Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Perubahan Leni


__ADS_3

Lagi lagi, Revan keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya dan tetesan air sisa mandinya,menambah seksi pria berparas tampan itu. Leni seperti telah tersugesti untuk mendekati Revan. Revan kembali terpaku dengan ulah Leni.


Leni yang sudah berada di dekat Revan langsung meraup bibir tipis laki laki yang merenggut keperawanannya itu. Ciuman Leni yang semula lembut perlahan menjadi menuntut. Revan pung langsung meraih tengkuk Leni dan membalas dengan lu*matan yang mengga*rahkan.


"Do you want it again, hmmm?"tanya Revan dengan tatapan nanar.


"Nggak....aku cuma pengen cium aja tadi...hehehe....."kata Leni dengan cuek.


Ibarat di terbangkan tinggi tinggi lalu di hempaskan begitu saja ke tanah. Begitulah kira kira yang Revan rasakan saat ini. Ular titanoboa yang sudah siap menyerang tiba tiba harus dihentikan begitu saja.


"Ck...kirain...."kata Revan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Tapi bohong.."kata Leni kemudian.


"Maksudnya?"Revan belum mengerti.


"I want you Babe...."bisik Leni tepat di telinga Revan. Merasa mendapat lampu hijau kembali, Revan pun langsung mengangkat tubuh Leni dan menghempaskannya ke ranjang empuk dikamar itu.


"Ok...kali ini aku nggak akan terima pause dari kamu. Karena aku tak akan menghentikan apa yang sudah kamu mulai sweety."kata Revan dengan suara yang telah memberat.


"Let 's do it...Babe..."bisik Leni yang kini lebih mirip *******. Karena dengan cepat Revan membuka celana Leni dan memainkan goa sarang titanoboa miliknya dengan jari.


Erangan dan de*sahan mereka berdua mengawali pagi yang mendung disertai gerimis kecil itu. Revan benar benar tak menyangka,istrinya akan se agresif itu. Mereka melakukan hingga dua putaran pagi itu. Sebenarnya Leni masih menginginkan lagi, tapi Revan menolak dengan halus, karena ia takut terjadi apa apa dengan kandungan Leni yang masih rentan.


"Leni...boleh nggak aku tanya sesuatu?"tanya Revan dengan hati hati.


"Hmmm..."jawab Leni yang masih dalam mode kesal.


"Kamu masih marah ya...."tanya Revan.


"Nggak...ngapain juga marah..."jawab leni.


"kok masih ketus gitu..."


"Lagi kesel....."jawab leni.


"Ya sudah..lanjutkan saja kekesalan Anda Nyonya Aditya Sanjaya..."kata Revan sambil melenggang meninggalkan Leni di atas ranjangnya.


"Iiiiiihhhhh...kok nggak peka sih..."kata Leni.

__ADS_1


"Mau bikin susu buat Bunda Keiko,sayang.."jawab Revan yang seketika membuat Leni tersenyum manis.


"Emang Daddy Keiko sayang sama Bunda Keiko?"tanya Leni. Tapi Revan sujdah tak ada lagi di sana.


"Huh...dasar...!"umpat Leni.Karena kelelahan ia pun langsung tertidur.


"Leni......"panggil Revan sambil mengelus wajah Leni. leni pun menggeliat dan mulai terbangun.


"Hmmm......Masih ngantuk Bu...masih pengen bobo lagi...."kata leni dengan mata yang masih terpejam.


"Len....ini aku..minum. susu kamu dulu yuk..."kata Revan.


"Eh... Mas..maaf ketiduran."kata Leni.


"Nggak apa apa..minum susu dulu gih..habis ini sarapan..."kata Revan sambil mengacak rambut Leni.


"Hah...udah hampir jam 9?kok nggak bangunin Leni Mas?"tanya Leni sambil bergeags berlari ke kamar mandi.


"Pelan pelan Len...awas kepleset.. " teriak Revan.


"Huft....nggak inget apa kalau bawa Keiko..Maafkan Bundamu Nak..."gumam Revan sambil mengelus dada.


Perjalanan dari hotel Rex Carlton menuju bandara memakan waktu satu jam lamanya.


"Mbah Kung..mbah uti..hati hati ya dijalan..kalau sudah sampai segera hubungi kami..."Kata Leni sambil memeluk kedua orang tua itu.


"Iya Nduk..kamu nggak usah khawatir...kan ada Yandra yang menemani kami. Om sama Tantemu harus berangkat tadi pagi,karena ada urusan mendadak. Mereka titip salam ke kalian."kata Mbah Purwo.


"Hati hati ya Nduk...jaga dirimu baik baik..Le...kami titip Leni sama kamu ya..."kata Bu Fatma pada Revan. Revan pun memeluk kakek dan nenek itu.


"Iya Ti...mbah kung...pasti Leni aman kalau sama Revan,hehe...kalau Leni kandungannya sudah kuat kami pasti ke sana...."kata Revan.


"Kami pamit dulu...salam buat Ibu Bapakmu..."kata Mbah Purwo.


"Bro..kami pamit dulu..aku ke sini lagi kalau udah waktunya balik ke UK."kata Loey. Memeluk Revan kemudian berganti memeluk Leni.


"Dek....jaga diri baik baik..kalau Revan jahat sama kamu,lapor Abang..."kata Loey setelah melepas pelukannya dengan Leni dan melirik Revan yang tengah kesal.


"Siap abang!"kata leni sambil bersikap hormat.

__ADS_1


Leni dan Revan pun melepas kepulangan kakek,nenek dan Loeyandra.


"Len habis ini kamu ikut ke suatu tempat dulu ya..."kata Revan.


"Mau kemana Mas..?"tanya leni penasaran.


"kamu juga bakal tahu nanti..."kata Revan dengan senyum penuh arti.


"Tapi....kita cari makan dulu ya...."pinta Leni.


"Kamu lapar lagi?kan baru makan sebelum kita ke bandara..."jawab Revan.


"Aku pengen makan ayam orang tua bule Mas...."pinta Leni.


"Hah..orang tua bule?yang gimana sih Len?"tanya Revan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ah..Mas Revan LOLA amat sih...masa nggak tau sih...Kentucky Fried Chiken. Tapi pake sambel geprek bikinan kamu....aku barusan bayangin itu,kayanya enak banget deh Mas..."pinta Leni. Seketika Revan langsung paham.


"Kamu ngidam?"tanya Revan.


"Nggak..cuma pengen aja..pengen banget sih..."jawab Leni.


"ya kalau nggak ngidam bisa ditunda dong..kamu juga barusan makan kan?"kata Revan.


"Ya udah terserah Mas aja!" ketus Leni.


"Iya..iya kita cari sekarang....gitu aja ngambek. Kasuihan tuh Keiko diajak marah marah terus dari tadi.


Revan tak habis pikir dengan sikap Leni dari semalam yang berubah 180 derajat dari biasanya. Jika biasanya ia adalah gadis yang cukup mandiri, entah kenapa sejak "pertempuran" semalam, ia menjadi sangat manja dan mudah marah.


Akhirnya, mereka berdua sampai di restoran cepat saji yang dimaksud Leni. Revan memutuskan untuk membawa pulang makanan tersebut ke apartemennya yang tak jauh dari restoran itu. Ia akan membuat sambal pesanan Leni disana.


Sesampainya di apartemen, Revan langsung menuju dapur untuk membuatkan sambal geprek, karena ia terbiasa hidup mandiri sejak lulus sekolah menengah pertama, bagi Revan memasak bukanlah hal yang berat untuk dilakukan.


Beruntung masih ada cabe dan kawan kawan di kulkas apartemennya. Jadi semua tinggal dibuat saja. Tak lama kemudian jadilah sambal geprekan yang dipesan Leni. Leni yang sedari tadi menunggu di kitchen bar, langsung berbinar binar saat sambalnya telah jadi.


Ia langsung mencampurkab nasi dari restoran cepat saji tadi dengan sambal buatan Revan. Saat suapan pertama masuk ke mulutnya. mata Leni melebar seketika.


Kira kira gimana ya rasa sambel ulekan babang Revan?"

__ADS_1


__ADS_2