Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Kebersamaan


__ADS_3

Semua orang yang berada di ruangan itu seakan tercekat dengan permintaan maafan Alexa. Bahkan raut muka Vino sudah berubah memucat. Ia hanya bisa menundukkan kepala. Berusaha menerima apapun jawaban dari Alexa. Setelah menghembuskan nafas perlahan untuk menetralkan perasaannya, akhirnya Vinopun membuka suaranya lagi.


"Harusnya saya meminta maaf padamu Alexa. Harusnya saya berfikir matang matang sebelum meminta lebih padamu Dr. Alexa. Harusnya saya....."


"Vin....aku belum kasih jawaban aku..kenapa kamu jadi nethink gitu.."potong Alexa sebelum Vino menyelesaikan kalimatnya.


"Hah...?maksudnya?"tanya Vino.


"Maksudku..maaf, aku nggak bisa nolak kamu."jawab Alexa sambil tersipu malu.


"Ka..kamu mau nikah sama aku?"tanya Vino untuk memastikan lagi.


"Iya Tuan Alvino Wijaya..saya menerima lamaran anda untuk menjadi pendamping hidup Anda.."jawab Alexa dengan wajah yang memerah karena malu dengan lamaran dadakan itu. Seketika, semua undangan kenduri yang hadir dan juga semua orang yang sedang melakukan video teleconference memekik senang. Ikut bahagia saat lamaran Vino diterima oleh sang kekasih.


Vino mengeluarkan sebuah benda berbentuk kotak yang terbuat dari kaca bening dan membukanya dengan perlahan. Ia pun pun segera memasangkan cincin bertahtakann berlian tersebut di jari manis Alexa.

__ADS_1


"Terimakasih..."lirih Allexa dengan mata berkaca kaca.


"Sama sama Bu Dokter...."jawab Vino dengan senyum genitnya.


"Ish....mulai lagi deh..."Alexa mencubit lengan Vino dan membuat sang pemilik meringis.


"Ya ampun..belum nikah aja udah KDRT..nasib nasib.."ringis Vino.


"Nyesel ngelamar aku?Aku balikin nih cincinnya!" ancam Alexa sambil memanyunkan bibir.


Acara berakhir sekitar pukul delapan malam. Saat ini semuanya sedang berkumpul di ruang tengah rumah Mbah Purwo yang cukup luas. Mereka sedang menikmati nasi uduk yang sengaja disajikan dengan alas daun pisang dengan berbagai macam lauk yang sudah di masak tadi siang dan tak lupa seekor ayam utuh yang dimasak dengan berbagai rempah rempah atau biasa di sebut ayam ingkung disajikan dimasak secara khusus oleh Bu Fatma.


"Wah...kalau begini tiap hari, bisa bisa Bunda sama Papa nggak ngenalin aku lagi kalau pulang ke ibu kota..hehe..."kekeh Vino.


"Bulan cuma Om Freddy sama Tante Karina yang ngenalin,mungkin anak buah abang langsung kabur lihat boss nya jadi bengkak..hahahhaa...."Revan tergelak.

__ADS_1


"Hah..sia sia sudah dietku selama ini...abis sayang kalau dilewatkan gitu aja...enak banget Ti...Alexa belum pernah makan makanan seenak ini...apa lagi sampai loss dol kaya gini.."kata Alexa dengan mulut penuh makanan. bahkan Vino pun sampai keheranan dengan selera makan Alexa. Biasanya Alexa begitu hati hati dalam memilih makanan. Namun ia juga senang saat melihat orang yang dicintainya terlihat bahagia. Sangat berbeda dengan hari hari sebelumnya, yang mana ia selalu muram. Begitu pun dengan Leni. Bumil yang kini peritnya mulai terlihat buncit itu bahkan sampai menitikkan air matanya karena merasa bahagia. Namun tak ada yang menyadarinya karena ia dengan cepat menyeka air matanya.


"Pelan pelan Nduk....ayamnya masih banyak..kalau kamu mau, besok besok Mbah Uti masakkan lagi.."kata Bu Fatma sambil tersenyum.


"Mbah Kung..Mbah Uti...Sejujurnya aku baru pertama kali benar benar merasakan kebersamaan kaya gini. Dulu orang tua angkatku hampir nggak pernah ada waktu buat kumpul bersama kaya gini..Papa Felix selalu sibuk di kantor. Mama Bianca, hanya sibuk dengan teman teman sosialitanya. Sekali bertemu, mereka selalu bertengakar...Dan aku, hanya sendirian. Makanya aku mengambil study yang menurutku super sibuk. Biar aku nggak kesepian...Dan bisa mengalihkan sakit hatiku waktu melihat mereka bertengkar.."kata alexa sambil menerawangvjauh ke masa lalunya.


"Kak...."Leni langsung meraih kakaknya dalam dekapannya.


"Kakak sekarang nggak akan kesepian lagi, ada Leni, ada Jesslyn, ada kakek nenek kita...kakak nggak boleh sedih lagi ya..kita semua adalah keluarga kak..jadi apapun yang terjadi, kita akan selalu sama sama..."kata Leni sambil mengusap lembut punggung sang kakak.


"Terimakasih Dek....Kakak beruntung banget punya kalian semua..."Alexa pun kembali menangis dalam pelukan Leni.


"Eh,Yang jangan nangis dulu dong..ayamnya masih banyak..siapa yang bakal habisin..."celetuk Vino.


"Ishh Vino!!....jadi ambyar kan momen harunya..." Kata Alexa dengan mulut manyunnya.

__ADS_1


__ADS_2