Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Introgasi


__ADS_3

Seminggu kemudian, kesehatan Revan sudah sepenuhnya pulih. Ia pun kembali ke rutinitasnya sebagai CEO Rex Corp. Namun tidak dengan Leni. Ia tidak mengizinkan Leni ke kantor untuk bekerja. Dengan alasan kehamilannya. Mulai hari ini Revan sudah memiliki sekretaris baru untuk menggantikan Leni. Ia bernama Kevin yang tak lain adik tingkatnya saat kuliah di London dulu. Sebelumnya Kevin bekerja di kantor kedutaan bersama Loey.


Loeyandra dengan kemampuan akuntansi nya, saat ini ia menjabat sebagai direktur keuangan yang baru. Bukan karena ia beberapa minggu lagi sudah resmi menjadi calon menantu keluarga Aditya Sanjaya, namun Eric sendiri yang telah melihat kemampuan Loey dan juga faktor kejujuran serta kedisiplinannya yang menjadi salah satu nilai plus di mata Eric.


Walaupun Leni tidak lagi aktif ke kantor, tapi ia masih bisa menggantikan Revan saat ada jadwal yang berbenturan dengan jadwal lain. Pagi ini Revan, bersiap ke markas untuk persiapan keamanan di hari pernikahan sahabatnya bersama anggota The Black Hole di bawah kepemimpinan Vano dan Vino(novel MsMH).


"Sayang... nanti Kevin ke sini untuk mengambil berkas yang aku tandatangani, tolong kamu serahkan ya..."pinta Revan.


"Kamu sampai sore Mas?"tanya Leni.


"Aku usahakan pulang cepat ya karena nanti siang aku langsung ke kantor..."kata Revan seraya mengecup kening,pipi dan bibir Leni serta memberikan sedikit lu**tan disana.


"Iihhh....bisa habis wajahku terus terusan kamu cium seperti itu Mas..."rengek Leni sambil mengusakkan wajahnya di dada bidang Revan.


"Kamu menggodaku Sweety...Hmm?"tanya Revan.


"Nggak...cuma pengen cium bau tubuh kamu...siapa tahu nanti aku rindu...."kata Leni.


"Sudah pinter nggombal ternyata...."kata Revan sambil menoel hidung Leni.


"Kan ada tutor gombalnya..."kekeh Leni.


"Aku berangkat dulu ya Yang...Keiko..Daddy berangkat dulu ya Nak...jangan nakal sama Bunda..."kata Revan sambil berlutut dan mencium perut Leni yang mulai membuncit lalu mengusapnya lembut. Terasa tendangan pelan dari perut Leni ketika Revan mngusapnya.


"Sayang...dia menendang...."kata Revan dengan mata berkaca kaca.


"Itu artinya Keiko sayang Daddy..."jawab Leni. Revanpun semakin gemas dengan terus menciumi perut datar Leni.


"Aku berangkat dulu...hati hati di rumah...."kata Revan seraya mencium kening Leni untuk kesekian kalinya.


"Kamu juga hati hati Mas...nanti biar aku antar makan siang kamu ke kantor..."kata Leni.


"Baiklah..terimakasih...."kata Revan. Ia pun meninggalkan rumah dan melajukan mobilnya menuju markas.


Sementara itu, di kantor D&G Group, seorang lelaki berusia 24 tahun berusaha menelan salivanya saat melihat amplop coklat berisi foto foto hasil jepretan wanita yang ia suruh tempo hari di depannya.


"Jelaskan apa maksudmu menyuruh seseorang untuk membuntuti wanita ini,Hah?!" kata George yang tak lain adalah kakak kandung Danish yang usianya terpaut 4 tahun diatasnya.


"Ka...kakak..darimana kakak tahu semua ini?"tanya Danish gugup.


"Apa kamu mau menghancurkan perusahaan yang susah payah papa dirikan untuk kita?Jawab?!" tanya George dengan emosi tinggi.


"Maaf Kak...aku tak bermaksud begitu?"kata Danish sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


"Apa kamu tahu?Perbuatan bodoh yang kamu lakukan ini hampir menghancurkan perusahaan kita. Bahkan Rex Corp mengancam membatalkan kerjasama dengan kita. Dan kamu tahu berapa kerugian yang akan kita derita jika mereka membatalkan kontrak kerjasamanya?"


"Aku benar benar tak menyangka adikku akan bertindak bodoh karena obsesinya pada wanita bersuami. Ini bukan kali pertama kamu bertindak bodoh. Jika papa masih hidup, ia akan kecewa sekali dengan tindakan bodohmu."


"Aku tak mau tahu. Kamu harus selesaikan semua masalah yang kamu buat. Kalau dalam waktu 1 x 24 jam masalah ini belum selesai, jangan harap aku memberikan persetujuan proyek pendirian hotelmu di Bali."


Flashback 3 hari yang lalu.


Eric, Loey dan Revan, berhasil menangkap wanita yang diam diam membuntuti Leni dan Loey saat di rumah sakit. Bukan hal sulit untuk mencari wanita itu, dengan kemampuan IT yang dimiliki Revan, ia berhasil menemukan keberadaan wanita itu. Dan yang membuat Revan terkejut, ternyata ia adalah sepupu Jeni sekaligus teman seangkatan Revan saat masih SMP dulu. Ia memiliki dendam pada Revan setelah Revan menolaknya mentah mentah dihadapan banyak orang saat Bertha berterus terang menyatakan cintanya pada Revan.


"Lepasin!"kata perempuan yang berhasil diseret oleh anak buah Revan.


"Bertha...ck..ternyata loe..berani juga loe..."kata Revan dengan santai namun sorot matanya yang tajam membuat Bertha bergidik. Wanita dengan kondisi tangan dan kaki terikat tersebut masih menahan rasa takutnya.


"Cih....gue nggak takut apapun..apalagi cuma sama cowok pengecut kaya loe.."kata Bertha dengan emosi.


"To the point aja...apa maksud loe jadi penguntit istri gue dan fotoin dia sama laki laki yang ada di foto ini.?mau cari mati?"tanya Revan masih dengan nada santai.


"Cih...bini modelan ja*lang kaya gitu loe pertahankan?udah jelas jelas dia selingkuh..ngapain di belain?"tanya Bertha dengan penuh percaya diri.


Bbraakk.


Revan menggebrak meja hingga membuat Bertha terlonjak kaget.


"Ck..berani loe cuma sama cewek!"kata Bertha menyebalkan.


Plak.


Revan menampar wajah Bertha dengan keras.Seketika darah mengalir di sudut bibir Bertha.


"Jangankan cewek, bocah sekalipun kalau berani macam macam sama keluarga gue, bakal habis!"


"Sekarang katakan siapa yang nyuruh loe?!" tanya Revan setelah kembali tenang.


"Jawab!?"teriak Revan kembali.


"I..itu..inisiatif gue sendiri.."kata Bertha yang mulai takut pada Revan.


"Oh..masih bisa bohong rupanya..Thompson!"panggil Revan.


"Iya Boss.!" jawab Thompson mendekat.


"Buat perempuan ini berkata jujur.Saya mau keluar dulu!" kata Revan.

__ADS_1


"Baik Boss.."jawab Thomson.


Revan kembali ke ruang kerjanya di markas. Disana sudah ada Loey dan Eric yang menunggu, karena Revan.melarang mereka untuk ikut menginterogasi Bertha. Karena kesehatannya belum seratus persen pulih ia berjalan sedikit sempoyongan. Hingga Eric dan loey mendekat untuk memapahnya.


"Sudah jangan dipaksakan,duduklah dulu..dad ambilkan minum"kata Eric.


"Biar Loey saja Dad..."kata Loey seraya bangkit mengambilkan air putih untuk Revan.


"Makasih..."Ucap Revan setelah segelas air putih pemberian Loey tandas.


"Hmm...gimana?"tanya Loey.


"Aku serahkan sama Thompson. Mau aku teruskan kepalaku masih ngajak main odong odong..."kata revan sambil merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata.


"Daddy kan sudah bilang...serahkan sama Daddy..eh kamunya keras kepala."kata Eric.


Entah apa yang dilakukan Thompson pada Bertha, tak lama kemudian ia pun sudah datang mengatakan bahwa Bertha hanya disuruh oleh seseorang.


"Danish William..."


Kira kira apa yang dilakukan Revan sama Si Bertha ya...




Di Maafkan.




Di asingkan.




Di kasih ke Rossi sama Pedrossa.



__ADS_1


😱😱😱


__ADS_2