Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Nyaman


__ADS_3

"Sinta....."panggil Bu Rahma lirih ketika ia mulai membuka matanya. Leni yang mendengar suara neneknya langsung menghampiri.


"Uti..udah bangun?sebentar Leni panggilkan Kak Lexa dulu...."Bu Fatma pun mengangguk.


Alexa segera mendekat pada Bu Fatma memeriksa kondisi Bu Fatma kembali. Beruntung Alexa selalu membawa alat alat kedokterannya. Sehingga dalam keadaan darurat ia selalu bisa sigap mengatasi.


"Nek....apa yang dirasakan sekarang?"tanya Alexa dengan lembut. Bu fatma hanya menjawabnya dengan gelengan kepala sambil tersenyum.


"Nduk...maaf Uti merepotkanmu...Uti hanya terkejut karena wajahmu begitu mirip dengan mendiang putriku, ibunya Leni..."kata Bu Fatma sambil mengusap lembut wajah Alexa.


"Kak Alexa memang cucu Uti..kakak Leni..."batin Leni.


"Nenek maafkan Alexa kalau sudah membuat nenek kembali bersedih.."kata Alexa. Bu Fatma pun mengubah posisinya menjadi setengah duduk. Baik Alexa maupun Leni pun dengan sigap membantu sang nenek untuk duduk


"Jangan panggil Nenek..panggil Uti dan Mbah Kakung sama seperti Leni dan Revan...kamu sudah saya anggap seperti cucu saya sendiri, apalagi dengan wajahmu yang begitu mirip dengan anakku..Uti semakin menyayangimu. Kemarilah Nduk..."kata Bu Fatma seraya merentangkan tangan untuk memeluk Alexa. Alexa pun dengan senang hati menerima pelukan dari Bu Fatma.


Entah kenapa saat berada di pelukan bu Fatma, ia merasakan sesuatu yang berbeda. Alexa merasa ada sesuatu di hatinya yang telah lama kosong terisi kembali. Begitu nyaman dan hangat. Bahkan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan saat bersama Felix dan Bianca( orangtua angkat Alexa). Ia pun meneteskan airmata karena terharu. Leni memilih keluar kamar untuk memberi ruang pada Alexa dan Bu Fatma. Dan memutuskan untuk membuat minuman serta menyiapkan camilan untuk disuguhkan.


"Kamu nangis, Nduk....?"tanya Bu Fatma.


"Maaf Ti...Alexa hanya merasa bahagia banget...belum pernah Alexa merasakan perasaan yang saya alami seperti saat ini sebelumnya. Bahkan saat saya masih berada bersama keluarga angkat saya."jawab Alexa.

__ADS_1


"Maaf boleh Uti tanya?"tanya Bu Fatma.


"Boleh Ti.."jawab Alexa.


"Apa sebelumnya kamu terpisah dengan keluarga kandungmu?"tanya Bu Fatma.


Sementara itu di ruang tamu.


Revan, Vino serta Mbah Purwo sedang berbincang. Mereka sedikit lebih santai saat mengetahui bahwa tidak ada yang serius dengan kondisi Bu Fatma. Beliau hanya shock ringan dan kelelahan saja.Vino yang pada dasarnya mempunyai sifat supel terhadap siapapun, cepat akrab dengan laki laki berumur 76 tahun itu. Setelah beberapa lama, Revan pun mulai obrolan yang lebih serius.


"Mbah Kung...sebenarnya kedatangan kami kemari memang memiliki tujuan penting. Yaitu menyangkut kakak kandung Leni yang sudah Mbah Kakung cari selama ini." kata Revan.


"Ini adalah hasil pencarian dan tes DNA setelah saya yakin dengan orang yang saya anggap sebagai kakak kandung Leni, Kung.."jawab Revan. Tanpa menjawab, Mbah Purwo segera membuka isi map tersebut dan membacanya dengan teliti. Seketika raut muka Mbah Purwo pun berubah.


"Ja..jadi...Dokter Alexa yang sudah dianggap Utimu sebagai Sinta itu benar cucuku?Anak pertama Sinta?kakak kandung Leni?"tanya Mbah Purwo dengan mata berkaca kaca. Leni yang keluar dari dapur dengan nampan berisi singkong goreng dan beberapa cangkir teh pun segera meletakkannya dan duduk di samping sang kakek untuk menenangkannya.


"Nduk...benarkah..Alexa cucuku?kakak kandungmu?"tanya Mbah Purwo sekali lagi dengan nada bergetar.


"Benar Kung..Mas Revan memberi tahu Leni dan Yandra beberapa hari lalu..."jawab Leni dengan maya berkaca kaca.


"Gustii.....padahal kami sudah beberapa kali bertemu waktu pernikahanmu Nduk...dia sempat membantuku saat itu..tapi Kakung benar benar tidak menyadarinya..."kata Mbah Purwo.

__ADS_1


"Mbah Kung..sebenarnya Alexa belum tahu kalau dia kakak kandung Leni..rencananya, kami kesini memang untuk memberitahukan siapa dia sebenarnya. Karena kami yakin akan lebih baik jika kita memberitahukan saat semuanya berkumpul seperti ini."jelas Revan.


"Tapi bagaimana dengan Yuni dan Irwan..bukankah mereka juga harus tahu?"tanya mbah Purwo.


"Budhe sama Pakdhe lagi sibuk sibuknya mempersiapkan pernikahan Loeyandra sama Valine Kung...jadi mungkin mereka tidak bisa kesini tapi Loey sudah memberitahukan semuanya sama mereka Kung.."jelas revan.


"Oh...syukurlah kalau begitu...Nduk,Len..bisa panggilkan Utimu dan Mbakmu kesini..kita harus segera memberitahukan semuanya.."kata Mbah Purwo dengan penuh keyakinan. Revan pun menganggukan kepalanya sekali untuk memberi isyarat pada Leni untuk menyetujui permintaan kakeknya.


"Nggeh Kung.."jawab Leni seraya menuju kamar Bu Fatma.


Tak lama kemudian keluarlah Bu Fatma sambil dipapah Leni dan Alexa. Mata Mbah Purwo kembaali berkaca kaca melihat pemandangan itu. Ia merasa terharu sekaligus bahagia, melihat cucu cucunya kembali dipertemukan.


"Ono opo toh Pak?kok kabeh dilumpukke neng kene?"tanya bu Fatma.


(Ada apa Pak?kok semuanya dikumpulkan disini?)


"Ada hal penting yang harus Bapak sampaikan sama Bukne dan sama Nduk Lexa. Apapun yang Bapak jelaskan tolong jangan di potong ya Bukne?"kata Mbah Purwo memperingatkan istrinya.


"Nggeh Pakne.."jawab Bu Fatma.


"Sebelum saya memberitahukan hal ini, saya mau menceritakan kisah lama, tentang mendiang anak saya, Sinta dan seorang laki laki tua yang tak pernah lelah mencari cucunya.."

__ADS_1


__ADS_2