Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Ada maupun tidak ada Dia


__ADS_3

Revan memacu motor matic itu dan menghentikan kendaraan mereka di sebuah jalanan sepi yang berada di tengah hamparan sawah.


"Kok berhenti disini Mas....?" tanya Leni.


"Pandangannya bagus banget Len...aku nggak pernah lihat beginian.." kata Revan, Lalu ia merentangkan tangannya sambil memejamkan mata. Menikmati hembusan angin segar.


Tanpa Revan sadari, Leni memotret calon suaminya itu dan mengunggahnya ke story media sosialnya.


"Semilirnya angin begitu menyejukkan hati @ PrinceRevan" Begitu Caption yang di tulis Leni.


Tak berapa lama kemudian banyak notifikasi muncul di layar ponselnya. Kebanyakan dari teman media sosial Leni adalah teman semasa ia bersekolah. Melihat foto tampan Revan, mereka semua mendadak heboh.


[Siapa Len..ganteng beud Anying...]


[bagi dong oppa oppanya....]


[Wwwuuuiiihhh.....sehun Oppa]


Dari sekian komentar hanya satu yang ia balas.


@YooRa_Lee


[Gantengnya anak Mommy...lagi dimana ini?🥰🥰😘😘]


Leni membalas


[Lagi di tengah sawah Mom.]


Revan yang menyadari Leni asyik sendiri dengan ponselnya melirik sekilas, ia terkejut karena ada fotonya disana.


"Ish.....mengambil gambar tanpa seizin pemiliknya melanggar hak cipta loh..." kata Revan sambil mencibirkan bibirnya.


"Biarin melanggar hak cipta, Leni nggak takut...Kan momen langka ini..Biasanya wajah jutek terus yang dikasih liat." Kata Leni dengan cuek.


"Apa kata Mommy....?" tanya Revan.


" Lihat aja sendiri..."jawab Leni.


"Males buka HP..." kata Revan.


"Katanya anak siapa sih kok jelek amat....?" kata Leni Cuek.


"Jelek jelek gini kan bisa bikin cewek histeris, mau coba lagi...?"goda Revan.


Leni langsung menimpuk dengan tas kecilnya. Mereka pun menghabiskan siang hari mereka di gubuk kecil yang berada di pinggiran sawah sambil memakan camilan yang tadi mereka beli.


"Len....aku pengen ngomong serius sama kamu..." kata Revan tiba tiba.


"Apa....?"tanya Leni.


"Kamu bulan ini udah kedatangan tamu belum?" tanya Revan.

__ADS_1


"Tamu apaan....?" tanya Leni semakin bingung.


"Hm....itu..yang cewek cewek...."kata Revan sambil menautkan kedua jarinya yang semakin membuat Leni bingung.


"Pak Revan...ngomong yang jelas dong...."kata Leni.


"Cih..katanya jenius IQ 170 eh, giliran ditanya soal gituan nggak peka..."dengus Revan.


"Maksud Mas Revan haid? Aku udah haid belum?" kata Leni yang baru menyadari pembicaraan Revan. Revanpun mengangguk.


"Harusnya sih minggu minggu ini...tapi kayanya belum ada tanda tanda...." kata Leni.


"Len...kalau seandainya kamu hamil, walaupun anak di kandungan kamu awalnya tidak diinginkan, tolong kamu jaga ya...." Kata Revan sambil menunduk.


Leni hanya terdiam menanggapi kata kata Revan. Ia memang berharap tak sampai hamil. Tapi kemudian ia teringat sesuatu.


" Mas Revan dulu pas gituan sama Leni pakai pengaman nggak?" tanya Leni.


"Aku pakai kok..tapi nggak tahu kenapa, aku merasa pengaman itu nggak ada gunanya..." kata Revan.


" Kok bisa...?" tanya Leni.


" Nggak tahu..feeling aja...pagi tadi aku mimpi dapet anak burung lucu banget...rasanya kaya nyata..terus aku searching di internet, bisa jadi pertanda aku mau punya anak..." jawab Revan.


"Mas Revan percaya?" tanya Leni.


"Entah..tapi aku merasa benar benar nyata Len..pesanku tadi tolong diingat ya...walaupun kamu nggak suka sama anak itu, setidaknya tolong lahirkan dia untukku, kelak aku yang akan menjaganya. Dia nggak bersalah..." kata Revan sambil menggenggam erat tangan Leni.


"Mas....jangan pernah berpikiran seperti itu..walaupun kita melakukannya karena sebuah kesalahan dan tidak ada cinta, tapi anak ini tak bersalah..dia juga nggak pernah berharap hadir diantara kita..jadi sampai kapanpun aku akan menjaga dia dengan sepenuh jiwa ragaku.." kata leni dengan mata berkaca kaca.


Krriiinggg....


Ponsel Revan berbunyi.


"........"


" Apa?kok bisa?Hari minggu sore aku balik sana, ...aku sama Leni akan kesana.Siapa tahu Jess bisa balik lagi..."kata Revan.


"......"


"Sabar Bro....kita semua ada buat Loe..."


Revan menutup teleponnya. Raut mukanya seketika berubah, Leni yang merasakan perubahan itu langsung menanyakanya.


"Ada apa Mas?" tanya Leni.


"Len..Felix dan istrinya sudah tertangkap."kata Revan.


"Syukurlah kalau begitu...tapi kasihan Kak Lexa pasti dia begitu terpukul..bagaimanapun kan mereka yang merawatnya dari kecil.." kata Leni.


"Tapi mengapa Mas Revan mukanya langsung kucel gitu?" tanya Leni.

__ADS_1


"Jesslyn mengalami shock berat karena peristiwa itu..Dan Justin tak bisa berbuat apa apa..." kata Revan.


"Apa...?Sepulang dari sini kita harus langsung ke tempat Jess Kak..." kata Leni.


" Iya..tadi aku juga bilang gitu sama Justin..Kita sama sama kasih dukungan psikis buat mereka ya...." Kata Revan.


Karena hari sudah menjelang sore, mereka memutuskan untuk pulang. Leni melingkarkan tangannya ke pinggang Revan.


Saat di perjalanan, Revan melihat penjual bubble Tea favoritnya. Ia menghentikan motornya.


"Beli itu dulu Len..." kata Revan.


"Terserah Mr.Bubble deh...."jawab Leni.


"Mr Bubble?" tanya Revan.


"Iya lah..orang tiap hari yabg dicari itu..makanya Mas Revan tuh cocoknya dipanggil Mr. Bubble." kata Leni.


"Kamu aja yang jadi Mrs. Bubble nya kalo gitu..." kata Revan sedikit menggombal.


"Nggak ada uang receh Boss..." Jawab Leni menanggapi gombalan receh Revan.


"Bayar aja pakai kepingan hati kamu...."


Blush....


wajah putih Leni langsung merona mendengar gombalan Revan. Ia pun memilih memainkan ponselnya untuk menutupi rasa malunya. Revan pun langsung menghampir si penjual untuk memesan minuman favoritnya.


30 menit kemudian.


"Semuanya jadi berapa Mbak....?" tanya Revan ketika si penjual menyerahkan 25 cup besar bubble Tea.


"250 ribu Mas..."kata Penjual itu. Revan pun menyerahkan 5 lembar uang 100 ribuan.


"Ambil aja lebihnya, anggap aja rejeki karena saya nemuin ini disini." kata Revan.


"Terimakasih banyak Mas..." kata penjual itu dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Revan.


"Itu mau diminum semua Pak...?" kata Leni sambil melongo.


"Nggak Len mau saya buat Renang....Ya diminum lah...!" kata Revan.


" Kenapa sebanyak itu?emang abis?" tanya Leni dengan polosnya.


"Nanti dibagiin sama anak anak sekitar...katanya kalau istri lagi hamil terus kita banyak amal, itu jadi doa buat kelancaran ke depannya. Jadi anggap aja ini rejeki dari Baby..." kata Revan.


"Tapi aku kan belum tentu hamil Mas...takutnya kalau kamu kecewa nanti..." kata Leni.


"Ya kalau belum hamil dihamilin lah..." jawab Revan. sedangkan leni hanya memasang wajah cemberut.


"Entah mengapa aku begitu yakin Len dia sudah tumbuh di rahimmu...semoga memang sudah ada" batin Revan.

__ADS_1


5 Menit kemudian, sampailah mereka di halaman rumah Kakek dan Nenek, ternyata, disana sudah banyak saudara saudara Leni yang berkumpul. Revan segera membagikan Bubble Tea yang sebelumnya ia beli. Tak lupa ia menyisihkan 2 cup untuk Leni dan dirinya sendiri.


Saat menemui keluarga besar Leni, mata Revan tertuju pada seseorang yang sepertinya tak asing baginya.


__ADS_2