Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Sakit tumit


__ADS_3

Setelah selesai menyapa beberapa kenalan dan memastikan kondisi aman terkendali, Revan langsung menghampiri Leni dan duduk di sampingnya.


"Sayang....aku perhatikan dari tadi kamu lihatin aku terus,hm?"tanya Revan.


"Pede sekali Anda Tuan?"elak Leni.


"Ish...lagi jual mahal nih istriku...hehehe..."kata Revan sambil terkekeh pelan dan mencubit hidung leni karena gemas.


"Wajarlah jual mahal...kebanyakan diskon rugi dong saya..."jawab Leni sekenanya.


"Hmm...udah pinter itung itungan nih ye....?"


"Apaan sih Mas...udah diem dulu..udah mau perarakan tuh.."kata Leni seraya berdiri menghadap pintu masuk gereja untuk menyambut iringan pengantin.


Pemberkatan pernikahan Jess dan Justin pun berjalan dengan lancar. setelah hampir dua jam prosesi, akhirnya sepasang pengantin yang baru saja resmi menjadi sepasang sumai istri itu meninggalkan kathedral dan menuju hotel tempat resepsi pernikahan di adakan. Yang tak lain adalah hotel Rex Carlton milik keluarga Revan.


Revan yang menerima laporan ada gerak gerik mencurigakan dari pihak musuh, segera meminta Leni untuk langsung ke hotel. Tentunya dengan pengawalan yang sangat ketat. Karena tidak menutup kemungkinan musuh berusaha mengalihkan perhatian Revan dengan cara berbuat sesuatu pada Leni. Beruntungnya Leni mengerti keadaan tersebut.


"Kamu hati hati ya Mas...jangan sampai terjadi apa apa sama kamu...."pinta Leni.


"Kamu tenang saja Sweety...aku pasti baik baik aja...lagipula aku tidak sendiri..."kata Revan yang membuat Leni sedikit tenang.


"Iya Mas...pokoknya kamu hati hati.Aku pulang dulu."kata Leni seraya memberikan kecupan bertubi tubi pada suaminya. Tak peduli ada banyak orang yang memperhatikan mereka. Bukannya merasa risih, Revan juga membalas perlakuan Leni. Hitung hitung dopping alami, begitu pikir Revan.


"Eh....udah dong..kalian ini gimana..dilihat banyak orang...kalian nggak malu?"tegur Yoo Ra.


"Biarin...sama istri sendiri juga...Mom juga gitu..!" jawab Revan dengan cuek. Sedangkan Yoo Ra hanya geleng gelwng melihat tingkah anak dan menantunya yang tak tahu tempat seperti dirinya dan Eric.


"Loey...tolong antar Mommy, Leni sama Adek ya...aku masih ada urusan.."pinta Revan pada Loey.


"Siap Kakak Ipar sekaligus sepupu ipar.."jawab Loey sambil cengengesan dan langsung dihadiahi jitakan dari Revan.


"Adek nggak ada akhlak loe!"kara Revan.


Leni pun meninggalkan Revan dan Eric yang masih berada di sana bersama teamnya. Untuk mengatur strategi lanjutan menghadapi para musuhnya. Dan setelah selesai mereka segera menuju hotel tempat resepsi diadakan. Karena kali ini ia tidak turun langsung ke lapangan. Vano dan Vino beserta anak buahnya sudah cukup untuk menghadapi para musuh.


Di tengah perjalanan Revan menerima telepon dari Justin.

__ADS_1


"Ada yang mengikuti kami selain mobil iring iringan." kata Justin kepada Revan,Vino dan Vano, karena mereka melakukan telekonference.


"Iya kami sudah tahu..kami sudah menyebar pengawal bayangan di sekeliling kalian. Tapi kalian juga harus berhati hati." kata Revan.


"Jess..siapkan senjata yang sudah kakak berikan, berikan 1 pada Justin.Dan gunakan senjata yang lainnya juga. Kakak juga sudah mengerahkan semua anggota Black Hole untuk melindungi kalian dari segala kemungkinan." kata Vano.


"Baik Kak..."jawab Jess. Mereka pun mengakhiri panggilan konferensinya.


"Bagaimana Son?"tanya Eric.


"Musuh sudah mulai bergerak Yah...rupanya mereka terkecoh dengan iring iringan mobil mempelai. Mereka mengira iring iringan itu adalah keluarga mempelai padahal mereka semua adalah anggota kita."jawab Revan.


"Heh...siapa dulu yang atur strategi..Daddy gitu loh..."kata Eric sambil terkekeh. dan dibalas dengan acungan jempol Revan


"Daddy Piyak emang T.O.P.B.G.T..tapi sayang udah nggak bisa berantem..takut encoknya kumat.Hahahhaha...."lanjut Eric.


"Tuh kan mulai narsis..kita langsung ke hotel aja Dad...kita tunggu disana."kata Revan.


"Benar Van...keamanan di hotel juga perlu kita pantau langsung."kata Eric yang juga menyetujui usul sang anak.


Setelah perjalanan dari kathedral menuju hotel yang memakan waktu sekitar 30 menit, akhirnya mereka sampai di hotel. Revan langsung menuju kamar pribadinya yang berada di lantai paling atas hotel bintang lima tersebut. Karena Leni pasti sudah menunggunya di sana. Sedang kan Eric, masih di lobby bersama keluarga dan kerabat pengantin yang harap harap cemas. Yoo Ra juga terihat masih di sana. Sedangkan Valine sudah lebih dulu beristirahat ditemani Loey, karena mendadak ia merasakan nyeri di jantungnya.


Ia merasakan kakinya sedikit ngilu dan berdenyut serelah hampir setengah hari memakai heels. Walaupun tidak terlalu tinggi. Semenjak hamil, Leni memang tak bisa memakai sepatu berhak walauoun hanya beberapa senti. Karena sudah mengalami sedikit pembengkakan di kakinya.


Ceklek.


Pintu kamar hotel dibuka. Revan yang mendapati Leni sedang meringis sambil memijit mijit kakinya segera mendekat.


"Kenapa sayang?Apa kamu merasakan sakit di kakimu?"tanya Revan.


"Iya Mas...rasanya di tumitku kaya ditusuk tusuk.."jawab Leni.


Revan memeriksa kaki Leni dan memang kelihatan sedikit bengkak.


"Biar aku suruh pelayan siapkan air garam untuk merendam dulu ya...."kata Revan.


"Aku sudah minta Mas..mungkin bentar lagi datang.."kata Leni.

__ADS_1


"Ya sudah kamu istirahat dulu, aku mau mandi dulu yang..gerah banget..."kata Revan. Sambil langsung ke kamar mandi.


Tak lama kemudian, petugas hotel datang membawa baskom berisi air hangat dan garam untuk Leni. Sebelum mulai merendam kakinya, ia memilih untuk membantu mengambil baju ganti untuk Revan.


Dengan berjalan sambil menahan sakit di kakinya, Leni menuju walk in closet namun lagi lagi ia harus berhenti karena sakitnya tak bisa diajak kompromi.


"Awwwsshh......."rintih Leni.


"Sweety....are you okey..?kamu mau kemana sih?bukannya harus istirahat?"kata Revan langsung menghampiri Leni yang saat itu sedang meringis kesakitan.


"Kakiku sakit banget Mas....aku mau ngambil baju buat kamu di tuang ganti..."kata Leni sambil meringis kesakitan.


"Ya sudah..kamu duduk dulu,rendam kakimu di baskom..aku telfon om Michael dulu..."kata Revan sambil mendial nomor Michael.


"Om...sibuk nggak?"tanya Revan.


"........"


"Bisa ke kamar Revan sebentar?hmmm...Tumit Leni sedikit bengkak Om...katanya sakit kalau dibuat jalan"kata Revan.


"......"


"Ok..makasih Om..maaf merepotkan."


"......."


Revan pun mengakhiti panggilannya.


"Yang...Dr. Michael bukannya sibuk banget sekarang...jangan merepotkan orang lain...aku nggak apa apa.."kata Leni.


"Sayang..kalau kaki kamu sakit, gimana bisa jadi bradismaid...kamu nurut ya...."kata Revan.


"Terserah kamu lah..."jawab Leni.


Tak lama kemudian, datanglah Dr. Michael yang tak lain adalah ayah Justin. Ia adalah dokter spesialis orthopedi di rumahbsakit miliknya.


"Ada apa Nak Leni?"tanya Mike.

__ADS_1


"Aduh maaf jadi merepotkan Dok...sebenarnya tumit saya sejak tadi sedikit sakit dan bengkak..."jawab Leni. Michael langsung memeriksa bagian tumit Leni yang terasa sakit.Dengan melakukan penekanan dibagian bagian yang menjadi pemicu rasa sakit. Leni meringis ketika bagian yang di tekan Michael terasa seperti ditusuk.


Revan yang melihat ekspresi meringis Leni, seperti tersugesti memasang ekspresi yang sama. Sontak ringisan Leni berubah menjadi tawa.


__ADS_2