
Sepasang mata Mbah Purwo menerawang jauh ke masa lalu saat ia baru saja pensiun menjadi perwira TNI.
"24 tahun lalu, Sinta melahirkan bayi perempuan tapi bayi itu tak pernah dibesarkannya. Bahkan ia tak pernah melihat wajah anaknya. Karena begitu bayi itu lahir, laki laki ba ji ngan itu membuang bayi tak berdosa itu ke panti asuhan. Dan mengatakan pada Sinta kalau anaknya meninggal. Baru sehari bayi itu di panti asuhan bahkan sebelum saya berangkat untuk mengambil bayi itu, rupanya anak Sinta telah di adopsi oleh seseorang. Bahkan panti asuhan itu langsung ditutup begitu saja. Seakan agar saya tidak dapat menemukan bayi itu."
Mbah Purwo menghela nafas dalam dalam sebelum melanjutkan ceritanya.
"Walaupun saya tidak pernah merestui Sinta dan suaminya, tapi saya terus mengawasi mereka berdua, hanya untuk memastikan bahwa putri saya baik baik saja. Bahkan saya langsung berinisiatif untuk merawat anaknya saat saya tahu, laki laki itu membuang darah dagingnya sendiri. Tapi nyatanya terlambat. Cucu saya lebih dulu di adopsi oleh seseorang. Dan sejak saat itu saya hanya bisa berharap, dimanapun dia berada, cucu saya selalu dalam lindungan Tuhan."
"Namun mungkin Tuhan bosan mendengar doa doa saya yang selalu meminta hal yang sama selama bertahun tahun. Hingga Dia mempertemukan saya dengan cucu saya walaupun di usia saya yang sudah senja. Tapi saya sangat bahagia, akhirnya harapan saya untuk melihatnya terkabul. Dia sangat cantik persis seperti ibunya. Bahkan dia juga sudah menjadi seseorang yang sukses. Bagaimanapun orang tua angkatnya mendidik dia, tapi saya patut berterimakasih padanya. Sudah merawat cucu saya dengan sangat baik hingga seperti saat ini." ungkap Mbah Purwo dengan mata berkaca kaca dan menatap Alexa dengan penuh kerinduan. Alexa yang ditatap oleh Mbah Purwo dan seluruh orang di ruangan itu merasa canggung sekaligus bingung. Namun ia hanya bisa diam.
"Nduk..Alexa kemari lah duduklah di samping Mbah Kakung..."pinta Mbah Purwo.Alexa pun segera menghampiri Mbah Purwo.
Mbah Purwo menyerahkan foto Sinta waktu ia masih muda. Saat melihat itu, Alexa terperanjat. Ia seperti melihat potret dirinya saat melihat foto yang berada dalam genggamannya. Seketika tangan Alexa pun bergetar.
"Fo..foto ini...Mbah...i..ini...kenapa wajahnya sangat mirip denganku?"tanya Alexa dengan nada bergetar.
__ADS_1
Bu Fatma pun menatap lekat Mbahh Purwo, seakan ia ingin memastikan sesuatu. Mbah Purwo yang mengerti arti tatapan Sang istri pun mengangguk sambil tersenyum dengan mata berkaca kaca. Seketika Bu Fatma pun menutup mulut dengan kedua tangannya.
"Kamu cucu kami yang selama ini hilang, Nduk...Kamu kakak kandungnya Leni..."kata Mbah Purwo sambil tersenyum penuh kerinduan.
"Ja..jadi...kalian keluarga kandungku..Leni..kamu adikku?adik kandungku?"tanya Alexa lirih.
Mereka pun mengangguk dengan air mata yang tak dapat dibendung lagi. Tak lupa Mbah Purwo menyerahkan map yang berisi hasil Tes DNA milik Alexa. Alexa pun langsung membacanya. Seketika air matanya pun luruh tak terbendung lagi.
Alexa langsung berhambur memeluk kakek dan neneknya. Ia menumpahkan semua perasaannya di dalam pelukan dua orangtua itu.
"Mbah Kung..Mbah Uti...hiks..hiks...Alexa nggak nyangka ternyata selama ini aku masih punya keluarga kandung...maafkan Alexa,Mbah Kung...Alexa tak mengenali kalian..."kata Alexa dalam tangisnya.
"Kak....."panggil Leni. Alexa pun menoleh ke arah sang adik yang memandang penuh harap. Perlahan ia melepas pelukannya dengan kakek dan neneknya dan menghampiri Leni.
"Adek nakal ih...hiks..hiks..."Alexa langsung memeluk Leni dengan sangat erat.Mereka berdua sama sama menangis haru.
__ADS_1
"Kamu sering ketemu kakak bahkan kita sama sama terus di nikahannya Jess..tapi kenapa kamu nggak bilang kalau kamu adikku sih...?Kamu nggak kangen sama kakak?"tanya Alexa sambil sesunggukan. Ia tak melepaskan pelukannya dengan sang adik.
"Leni takut kakak nggak percaya....Leni cuma nggak pengen kakak benci sama aku..hiks..hiks...aku kangen sama kakak..aku sayang sama Kak Lexa...maafin Leni kak..."cicit Leni dalam pelukan sang Kakak.
"Udah..udah...cup..cup..jangan nangis lagi..kasihan kan ponakan kakak jadi sedih...kita udah berkumpul sekarang dan kakak bahagia banget...di tengah semua masalah yang kakak hadapi, kakak menemukan kebahagiaan yang tiada tara..kakak bahagia banget..."kata Alexa seraya melepas pelukan dengan sang adik.
(Detailnya baca di novel aku yang My Surgeon My Hubby ya gaess...)
"Ehem...."
Suara deheman Revan memecahkan suasana haru yang menyelimuti rumah itu.
"Oalah..Pak..ket mau tangis tangisan nganti ora ngerti putu putune wes mangan opo durung?"kata Bu Fatma.
(Ya ampun Pak...dari tadi kita menangis sampai tidak tahu cucu cucu kita sudah makan apa belum).
__ADS_1
"Lebih baik kita langsung ke dapur aja,Ti..biar Leni yang masak, kebetulan tadi semuanya belum makan siang, Mas Revan pengen makan di rumah aja katanya."ucap Leni.
"Eh...aku juga bantu dong Len...masa cuma kamu aja sih.."tukas Alexa mengekor di belakang Leni. Bu Fatma pun mengikuti kedua cucunya ke dapur. Sedangkan para lelaki memutuskan untuk membereskan barang barang mereka.