Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Dasar anak piyik!


__ADS_3

Keesokan paginya, kondisi Revan sudah mulai membaik, ia sudah bisa membuka matanya walaupu masih agak berputar jika ia bergerak tiba tiba. Leni belum memperbolehkan Revan untuk melihat gadget sama sekali. Semua email dan pesan ponsel dibacakan oleh Leni. Dan Revan memberikan instruksi untuk membalasnya.


Pagi ini ia sudah lebih segar, karena Leni menyeka tubuhnya. Sebenarnya Revan ingin sekali mandi tapi jangankan berdiri, duduk saja masih terasa kliengan, walaupun tak separah kemarin.


"Makan dulu Mas...."kata Leni sambil menyuapkan bubur ke mulut Revan.


"Nggak enak...."kata Revan setelah suapan pertama berhasil masuk ke mulutnya.


"Ya..sabarlah...kan masih sakit...jadi makan bubur aja dulu..."kata Leni kembali menyuapkan bubur.


"Yang..aku kok tiba tiba pengen makan masakan Mommy ya...pengen Maeun Dakbal(ceker pedas korea)"pinta Revan dengan tatapan mengharap. Entah mengapa tiba tiba terlintas begitu saja lezatnya ceker pedas buatan Yoo Ra. Padahal sebelumnya ia sama sekali tak suka, bahkan cenderung geli dengan makanan yang terbuat dari kaki ayam itu


Leni yang mendengar permintaan Revan langsung melongo tak percaya.


"Bukannya kamu geli sama makanan itu Mas....jangan ngadi ngadi deh..."kata Leni sambil mengernyitkan dahi.


"Bener Len....enak banget bayanginnya...aku rasanya kaya ngiler tau nggak..."rengek Revan persis anak kecil yang minta diberikan permen.


"Boleh ya Yang...."pinta Revan lengkap dengan puppy eyes nya.


"Iya tapi aku tanya sama dokter Justin dulu ya...takutnya kan nggak boleh..."kata Leni.


"Makasih Sweety...bener tanyakan ke Justin ya...."kata Revan yang sukses membuat Leni terheran heran dengan mantan Boss galaknya itu.


Leni pun menghubungi Justin.


"Selamat pagi Dokter...maaf mengganggu...Mas Revan minta ceker pedas apa boleh ya Dok?"tanya Leni saat menelepon Justin


"Hah?kamu bercanda Len?"tanya Justin tak kalah heran.


"Tidak Dok...barusan Mas Revan sendiri yang minta...."jawab Leni.


"Boleh saja, asal jangan terlalu pedas dan porsinya juga jangan terlalu banyak."jawab Justin.


"Terimakasih dokter...."kata Leni mengakhiri percakapannya dengan Justin


"Sama sama"jawab Justin yang kemudian menutup telepon diseberang.


Perhatian Leni pun beralih pada Revan lagi.


"Gimana sayang?"tanya Revan dengan nada penuh harap.


"Boleh..asal.jangan terlalu pedes juga jangan banyak banyak.KOLESTEROL!!" Kata Leni memperingatkan dan menekankan kata KOLESTEROL seperti yang biasa Revan ucapkan apa Mommy Yoo Ra maupun dirinya.


Leni pun segera menghubungi mertuanya untuk membuatkan pesanan Revan, awalnya Yoo Ra keheranan dan sedikit tak percaya, namun ia teringat sindrom kehamilan simpatik yang pernah di alami oleh Eric dulu. Yoo Ra langsung membuatkan Ceker Pedas Korea pesanan Revan.

__ADS_1


Tak lama setelah Leni menutup telepon, Justin masuk ke ruang rawat Revan bersamaan dengan Aunty Anne yang juga datang menjenguk.


"Eh...Aunty disini juga tadi...kok tadi nggak kelihatan hehehe...."kata Justin menggoda perempuan berusia setengah abad itu.


"Emang Aunty mu ini Jin opo piye..nggak kelihatan..??"kata Aunty Anne sewot. Justin yang sebenarnya sedikit pendiam, akan berulah jika berhadapan dengan bibi Revan itu.


"Hehehe..habis nggak ada suaranya...."kekeh Justin.


Justin dan seorang perawat langsung menghampiri Revan. Bukannya memeriksa, Justin justru bersedekap di hadapan Revan.


"Ngapain loe lihat lihat, udah tau kok gue ganteng sejak lahir, nggak dilihatin juga tetep ganteng...sirik aja loe!" sengit Revan.


"Ck....narsis kok nggak ilang ilang..siapa juga yang sirik.Gue malah lebih ganteng daripada loe! Gue cuma mau mastiin aja, otak loe nggak geser gara gara vertigo kemarin kan, Ngidam ceker loe?"kata Justin sambil sibuk mengarahkan stetoskopnya ke dada Revan.


"Emang napa?aneh kalau gue pengen makan ceker?"tanya Revan bersungut sungut.


"Iya lah..semua juga tahu dari dulu loe suka geli lihat ceker ayam. Gue kan jadi mikir, apa jangan jangan otak loe pindah tempat. Makanya gue bela belain kesini."kata Justin.


"Ck....baru tahu sekarang dokter spesialis bedah lengser keprabon jadi dokter umum..."ledek Revan.


"Kalo bukan loe pasiennya , mending gue kasih aja ke dokter penyakit dalam, tapi berhubung loe bertanggung jawab atas kelangsungan nikahan gue, jadi gue rela deh lengser lagi jadi dokter umum..."kata Justin. tanpa mengganggu konsentrasinya memeriksa kondisi Revan.


"Ck..sialan ada maunya ternyata...."umpat Revan.


"Masih muter nggak?"tanya Justin.


"Coba loe duduk tanpa sandaran. Ikuti gerakan jari gue pake mata."kata Justin.


Justin pun menggerakkan jari telunjuk di depan mata Revan secara perlahan. Ia pun mengikuti arah jari Justin bergerak dengan matanya.


"Ok...bagus. Kalau sore ini udah nggak berputar lagi, besok siang bisa pulang."kata Justin. Setelah berpamitan dengan Leni dan Aunty Anne, Ia pun meninggalkan kamar Revan. Karena pagi ini ada operasi VIP yang harus ia pimpin.


"Ponakan ganteng Aunty...kenapa?kok bisa sampai tepar gini??"tanya Anne sambil menangkupkan kedua tangannya diwajah Revan hingga bibirnya mengerucut.


"Pusing mikirin Aunty yang nggak nikah nikah gara gara gagal move on..."seloroh Revan yang langsung mendapat cubitan di lengan Revan


"Aaauuww....sakit Aunty..aku aduin ke Dad loh..biar sahamnya di tarik..."kata Revan sembari menhulurkan lidahnya.


"Ck...udah mau jadi bapak kok sablengnya ndak ilang ilang...malah di kasih pupuk...Sabar ya nduk...Len...suamimu ini memang harus disuntik pestisida penghilang sableng..biar nggak gogrek ini kepalanya..."omel Aunty Anne yang membuat Leni seketika tertawa.


"Aunty bisa aja..kalau di semprot pestisida, jadi kenceng kaya jalan tol dong Aunty..nggak seru ah..nggak ada belokan dan tikungan tajamnya...hehehhehe....."kekeh Leni.


"Eh Len..Aunty tadi bikin rujak buah loh...tapi nggak ada nanasnya, kan orang hamil nggak boleh makan nanas...nanti dimakan bareng kalau Mommy mu kesini juga ya..kan nggak seru kalau nggak rame.."kata Aunty Anne.


"Wih..enak nih Aunty..tapi kan aku alergi kacang aunty..."kata Leni yang kehilangan semangatnya.

__ADS_1


"Tenang aja..buat kamu udah Aunty bikin yang spesial tanpa kacang..."kata Aunty Anne.


"The Best deh Aunty...."kata Leni dengan mata berbinar.


Revan yang merasa dirinya sudah lebih baik berusaha turun dengan pelan dari bed.


"Mau kemana Mas?"tanya Leni yang terkejut.


"Bosen rebahan terus Len..mau duduk di sofa aja..."kata Revan. Leni pun bergegas akan membantu Revan. Namun dicegah.


"Biar aku minta tolong Aunty aja...kamu lagi hamil Len..."kata Revan.


Anne pun langsung memapah Revan untuk duduk di sofa Bed yang ada di ruangan itu. Leni membantu membawakan tiang infusnya.


"Huft....capek..."kata Revan saat ia sampai di sofabed dengan peluh bercucuran.


"Jangan dipaksakan Mas..."kata Leni sambil mengelap keringat Revan dengan tisu.


"Nggak apa apa Sayang....laptop sama kacamataku mana Yang?"pinta Revan.


"Buat apa?"tanya Leni.


"Buat Cek perusahaan sebentar."jawab Revan.


"No....kamu harus istirahat dulu, lagi pula, hari ini kantor udah di handle Loey sama Daddy...jadi Mas tenang aja...pokoknya selama sakit Mas dilarang pegang laptop dan HP"kata Leni tegas.


"Ck...bosen..."keluh Revan.


"Sabar..cuma tiga hari aja.." kata Leni sambil mengecup singkat bibir Revan


Tak lama kemudian, Yoo Ra datang dengan membawa ceker pedas pesanan Revan. Di belakangnya juga ada Loey juga Eric yang sudah rapi dengan setelan jas kantorannya.


"Eonnie.....sudah lama?"tanya Yoo Ra seraya memeluk kakak iparnya.


"Belum Yoo..bareng sama Justin visit ke sini tadi."jawab Anne. Yoo Ra lu beralih ke Revan. Sedang Anne mengobrol dengan Eric dan Loey tentang pernikahan Loey dan Valine.


"Ini mommy bawakan pesanan kamu...gimana keadaanmu Son?"tanya Yoo Ra sambil mengusap lembut kepala anaknya.


"Udah mending,Mom...Loey..suapin?"rengek Revan yang membuat semua orang di ruangan itu merasa heran. Kemudian mereka semua tertawa.


"Ogah...minta sama bini loe sana..apa kata dunia kalau gue suapin loe..yang ada dikira belok gue. ."kata Loey.


"Mommy...Loey..tega banget sih...."kata Revan dengan mata yang sudah berkaca kaca. Entah mengapa sejak tadi pagi, perasaannya sangat sensitif.


"Ck....dasar anak piyik loe..pake acara ngadu segala lagi...Gusti..salah apa hamba pada ponakan hamba ini..."kata Loey seakan ia yang teraniaya. Membuat Yoo Ra tertawa dengan tingkah anak dan calon menantunya ini.

__ADS_1


"Udah Loey..kamu suapin aja..daripada ponakan kamu ileran..hehehe"kata Yoo Ra. Loey pun menyuapi Revan dengan sedikit kasar dan suapan yang besar..dalam waktu singkat, nasi dan ceker pedas itupun habis.


Sedang Leni dan Valine hanya geleng geleng melihat dua makhluk tampan sedang beradu mulut sambil makan.


__ADS_2