Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
SALAH PAHAM


__ADS_3

"AAPPPAAAAA??!"jawab ketiga orang di depan Eric itu serempak.


"Daddy yakin? tanya Revan tak percaya.


"Iya sayang...kamu yakin?aku sebenarnya setuju setuju aja kalau mereka menikah,tapi apa nggak seharusnya kita tanya dulu..?"tanya Yoo Ra.


"Daddy yakin ini solusi yang tepat, kamu nggak inngat kalau hanya sentuhan Loey yang bisa menghilangkan rasa sakit Valine?"kata Eric, Revan pun hanya manggut manggut mendengar penjelasan sang ayah yang mengingatkan sesuatu.


"Daddy benar...bahkan Loey juga bisa merasakan sakit yang sama saat Valine kambuh..seperti ada kontak batin yang sulit dijelaskan diantara mereka.."kata Revan yang ikut mengiyakan rencana Eric.


"Kalau Leni boleh ikut bicara, apa tidak sebaiknya kita tanya dulu ke Yandra dan Valin,Dad?"ucap Leni, yang sedari tadi diam mencerna obrolan Eric dan Revan.


"Kamu benar Sweety...bagaimanapun keputusan memang ada di tangan mereka."kata Revan sambil mengusap lembut kepala istrinya.


Tak lama kemudian ponsel Eric berbunyi. Dan ia pun menjawabnya. Setelah menutup teleponya, Eric hanya menghela nafas.


"Van kamu bisa jaga adekmu sebentar?Sebenarnya hari ini ada meeting penting dengan klien dari Jepang yang tidak bisa diwakilkan siapapun selain kamu atau Daddy. Nanti setelah selesai Daddy akan langsung kembali lagi."pinta Eric.


"Dad..biar Revan sama Leni yang menemui mereka..lagipula sebelumnya kami memang sudah pernah bertemu mereka. Aku nggak mau Daddy ikut ikutan sakit gara gara kecapekan bolak balik dari kantor ke rumah sakit."kata Revan.


"Tapi...kalian kan masih dalam rangka cuti menikah..."kata Eric.


"Tak apa Dad..lagi pula Leni udah nggak sabar buat kembali ke perusahaan..sudah cukup liburan kami...yang terpenting kalian harus jaga kesehatan..jangan sampai sakit.."kata Leni.


"Ok...daddy izinkan kalian...tapi ingat Leni..jangan terlalu lelah, kalau sampai Revan memberimu pekerjaan berat bilang Mommy atau Daddy...kami dengan senang hati akan memberikannya kepada rossi dan pedrossa"Leni hanya tersenyum kaku mendengar ucapan Eric barusan. Sedangkan Revan hanya cemberut.


"Anak sendiri berasa jadi anak tiri..."gerutu Revan sambil memasang ekspresi hidung kembang kempis.


"Udah mau jadi bapak bapak masih mau nangis?"ledek Yoo Ra sambil meraih tengkuk anak laki lakinya kemudian mencium kening Revan.


"Mom...aku bukan anak kecil lagi.."sungut Revan.


"Sampai kapanpun kamu tetap anak ayamnya Mommy,Sayang...."kata Yoo Ra.

__ADS_1


"Ok Dad..kami pulang dulu ke apartemen..nanti setelah rapat selesai kami kembali lagi...titip salam juga buat Loey.."kata Revan seraya berdiri.


"Ayo Sweety...."ajak Revan sambil mengulurkan tangannya pada Leni. Dan Leni pun menyambutnya.


Sepeninggal anak dan menantunya, Eric dan Yoo ra tersenyum melihat Revan dan Leni saling bergandengan tangan. Padahal satu bulan sebelumnya, mereka berdua benar benar seperti orang lain.


"Yang..kamu kok senyum senyum gitu..."tanya Eric sambil mengecup kening istrinya.


"Mereka udah mulai bucin Yang...ah..jadi ingat 30 tahun yang lalu..."kata Yoo Ra.


"Bulan depan,universary kita ke 30 kita liburan ke tempat dimana kita pertama ketemu ya Yang..."pinta Eric.


"Jogja?"tanya yoo Ra.


"No...kamu berpikir kita pertama kali bertemu di Jogja?"tanya Eric.


"Iya kan waktu itu kamu kan nabrak aku pakai motor BMW(Bebek Merah Warnanya) mu. itu. Sampai jari kelingkingku patah."kata Yoo Ra sambil menunjukkan jari kelingkingnya yang sedikit bengkok.


Mereka berdua memang berkenalan karena sebuah insiden kecelakaan. Eric yang buru buru ke kampus tak sengaja menabrak Yoo Ra yang mengendarai sepeda ontel. saat itu ia juga sedang dalam masa program pertukaran mahasiswa di kampus tempat Eric menyelesaikan S2 nya.


"Hah..dimana?"tanya Yoo Ra penasaran.


"Di Bromo...kamu menolong aku yang nggak sengaja terjatuh dan membalut kakiku pakai sapu tanganmu lalu kamu langsung pergi gitu aja bersama teman temanmu dari Korea. Sampai sekarang sapu tangan yang ada nama Lee Yoo Ra itu masih kusimpan."kata Eric.


"Ah..aku sudah lupa..."kata Yoo ra tersipu.


"Aku akan selalu ingat momen itu Yang...Mau kan anniv ke 30 kita liburan ke bromo?hanya berdua..."kata Eric.


"Oke..kalau selama ini kita selalu merayakannya di luar negeri, kali ini aku nurutin permintaan kamu...ayo kita kembali ke kamar Valine..."kata Yoo Ra.


"Jangan lupa kamu bungkuskan makanan untuk Loey..dia pasti belum sempat sarapan tadi."kata Eric berpesan.


"Iya sayang.."jawab Yoo Ra.

__ADS_1


AREA 21+


Sementara itu, di apartemen Revan, pergolakan panas sedang terjadi. Kali ini, Revan yang tiba tuba sangat menginginkan Leni yang sedang menyiapkan pakaian formalnya untuk ke kantor. Sehabis mandi, Leni hanya memakai handuk yang dililitkan di dada. Dan langsung menuju ke walk in closet.


Revan yang melihat punggung mulus Leni tiba tiba saja bereaksi. Padahal sekuat jiwa dan raga, ia telah menahannya demi keamanan kandungan Leni. Namun pertahanan itu runtuh. Ia mendekati Leni yang sedang memilih baju untukknya dan sang suami.


"Len..."bisik Revan tepat di telinga Leni. Yang membuat tubuh Leni seketika meremang.


"Hmm...."jawab Leni seketika ia memejamkan mata menikmati gelayar gelayar memabukkan di tubuhnya.


"Pengen....sebentar aja ya..."kata Revan sambil menyusuri punggung Leni dengan kecupan. Leni pun mengangguk. Seketika tubuhnya terasa melayang karena Revan telah mengangkatnya ke ranjang besar mereka.


Revan melepas handuk yang melilit tubuh Leni. Dan terpampanglah pemandangan polos yang menggoda jiwa dan raga itu. Revan langsung membuka kedua kaki Leni. Dan memainkan Goa gelap nan hangat itu dengen lidahnya. Dan memasukkan sesuatu yanng bisa bergetar di dalamnya.


Pertarungan panaspun menghiasi hari mereka setelah libur selama 2 hari.Leni merasakan permainan Revan hari ini sedikit berbeda. Membuatnya ngos ngosan.


"Hari ini beda..banget mas...kamu masukin apa..ke..goa..aku.."kata Leni terbata bata.


"Ada deh..tapi tenang aja..aku pilih yang aman kok buat Keiko..kamu suka nggak?"tanya Revan.


"He'em....tapi bikin aku orgas*me berkali kali...capek..."kata Leni.


"Intinya enak kan?"tanya Revan.


"Enak banget....makasih paksu..."kata Leni sambil mengecup bibir Revan. Dan mereka pun melakukannya sekali lagi. Kali ini Leni yang memimpin permainan dengan cara biasa.


"Mas..kok malah tidur?bukannya kita ke kantor buat Meeting?"tanya Leni yang baru kelurlar dari kamar mandi.


"Meetingnya di undur setelah jam makan siang Len..barusan utusannya mengirimi pesan. Jadi masih ada waktu buat...."kata Revan yang tak sempat melanjutkan kata katanya.


"Udah nggak usah nambah lagi...."tukas Leni.


"ih siapa yang bilang mau nambah..maksud aku waktu buat istirahat...omes banget sih istriku..."kata Revan sambil terkekeh.

__ADS_1


"Mas Revan nyebeliiinnn....!!!!!"


__ADS_2