
Tak terasa seminggu sudah Leni bekerja sebagai sekretaris pribadi Revan. Tak ada kesalahan berarti yang ia lakukan saat bekerja. Leni sangat disiplin dan bertanggung jawab dalam pekerjaanya. Revan begitu puas dengan pekerjaan Leni yang sangat profesional. Bahkan sudah menguasai bahasa Korea dan Mandarin dalam jangka waktu seminggu kursus.
"Len..apa jadwalku setelah makan siang?" tanya Revan.
"Setelah jam makan siang Anda tidak memiliki jadwal apapun Pak." jawab Leni.
" Kalau begitu setelah jam makan siang ikutlah aku ke salah satu Mall Rex Corp. Aku ingin memberimu hadiah karena kamu sudah bisa menguasai dua bahasa asing dalam waktu singkat." kata Revan.
"Terimakasih Pak..tapi Anda tidak usah berlebihan pada saya Pak.." kata Leni.
"Aku tak menerima bantahan dan penolakanmu Len. Karena aku tahu aku sangat baik hati." kata Revan membanggakan dirinya.
"Iya Pak saya ucapkan terimakasih. Anda memang sangat baik hati. Saya permisi keluar Pak.." kata Leni sambil tersenyum manis di hadapan Revan.
"hhuuufftt....dasar narsis...untung bos.." gumam Leni saat keluar ruangan CEO.
Siang harinya, Revan dan Leni berangkat menuju mall, Revan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah 30 menit mereka sampai di mall. Revan menuju salah satu toko brand ternama untuk membeli sebuah gaun dan setelan jas yang akan mereka kenakan nanti malam pada pertunangan Justin dan Jess.
Mata Revan langsung tertuju ke sebuah gaun navy panjang dengan lengan terbelah dan belahan dada yang tidak terlalu rendah. Ia langsung mengambilnya dan memberikannya pada Leni.
"Untukmu..aku memilihkanmu yang ini.." kata Revan.
"P....pak..ini untuk saya?" kata Leni,ia melongo saat melihat price tag yang ada di gaun itu.
"Jangan dilihat harganya.Bahkan aku sanggup kalau hanya membeli seluruh gaun yang ada di toko ini." kata Revan dengan percaya diri.
"Ini terlalu mahal Pak..." kata Leni.
" Pakailah itu nanti malam. Aku tak menerima bantahan." kata Revan.
"Baik Pak.." kata Leni.
"Setelah ini kita langsung bersiap siap di apartemenku. Kamu tak usah pulang ke rumah,akan terlalu lama nanti. Karena aku ingin memantau persiapannya di hotel."kata Revan.
"Siap Pak...." kata Leni.
Setelah dari Mall mereka pun langsung menuju apartemen baru Revan untuk bersiap siap.
" Leni jika kamu lapar kamu bisa mengambil makanan yang ada di kulkas dan memanaskannya. Karena saya jarang di apartemen jadi saya cuma sedia makanan instan." kata Revan.
"Iya Pak...saya bisa mencarinya sendiri jika saya lapar."jawab Leni.
__ADS_1
Ia memutuskan untuk bersiap siap dikamar tamu, karena memang apartemen Revan mempunyai 2 kamar. Sedangkan Revan beristirahat sebentar l. Karena masih 2 jam lagi mereka berangkat.
Leni mengambil camilan di kulkas besar yang ada di dapur itu.
"Rupanya Pak Revan suka ngemil juga" guma Leni saat ia melihat di dalam kulkas hampir semuanya berisi Snack dan coklat.
"Ehmm...." dehem Revan.
"Eh..Pak..maaf" kata Leni.
" Saya hanya mau ambil minum.Ambilah yang ingin kamu makan, saya memang suka ngemil, jadi selalu punya persediaan snack."kata Revan.
"Iya..Pak..."jawab Leni.
"Len 1 jam lagi kita berangkat. bersiap siaplah.." kata revan.
"Iiiya pak.." kata Leni gugup. Entah mengapa ia sangat gugup saat melihatbpenampilan Revan saat dirumah. Ia hanya memakai celana kolor hitam selutut dan kaos abu abu.
Leni segera masuk ke kamar tamu dan mengganti pakaian kerjanya dengan gaun yang dipilih Revan untuknya. Leni merias tipis wajahnya berkat tutorial yang ia dapatkan dari internet, kini Leni bisa merias wajahnya sendiri. Ia menggulung rambutnya simpel tapi tetap nampak elegan.
Saat ia keluar kamar, Revan yang telah menunggunya di ruang tamu, seketika terpana melihat penampilan Leni.
"Cantik.." Kata Revan secara spontan.
Leni tersenyum paksa.
"Iya in aja lah..biar cepet kelar urusannya sama si bis narsis ini" batin Leni.
Mereka pun berangkat bersama menuju hotel tempat pesta pertunangan Justin dan Jess digelar.
Leni terkesima saat melihat dekorasi ballroom hotel yang sangat mewah. Tapi demi keprofesionalannya, ia harus menutupi rasa herannya itu. Ia mengikuti kemanapun Revan pergi. Hingga mereka bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang sangat cantik, jika sekilas ia memiliki wajah mirip dengan boss nya.
Revan langsung memeluk wanita itu saat mereka baru bertemu. Bahkan wanita itu juga mencium kening Revan.
"Mom kangen banget sama kamu sayang...apa kamu lupa kalau punya Mom?" kata wanita itu setelah melepas pelukannya dengan sang putera. Ia adalah Lee Yoo Ra ibunya Revan.
"Maaf Mom....Revan akhir akhir ini sangat sibuk mengurus perusahaan Ayah..kalau pekerjaannya sudah selesai pasti Revan akan ke rumah.." kata Revan.
" Sayang siapa wanita cantik yang ada di sebelahmu ini?kamu tak ingin mengenalkannya ke Mommy?" kata Yoo Ra.
"Mom..kenalkan dia skretaris pribadi aku, Leni namanya."kata Revan.
__ADS_1
Leni langsung menjabat tangan Yoo Ra. Tapi berbeda dengan Yoo Ra,ia langsung menarik tubuh Leni dan memeluknya.
"Saya Yoo Ra, Mommynya Revan, maaf kalau bahasa Indonesia saya sedikit kaku." kata Yoo Ra memperkenalkan diri.
"Nama saya Leni Nyonya, saya sekretaris pribadi Pak Revan." kata Leni dengan ramah.
"Jangan memanggilku Nyonya, panggil saya Mommy seperti Revan. Kamu tak keberatan kan?aku harap tidak."kata Yoo Ra yang sedikit memaksa.
"Maaf..tapi apa tidak berlebihan jika saya memanggil nyonya dengan sebutan Mommy?" kata leni canggung.
"Mommy akan sangat sedih jika kamu menolakku sayang..." kata Yoo Raa.
"Baik lah..M-Mom...." kata Leni.
" Nah begitu kan lebih bagus..iya kan Van..." kata Yoo Ra sambil menyenggol lengan sang putera.
"Mom...aneh aneh saja..Leni kan hanya sekretarisku..." kata Revan.
"Siapa tahu Leni bakal jadi puteri Mommy.." kata Yoo Ra, tersenyum penuh arti.
"Momm....." kata Revan, saat menoleh ia tidak lagi melibat ibunya, karena Sang ibu telah berbaur dengan yang lain.
"Kata kata Mommy jangan dimasukkan hati ya Len..beliau memang begitu orangnya." kata Revan.
" Iya Pak..." jawab Leni.
"Ih...siapa juga yang mau sama situ...ganteng sih iya...tapi narsisnya nggak ketulungan." Batin Leni.
Satu jam kemudian, acarapun di mulai. Revan dan Leni terlihat begitu menikmati acara pertunangan sahabatnya itu. Tak henti hentinya Leni menghapus air mata bahagianya yang keluar. Karena Leni tahu bagaimana perjalanan hidup Jess, sahabatnya itu. Tiba saat mereka memberi selamat pada Jess dan Justin. Revan memberikan lengannya agar digandeng oleh Leni. Dan Leni pun menyambutnya.
"Kak Revan..Leni..kok kalian bisa barengan gandengan lagi?"tanya Jess.
"Leni sekarang bekerja di perusahaanku Jess, dia jadi sekretarisku." jawab Revan.
"Len..kamu berutang penjelasan sama aku."kata Jess.
"iya..iya..Jess ceritanya panjang. Nanti aku cerita, kalau aku cerita sekarang kasian antreannya panjang. Ngomong ngomong selamat ya atas pertunangan kamu sama dokter Justin semoga kalian langgeng sampai kakek nenek." kata Leni sambil memeluk Jess .
"Amin...makasih ya Len.."
Mereka pun segera turun dari panggung. Revan yang merasa haus segera mengambil minuman yang disediakan pelayan. Ia mengambil 2 satu untuk dirinya dan satu untuk Leni.
__ADS_1
Leni yang merasa kehausan, langsung meminum orange juice itu sampai tandas. 10 menit kemudian, ia merasakan sensasi aneh pada tubuhnya. Ia merasa sangat pusing. Kepalanya pun berat, tak lama kemudian ia tak sadarkan diri.