Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Bidadari dengan Fitur Lengkap


__ADS_3

Revan membiarkan Leni memimpin meetingnya dengan klien dari Jepang kali ini. Awalnya pihak klien menolak jika bukan Revan yang memimpin namun setelah Revan menjelaskan bahwa Leni adalah istrinya dan ia memenuhi kualifikasi untuk memimpin jalannya rapat mereka akhirnya mereka pun bersedia.


Tenang, tegas dan disiplin itulah pembawaan Leni selama rapat. Miss Michiko yang dikenal sangat perfeksionnis dan selalu menuntut kesempurnaan pun dengan terang terangan mengakui bahwa istri dari CEO baru Rex Corp itu sangat kompeten dan jenius.


Kerjasama kontrak kini terjalin dengan sukses bahkan menghasilkan untung hingga berkali kali lipat bagi perusahaan. Tentunya ini adalah pencapaian luar biasa bagi Rex Corp. Karena tak mudah menjalin kerjasama dengan Michiko Group yang terkenal perfeksionis itu. Namun dengan mudah semua itu dicapai oleh Leni dan Revan.


"Leni terimakasih..aku benar benar beruntung mempunyai istri sepertimu..."kata Revan sambil memeluk Leni di ruang kerjanya.


"Terimakasih aja?"tanya Leni sambil melirik Revan.


"Emang kamu pengen apa sayang?"tanya Revan.


"Aku penasaran sama Rossi dan Pedrossa. Perasaan di Rex Cage kemaren nggak ada yang namanya Rossi sama Pedrossa.."kata Leni.


"Kamu yakin ingin bertemu mereka?"tanya Revan untuk meyakinkan Leni.


"He'em...emang kenapa?Mereka macan jadi jadian?Bukan hantu kan?"tanya Leni.


"Ya bukanlah...kalau kamu sudah yakin bertemu mereka, berarti kamu juga harus sudah siap untuk mengetahui duniaku dan keluargaku di balik semua ini Sweety..."kata Revan sambil mengelus pipi Leni yang sudah mulai berisi.


"Maksudnya..?"tanya Leni tak mengerti.


"Kamu akan tahu nanti..."kata Revan seraya mengecup kening Leni.


"Kapan kita melihat mereka Mas?"tanya Leni.


"Yang jelas tidak hari ini Leni..kamu sudah terlalu capek..lagipula ini juga sudah sore, setelah ini kita langsung pulang.."kata Revan.


"oke..aku sepertinya memang harus beristirahat Mas...nanti kamu ke rumah sakit sendiri ya...aku benar benar capek banget.."pinta Leni. Ia sama sekali tak berbohong dengan ucapannya. Ia merasa kepalanya berdenyut sejak selesai meeting tadi.


"Iya..nggak apa apa..Len, kamu kenapa?muka kamu pucat.."tanya Revan.


"Dari tadi siang kepalaku pusing Mas.."jawab Leni sambil memijat pelipisnya.

__ADS_1


"Kenapa nggak bilang dari tadi?!" pekik Revan langsung membopong Leni begitu saja.


"Aakkhh.....Mas apaan sih..kaget tau!" Leni yang merasa tubihnya seketika melayang berteriak kaget.


"Kita langsung ke rumah sakit aku nggak mau kamu kenapa kenapa!" kata Revan.


"Aku nggak apa apa..cuma pusing aja..dibuat tidur pasti sembuh.."kata Leni.


"Yakin?"tanya Revan.


"He'em...turunin..lebay banget sih..kan nggak enak dilihat sama karyawan kantor.."kata Leni.


Revan pun menurunkan Leni dan memegang dahinya. Ia merasakan dahi Leni sedikit hangat.


"Kamu pengen pulang ke mana,hm?Ke rumah kita, ke apartemen, atau ke rumah utama?"tanya Revan.


"Ke rumah Mas aja..lama nggak kesana..."pinta Leni.


"Rumah kita sayang...aku sudah mengalihkan kepemilikannya atas nama kamu." kata Revan.


"Bisa lah...apa sih yang nggak bisa buat aku..bahkan, Aku sudah membeli beberapa rumah di sekitarnya. Suatu saat beberapa rumah itu akan kujadikan satu dan ku bangun menjadi rumah yang luas tempat Keiko dan adik adiknya bermain bersama"kata Revan sambil menerawang.


"Mas...aku setuju kamu membeli berusaha untuk memperbesar rumah itu untuk anak anak kita kelak..tapi aku merasa tak pantas jika kamu mengatas namakan rumah itu untukku..terlalu berlebihan...."ucap Leni dengan berhati hati agar Revan tak tersinggung.


"Sayang..jangan berkata seperti itu...bagiku rumah itu tak ada apa apanya jika dibandingkan dengan hadirnya kamu di hidupku."kata Revan yang membuat muka Leni memerah


"Ah...Mas bikin aku malu aja...pulang yuk...udah nyut nyutan banget kepala ini..."kata leni yang terus terusan memijit pelipisnya.


"Kita ke rumah sakit ya..."bujuk Revan sekali lagi.


"Nggak..aku cuma butuh istirahat aja Mas.."kata Leni yag masih kekeh dengan pendiriannya.


"Ya sudah..kita pulang sekarang, nanti sampai di rumah langsung istirahat.."kata Revan sambil membopongbLeni,yang kali ini hanya pasrah, karena memang sakit kepalanya tak dapat ditolerir.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Revan segera membersihkan badannya yang sudah sangat lengket. Sedang Leni sudah tidur pulas sejak masih diperjalanan tadi. Revan hanya membasuh tubuh Leni dan mengganti pakaiannya. Namun Leni sama sekali tak terganggu tidurnya.


"Tuan...akhirnya tuan kembali lagi kesini...kami sampai kangen loh sama Tuan Revan,.."kata Bi Siti saat Revan ke dapur untuk mengambil minum. Bi Siti yang bekerja sejak Revan masih kecil telah menganggap Revan seperti anaknya sendiri. Jadi hampir tak ada kecanggungan lagi diantara mereka.


"Leni yang minta kesini Bi..katanya kangen sama rumah ini..."jawab Revan.


"Nyonya masih tidur tuan?"tanya Bi Siti.


"Iya.."jawab Revan sambil mendengus kesal.


"Bi..jangan panggil Tuan, aku suadh bilang berapa kali sih....katanya dianggap anak sendiri..tapi tetep aja gitu..panggil seperti dulu waktu aku masih kecil..aku lebih suka bibi panggil aku 'tole'.."lanjut Revan sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kan Den Revan sudah besar..dan bibi lihat setelah pulang dari Luar Negeri sikapnya lebih pendiam, jadi bibi nggak enak sendiri, kalau panggil seperti dulu..."kata Bi Siti yang sibuk membuatkan minum.


"Maaf Bi...mungkin aku ketularan sama Justin..hehe..."kata Revan terkekeh.


"Bisa saja Den Revan...Bibi Ikut bahagia kalau Den Revan akhirnya nikahnya sama mbak Leni..dan bikin Den Revan balik lagi kaya dulu.."kata Bi siti.


"Balik gimana Bi?"tanya Revan.


"Ya..balik lagi kaya Den Revan waktu masih kecil dulu...seperti tak ada beban."ungkap Bi Siti.


"Leni tuh bidadari dengan fitur lengkap yang dikirim Tuhan buat aku Bi.."jawab Revan.


"Fitur Lengkap? Memang aku HP mas?"tanya Leni yang tiba tiba sudah berada di belakang Revan.


...----------------...


Author udah dua hari nggak Up..maaf banget...dua hari yang lalu ini vertigo campur migrain tiba tiba datang menyerang. Kemaren mataku masih sakit kalau lihat layar hp lama lama..jadi memilih untuk beristirahat.


Tapi hari ini author udah mendingan jadi bisa up lagi...


jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


Happy Reading.....🥰🥰🥰😘😘💪💪💪


__ADS_2