Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Pulang


__ADS_3

Sejenak Revan menghela nafas untuk mengurangi kegugupannya.


"Sebelumnya, Revan meminta maaf sedalam dalamnya sama Mbah Kung dan Mbah Uti karena kami telah membuat kalian sangat kecewa dengan perbuatan kami. Saya pun sangat menyesal dengan apa yang saya perbuat pada Leni...tapi sebagai laki laki, saya akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya dengan menikahi Leni."kata Revan.


Revanpun menceritakan semuanya dengan jujur. Mbah Purwo hanya terdiam saat mendengar cerita Revan.Ia memang awalnya sangat terkejut sekaligus kecewa saat mengetahui bahwa Leni dan Revan menikah karena sebuah "kecelakaan". Tapi setelah mengetahui cerita sesungguhnya, baik dari Revan maupun Eric, beliau semakin menyukai sosok calon cucu menantunya itu.


"Walaupun sejujurnya Mbah sangat kecewa dengan perbuatan kalian, tapi entah mengapa, Mbah semakin rela jika Leni hidup bersamamu. Sekali lagi Mbah minta padamu, jagalah Leni, lindungi cucu mbah..namun kelak jika kamu sudah menyerah untuk bersama Leni, tolong kembalikan Leni dalam keadaan baik baik pada kami, seperti kami meminta Leni baik baik seperti saat ini." kata Mbah Purwo.


"Iya Mbah Kung...saya akan berjanji akan menjaga dan melindungi Leni..terimakasih banyak Mbah Kung..sekali lagi maafkan saya sudah mengecewakan kalian." kata Revan.


"Wes..wes..yang berlalu biarlah jadi pelajaran..terutama Yandra yang masih belum kawin...Krungu Le?(Dengar Nak..?)" kata Mbah Purwo sambik melirik cucu laki lakinya yang tak lain adalah saudara sepupu Leni dan sahabat Revan itu.


"Siap Komandan laksanakan!" kata Loey dengan sikap hormat layaknya seorang prajurit pada pimpinannya.


"Bocah Sableng!" kata Mbah Purwo dan diiringi gelak tawa dari seisi rumah.


...----------------...


Keesokan paginya, Leni dan Revan bersiap siap untuk kembali ke Ibukota. Sebelum berangkat, mereka ingin menghabiskan pagi terakhir mereka untuk berkeliling desa dengan mengendarai motor.


"Kamu pengen kemana Len?"tanya Revan samb menyetir.


"Ngikut petunjuk dari aku Mas..aku pengen ke suatu tempat..." jawab Leni.


15 menit kemudian, sesuai petunjuk dari Leni, mereka sampai di sebuah tempat. Yaitu sebuah puncak bukit, yang tak jauh dari tempat tinggal kakek dan nenek Leni. Pemandangan kota dibawah terlihat sangat jelas dari atas bukit. Revan tak henti hentinya berdecak kagum dengan pemandangan yang sangat indah.


"Bagus banget pemandangannya Len...." kata revan yang tak bisa menutupi kekagumannya.


"Mas Revan suka?"tanya Leni.


"Suka banget..kenapa nggak dari kemaren kemaren sih kesininya.." kata Revan.


"Lah..kemaren kan mas sendiri yang kepincut sama sawah..." jawab Leni.


"Iya juga ya.....habis kita nikah kesini lagi yuk...sekalian nengokin kebunku..." ajak Revan.


" Siap Bos...." jawab Leni.


Setelah kurang lebih 30 menit menghabiskan waktu disana untuk berselfie ria, akhirnya mereka memutuskan untuk segera kembali dan berpamitan kepada mbah kakung dan uti.


"Mas...ada berhenti dulu deh..." kata Leni ketika ia melihat seorang penjual bubur sumsum.


"Kenapa Len..." tanya Revan.


"Bubur sumsum dicampur grendul kayanya enak deh Mas..?" kata leni.

__ADS_1


"Kamu pengen...?" tanya Revan.


"hee....iya...beli ya..." kata Leni.


"Kamu ngidam ya Len?" tanya Revan.


"Ngarep banget ah..emang akunya aja yang pengen..." kata Leni sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya..ayo..." ajakk Revan.


Mereka pun membeli beberapa bungkus makanan manis itu. Setelah siap , Revan menyodorkan 2 lembar seratusan ribu pada sang penjual.


"Maaf kebanyakan Mas...harga 10 bungkus cuma 50 ribu mas...." kata sang penjual.


"Lebihnya buat ibu aja..anggap aja saya minta doa buat calon anak saya..." kata Revan dengan ramah, yang sukses membuat Leni melongo.


"Oooh....istrinya lagi ngidam toh...saya doakan biar calon anak dan ibunya sehat sampai lahiran nanti ya Mas..saya ucapkan terimakasih banyak...." kata ibu itu dengan ramah.


" Terimakasih banyak atas doanya Bu..saya permisi dulu..." kata Revan.


Revan pun menarik tangan Leni tangan masih dalam mode melongonya.


"Mas...apa apaan sih...siapa juga yang hamil...?" tanya Leni.


"Siapa tahu aja...kan kecebongku kualitas super...jadi siapa tahu aja sekali jebol langsung ada di perut kamu...."jawab Revan dengan enteng. Sedangkan Leni langsung terdiam mengingat kejadian malam itu.Merekapun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Mbah kakung dan mbah uti.


"Ini Mas..." kata leni.


"Aku nggak suka Len..terlalu manis...." tolak Revan. Seketika mata Leni langsung berkaca kaca saat Revan menolak makanan darinya.


"Mas...kalau nggak mau bilang kek dari tadi..jangan gitu...udah di sipain aja langsung nolak..." kata leni.


"Eh...Len..bukannya gitu.."


"Sini..sini...aku aja yang makan kalau mas Revan emang nggak suka! " ketus Leni sambil menyerobot bubur milik Revan.


Ia pun menghabiskan buburnya sekaligus bubur milik Revan juga. Revan hanya dibuat melongo dengan tingkah aneh Leni pagi ini.


"Mas....."panggil Leni.


"Hm...."jawab Revan.


"Udah nggak ngambek?" lanjut Revan.


"Siapa yang ngambek sama Bapak?nggak ada...."jawab Leni.

__ADS_1


"Tadi siapa yang ngomel ngomel gegara bubur?" tanya Revan.


"Sekarang kan udah kenyang..jadi udah nggak ambekan lagi..." jawab Leni sambil tersenyum manis.


" Cih...dasar bumil...." ledek Revan.


"Ih...siapa yang hamil juga...enak aja panggil bumil..."kata Leni.


"Kamu lah..masa ayam?Dah...siap siap sana gih..nanti bisa kesiangan, kita harus jenguk Jesslyn juga loh Len.."kata Revan sengaja mengalihkan pembicaraan karena sepertinya Leni sudah tidak nyaman.


"Iya...iya...tinggal beresin dikit aja kok Mas...semuanya udah aku packing dari semalem..kan nggak banyak juga barangnya." kata Leni.


"Sip...cerdas juga kamu ya...."puji Revan.


"Lah....aku kan emang udah cerdas dari sononya....Bapak aja yang terlambat nyadar..." kata Leni dengan penuh percaya diri.


"ck..narsis...!"


"kan Bapak yang ngajarin...."jawab Leni.


"Terserah....!"kata Revan.


Saat obrolan absurb itu terjadi, Kakek Leni menghampiri mereka berdua sambil memberikan sesuatu berupa map berwarna hijau.


"Le...ini sertifikat tanah yang bari kamu beli kemarin...di antar sama Mbah Dipo tadi pagi.." kata Mbah purwo.


"Iya mbah kung terimakasih..." kata Revan.


"Iya sama sama" jawab Mbah Kung.


"jadi berangkat hari ini to?"Tanya Mbah Uti yang juga menyusul di teras rumah.


"jadi Ti...ini sudah mau berangkat,tinggal beberes sedikit..."jawab Leni.


"Mbah Kung mu sama Uti kesepian lagi deh.." kata Mbah Uti sambil terkekeh.


"Kami akan sering sering kesini kok Ti..kan perjalanannya cuma 2 sampai 3 jam...kalau Revan sama Leni nggak sibuk di akhir pekan, pasti nengok kaliaan kemari...iya kan Len...?" kata Revan.


"hehe..kalau aku sih nurut mas Revan aja..."kata Leni.


Ponsel Revan berdering.Ia pun sedikit menjauh untuk menerima telepon dari seseorang.


"Len...sebaiknya kita berangkat sekarang.Orangku menelepon harus segera ke markas begitu kita sampai..." kata Revan.


"Apa ada hubungannya dengan kasus Jess?"tanya Leni, ia selalu takut jika Revan berhubungan dengan gangster atau lebih tepatnya para Klan Bodyguard yang ia pimpin.

__ADS_1


"Iya...." jawab Revan lirih.


Mereka pun segera bersiap dan berpamitan dengan kedua orang tua itu.


__ADS_2