Jebakan Cinta CEO Baru

Jebakan Cinta CEO Baru
KING


__ADS_3

Pagi ini, Revan benar benar menepati janjinya pada Leni untuk berjalan jalan di sekitar villa. Padahal, biasanya jika hari libur, ua memilih menghabiskan waktu seharian hanya untuk tidur tanpa kemanapun. Kemampuan tidur Revan memang sangat luar biasa, ia bisa menghabiskan waktu hampir 24 jam hanya untuk tidur. Mungkin ia terpaksa bangun hanya untuk buang air dan minum.


"Kita mau kemana sih Mas...?"tanya Leni yang berjalan disamping Revan yang menggenggam tangannya.


"Nanti kamu juga tahu...."jawab Revan.


"Villa Mas luas banget ya....ini sih memakan hampir satu kampung cuma untuk villa."kata Leni.


"Ya emang bener, dulu awalnya nggak seluas ini, tapi Daddy yang memang membeli tanah di sekitarnya untuk dijadikan satu kompleks villa."jelas Revan.


"Lah..emang nggak ada yang nyewa?"tanya Leni.


"Ada lah..tapi nggak disini ada di kompleks sebelah barat. Itu khusus disewakan, kalau yang disini, hanya untuk pribadi. Mommy sendiri yang mendesign konsepnya."kata Revan.


"Pantes..berasa di Korea kalau dilihat dari semua bentuk bangunannya."kata leni.


"Masih jauh...?"tanya Leni.


"kenapa?capek?"kata Revan.


"Nggak..cuma pegel aja..udah lama nggak jalan jauh..hehe.."jawab Leni.


"Itu sama aja sweety..."kata Revan yang tiba tiba mendahului Leni dan setengah berjongkok di depannya.


"Eh...Mas ngapain?"tanya Leni.


"Sini aku gendong...."pinta Revan.


"Nggak apa apa nih?nanti kalau tiba tiba encok gimana?"goda Leni sambil naik di punggung Revan.


"Kalau aku sampai encok ya kamu harus pijitin aku lah...kan wajar kalau suami minta pijit istrinya.


"Ih...modus..bilang aja pengen dibelai belai..."kata Leni mencebik.


"Ih..kan kamu nya mau juga.."ledek Revan.


"Daddy Keiko apaan sih...kan malu Leni nya..."kata leni dengan muka memerah.


Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah tempat yang mirip seperti kebun binatang mini. Tapi terlalu mewah dan luas jika disebut dengan kebun binatang. Pagar tinggi dengan pilar pilar megah mengelilingi tempat itu. Namun masih jelas beberapa peliharaan yang terlihat disana.


"Ini kebun binatang pribadi mas?"tanya leni.

__ADS_1


"Bukan sayang..ini cage khusus kucing besar milikku dan Daddy."jawab Revan.


"Sebenarnya ini yang ingin aku tunjukkan padamu kemarin."lanjut Revan.


"It's Amazing....nggak nyangka suamiku suka miara kucing..ckckckck...."Leni berdecak kagum.


"Ayo kita masuk ke dalam.."ajak Revan dan dibalas anggukan oleh Leni.


Revan mengajak Leni menaiki Buggy Car yang tersedia di kandang raksasa tersebut. Disana ada sekitar 20 orang pekerja dan 5 orang dokter hewan yang bertugas merawat seluruh kucing besar peliharaan Revan dan Eric.Setelah menyapa mereka, Revan mulai berkeliling disana.


Leni hanya geleng geleng kepala. Ia tak menyangka bahwa keluarga Aditya Sanjaya tak hanya kaya raya, namun bisa dikatakan sekelas sultan. Pantas saja mereka semua masuk dalam jajaran orang terkaya di Benua Asia. Ia tahu untuk mengurus peliharaannya yang berjumlah tak sedikit, pastinya ia harus menggelontorkan dana yang tak sedikit pula.


"Kenapa Len...?"tanya Revan yang melihat Leni bengong.


"Nggak apa apa Mas..aku cuma bingung gimana caranya ngabisin duit kamu...heheh..."kata leni terkekeh.


"Maksudnya?"tanya Revan.


"Aku nggak nyangka kalau kamu setajir ini Mas...jadi nyesel aku..."jawab Leni.


"Nyesel kenapa?"tanya Revan.


"Ck...rupanya Bunda Keiko udah mulai matre nih..."goda Revan.


"Kan wajar kalau matre sama suami sendiri..."kata Leni sambil terkekeh.


Kini mereka berada di deretan kandang pertama. Tampak sepasang harimau benggala bertubuh besar dan tampak sangat sehat yang langsung menghampiri Revan ketika melihat tuannya di luar kandang yang luasnya hampir separuh lapangan bola itu.


"Princess Sofiaaaa....come on..."teriak Revan.


Merasa dirinya di panggil, Harimau bernama Princess Sofia itu pun langsubg berlari mendekat dan berusaha berdiri di balik pagar.


"Mereka mengenal kamu Mas?"tanya Leni.


"Hmm....dia harimau yang paling friendly dibandingkan yang lain."jawab Revan sambil mengelus kepala harimau dari balik pagar yang tampak sangat jinak itu. Leni sedikit bergidik melihatnya.


"Kamu mau pegang?"tanya Revan.


"aku takut..ntar kalau tiba tiba makan aku gimana?"kata Leni sambil menggeleng cepat.


"Tenang aja..sofia ini jinak,di nggak sembarangan nyerang orang..."kata Revan.

__ADS_1


Tak lama kemudian, datanglah harimay jantan yang datang mendekati si betina. Sofia pun menjauh untuk mengikuti pejantannya.


"Kalau yang jantan namanya Upin..dia yang paling narsis dan cemburuan kalau sofia dekat sama harimau lain..."jelas Revan.


"Eh..namanya kok aneh...kaya tokoh kartun dari negeri seberang..."kata Leni.


"Itu Loey yang kasih nama. Dia sendiri yang urus berkas berkasnya waktu aku adopsi si Upin."jawab Revan.


"Emang nggak dilarang negara Mas?kan mereka dilindungi negara?"tanya Leni.


"Semua yang ada disini bersifat Legal Len..kami mengurus semua prosedur secara benar. Dan yang aku lakukan ini semata mata untuk melindungi mereka yang terlalu berbahaya jika berada di alam bebas. Karena masih banyak perburuan liar..."jelas Revan.


"Oh..jadi gitu?terus bisa habis berapa duit Mas?"tanya Leni yang jiwa emak emaknya mendadak berontak.


"Kalau itu yang tahu cuma aku sama Daddy aja..kau sama Mommy nggak perlu tahu....karena kalau sampai Mommy tahu, bisa terjadi perang dunia nanti...oke..?yang penting aku bisa kasih kamu kehidupan yang layak...dan tidak kekurangan apapun dan tidak sampai memakai uang perusahaan."jawab Revan.


"Okelah terserah kamu aja."jawab Leni pasrah.


Mereka pun kembali berkeliling, dan tibalah mereka di kandang singa. Revan sesekali membantu para staf untuk memberi makan.


"Apa semua dari mereka jinak?"tanya Leni.


"Tidak semua..beberapa dari mereka seperti singa ini masih buas, namun tak seperti saat awal mereka datang. Kalau yang sudah dirawat disini sejak lahir ya pastilah mereka jinak Len...."kata Revan.


Leni yang masih belum bisa menghilangkan rasa herannya hanya ber oh ria.


"Mau ke tempat baby Lion?" tanya Revan.


"Boleh...."jawab Leni.


Revan pun mengendarai Buggy nya menuju tempat bayi bayi singa di rawat. Salah seekor anak singa putih yang menggemaskan langsung berlari mendekati Leni. Leni yang belum siap hanya mematung saat singa kecil itu berlari ke pangkuannya.


"Tenang sweety...dia hanya menyukaimu...kamu rileks..coba kamu gendong dia seperti kamu menggendong kucing."kata Revan.


Leni pun mengikuti instruksi dari Revan. Dan benar saja, anak singa yang masih berusia sekitar tiga minggu itu langsung terlihat nyaman di dalam pelukan Leni.


"Hei..kamu merasa nyaman?siapa namamu?"tanya Leni saat ia mulai terbiasa.


"Dia belum punya nama,kamu saja yang menamai Len..."kata Revan.


"Ok...aku kasih nama kamu King...agar kelak kamu menjadi raja untuk kawananmu."

__ADS_1


__ADS_2