Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Ciuman maut Revan


__ADS_3

"Di hadapan Tuhan, imam dan para saksi, saya Revan Prince Aditya Sanjaya memilih engkau Meylani Artika menjadi istri saya. Saya berjanji akan setia, menghormati dan mengasihi engkau dalam untung dan malang. Sehat maupun sakit sampai maut memisahkan kita."


"Di hadapan Tuhan, imam dan para saksi, saya Meylani Artika memilih engkau Revan Prince Aditya Sanjaya menjadi suami saya. Saya berjanji, akan setia menghormati ,dan menghargai engkau dalam untung dan malang, sehat maupun sakit sampai maut memisahkan kita."


Begitulah saat Revan dan Leni saling mengucapkan janji suci mereka. Setelah mereka mengikrarkan janji tersebut. Revan memasangkan cincin di jari manis sebelah kanan Leni. Begitu pun Leni. Mata kedua mempelai tampak terus berkaca kaca sejak awal acara.


Revan yang biasanya bersikap dingin, dan menciutkan nyali karyawan maupun orang yang membuat masalah dengannya, entah sejak prosesi sungkeman kemarin,matanya terlihat terus berkaca kaca. Seakan image dingin, dan angkuhnya seolah sirna tak berbekas. Namun rona kebahagiaan tetap terpancar dari matanya.


Setelah selesai saling memasangkan cincin pernikahan,Revan meraih dagu Leni dan mengecup bibir Leni sedikit lama. Hal itu sontak membuat semua orang yang hadir histeris,karena biasanya setelah memasangkan cincin,mempelai laki laki hanya mengecup Kening mempelai wanita. Namun yang dilakukan Revan sungguh berani. Kali ini ia tak hanya mengecup namun juga sedikit memberikan lu**tan di bubir Leni. Leni yang tak siap hanya membelalakkan matanya. Namun ia malah menjadi semakin menggemaskan.


"Aaaaakkkkhhhh..Oppa...!" teriak Valine sambil menutup kedua matanya. Yang membuat Loey yang duduk di sampingnya terpaksa membungkam mulutnya agar tak menarik perhatian banyak orang.


"Emmmmpttttt....!!" Valine berusaha melepas tangan Loey yang membungkamnya.


"sstt..makanya diem..jangan merusak suasana..."kata Loey.


"Habis mereka menodai mata suciku kak..."rengek Valine.


"Halah..mata suci apaan tiap hari di UK juga lihat orang nyosor...."kata Loey.


"Kan beda Kak...."jawab Valine.


"Udah diem dulu..jangan berisik!" kata Loey.


Sementara itu di altar pernikahan.


"Makasih Len...."bisik Revan setelah melepas ciumannya.


"Mas..dilihat banyak orang..malu..."jawab Leni.


"Bodo amat...hehe..."kata Revan terkekeh.


Acara pemberkatan siang itu, di akhiri dengan sesi foto foto bersama keluarga besar mempelai. Tampak Kelegaan di wajah Revan dan Leni. Walaupun belum ada ungkapan cinta diantara mereka, setidaknya Revan sudah menunaikan kewajibannya menikahi Leni. Mereka juga semakin bertekad untuk terus belajar saling menerima satu sama lain, berharap benih benih cinta akan muncul diantara mereka.(Sebenarnya udah numbuh tapi sayang...nggak ada yang peka Gaess...πŸ™„πŸ™„bikin othor gregetan aja).


Setelah melaksanakan pemberkatan di kathedral ibu kota, pasangan yang telah sah menjadi suami istri tersebut kembali ke hotel bintang lima yang berada di bawah naungan Rex corp. Leni yang merasa kelelahan langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang hotel, padahal ia masih berpakaian pengantin lengkap. Mereka masih mempunyai waktu 3 jam untuk memulai prosesi temu. Jadi masih ada waktu 1 jam beristirahat sebelum dirias kembali.

__ADS_1


"Bersih bersih dulu Len...biar seger."kata Revan yang sedang melepas jas dan sepatunya.


"Capek..."jawab Leni singkat.


"Kita cuma punya waktu istirahat satu jam Len..kamu kan make up nya lama...ayo mandi dulu.."kata Revan.


"Mas duluan.."jawab Leni sambil memejamkan mata.


"Ya udah aku duluan yang mandi tapi kalau nanti aku sudah selesai mandi kamu masih tidur juga, aku yang akan lepas baju kamu."kata Revan sembari berjalan menuju kamar mandi.


Leni pun bangun dengan malas. Ia melepas semua aksesoris yang menempel di tubuhnya. Dan ia juga mengganti gaun putihnya dengan piyama rumahan yang ia bawa tadi pagi. Karena terlalu lelah, Leni pun kembali tertidur dengan make up yang masih utuh dan rambut acak acakan bekas hair do tadi.


20 menit kemudian, Revan keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk sebatas pinggang. Rambutnya yang masih basah, membuat kadar ketampanannya bertambah. Ia yang melihat Leni swdang tidur dengan gaun pengantin yang masih berserakan di lantai serta make up yang masih utuh, hanya menggeleng kepalanya.


"Kamu capek banget ya Sweety.....?"tanya Revan sambil menyingkirkan anak rambut Leni.


"Eeeenggghhhh......"Leni memberi jawaban hanya berupa lenguhan.


Revan pelan pelan menelentangkan tubuh Leni yang tertidur pulas. Ia mengambil face toner dan kapas yang biasa digunakan Leni. Lalu dengan pelan dan lembut Revan membersihkan wajah Leni dari make up tebal itu.


"Keiko..baik baik di perut Bunda sayang.."kata Revan sambil mengelus perut rata Leni. Karena ia juga merasa Lelah, Revan pun juga tertidur hanya dengan mengenakan boxer bergambar doraemon sambil memeluk perut Leni.


...----------------...


Buat Readers yang bacaa, tiap momen pernikahan di novelku kok mesti di gereja sih?


sekali lagi saya mohon maaf jika ada yang kurang berkenan..πŸ™πŸ™πŸ™


saya sama sekali tak menyinggung hal SARA tentang apa yang ada di tulisan saya. karena saya hanya memberikan apa yang saya tahu tanpa ingin memberikan pengaruh apapun. Takutnya, kalau saya maksa sesuatu yang di luar pengetahuan saya, malah yang ada saya kritik sama yang lain.πŸ€¦β€β™€οΈ


(Walaupun kritikan itu membangun, tapi sakitnya tuh disini Gaaaeeesss...πŸ’”πŸ’”)


Sekarang author ada pertanyaan buat para readers semua.


para Readers lebih suka model cerita yang mana?

__ADS_1




Cerita yang mengalir gitu aja walaupun agak panjang.




Di skip skip. jadi cerita itu lebih simpel dan pendek.




Menguras emosi dan banyak konflik.




Cerita dengan satu konflik yang detail sampai akhirnya penyelesaian di ending.




Author tunggu ya..jawaban kalian di kolom komentar.


Terimakasih atas semua dukungan kalian.


Jangan lupa mampir juga di novel author yang lain.


__ADS_1


__ADS_2