
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan untuk Revan dan Leni. Mulai esok hari, pimpinan baru REX Corp dan sekretaris cantiknya itu mengawali rentetan prosesi adat pernikahan mereka berdua. Jadi hari ini adalah hari terakhir mereka bekerja sebagai atasan dan Bawahan. Tentunya semua pekerjaan harus selesai hari ini. Sebenarnya Revan sudah melarang Leni untuk ikut lembur, namun bukan Leni kalau tidak keras kepala yang membuat Revan hanya mengangguk dan menghela nafas.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Mereka bersiap akan pulang, karena pekerjaannya memang sudah selesai. Saat Leni bersiap berdiri mengambil tas kerjanya, Ia tiba tiba memekik kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Aaakkhhh...."pekik Leni. Revan yang juga membereskan laptopnya sangat terkejut
"Ada apa Len?"teriak Revan sambil berlari menghampiri Leni.
"Perutku kram Mas..."jawab Leni. Revan pun segera memapah Leni untuk duduk di sofa ruangannya. Ia membaringkan Leni dan mulai mengelus perut ratanya.
"Gimana masih sakit?apa kita perlu ke rumah sakit?"tanya Revan sambil terus mengelus perut Leni.
"Udah mending Mas..mungkin aku terlalu lama duduk."jawab leni.Revan pun kembali lega.
"Kita pulang sekarang?"tanya Revan. Leni pun mengangguk.
Mereka pun meninggalkan perusahaan itu dan langsung menuju rumah besar.Saat akan masuk rumah, sayup sayup Leni mendengar suara yang tak asing baginya. Ia menoleh pada Revan. Revan hanya mengangguk sambil tersenyum penuh arti. Leni langsung berlari masuk ke dalam rumah. Dan lagi lagi Revan hanya mengelus dadanya.
"Hati hati Keiko Leni..."kata Revan. Namun Leni sudah terlanjur berlari.
__ADS_1
"Mbah Kakung..Mbah Uti...."panggil Leni. seketika kedua orang lanjut usia itu menoleh. Leni segera berlari memeluk kakek dan neneknya.
"Piye kabarmu Nduk..?"tanya Mbah kakung sambil mengusap lembut kepala Leni.
"Baik Kung...kalian kapan sampainya?kenapa nggak kasih kabar Leni?" tanya Leni.
"Tadi sore Nak...Revan yang melarang kami untuk memberitahumu, mau buat kejutan katanya..."kata Mbah Kakung sambik melirik Revan.
"Mbah Kung sama Uti kesini hanya berdua?"tanya Leni.
"Tidak Nduk...Yandra yang mengantar kami. Kebetulan Yandra sedang mengantar Valine beli sesuatu keluar."Jawab Mbah Purwo.
"Leni..Revan..mandi terus ganti baju dulu sana gih..Mommy gerah lihatnya.."kata Yoo Ra sambil terkekeh.
Setelah Revan dan Leni selesai ganti baju serta Loey dan Valine sampai di rumah, mereka pun makan malam bersama. Malam ini suasana dikediaman Eric sangat ramai. Mereka menikmati kebersamaan yang jarang terjadi itu. Mulai besok pagi, rentetan tradisi adat sudah di laksanakan. Revan dan Leni sudah harus menjalani tradisi pingitan. Namun agar lebih efisien dan tidak repot. Mereka hanya dipisahkan di dua tempat berbeda namun dalam satu lingkungan Mansion. Mereka tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan tiba.
Malam ini, Revan ditempatkan di paviliun barat bersama Mbah purwo. Loeyandra dan Eric. Sedangkan Leni, ditempatkan di paviliun timur bersama Bu Fatma, Yoo Ra dan Valine. Namun mereka, selain Revan dan Leni masih bisa melakukan aktifitas di rumah utama.
Dua hari berlalu, acara rangkaian tradisi adat pernikahan di awali dengan pemasangan Bleketepe oleh Eric, sebagai orang tua mempelai.
__ADS_1
Bleketepe biasa terbuat dari daun kelapa yang masih hijau dengan ukuran 50x200 cm. Bleketepe yang dipasang mengelilingi area pernikahan merupakan perwujudan dari penyucian di kahyangan para dewa yang dinamakan Bale Katapi.
Bale artinya tempat, sedangkan Katapi berasal dari kata tapi yang artinya memisahkan kotoran kemudian dibuang. Dengan demikian Bleketepe artinya adalah orang tua pengantin yang mengajak pasangan pengantin untuk menyucikan diri.
Pemasangan bleketepe ini juga diiringi dengan acara pemasangan tuwuhan. Jika bleketepe artinya kerjasama antar orang tua dan calon pengantin, berbeda dengan tuwuhan. Makna tuwuhan adalah harapan orang tua kepada pengantin untuk segera dapat memperoleh keturunan.
Dalam tuwuhan terdiri dari pohon pisang raja yang buahnya sudah masak. Pilihan pisang raja memiliki filosofi bahwa pasangan pengantin ini kelak memiliki kemakmuran dan kemualiaan seperti para raja.
Kedua Tebu Wulung memiliki filosofi, diharapkan setelah memasuki jenjang pernikahan kedua mempelai memiliki jiwa bijaksana. Cengkir gadhing sebagai simbol kandungan, daun randu melambangkan sandang dan pangan dengan harapan mempelai dapat tercukupi kebutuhan sandang dan papannya. Dan terakhir adalah aneka dedaunan yang memiliki filosofi pasangan dalam menjalani pernikahan terbebas dari segala halangan.
Acara tersebut hanya dihadiri oleh kerabat dekat dari Eric, karena kedatangan keluarga Yoo Ra dari Korea Selatan masih esok hari. Yaitu sehari sebelum hari H pernikahan.
Keesokan harinya, upacara adat diawali dengan acara sungkeman yaitu mohon doa restu dari calon mempelai pada orang tua masing masing. Di kediaman Leni, di paviliun timur mansion, suasana haru begitu terasa. Pagi itu Leni memakai kebaya krem dan jarit berwarna coklat tua, sedang bersimpuh dihadapan kakek dan neneknya untuk memohon doa Restu dan memohon maaf atas segala kesalahan yang pernah diperbuat. Air matanya jatuh tak terbendung saat ia mohon izin kepada kakek dan neneknya untuk memulai hidup baru bersama Revan. Begitupun semua orang yang berada dibtempat itu. Tak ada yang tidak mengeluarkan air mata haru, terutama Bu Yuni yang tak lain adalah kakak kandung dari ibu Leni.
"Kalau saja kamu masib ada Sin...Kamu pasti jadi orang paling bahagia buat Leni..."batin Bu Yuni sambil menyeka air matanya yang terus bercucuran. Loey yang berada di dekatnya pun terus menenangkan ibunya. Padahal ia sendiri juga tak kuat menahan harunya.
Sementara itu, di paviliun barat, Revan yang mengenakan beskap berwarna krem lengkap dengan blangkon dan kain jarit warna coklat tua, juga sedang bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya dengan kedua tangan ditangkupkan di depan dada. Ia juga meminta doa restu dihadapan Eric dan Yoo Ra. Jika biasanya ibu dan anak itu selalu terkibat cek cok tak penting, hari ini mereka begitu larut dalam suasana. Yoo Ra tak dapat membendung air matanya lagi saat Revan mulai datang ke hadapan mereka dan bersimpuh. Begitu pun Revan. Pria yang biasa bertindak tegas, dingin dan disegani oleh karyawannya, kini seakan sirna saat ia berhadapan dengan kedua orang tuanya.
"Rasanya baru kemarin Nak, Mommy mengandungmu, melahirkanmu, membesarkanmu,selalu memarahimu karena kamu sangat bandel.Bahkan seperti baru kemarin Mommy melihat langkah pertamamu dan mendengar ocehan lucumu. Namun saat ini putera Mommy sudah dewasa bahkan akan menjadi seorang ayah. Tempuhlah kehidupan barumu Nak..Jagalah istri dan juga calon anakmu.Mommy merestuimu."kata Yoo Ra saat Revan memeluknya. Mereka berpelukan sangat lama. Sesekali terdengar isakan Revan Yoo Ra. Eric yang berada di samping Yoo Ra terus mengusap punggung istri dan anak sulungnya itu untuk menenangkan mereka.
__ADS_1
...----------------...
Maaf ya gaes...kalau di part ini mengandung bawangðŸ˜ðŸ˜...author jadi syedih...tapi seneng akhirnya babang Revan dan Mbak Leni akan mengikrarkan janji suci mereka...🥰🥰