Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Kemarahan Loey


__ADS_3

"Loey.....are you loey?" kata Revan saat melihat seseorang yang telah ia kenal.


"Prince....how are you?D' you still remember me?" tanya salah satu sepupu Leni yang bernama Loey.


"Seperti yang loe lihat...I'm fine..."Jawab Revan. Leni menatap mereka dengan tatapn yang sulit diartikan.


"Wooiii....ngelamun aja nih Mak Lampir..awas kesambet loh..." kata Loey sambil memencet hidung Leni yang menatap mereka berdua.


"Siapa yang bilang gue Mak Lampir..loe tuh grandong...eh..gue dari tadi heran deh..sejak kapan nama loe jadi Loey...perasaan dari dulu loe masih jaman orok nama loe Yandra...ini mas Revan juga..ganti ganti nama yang udah dikasih Mommy sama Daddy...pamali tau!" omel Leni.


"Eh..kan loe tau nama gue dari dulu Loeyandra..jadi mo Loey mo Yandra sama aja!" kata Loey.


"Heheh...kita berdua dulu di London Len,...terus orang sana panggilnya gitu, jadi kan keterusan...jangan marah marah dulu dong..jelek tau..!" kata Revan sambil mengacak grmas rambut Leni.


"Eh Bro kapan loe balik Indo?kirain masih betah di UK?" tanya Revan.


"Kemaren lusa gue pulang ke Surabaya, terus kesininya tadi pagi gara gara denger kabar dari Uti kalo mak lampir mau kawin....eh ternyata ame lu Bro..." kata Loey dan dibalas dengan pukulan dari Leni. Mereka berdua sedari kecil memang tak pernah akur. Tapi juga saling menjaga saat bersama. Leni pun pergi membersihkan badan dulu setelah menyapa keluarga besarnya.


"Tau nih...dunia emang sempit banget...Loe masih jadi staff di kedutaan?" tanya Revan.


"Yupz....abis mo resign gagal terus..Gimana kabar si Justin? Loe masih kerja sama dia?"tanya Loey.


"Justin bentar lagi mo nikah juga Bro...gue nggak lagi kerja sama dia sekarang gue fokus ma perusahaan bokap..kasihan klo nggak ada yang bantuin.."kata Revan.


"Anying...tinggal gue yang jomblo...adek lu masih nganggur kan?"tanya Loey.


"Makanya cari jodoh..jangan cari buat diajak ng*we aja...awas Loe macem macem ma adek gue, gue gantung loe di tiang listrik biar kesetrum sekalian.." kata Revan.


Mbah Purwo yang mendengar obrolan absurb mereka langsung mendekati Loey dan revan..

__ADS_1


"Lhoh wes podo kenal to Le?(kalian sudah saling kenal ya Nak)"? tanya Mbah Purwo.


"Sampun Mbah...Revan rencang kulo pas sekolah teng luar..(Sudah mbah..Revan teman sekolah saya waktu di luar negeri)" jawab Loey dengan bahasa jawa halus.


"Yo..kepeneran to..malah ndang akrab...wes gek madang madang kono Le...(Ya syukurlah..kan malah sudah akrab..ya sudah kalian segera makan sana).." kata Mbah Purwo.


Obrolan mereka berlangsung sampai malam hari. Loey memutuskan untuk tetap tinggal di rumah kakeknya untuk melepas rindu dengan sahabat dan kakek neneknya. Sedang kedua orang tuanya pulang lagi ke Surabaya.


Revan yang melihat Leni seperti gelisah langsung mengahampirinya.


"Len..dari tadi kamu kelihatan gelisah..kenapa?" tanya Revan.


"Nggak papa Mas..." jawab Leni


"Len..kamu tahu kan aku gimana? Jangan sembunyikan apapun dari aku..!" kata Revan.


"Mas..nggak kasih tau alasan kita nikah kan sama Kak Yandra?" tanya Leni.


"Kasih tahu apa? apa yang sudah kalian sembunyikan dari aku?" tanya Loeyandra yang tiba tiba sudah berada di belakang Leni dan Revan. Sonta mereka sangat terkejut dengan kehadiran Yandra yang tiba tiba.


"Loey..gue bisa jelasin tapi nggak disini...kita keluar..." kata Revan yang gugup karena masih terkejut dengan kehadiran kakak sepupu Leni.


"Len..kamu istirahat ya..jangan kecapekan..hari ini kamu udah terlalu lelah.." kata Revan beralih pada Leni.


Mereka berdua mengendarai motor matic yang tadi siang digunakan Revan dan Leni. Loey yang menyetir, menghentikan motor mereka di sebuah lapangan sepak bola kecil di kampung itu. Kemudian dua laki laki tampan itu duduk di tribun yang berada dipinggir lapangan.


" Sekarang jelasin ke gue, apa yang kalian sembunyikan. Karena loe juga tahu dari dulu gue paling nggak suka ada rahasia rahasiaan!" kata Loey.


"Sebenernya dari tadi gue udah curiga, karena kaya ada yang ngganjel di rencana nikah loe berdua. Kalian nggak mirip pasangan. Kalo gue lihat, kalian tuh lebih mirip kaya bawahan sama atasan."

__ADS_1


"Gue tau banget Leni sama Loe tuh kaya gimana. Kalian tuh sama sama punya otak encer tapi paling bodoh kalo berhubungan sama lawan jenis. Gue juga tahu loe orangnya nggak mudah jatuh cinta. Begitupun Leni, dia nggak pernah kenal sama yang namanya cowok, karena hidup dia terlalu keras.Sekarang loe ngomong ma gue yang sebenernya terjadi!"


"Sebelumnya gue minta maaf ma loe Bro...gue emang nikahin Leni bukan atas dasar cinta..tapi gue sedang berusaha bangun cinta gue buat dia..." kata Revan mengawali penjelasannya.


"Maksud loe?" tanya Loey yang semakin bingung.


Revan pun menceritakan awal pertemuannya dengan Leni dan kejadian di pesta pertunangan Jess dan Justin tempo hari. Serta siapa yang menjadi dalang dari kejadian itu. Ia juga menceritakan kejadian Leni hampir tenggelam karena pingsan di bathup.


Loey yang sejak tadi menahan amarah dan rasa kesalnya terhadap sahabatnya itu, kini tak dapat menahannya lagi. Loey langsung bangkit dari duduknya dan menarik kerah kaos hitam yang dipakai Revan, lalu mendorong tubuh Revan hingga tersungkur di tanah.


Revan tak membalas perbuatan Loey padanya, karena ia sadar bahwq ini semua adalah kesalahan Revan sendiri. Kemarahan Loey tak berhenti di situ.


Bug.


"Ini pukulan buat loe yang udah bikin masa depan Leni hancur!"


Satu pukulan Loey mendarat sempurna di wajah Revan hingga mengeluarkan sedikit darah di sudut bibirnya. Revan meringis kesakitan tapi ia tetap tak membalasnya. Loey kembali menarik kerah baju Revan agar bangkit dan..


Bug.


"Ini pukulan buat lo yang udah bodoh banget udah ngecewain gue!"


Satu pukulan lagi mendarat di perut Revan, yang langsung membuatnya kembali tersungkur.


"Kalau sekali lagi Loe berani nyakitin Leni atau bikin dia nangis, gue sebagai kakaknya, nggak segan segan bikin loe tinggal nama doang! Gue nggak peduli loe ketua gangster atau apapun!" kata Loey memberi peringatan pada Revan dan meninggalkannya begitu saja di tengah lapangan.


Revan yang masih dalam posisi terlentang, berusaha untuk duduk ia termenung cukup lama di tempat itu. Rasa perih dan ngilu akibat pukulan Loey mulai terasa di pipi dan perutnya.


"Aauuusshh......gimana mau pulang kalau babak belur gini...mana si Grandong malah ninggalin sendiri lagi..nasib..nasib..." keluh Revan yang mulai kebingungan karena ia sendiri tak tau dimana dia berada. Karena ponselnya tertinggal di rumah Mbah kakung Leni.

__ADS_1


Tak lama kemudian seseorang menjulurkan plastik berisi bongkahan es batu yang sudah dihancurkan dan dibalut dengan handuk.


__ADS_2