itu, sedangkan Revan tetap tinggal di rumahnya sendiri sampai hari pernikahan mereka. Sebenarnya Leni sedikit keberatan, tapi bukan Yoo Ra namanya kalau tidak bisa membujuk calon menantu dadakannya itu. Selain itu, Yoo Ra juga ingin agar anak lelakinya itu sering mengunjungi mereka.


Pagi ini, Revan menjemput Leni di rumah orang tuanya. Pintu gerbang terbuka secara otomatis saat Revan sudah berada di depan pintu gerbang rumah orangtuanya. sesampai di depan rumah, Revan langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


"Selamat pagi Tuan Muda.." sapa pelayan yang masih berusia sekitar 20 an tahun yang sudah menyambutnya di depan pintu.


"Hm..." Revan hanya menjawab dengan deheman saja.


"Di mana Mom dan Dad?"tanya Revan singkat.


"Tuan Besar dan Nyonya masih sarapan Tuan.."kata pelayan itu dengan sopan.


"Hm..." jawab Revan. Revan memang tak begitu menyukai pelayanan di rumah utama yang dianggapnya sangat berlebihan. maka dari itu ia lebih suka hidup mandiri di rumah pribadinya.


Revan menghampiri 3 orang yang sedang sarapan di meja makan.


"Pagi Mom...Dad..."sapa Revan yang langsung dudukndi sebelah Leni.


"Kamu barusan panggil Ayah dengan sebutan Dad lagi...?" tanya Eric.


"Hm...iya Yah...apa Ayah tidak suka kalau aku memanggil Dad lagi?"kata Revan.


"Tentu saja itu yang sudah Daddy tunggu sejak kamu memutuskan keluar dari rumah ini...lagipula bukannya terdengar aneh kalau kamu manggil ibumu dengan sebutan Mommy sedangkan kepadaku dengan sebutan ayah...ayolah Van...apa kata readers nanti...?"kata Eric.


"Aku malu Dad...karena teman teman mengataiku anak manja gara gara sebutan itu....tapi sekarang aku sudah jarang bertemu mereka jadi buat apa aku malu..." kata Revan dengan enteng. Tanpa memeperhatikan ibunya yang sejak tadi memperhatikannya.


"Revan...duduk!" kata Yoo Ra dengan tatapan mata tajam


"Ada apa Mom..?"tanya Revan bingung karena Yoo Raa tiba tiba marah.


"Makan..!"kata YooRaa


"Aku sudah sarapan di rumah tadi..aku hanya mau jemput Leni Mom.." kata Revan tak berani memandang wajah ibunya.


"Makan..!" kata Yoo Ra sambil berdiri dan menjewer telinga anak laki lakinya itu. Leni hanya menahan tawanya melihat tingkah ibu dan anak itu.

__ADS_1


"Aku sudah makan Mom...lepas Mom..sakit..malu sama Leni..."kata Revan merengek. Leni hanya menahan tawanya ketika melihat adegan seperti itu setiap hari ketika di rumah besar itu.


"Sarapan apa?Apa kamu pikir minum kopi dan makan beberapa biskuit itu sudah kamu sebut sarapan?"kata YooRa melepas jewerannya dari telinga Revan.


"Mual...Mom..aku tak bisa makan nasi di pagi hari..."jawab Revan sambil terus menggosok daun telinganya yang memerah.


"Leni sayang...suapi calon suamimu..Mommy tak mau mendengar ada keluhan sakit maagh nya kambuh lagi."kata Yoo Ra sambil mengambilkan nasi untuk anaknya.


"Ta..tapi Mom..."Leni ragu untuk menerima nya.


"Len..Mommy sudah bosan,hampir setiap minggu mendengar laporan dari Justin, kalau Revan perutnya sakit gara gara makan tak teratur.."Kata Yoo Ra sambil membuang nafas kasar.


"Anak ini memang susah sekali diatur..."lanjutnya seraya menepok jidat.


"Sayang...sudahlah...anak laki laki kita sudah dewasa...dia juga risih kalau kamu atur atur terus. Dia bukan anak kecil lagi.."kata Eric.


"Sayang...kamu terus saja membela anak nakal ini...dia memang benar benar puteramu.Kalian membuat aku pusing saja...."kata YooRa pasrah.


Revan terpaksa memakan makanan yang disuapkan Leni padanya. Leni yang awalnya ragu ragu menyuapi Revan, karena takut dianggap tidak sopan pada bos yang sekarang menjadi calon suaminya itu. Tapi karena Revan tidak menolaknya, rasa canggung itupun hilang. Tak terasa sepiring nasi beserta lauknya pun habis ia makan.


"Len..mulai besok pagi kamu harus menyuapi Revan makan ya sayang..."kata Yoo Ra pada Leni.


"I..iya Mom...kalau Pak Revan tidak keberatan..." kata Leni.


"Sayang..kamu masih memanggil calon suami kamu "Pak"?oh tidak...itu tidak baik sayang...panggil dia Revan Oppa mulai saat ini"kata Yoo ra seraya menggelengkan kepalanya.


"Maaf Mom..bukannya saya tidak mau..tapi saya masih benar benar canggung dengan semua ini." kata Leni.


"Pelan pelan kamu pasti bisa sayang....tolong dibiasakan ya...."pinta Yoo Ra dengan tulus.


"Baik Mom...akan saya usahakan.." jawab Leni.


"Leni...kamu tak usah canggung dengan kami..kita disini adalah keluarga, kamu sudah seperti putri kandung kami..."kata Eric ikut menimpali.


"terimakasih Dad...saya sungguh merasa tak pantas menerima ini semua..terimakasih.." kata Leni dengan air mata haru.

__ADS_1


"Sama sama Nak...ya sudah ayo kita buruan makan, biar kalian tidak telat ke kantor." Kata Eric dengan tatapan teduhnya.


"Sayang hari ini jadi kan bertemu WO yang mengatur pernikahan Leni dan Revan?"Tanya Yoo Ra pada suaminya.


"Jadi sayang..kamu bersiap siaplah agar tidak terlalu siang." kata Eric.


"Untuk konsepnya kita serahkan pada kalian. Kalian ingun konsep pernikahan yang seperti apa,hmm?" tanya Yoo Ra.


"Terserah Mom saja,kami menurut." kata Revan.


"Baiklah..nanti kita bertemu di kantor WO Tante Anne ya..sekalian gaun dan jas pesan disana. biar nggak ribet.Setelah makan siang kamu kosong kan Van?"tanya Yoo Ra.


"Hmm...bagaimana Len jadwalku?"tanya Revan pada Leni.


"Hari ini hanya ada pertemuan dengan pihak N Group saja untuk tanda tangan kontrak. Setelah itu meeting di kantor untuk laporan mingguan. Seelah makan siang tidak ada jadwal apapun, jadi kita bisa ke kantor tante Anne." kata Leni.


"Ok kalau begitu..Len..nanti sore jadwalmu check up terakhir ke rumah sakit kan? Nanti setelah dari tempat tante Anne kita langsung ke rumah sakit ya..." kata revan


"Iya pak..eh Oppa..."Jawab Leni sambil mengangguk. Revan tersenyum tipis saat Leni memanggilnya dengan sebutan Oppa.


Setelah berpamitan, mereka pun bersama sama pergi ke kantor. Namun Revan menghentikan mobilnya di depan penjual minuman dingin.


"Kenapa berhenti?" tanya Leni.


"Aku ingin minum Bubble Tea..apa kamu mau?"tanya Revan. Leni menggeleng.


"Saya sedang tak ingin minum apa apa..nanti saja di kantor saya minum yang ada di kulkas." jawab Leni. Revan pin langsung turun.


15 menit kemudian, Revan membawa 2 cup besar bubble Tea untuknya dan untuk Leni.


"Saya tak terbiasa minum dingin di pagi hari..." kata Leni.


"Ayolah...aku hanya ingin melihatmu minum ini di depanku Leni..."kata Revan.


"Dasar Bos aneh...untung ganteng..."

__ADS_1


__ADS_2