
Sore harinya, Revan dan Leni menghabiskan waktu untuk mencari makan di luar. Mereka menaiki motor matic yang tersedia di vilanya itu. Leni yang memintanya, sebenarnya Revan enggan. Bukan karena apa apa ia hanya khawatir dengan kehammilan Leni. Namun ia juga tak bisa menolak keinginan istrinya itu.
"Mas...kalau tahu kamu nyetirnya sepelan ini, mending aku jalan kaki aja..."gerutu Leni. Karena Revan mengendarai motornya sangat pelan.
"Biar Keiko nggak loncat loncat di perut kamu Sweety...."jawab Revan.
"Ya ampun Mas...ya nggak segitunya lah...dari artikel dokter Lisa yang aku baca di internet, Keiko tuh punya pertahanan sendiri lebih kuat dari yang kita bayangkan..."jelas Leni sambio memeluk erat pinggang Revan.
"Tapi tetep aja aku takut kamu nggak nyaman...."kilah Revan.
"Bilang aja modus biar lama aku peluk kaya gini...."tebak Leni.
"Tuh kamu tahu....nyaman Len..."jawab Revan dengan tulus.
"Ih...dasar suami mesum...."umpat Leni dengan nada manja.
Akhirnya mereka pun sampai di kawasan yang terkenal dengan wisata kulinernya. Banyak tenda tenda pedagang makanan yang berjajar disitu. Seketika penciuman Leni tergoda dengan aroma sate yang sedang dipanggang. Namun ia mengurungkan niatnya saat mendekati tenda itu.
"Kenapa Yang?"tanya Revan.
"nggak apa apa Mas...aku pengen makan sate tapi inget kalau aku sama kamu punya alergi kacang."jawab Leni dengan lirih.
__ADS_1
" Kita cari makanan yang lain saja ya..."kata Revan sambil mengelus lengan leni. Mereka memang sama sama mempunyai riwayat alergi kacang. Apalagi Revan, toleransi tubuhnya terhadap semua makanan yang terbuat dari kacang tanah sangatlah rendah. Bahkan saat masih kuliah, ia pernah mengalami henti jantung beberapa saat hanya gara gara selai kacang yang tak sengaja diberikan oleh teman kampusnya. Beruntung ia cepat mendapat penanganan medis.
Leni menghela nafas lalu ia mengangguk. Mereka berdua memarkirkan motor di tempat yang disediakan untuk parkir. Dan berjalan dengan tangan bergandengan. Penampilan Revan yang sedikit mencolok, lagi lagi mengundang perhatian. Terutama kaum hawa yang begitu terpesona akan ketampanan Revan.
"Cowok itu mirip banget sama maknae EXO ya gaes...sumpah ganteng banget...."kata salah satu pemgunjung wisata kuliner itu kepada temannya.
"Eh...jangan aneh aneh deh...itu dia bawa ceweknya loh.."kata temannya.
"Alah..palingan adek atau sodara jauhnya....atau kalau nggak gitu sengaja nempel nempel cowok itu, biar dianggap cewenya."timpal wanita yang mengagumi Revan tadi sambil melirik sinis ke arah Leni.
Leni yang mendengar percakapan itu seketika merasakan sensasi terbakar di hatinya. Ia langsung mendekati wanita tadi. Namun Revan mencegahnya.
"Enak aja..ini bujan pertama kalinya Mas...cewek cewek terang terangan suka sama kamu!" ketus Leni.
"Kan bukan mauku juga Len...."jawab Revan berusaha menenangkan istrinya yang sedang kesal.
"Berapa kali sih aku bilang ke kamu. Kalau keluar tuh pakai masker..sengaja ya biar dilihatin cewek cewek?mentang mentang aku hamil,melorot sana sini...kamu mau cari lagi?"omel Leni karena terlanjur kesal.
"Ya..ampun sayang...nggak lah..jangan mikir kaya gitu..sampai kapanpun, aku cuma punya kamu seorang...percaya lah..oke kali ini aku emang lupa nggak pakai masker, tapi besok besok aku janji bakal pakai masker kalau aku pergi kemanapun."kata Revan meyakinkan Leni.
"Janji?" ucap Leni sambil mengacungkan jari kelingkingnya persis seperti anak kecil yang sedang merajuk.
__ADS_1
"Iya...janji..."ucap Revan sambil menautkan jari kelingkingnya dengan Leni.
"Oke..aku mau nyamperin cewek itu dulu...daripada bikin gerah!" kata leni.
"Oh my God Sweety..kenapa swkarang CEO nya ganti kamu sih....?"gumam Revan namun ia tak melarang sang istri karena jika ia nekat melarang akan terjadi perang dingin diantara mereka. dan Revan tak menginginkan itu terjadi.
"Eh..Mbak jangan aneh aneh sama suami saya ya...Suami saya itu memang gantengnya paripurna, sultan lagi. Tapi saya peringatkan sama Mbaknya ya..kalaupun kamu mau telanjang di depan suami saya, saya pastikan dia nggak akan tergoda sama kamu. Malah yang ada kemungkinan kamu malah dijadikan makanan buat singa peliharaannya. Jadi jangan harap kamu macam macam sama saya ataupun suami saya.Ingat itu!" kata Leni. Perempuan yang mencibir Leni tadi seketika bergidik ngeri dengan ancaman Leni. Dan memilih menjauh dari tempat itu.
Entah semenjak hamil, Leni memang banyak berubah. Ia lebih cerewet dan sangat sensitif. Padahal sebelumnya, ia adalah perempuan yang tergolong pendiam dan tenang. Revan sampai keheranan dengan perubahan sikap Leni yang begitu drastis dan cenderung posesif terhadap.dirinya. Namun selama sikap posesif Leni tak menyangkut pautkan dengan pekerjaannya, ia masih merasa maklum. RESIKO ORANG TAMVAN!! begitu pikir Revan.
"Sayang...udah marah marahnya?"tanya Revan.
"Iya..udah lega aku..maaf ya Mas kalau kamu terganggu dengan kesensitifan aku sekarang..nggak tau kenapa aku jadi takut banget kehilangan kamu..."kata Leni dengan mata berkaca kaca.
"Nggak apa apa sayang..selama nggak melebihi batas, aku nggak keberatan kok.."kata Revan sambil mengecup kening Leni.
"Mas..ini tempat umum..."kata Leni yang salah tingkah karena lagi lagi orang orang melihat ke uwuan mereka di tempat umum.
"Biarin...biar semua orang tahu kalau aku milikmu. Hanya milikmu"kata Revan.
Maaf Gaes hari ini othor telat up..dikarenakan lagi ada acara di rumah mertua...jadi nggak sempat nulis dari tadi siang.🙏🙏
__ADS_1