
Entah berapa kali pasangan Bos dan sekretaris pribadi itu melakukan olahraga adu lemas favorit mereka. Kali ini Leni benar benar dibuat tumbang oleh Revan. Revan memandangi istrinya yang tengah tertidur pulas. Kemudian mencium keningnya sekilas. Ia pin ikut merebahkan tubuhnya di samping Leni.
Ponsel Revan berbunyi.
"Bro..gue udah dimarkas..."kata Justin di seberang.
"Oke..tunggu 10 menit lagi gue sampai..."jawab Revan sambil terkekeh. Rupanya, Justin tak mengetahui jika sahabatnya itu sudah berada di sana sejak pagi.
Revan beranjak menuju kamar mandi dan tak sampai 10 menit, ia sudah berganti pakaian. Ia hanya mengenakan celana santai hitam selutut dengan kaos abu abu yang pas di badan atletisnya.
"Sori nunggu hehe...."kata Revan. Ketika ia sampai di ruang tamu markas.
"Ck...ternyata loe udah disini..kirain masih dirumah..gue nggak lihat mobil loe?"kata Justin.
"Emang nggak bawa mobil tadi, gue bawa motor Leni..tuh di depan."jawab Revan sambil menunjuk motor matic mirip vespa yang terparkir di teras.
Pembicaraan pun mengalih ke topik yang lebih serius. Tak lama kemudian datanglah Vano dan Vino bersama beberapa anggota gangster mereka.
REX Guard dan The Black Hole memang bekerja sama untuk mengamankan jalannya acara pernikahan Justin dan Jess yang berlangsung kurang dari seminggu. Hal itu dikarenakan paman Jesslyn yang terlibat kasus pembunuhan kedua orang tuanya kabur dari penjara. Dan kini ia mengincar nyawa keponakannya tersebut.
Mereka pun mengatur strategi keamanan yang tidak menyita perhatian banyak orang maupun pihak musuh. Selain itu mereka memperketat pengawasan terhadap tamu undangan. Bahkan pihak cathering, MUA dan WO pun diawasi secara ketat.
"Ck....ngurusin pernikahan loe, lebih ribet daripada ngurusin nikahannya anak pejabat...Pusing gue..."gerutu Revan sambil memijit batang hidungnya.
__ADS_1
"Kan loe sendiri yang minta..."jawab Justin enteng.
"Iya juga sih...."jawab Revan. Tiba tiba Revan mengingat sesuatu.
"Just...gue boleh minta tolong loe nggak?"tanya Revan.
"Tentang?"tanya Justin.
"Data pasien yang kecelakaan dua tahu yang lalu."kata Revan.
"Hah?buat apaan?"tanya Justin penasaran dengan permintaan Revan.
"Leni punya saudara kandung..tapi entah dimana..kali aja dengan gue minta data pasien loe dia bisa ketemu sama saudaranya.."jawb Revan.
"Jadi gini dua tahun lalu..tepatnya bulan September, tapi tanggal berapa pastinya nggak ingat, Leni donorin darahnya buat korban kecelakaan yang dirawat di GMC. Loe tahu kan golongan darah Leni tuh langka..cuma beberapa orang di dunia aja yang sama.Nah kebetulan si korban tadi, golongan darahnya sama kaya punya Leni."jelas Revan.
"Maksud loe si korban kecelakaan sama Leni kemungkinan ada hubungan saudara gitu?"tanya Justin memastikan.
"Iya...kan gue harus cari tahu juga walaupun kemungkinannya kecil."kata Revan Justin pun hanya manggut manggut.
"Ok..nanti biar gue tanya ke bagian admin nya. Eh tapi loe kan bisa cari tahu sendiri, secara loe mantan asisten gue. Loe juga masih punya akses masuk."kata Justin.
"Kalau gue yang cari tahu, yang ada banyak orang curiga, kalau loe kan pemilik rumah sakit, jadi aman."jawab revan.
__ADS_1
"Iya juga sih..."kata Justin
Vino yang sedari tadi diam, rupanya ia ikut penasaran. Ia yang juga seorang hacker, diam diam mencari tahu lewat ponsel pintarnya. Dan tak sampai 10 menit, ia menemukan sesuatu yang membuatnya terkejut. Ia pun menunjukkannya pada Revan.
Sementara itu, Di kamar Leni menggeliat, ia baru bangun setelah tumbang selesai pertempurannya dengan Revan tadi. Leni tak mendapati Revan di kamarnya. Ia memakai kimono milik Revan untuk menutupi tubuh polosnya kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Lima belas menit kemudian Leni sudah selesai dengan ritual mandi yang membuat tubuhnya lebih segar. ia memandangi tubuhnya di depan kaca besar. Perutnya sudah kelihatan sedikit lebih besar dari sebelumnya. Tubuhnya pun kini lebih berisi.
"Mas Revan mana sih..."gumam Leni pada dirinya sendiri. Ia pun keluar kamar untuk mencari kebaradaan suaminya.
Di ruang tamu....
"Alexandra Gunawan, 23 tahun, mahasiswa kedokteran mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan luka cukup serius dan kehilangan banyak darah. Kejadiannya 2 tahun yang lalu tepatnya tanggal 2 September. "kata Vino sambil menyerahkan hasil pencariannya pada Revan.
"Ini Alexa, cewek loe Vin, kakak sepupu Jesslyn kan?"tanya Revan sambil mengernyitkan dahi.
"Sepertinya begitu..tapi kita harus cross check langsung, apa dia pernah kecelakaan 2 tahun lalu."jawab Vino yang ia sendiri belum selesai dengan keterkejutannya.
"Setelah memastikan, kita bisa langsung tes DNA."kata revan dengan yakin.
"Apa benar yang ku tolong dulu Kak Alexa?"tanya Leni yang sudah berada di belakang Revan.
"
__ADS_1