Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
Sensitif


__ADS_3

Pov Leni


Mas Revan menghentikan mobil perusahaan yang dipakainya di depan sebuat restoran Jepang yang sebelumnya belum pernah aku kunjungi sama sekali. Entah mengapa aku merasa sangat kegerahan dan tidak nyaman saat berada di sini. Aku sedari kecil memang sedikit sensitif dengan tempat yang membuatku tak nyaman. Namun aku tak pernah mengaitkannya dengan hal hal yang berbau mistis. Karena aku memang tak percaya dengan hal hal tersebut.


"Kita makan disini Mas?" tanyaku.


"Emang kamu nggak suka?Mau pindah?" tanya Mas Revan.


" Nggak usah Mas..nggak apa apa." jawabku.


Aku merasa semakin tak nyaman keyika masuk ke restoran Jepang yang memang banyak pengunjung itu. aku semakin kepanasan saat masuk ke dalam. Keringatku mulai bercucuran hingga menimbulkan semu merah di wajahku. Aku ingin segera cuci muka di toilet. Aku pun meminta izin kepada Mas Revan, namun entah apa karena ia merasa khawatir dengan ku ia kekeh ingin mengantarku ke toilet.


Di dalam toilet, aku membasuh wajahku dengan air berharap merasa sedikit segar. Namun bukannya aku merasa segar tapi yang ada justru merasa tubuhku terutama wajahku terasa bertambah panas aku benar benar heran dengan apa yang terjadi denganku. sudah lama aku tdak mengalami hal ini. Terakhir mengalaminya saat aku diajak ayahku ke rumah salah satu kerabatnya saat aku masih SD dulu.


"Mas ayo pulang..aku nggak kuat..." kataku kepada Bosku yang sudah menungguku di depan pintu kamar mandi.


"Ok..kita pulang." kata Mas Revan sambil memandangku dengan pandangan yang sulit diartikan. Mungkin ia mengerti dengan ketidaknyamananku.


Setelah membayar pesanan yang tidak sempat kami makan, kami langsung meninggalkan restoran itu.


Pov author


Sebelum benar benar meninggalkan tempat tersebut, Revan sama sekali tak bertanya ataupun berbicara dengan Leni. Lenipun merasa kembali nyaman seperti semula ketika mobil yang dikendarai Revan meninggalkan tempat itu hanya saja sangat merasa sangat lemas. Ia langsung meneguk air mineral kemasan yang tersedia di mobil Revan sampai tandas.


"Minumnya aku habisin Mas..Haus." kata Leni.


"Iya habisin aja, Kita cari tempat ngadem dulu ya Len..." kata Revan.


" Iya Mas..." jawab Leni ia menyandarkan tubuhnya di sandaran jok mobil dan mengaturnya agar posisinya setengah berbaring.


Entah mengapa setelah keluar dari tempat tadi, Leni merasa energinya terkuras habis, seperti ia habis kerja lembur sampai tengah malam. Namun ia lega karena tk merasa kepanasan lagi.


Sesampainya disebuah taman kota, Revan menghentikan mobilnya.


"Are you okay...?"tanya Revan dengan nada lembut.


"Jujur aku nggak baik baik saja Mas..tenagaku seperti benar benar habis..." jawab Leni lemah.


"Ok..kamu istirahat dulu, biar aku beli minuman elektrolit dulu kamu rebahan di mobil.jangan kemana mana." kata Revan. Ia berlari kecil menuju sebuah minimarket di seberang jalan.

__ADS_1


Tak sampai sepuluh menit,Revan pun kembali ke dalam mobil dan menyodorkan minuman elektrolit kepada Leni.


"Len..minum dulu.." kata Revan.


"Iya..makasih...." jawab Leni.


"Masih gerah?"


"Udah nggak mas..cuma capek aja..."jawab leni.


Revan memang tak banyak bertanya dengan apa yang terjadi dengan Leni sebelum Leni sendiri yang menceritakan sebabnya. Karena bagi Revan hal ini adalah privasi bagi calon istrinya tersebut. Yang harus ia lakukan hanya membuat ibu dari calon anaknya itu merasa nyaman.


"Kita pulang sekarang?" tanya Leni.


"Oke...udah baikan kan?"jawab Revan. leni pun mengangguk.


Mereka pun langsung pulang tanpa mampir mampir kemanapun karena hari sudah cukup sore, dan Revan juga tak tega dengan kondisi Leni yang terlihat sangat kelelahan semenjak keluar dari restoran Jepang tadi.


1 jam kemudian, Revan dan Leni sampai di halaman rumah utama. Mom Yoora dan Dad Eric sudah menyambut kedatangan anak dan calon menantunya itu di teras rumah.


"Len...aku gendong aja ya...kamu kelihatan lemes banget."kata Revan ketika membukakan pintu untuk Leni.


"Mereka udah tau kalau kamu habis pingsan kok..."kata Revan yang sudah lebih dulu mengangkat tubuh Leni. Leni pun pasrah karena sejujurnya ia memang tak bertenaga sama sekali. Ia langsung membaringkan Leni di kamar.


"Len..kamu istirahat dulu aja,sambil nunggu makanan kamu,aku mau mandi dulu di kamar sebelah." kata Revan.


"Iya Mas..."jawab Leni.


"Leni sayang Mommy...are you okay?" tanya Yoora ketika sudah sampai di kamar Leni dan melihat Leni sedang terbaring.


"Maaf Mom..leni ngrepotin Mas revan tadi..nggak apa apa kok...mungkin kecapekan aja." Jawab Leni.


"Ya nggak ngrepotin lah..kan udah sewajarnya Revan jagain kamu...."kata Yoo Ra.


"Sayang..habis ini kamu istirahat aja, biar bibi nganterin makanan kamu kesini." kata Yoo Ra sebelum keluar dari kamar Leni.


"Van...ada apa dengan leni sebenarnya..?" tanya Eric pada puteranya yang baru selesai mandi.


"Kata Justin, kemungkinan besar Leni hamil pa..." jawab Revan. Ia pun langsung menceritakan kejadian yang menimpa Leni di tempat makan yang mereka singgahi tadi. Eric hanya manggut manggut ketika Revan menceritakan semuanya.

__ADS_1


"Kalau kejadian terakhir tadi..anggap aja Leni yang paling tahu..kita tak perlu ikut campur..karena itu privasi dia selama nggak membahayakan kalian..kamu nginep sini kan Van?" tanya Eric.


"Iya Dad...kasihan Leni..sebenarnya kami mau ke rumah Justin.Mau jenguk Jess yang lagi shock berat..tapi berhubung Leni masih lemes gitu mungkin besok aja kali Dad..." jawab Revan.


"Iya terserah kalian aja..sekarang kamu istirahat temenin Leni sana..nanti malam kita makan malam bersama" kata Eric.


"Siap Pak Bos...." jawab Revan.


"Van..ada yang mau Daddy tanyain..tapi ntar malem aja waktu makan malam..."kata Eric.


"Ok...Revan bobo ganteng dulu..."kata Revan.


"Udah mau jadi Bapak tetep aja masih kaya bayi...ckckck..." kata Eric sambil berdecak.


"Loh....Revan kemana Dad?Tadi bukannya di sini?" tanya Yoo Ra uang baru saja datang dari arah dapur.


"Nyusul Leni bobo ganteng katanya...." jawab Eric.


"O....sayang...kita bobo juga yuk..."ajak Leni dengan manja.


"Hah?tumben..." kata Eric melongo.


"Nggak mau ya udah..Mommy bobo sendiri aja.Daddy bobo diluar!" kata Yoo ra sambil berjalan menuju kamar.


"Sayaaang...jangan ngambek gitu dong..." kata Eric yang langsung mengejar istri cantiknya itu ke kamar.


Revan menuju kamar tempat Leni beristirahat,tampak Leni sedang memainkan ponselnya.


"Sudah makan?" tanya Revan dan dijawab anggukan oleh Leni.


Revan langsung mengambil ponsel Leni dan meletakkannya di nakas.


"Mas..kan masih belum selesai baca novel..." sebelum Leni menyelesaikan bicaranya, Revan langsung menyambar bibir lembut Leni dan sedikit memberikan *******.


Deg..


Jantung Leni seketika berdebar tak karuan saat wajah mereka berdekatan satu sama lain. Bau mint yang segar dari nafas Revan dan wangi maskulin menjadi sesuatu yang menenangkan untuk Leni. Revam kembali meraih tengkuk Leni. Kali ini bukan hanya kecupan dan sedikit lu****n yang ia berikan, namun sebuah ciuman yang lebih menuntut. Revan menggigit sedikit bibir bagian bawah Leni dan mengabsen dalam mulut dengan lidahnya.


Leni tak menolak ciuman yang Revan berikan. Entah mengapa ia semakin nyaman dengan perlakuan yang diberikan oleh Revan. Ia pun membalas ciuman Revan.Hingga ia merasa sesuatu yang keras menghimpit tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2